Breaking News:
Beranda » NETIZEN » Belajar dari Nietzsche

Belajar dari Nietzsche

  • account_circle Tim Redaksi
  • calendar_month Minggu, 13 Apr 2025
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

“Jika ingin berjuang untuk kedamaian jiwa dan kebahagiaan, percayalah! Jika ingin menjadi pengikut kebenaran, bertanyalah!” (F. Nietzsche)

 

BANDUNG kanala31.com — Saya kira, pernyataan Nietzsche di atas bukanlah kalimat untuk memberi kepastian, tetapi mungkin dimaksudkan untuk mengguncang alas tempat kita berdiri.

 

Jika kita menilik, kalimat itu bukanlah kalimat perintah; ia lebih menyerupai bisikan yang mengandung luka dan ironi. Bahwa kedamaian dan kebenaran, dua hal yang sering kita anggap serupa, kadang lahir dari jalan yang berbeda, bersimpang bahkan saling berseberangan.

 

Mungkin saja, percaya adalah tindakan melipat dunia. Ia bisa melahirkan rasa tenteram karena tidak banyak bertanya dan menyoal banyak hal. Ia sejenis keikhlasan dan kerelaan untuk membiarkan malam tetap malam. Cahaya tetap menjadi cahaya, tanpa perlu sibuk bertungkus lumus membedah apa yang membuat keduanya ada. Boleh jadi, percaya adalah sebentuk cinta yang berserah.

 

Seorang yang ingin bahagia. Ingin damai. Tidak akan terlalu lama tinggal dalam kegelisahan pertanyaan —ia akan memilih mendekap, bukan merekonstruksi apalagi mendekonstruksi. Dalam percaya, ada ketenangan. Ada kelegaan. Dalam kelegaan, ada diam. Dan dalam diam, barangkali jiwa bisa istirahat tenang.

 

Tapi tampaknya, kebenaran tidak selalu datang dari sikap diam. Sesekali ia bisa datang dari kegelisahan melalui suara yang bertanya. Boleh jadi suara itu semacam bisikan. Di lain waktu, ia kadang menggema sebagai teriakan di batok kepala yang menuntut untuk diselesaikan. Bagi sebagian orang, bertanya adalah gangguan terhadap kenyamanan dan stabilitas —sebuah tindakan melukai dan merobek kedamaian demi kemungkinan melihat apa yang sesungguhnya tersembunyi.

 

Mungkin saja, kebenaran bukan untuk mereka yang ingin tenang. Ia untuk mereka yang siap dan “rela kehilangan arah”. Meragukan semua, bahkan menggugat dirinya sendiri. Dan dalam pertanyaan, tidak ada jaminan bahwa kebahagiaan akan hadir. Yang ada hanya kemungkinan: bahwa yang semula diyakini kukuh ternyata rapuh. Dan yang tak pernah terpikirkan justru benar.

 

Boleh jadi, pernyataan Nietzsche itu seumpama lorong bercabang: satu menuju taman, satu menuju jurang. Tapi mungkin, hidup bukan soal memilih satu jalan lalu melupakan jalan yang lain. Bagi saya, mungkin juga bagi yang lain, hidup adalah tentang tahu bahwa keduanya ada. Ada yang percaya, ada yang bertanya. Ada yang nyaman dalam diam, dan ada yang menggugat mempertanyakan.

 

Dan barangkali, itulah yang membuat hidup layak untuk dijalani. Allahu a’lam.

Radea Juli A Hambali, Wakil Dekan III Fakultas Ushuluddin UIN Sunan Gunung Djati Bandung 

  • Penulis: Tim Redaksi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Mengungkap Sejarah Qurban Versi Yahudi dan Islam

    Mengungkap Sejarah Qurban Versi Yahudi dan Islam

    • calendar_month Selasa, 26 Mei 2026
    • account_circle Rosadi Jamani, Ketua Satupena Kalbar
    • 0Komentar

    KALBAR kanal31.com — Esok (27/5/2026), seluruh umat Islam merayakan Hari Raya Idul Adha, atau hari raya qurban. Esok juga negeri ini akan bau sate. Karena, semua pada Pesta Ba..ups, Pesta Sate. Saya tak membahas soal itu, melainkan sejarah qurban. Ternyata, sejarah pemotongan domba atau kambing itu ada kemiripan antara Yahudi dan Islam. Mari kita ungkap sambil […]

  • Sosiolog UGM: Citayam Fashion Week, Representasi Kaum Muda Menengah ke Bawah

    Sosiolog UGM: Citayam Fashion Week, Representasi Kaum Muda Menengah ke Bawah

    • calendar_month Selasa, 26 Jul 2022
    • account_circle Admin Kanal31
    • 0Komentar

    SPI-YOGYAKARTA Belakangan ini muncul komunitas anak muda yang berasal dari Depok, Citayam dan Bojong Gede membanjiri jalanan di kawasan bisnis dan perkantoran di jalan Sudirman, Jakarta. Mereka memunculkan fenomena baru disana, sebagai area publik untuk unjuk ekspresi. Lalu, muncullah ide kegiatan Citayam Fashion Week yang dikenal luas oleh masyarakat. Sebagai bagian dari kegiatan fashion jalanan, […]

  • Memahami Komunisme, Kenapa Dilarang di Indonesia?

    Memahami Komunisme, Kenapa Dilarang di Indonesia?

    • calendar_month Rabu, 30 Sep 2026
    • account_circle Rosadi Jamani, Ketua Satupena Kalbar
    • 0Komentar

    KALBAR kanal31.com — Ketika saya membahas Iran, pasti ada bilang, “Syiah lho!” Ketika membahas Israel, “Dasar zionist.” Ketika membahas LDII kemarin, “Udah masuk LDII ni.” Terbaru saya membahas majalah misterius “Forum” tak sedikit mencap saya “Intel, BIN, agen, CIA.” Kali ini saya mau membahas komunisme. Mudah-mudahan tak dicap “PKI.” Simak narasinya sambil seruput Koptagul, wak!   […]

  • Mengenal Aura Kasih yang akan Dipanggil KPK terkait Ridwan Kamil

    Mengenal Aura Kasih yang akan Dipanggil KPK terkait Ridwan Kamil

    • calendar_month Kamis, 25 Des 2025
    • account_circle Tim Redaksi
    • 0Komentar

    KALBAR Kanal31.com — Ikutan ngegosip jadinya. Ini gara-gara KPK, kenapa sih nyebut Aura Kasih. Cobalah sebut Aura Faming, beda jadinya. Mari kita mengenal artis satu anak ini sambil seruput Koptagul, wak!   Nama Aura Kasih mendadak terdengar seperti lonceng tua di Gedung Sate. Biasa saja selama bertahun-tahun, lalu tiba-tiba berdentang keras dan semua orang menoleh. Bukan […]

  • Inspiratif, Siti Nurjanah Lulus S1, Lanjut S2 dan S3

    Inspiratif, Siti Nurjanah Lulus S1, Lanjut S2 dan S3

    • calendar_month Sabtu, 13 Agt 2022
    • account_circle Admin Kanal31
    • 0Komentar

    SPI-BANDUNG Adalah Siti Nurjanah lahir tahun 1997 masuk S1 Jurusan Studi Agama-Agama (SAA) Fakultas Ushuluddin (FU) UIN Sunan Gunung Djati Bandung Tahun 2015. Lulus meraih gelar sarjana Tahun 2019. Penulis Skripsi dengan judul “Nilai Agama dan Budaya dalam Tradisi Perayaan Imlek (Studi terhadap Agama Khonghucu dan Agama Tao pada Kelenteng Kong Miao dan Wihara Sinar […]

  • Jelang Muludan, Aplikasi KESAN Rilis Fitur Maulid

    Jelang Muludan, Aplikasi KESAN Rilis Fitur Maulid

    • calendar_month Selasa, 4 Okt 2022
    • account_circle Tim Redaksi
    • 0Komentar

    KANAL31.COM Menyambut Maulid Nabi Muhammad, aplikasi Islami KESAN resmi meluncurkan fitur Maulid pada Senin (03/10/2022). Dengan hadirnya fitur tersebut, umat Islam tidak hanya dapat dengan mudah membaca ragam maulid, tetapi juga mendengarkan lantunannya. CEO Aplikasi KESAN Hamdan Hamedan menjelaskan bahwa tingginya animo membaca maulid menjadi alasan dikembangkannya fitur ini. Terlebih lagi, umat Islam di Indonesia […]

expand_less