Breaking News:
Beranda » NETIZEN » 3M: Maung, Milan, dan Madrid

3M: Maung, Milan, dan Madrid

  • account_circle Tim Redaksi
  • calendar_month Minggu, 25 Mei 2025
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

BANDUNG kanal31.com — 3M. Selain Maung (Bandung) dan Milan, Madrid adalah klub sepak bola yang saya suka. Dan salah satu pemain Los Blancos yang kerap menarik perhatian saya adalah Luca Modric. Ia berperan sebagai gelandang, tapi melampaui sekadar gelandang, Modric dalam penilaian saya adalah arsitek di lapangan yang berpikir.

Sejak kedatangannya dari Tottenham Hotspur pada 2012, dengan keraguan yang menyertainya, bahkan sempat disebut sebagai “pembelian terburuk ” oleh sebagian media Spanyol. Pelan tapi pasti, Modric menjelma menjadi nyawa di lini tengah Madrid. Tiga belas tahun bersama Los Blancos, pria kurus dari Kroasia itu menjahit sejarah dengan kerja keras, keanggunan, dan ketulusan.

Tak terhitung jumlah pertandingan di mana Modric menjadi poros perubahan. Bersama Madrid, Modric mempersembahkan lebih dari sekadar trofi: lima Liga Champions, tiga La Liga, empat Piala Dunia Antarklub, dan sederet penghargaan lainnya. Ia juga mendapat penghargaan Ballon d’Or 2018, satu-satunya pemain dalam satu dekade yang berhasil memecah dominasi Messi dan Ronaldo. Saya kira, warisan Modrić melampaui itu. Ia adalah jembatan dari generasi emas ke generasi baru. Ia bermain bersama Ronaldo dan Benzema, lalu bersama Bellingham dan Valverde.

Bersama Toni Kroos dan Casemiro, ia membentuk salah satu trio lini tengah terbaik dalam sejarah sepak bola modern. Mereka bukan sekadar pemain hebat tapi adalah simfoni yang bergerak dalam tiga nada. Casemiro sebagai tembok baja yang mematahkan tiap serangan lawan, Kroos sebagai mesin akurasi yang mengalirkan bola dari kedalaman, dan Modric adalah napas dan imajinasi dari ketiganya. Dialah yang menghubungkan, menjahit ruang, dan menyulam ritme. Mereka saling melengkapi: kekuatan, kecerdasan, dan keindahan.

“Luka is a magician,” ujar Zinedine Zidane, pelatih yang pernah memolesnya menjadi lebih dari sekadar gelandang. “Ia melihat permainan dua detik lebih cepat dari semua orang di lapangan,” begitu Zidane menambahkan. Sementara menurut Carlo Ancelotti, dalam salah satu wawancara pasca laga Liga Champions, menyebutnya “simfoni dalam bentuk manusia.”

Memang begitulah cara Modric bermain: tidak mencolok, tapi nyaris sempurna. Lewat satu sentuhan luar kaki, ia bisa memecah pertahanan lawan paling rapat. Lewat satu pergerakan kecil, ia membuka ruang untuk gelombang serangan. Dalam sepak bola yang makin didominasi fisik dan kecepatan, Modrić adalah pengingat bahwa kepala dan kaki harus tetap jenius.

Di akhir pertandingan melawan Real Sociedad, dengan skor kemenagan 2-0, Modric pamit. Tampak ada kesedihan di raut wajahnya. Saya kira, Madrid tidak hanya kehilangan pemain, tapi juga kehilangan ruh dari gaya bermain yang memadukan rasa dan estetika. Terasa ada ruang kosong yang tidak bisa segera diisi. Santiago Bernabéu tidak hanya kehilangan seorang pemain, tapi juga kehilangan detak lembut yang selama ini menjaga ritme permainan.

Legenda hidup seperti Modric tak pernah benar-benar pergi. Ia akan hidup abadi dalam setiap tepuk tangan yang mengiringi assist menawan, dalam setiap remaja yang belajar bagaimana memberi umpan dengan mata, bukan hanya dengan kaki. Ia akan tetap tinggal dalam ingatan, dalam arsip permainan, dalam setiap benak anak-anak muda yang akan tumbuh menirukan umpan trivela-nya, dan dalam bisikan pelatih yang berkata, “Mainlah seperti Luka.”[]

Radea Juli A Hambali, Wakil Dekan III Fakultas Ushuluddin UIN Sunan Gunung Djati

  • Penulis: Tim Redaksi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Ujang Komarudin : Parpol Harus Rela Jika Penjabat Gubernur DKI Orangnya Presiden

    Ujang Komarudin : Parpol Harus Rela Jika Penjabat Gubernur DKI Orangnya Presiden

    • calendar_month Selasa, 6 Sep 2022
    • account_circle Tim Redaksi
    • 0Komentar

    KANAL31.COM-Ahli politik dari Universitas Al Azhar Ujang Komarudin mengatakan partai politik (parpol) harus rela, berlapang dada menerima keputusan jika nantinya, Presiden Jokowi memilih Direktur Jenderal (Dirjen) Politik dan Pemerintahan Umum Kemendagri Bahtiar sebagai Penjabat Gubernur DKI Jakarta. “Bagaimana dengan parpol, saya melihatnya harus rela bahwa Pj Gubernur adalah orangnya Presiden Jokowi karena memang penentuannya dilakukan […]

  • Benchmarking Fakultas Sains dan Teknologi UIN Bandung ke Universitas Negeri Malang, Cara Jitu Tingkatan Sistem Penjaminan Mutu

    Benchmarking Fakultas Sains dan Teknologi UIN Bandung ke Universitas Negeri Malang, Cara Jitu Tingkatan Sistem Penjaminan Mutu

    • calendar_month Jumat, 29 Nov 2024
    • account_circle Tim Redaksi
    • 0Komentar

    KANAL31.COM, MALANG — Upaya meningkatkan system penjaminan mutu Fakultas Sains dan Teknologi (FST) UIN Sunan Gunung Djati Bandung melakukan benchmarking ke Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Negeri Malang (UM), Selasa (26/11/2024). Ketua Unit Penjaminan Mutu (UPM), Dr. Rina Mardiati M.T., didampingi oleh sekretaris unit Dr. Tina Dewi Rosahdi, M.Si., beserta tim Dr. Esih […]

  • NU Perlu Menganut Radikalisme

    NU Perlu Menganut Radikalisme

    • calendar_month Sabtu, 29 Agt 2026
    • account_circle Moeflich Hasbullah, Dosen UIN Bandung
    • 0Komentar

    (Masukan untuk Muktamar NU ke-35 di Jombang, 27–31 Agustus 2026) BANDUNG, kanal31.com — Menjelang muktamarnya yang ke-35, saya ingin memberi satu gagasan besar untuk NU, yaitu NU harus melakukan gerakan radikal. Radikal? Iya, melakukan perubahan diri yang radikal di dalamnya karena problem NU bukan sekadar terlalu dekat dengan kekuasaan, tetapi terlalu banyak energi organisasi tersedot ke […]

  • Ayo Jaga Indonesia dan Rawat Kebhinekaan

    Ayo Jaga Indonesia dan Rawat Kebhinekaan

    • calendar_month Jumat, 19 Agt 2022
    • account_circle Admin Kanal31
    • 0Komentar

    KANAL31.COMWakil Menteri Agama Zainut Tauhid Sa’adi menyeru seluruh warga bangsa untuk terus menjaga Indonesia sekaligus merawat keragaman dan kebhinekaan. Seruan ini disampaikan Zainut Tauhid saat menyampaikan sambutan pada Istighatsah dan Pembacaan Asma Ya Wadud 1 Miliar, dalam rangka Tasyakuran Hari Kemerdekaan Republik Indonesia ke-77, di Masjid Agung Baitul Faizin Komplek Pemda Cibinong Jawa Barat. Istighitsah […]

  • Hari Ini Terima Sertifikat, Ini 18 Prodi UIN Yogyakarta Terakreditasi Internasional

    Hari Ini Terima Sertifikat, Ini 18 Prodi UIN Yogyakarta Terakreditasi Internasional

    • calendar_month Kamis, 11 Mei 2023
    • account_circle Tim Redaksi
    • 0Komentar

    Yogyakarta KANAL31.COM Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Kalijaga menjadi universitas pertama di Indonesia dengan 18 program studi yang terakreditasi oleh Yayasan Akreditasi Administrasi Bisnis Internasional (FIBAA). Sertifikat akreditasi akan diserahkan hari ini kepada Rektor UIN Sunan Kalijaga, Al Makin, dan pejabat lainnya. Sertifikat diserahkan oleh Mag.ª Diane Freiberger, MBA sebagai Managing Director FIBAA dan Viktoria […]

  • Pemerintah Tetapkan 1 Ramadan 1446 H Jatuh pada 1 Maret 2025

    Pemerintah Tetapkan 1 Ramadan 1446 H Jatuh pada 1 Maret 2025

    • calendar_month Jumat, 28 Feb 2025
    • account_circle Tim Redaksi
    • 0Komentar

    JAKARTA kanal31.com — Pemerintah menetapkan 1 Ramadan 1446 H/2025 M jatuh pada hari Sabtu, 1 Maret 2025. Penetapan ini didasarkan pada keputusan sidang isbat (penetapan) 1 Ramadan 1446 H yang dipimpin Menteri Agama Nasaruddin Umar di Kantor Kementerian Agama, Jalan MH Thamrin Nomor 6, Jakarta, Jumat (28/2/2025). “Sidang Isbat secara mufakat menetapkan 1 Ramadan 1446 […]

expand_less