Breaking News:
Beranda » NETIZEN » Pertautan Holistik

Pertautan Holistik

  • account_circle Yudi Latif, Direktur Reform Institute
  • calendar_month Kamis, 19 Mar 2026
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JAKARTA kanal31.com — Saudaraku, di tengah konflik geopolitik yang mengancam masa depan umat manusia, bangsa-bangsa perlu kembali belajar ilmu kebijaksanaan: ilmu saling mengasihi dan memberi, bukan saling memusuhi dan merampas.

Sadarilah, masa depan Barat terbit di Timur. Banyak kebijaksanaan yang kini dicari dunia—keselarasan dengan alam, keseimbangan batin, kesadaran spiritual—telah lama berakar dalam tradisi Timur. Ketika peradaban Barat yang dibangun oleh rasionalitas, teknologi, dan kecepatan mencari makna yang lebih dalam, ia menoleh ke Timur seperti kembali ke mata air yang lama terlupakan.

Masa depan Timur tersemai di Barat. Dari Barat mengalir ilmu pengetahuan modern, metode rasional, teknologi, dan tata kelola yang membentuk wajah dunia kini. Timur mengolah warisan spiritualnya dengan perangkat pengetahuan itu.

Dalam perjumpaan ini, keduanya bukan saling meniadakan, melainkan saling melengkapi—seperti dua sungai yang bertemu dan memperbesar arusnya menuju samudera impian bersama.

Begitu pun pertautan antarwaktu. Masa depan telah terkandung di masa lalu, seperti pohon yang telah tersimpan dalam biji. Di dalam biji telah terbayang hutan yang belum tumbuh. Waktu hanya menyingkap apa yang telah disemai.

Masa lalu terkandung di masa depan. Ibarat pohon yang menjulang mengikuti sifat bijinya: arah cabang, kekuatan akar, dan rasa buahnya. Masa lalu tidak hilang; ia bertransformasi menjadi kemungkinan.

Kenali juga paradoks sederhana: kosong mengandaikan isi, dan isi mengandaikan kosong. Cangkir berguna karena ruang kosongnya, rumah menjadi tempat tinggal karena ruang yang dihidupinya. Dalam kehidupan manusia pun demikian: kesediaan memberi ruang bagi yang lain sering menjadi sumber makna paling penuh.

Begitu pun perbedaan. Ia tidak diciptakan untuk saling meniadakan, melainkan untuk saling mengisi. Siang memberi arti pada malam, gunung memberi arah pada lembah, laut memberi batas pada daratan. Tanpa perbedaan, dunia kehilangan geraknya; tanpa jarak, tak ada perjalanan.

Di situlah tersembunyi ilmu pertautan holistik: kesadaran bahwa segala sesuatu hidup bukan oleh dirinya sendiri, melainkan oleh hubungan yang saling menghidupi.

  • Penulis: Yudi Latif, Direktur Reform Institute

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Masa Depan Duh, Emak-emak Lampung, Kenapa Jokowi Ekonomi

    Masa Depan Duh, Emak-emak Lampung, Kenapa Jokowi Ekonomi

    • calendar_month Minggu, 28 Jun 2026
    • account_circle Rosadi Jamani, Ketua Satupena Kalbar
    • 0Komentar

    “Baginda Pemuka Bangsa” Kok Didemo? LAMPUNG, kanal31.com — Ras terkuat, emak-emak asal Lampung gelar demo. Yang didemo mantan orang terkuat di negeri ini, Jokowi. Padahal, para raja di sana menganugerahi ayah Gibran ini dengan gelar “Baginda Pemuka Bangsa”. Simak narasinya sambil seruput Koptagul, wak!   Demo emak-emak ini bukan di stadion, bukan pula di arena UFC, […]

  • Sebuah Riyadhah

    Sebuah Riyadhah

    • calendar_month Jumat, 2 Jan 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • 0Komentar

    BANDUNG Kanal31.com — Dalam kesadaran ruhani, derajat spiritual atau level keimanan, bila kita memilih selalu yang lebih mudah, atau hidup kita ingin selalu mudah dan lancar, itu tidak salah, tapi itu artinya kita orang awam, keimanan biasa, kesadaran umum, tidak istimewa. Mudah dan senang itu adalah pilihan nafsu.   Bila ingin meningkatkan kesadaran, menempa kekuatan batin, […]

  • Ketua KIP Apresiasi Kemajuan Signifikan PTKN dalam Keterbukaan Informasi

    Ketua KIP Apresiasi Kemajuan Signifikan PTKN dalam Keterbukaan Informasi

    • calendar_month Senin, 15 Des 2025
    • account_circle Tim Redaksi
    • 0Komentar

    JAKARTA kanal31.com — Penguatan budaya transparansi di lingkungan Kementerian Agama kembali mendapat pengakuan nasional. Ketua Komisi Informasi Pusat (KIP) Donny Yoesgiantoro menyampaikan penghargaan atas kinerja PTKN yang berhasil memenuhi standar keterbukaan informasi publik secara berkelanjutan.   Apresiasi tersebut disampaikan dalam Penganugerahan Keterbukaan Informasi Publik Tahun 2025, yang digelar di Bidakara Hall, Jakarta, Senin (15/12/2025).   […]

  • Bentuk Kurikulum Berbasis Cinta? Jangan Menghajar, Tapi Mengajar

    Bentuk Kurikulum Berbasis Cinta? Jangan Menghajar, Tapi Mengajar

    • calendar_month Senin, 8 Sep 2025
    • account_circle Tim Redaksi
    • 0Komentar

    CIPUTAT kanal31.com — Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) yang digagas Kementerian Agama (Kemenag) terus digaungkan sebagai upaya menanamkan nilai kasih sayang di lingkungan pendidikan keagamaan di Indonesia.   Kepala Badan Moderasi Beragama dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BMBPSDM) Kemenag, Muhammad Ali Ramdhani, menegaskan bahwa pendidikan berbasis cinta harus menerapkan prinsip afirmasi positif dalam implementasinya.   “Proses […]

  • Hasil Penelitian Dosen UI: Inilah Praktik Jalan Tikus di Media Sosial

    Hasil Penelitian Dosen UI: Inilah Praktik Jalan Tikus di Media Sosial

    • calendar_month Selasa, 19 Apr 2022
    • account_circle Admin Kanal31
    • 0Komentar

    SPI-JAKARTA Tren berinteraksi di era disrupsi saat ini, banyak terjadi di media sosial dibanding media massa yang menjelaskan suatu proses cara sebuah gagasan berkembang di masyarakat kontemporer. Media sosial menjadi salah satu elemen kontruksi ideologi hingga aktualisasi dari ideologi negara terutama dalam konteks masyarakat kontemporer tanpa perlu memilah generasi muda dan senior. Pemaparan tersebut merupakan […]

  • UIN Bandung Tuan Rumah PESONA I PTKN, Perkuat Harmoni Lintas Agama

    UIN Bandung Tuan Rumah PESONA I PTKN, Perkuat Harmoni Lintas Agama

    • calendar_month Kamis, 4 Agt 2022
    • account_circle Admin Kanal31
    • 0Komentar

    SPI-BANDUNG Rektor Universitas Islam Negeri Sunan Gunung Djati (UIN SGD) Bandung, Prof Dr H Mahmud MSi CSEE, menyatakan kesiapannya untuk menyambut para tamu peserta Pekan Seni dan Olahraga Nasional (PESONA) I Perguruan Tinggi Keagamaan Negeri (PTKN) Tahun 2022 di UIN Sunan Gunung Djati Bandung dari tanggal 8-13 Agustus 2022. Kegiatan nasional ini diselenggarakan oleh Direktorat […]

expand_less