Breaking News:
Beranda » BEWARA » Menguatkan Peran Perempuan untuk Dunia yang Damai

Menguatkan Peran Perempuan untuk Dunia yang Damai

  • account_circle Tim Redaksi
  • calendar_month Rabu, 12 Nov 2025
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

BANDUNG kanal31.com — Pusat Studi Gender dan Anak (PSGA) Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP2M) UIN Sunan Gunung Djati menggelar International Public Lecture seri ke-3 dengan tema “Women in Peacebuilding: Gendered Dynamics of Non-Violent Resistance in Indonesia, yang berlangsung di Aula Fakultas Adab dan Humaniora (FAH), Selasa (11/11/2025).

Kuliah umum ini menghadirkan pembicara utama Maria (Masha) Kardashevskaya, Ph.D, pakar Peace and Conflict Studies dari University of Manitoba, Kanada, yang saat ini menjadi visiting lecturer di Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta.

Kuliah umum dibuka oleh Wakil Rektor I, Prof. Dr. H. Dadan Rusmana, M.Ag., yang menyampaikan apresiasi atas kehadiran narasumber internasional tersebut. Dalam sambutannya, Prof. Dadan mengucapkan selamat datang kepada Miss Masha serta memperkenalkan sosok Sunan Gunung Djati, tokoh besar penyebar Islam di Jawa Barat yang menjadi inspirasi bagi nama universitas.

Untuk informasi, Sunan Gunung Djati, yang dikenal sebagai Maulana Syarif Hidayatullah, adalah seorang ulama dan wali yang sangat dihormati yang memainkan peran penting dalam menyebarkan Islam di Jawa Barat, Indonesia. “Sunan Gunung Djati dianggap sebagai salah satu dari sembilan wali (Wali Songo) yang berkontribusi pada penyebaran Islam di Jawa,” tegasnya.

Sunan Gunung Djati dikenal karena kebijaksanaan, kesalehan, dan kepemimpinannya, dan warisannya terus dirayakan dan dihormati di Indonesia. Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Gunung Djati Bandung, tempat kami berkumpul hari ini, dinamai menurut namanya sebagai pengakuan atas kontribusinya pada keilmuan dan pendidikan Islam.

Bandung, ibukota Jawa Barat, dikenal karena warisan kolonial Belanda yang kaya, belum lagi keindahan alamnya yang luar biasa dan keramahan penduduknya yang ramah.

Sementara itu, Sekertaris LP2M Dr. Sarbini juga mengapresiasi kegiatan PSGA ini yang sampai saat ini sudah tiga kali dilakukan dengan narasumber dari berbagai negara. Kegiatan ini, walaupun sangat mendadak tetapi dapat dilaksanakan dengan lancer berkat kekompakan tim LP2M yang sudah menyiapkan kegiatan ini. Dr. Sarbini lebih jauh menyatakan bahwa tema ini penting terutama bagi mereka yang tertarik dalam isu gender dan hak atas tanah bagi komunitas adat.

Irma Riyani selaku Kepala PSGA yang sekaligus menjadi moderator dalam kegiatan International public lecture ini mengapresiasi kesediaan Dr. Masha untuk hadir di UIN dan menyampaikan keahliannya dalam kajian Peace dan Conflict terutama bagaimana budaya mampu menyelesaikan konflik yang ada. Hal ini tentu saja relevan dengan konteks Indonesia sebagaimana ia sampaikan “Keanekaragaman budaya Indonesia yang kaya dan kompleksitas sosial menghadirkan tantangan dan peluang dalam upaya pembangunan perdamaian,” jelasnya.

Kegiatan ini merupakan bagian dari agenda tahunan international public lecture yang digagas oleh LP2M melalui PSGA. Ia menegaskan bahwa PSGA terus berkomitmen memperkuat pengarusutamaan gender, penghapusan kekerasan seksual, dan advokasi terhadap kelompok rentan, termasuk penyandang disabilitas.

“Kehadiran narasumber internasional ini membuka wawasan baru bagi sivitas akademika UIN Bandung tentang pentingnya peran perempuan dalam membangun perdamaian berbasis kearifan lokal,” ujar Irma Riyani.

Dalam pemaparannya, Miss Masha menjelaskan mulai dari teori baik itu teori konflik, perdamaian, kekerasan sampai pada resolusi konflik dan gender. Selain itu, beliau menjelaskan tentang studi kasus dari penelitiannya tentang perjuangan Perempuan Batak melawan ketidakadilan yang terjadi di daerahnya.

Dalam kajiannya, Masha menjelaskan studi kasus terkait strategi Perempuan dalam menentang ketidakadilan di komunitas Batak Toba tanpa kekerasan melalui nilai-nilai budaya yang ada. Dalam perjuangannya, Perempuan-perempuan ini lebih memperhatikan perdamaian jangka Panjang karena merasa perlu terlibat sebagai bagian dari kepedulian (ethics of care). Sementara yang laki-lakinya lebih berdasarkan kepentingan jangka pendek karna merasa haknya diusik (ethics of justice)

Strategi resistensi perempuan pun bersifat kreatif dan praktis, misalnya melalui aktivisme pertanian (farming as resistance) dengan menanam nanas di lahan sengketa, serta penggunaan tubuh dan emosi sebagai alat protes.

Masha menyoroti bahwa meskipun nilai-nilai adat seperti marga, dalihan na tolu, dan bona pasogit penting bagi kohesi sosial, struktur patriarki dalam masyarakat Batak Toba menyebabkan perempuan mengalami double burden (beban ganda) bekerja di ranah domestic juga turut serta dalam perjuangan membela hak tanah yang itu masuk ranah publik.

Diskusi berjalan dengan produktif di mana audiensi mengajukan beberapa pertanyaan yang cukup kreatif. Masha terkesan atas diskusi dan beberapa pertanyaan yang diajukan terutama terkait budaya dan perannya dalam penyelesaian konflik tanpa kekerasan.

Sebagai penutup reflektif, Ketua PSGA menambahkan bahwa peran perempuan dalam perdamaian itu selalu uni, karen ia selalu memiliki jalan untuk sampai pada tujuan. Seberapapun terjal dan berlikunya tantangan yang dihadapi tetapi mereka tidak menyerah begitu saja, mereka konsisten dan berkomitmen meyelesaikan masalahnya.

  • Penulis: Tim Redaksi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Hadapi Era AI, Pesan Kepala BMBPSDM Pentingnya Adaptasi Perguruan Tinggi

    Hadapi Era AI, Pesan Kepala BMBPSDM Pentingnya Adaptasi Perguruan Tinggi

    • calendar_month Sabtu, 8 Agt 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • 0Komentar

    BANDUNG kanal31.com  — Kepala Badan Moderasi Beragama dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BMBPSDM) Kementerian Agama, Muhammad Ali Ramdhani mendorong pegawai UIN Sunan Gunung Djati Bandung untuk terus meningkatkan kompetensi, kreativitas, dan kemampuan beradaptasi di tengah percepatan transformasi teknologi, khususnya perkembangan kecerdasan artifisial atau Artificial Intelligence (AI). Pernyataan itu disampaikan Kepala BMBPSDM saat memberikan pembinaan pegawai […]

  • Pemantiknya, Al-Ihsaan Jadi Welas Asih

    Pemantiknya, Al-Ihsaan Jadi Welas Asih

    • calendar_month Minggu, 6 Jul 2025
    • account_circle Tim Redaksi
    • 0Komentar

      Alloohumma sholli ‘alaa muhammad wa ‘alaa muhammad. Aamiin. Yth. Bapak Gubernur Provinsi Jawa Barat dalam rohmat Alloh Jalla wa ‘Alaa di mana pun berada SUKABUMI kanal31.com — Sampai saat ini, nama dan kinerja Bapak Gubernur Provinsi Jawa Barat secara khusus melalui aksi acak Bapak dalam mengomunikasikan data dan fakta serta menyelesaikan multi masalah, “sangat […]

  • Asyik! Kemenag Luncurkan Sekretariat Bersama Moderasi Beragama

    Asyik! Kemenag Luncurkan Sekretariat Bersama Moderasi Beragama

    • calendar_month Sabtu, 5 Okt 2024
    • account_circle Tim Redaksi
    • 0Komentar

    KANAL31.COM (Jakarta) — Badan Litbang dan Diklat Kementerian Agama meluncurkan Sekretariat Bersama (Sekber) Moderasi Beragama. Pada saat yang bersamaan, dirilis juga Aplikasi Pemantauan Implementasi Moderasi Beragama (API-MB) Pembentukan Sekretariat Bersama menjadi amanat dari Peraturan Presiden Nomor 58 Tahun 2023 tentang Penguatan Moderasi Beragama. Pasal 9 Perpres 58/2023 ayat (1) mengatur bahwa untuk koordinasi penyelenggaraan penguatan Moderasi […]

  • UIN Bandung Dorong Jurnal Berkelas Dunia: Kunci Mutu Riset dan Kemandirian Finansial Kampus

    UIN Bandung Dorong Jurnal Berkelas Dunia: Kunci Mutu Riset dan Kemandirian Finansial Kampus

    • calendar_month Rabu, 29 Jul 2026
    • account_circle Sungkawa Abdisunda
    • 0Komentar

    BANDUNG, kanal31.com — UIN Sunan Gunung Djati Bandung kembali melakukan manuver strategis untuk memperkuat posisi akademiknya di kancah nasional maupun internasional. Lewat peran aktif Rumah Jurnal, kampus terkemuka ini menggelar Workshop Persiapan Akreditasi Jurnal Nasional (ARJUNA) di Aula Fakultas Sains dan Teknologi (FST), Rabu (29/7/2026). Kegiatan ini tak sekadar agenda rutin akademik. Di balik gelaran […]

  • test

    test

    • calendar_month Kamis, 8 Okt 2026
    • account_circle Sungkawa Abdisunda
    • 0Komentar

    test https://www.google.com/

  • Ini Aman Nggak?

    Ini Aman Nggak?

    • calendar_month Selasa, 8 Sep 2026
    • account_circle Syahiduz Zaman, Dosen UIN Malang
    • 0Komentar

    MALANG, kanal31.com — Jam makan siang di sebuah sekolah. Kotak MBG baru saja dibagikan. Anak-anak membuka tutupnya, sebagian langsung makan, sebagian sibuk membandingkan lauk dengan teman di sebelahnya.   Seorang siswa justru memandangi kotak makanannya agak lama.   “Ini aman nggak?”   Pertanyaan sederhana. Tapi saya kira, kalau pertanyaan itu mulai muncul semakin sering di sekolah-sekolah, […]

expand_less