Breaking News:
Beranda » EDUTEKNO » Siapa Saja Tiga Besar Calon Rektor UIN Bandung?

Siapa Saja Tiga Besar Calon Rektor UIN Bandung?

  • account_circle Tim Redaksi
  • calendar_month Sabtu, 3 Jun 2023
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

BANDUNG, kanal31.com — Ke-13 calon Rektor UIN Bandung sudah selesai mengikuti tahapan Pemberian Pertimbangan Kualitatif oleh senat universitas. Berkas penilaian kualitatif ini diserahkan ke Menteri Agama (1-5 Juni 2023), menuju tahapan berikutnya yaitu Uji Kepatutan dan Kelayakan oleh Komisi Seleksi (Komsel) di tingkat pusat.

Komsel ini –tim yang ditetapkan Menteri Agama– akan memunculkan 3 nama calon yang akan diserahkan kepada Menteri Agama, sebagai pertimbangan dalam menetapkan satu nama yang akan menjadi Rektor UIN Bandung periode 2023-2027, menggantikan Rektor Mahmud yang habis jabatannya pada Juli tahun ini.

Seperti diketahui 13 calon Rektor UIN Bandung adalah: 1) Prof Bambang Qomaruzzaman; 2) Prof Ulfiah; 3) Prof Endah Ratnawaty Chotim; 4) Prof Nina Nurmila; 5) Prof Rosihon Anwar, 6) Prof Ahmad Ali Nurdin; 7) Prof Moh Najib; 8) Prof Tedi Priatna; 9) Prof Ah Fathonih; 10) Prof Aan Hasanah; 11) Prof Ahmad Sarbini; 12) Prof Fauzan Ali Rasyid; dan 13) Prof Ajid Thohir.

Menurut Ketua Pemilihan Calon Rektor UIN Bandung, Dr Setia Gumilar, dalam proses pemberian pertimbangan kualitatif, semua anggota senat universitas memberikan penilaian kepada 13 calon, meliputi indikator:  moralitas, kepemimpinan, manajerial, kompetensi akademik, dan jaringan kerja sama. Setiap anggota senat diberi pilihan tiga skala penilaian: sangat bagus, bagus, atau cukup.

“Berkas pemberian pertimbangan kualitatif ini dikirimkan ke Menteri Agama, pada rentang waktu 1-5 Juni 2023, untuk dijadikan pertimbangan bagi Komisi Seleksi dalam menetapkan tiga nama calon,” ujar  Setia, yang juga Dekan Fakultas Adab da Humaniora, usai rapat Senat Universitas di Kampus UIN SGD Bandung, Rabu (24/5/2023).

 

Nah, Ini Mereka!

Sebagian besar masyarakat Kampus UIN Bandung mengaku penasaran, ingin segera tahu siapa tiga nama yang patut dan layak menurut Komisi Seleksi?

Dari hasil pengamatan kanal31.com, berbagai isu dan opini bermunculan di antara mereka. Opininya beraneka ragam, diduga karena didorong oleh sikap oportunis (ambisi jabatan, menjilat, kamuflase) dan reformis (khawatir dengan keberadaan kampus). Sebagiannya menunjukkan tidak peduli disebabkan oleh sikap apatis (antep kajeun, kerja semaunya, frustrasi, terjebak sikap su’udzan, dan subjektif).

Menurut pantauan kanal31.com, opini yang berkembang akhir-akhir ini, ada dua versi “tiganama” yang muncul. Ini didasarkan pada afiliasi organisasi/kelompok (NU/PMII/HMI), karir jabatan, dan keterwakilan calon perempuan (kesetaraan gender): Ketiga nama yang digadang-gadang akan terpilih menjadi tiga besar adalah Prof Rosihon, Prof Ulfiah, dan Prof Fathonih.

Sedangkan versi lain, selain berafiliasi pada kelompok, karir jabatan, kesetaraan gender, juga berdasarkan analisis jaringan pejabat-pejabat pusat yang dimiliki calon. Mereka menyebut tiga nama Prof Bambang Qomaruzzaman, Prof Ahmad Ali Nurdin, dan Prof Nina Nurmila.

 

Yang Penting Punya Pengakuan

Menurut salah seorang guru besar (gubes) UIN SDG Bandung,  seseorang mencalonkan rektor itu tidak sekadar mengandalkan obsesi ingin menjadi pemimpin, tetapi juga harus dipastikan bahwa dia memiliki kemampuan, baik bidang manajerial maupun finansial.

Yang lebih penting, kata gubes yang satu ini, agar terpilih menjadi tiga besar maupun atau mengerucut ditunjuk jadi Rektor, dia harus mendapat pengakuan, baik dari internal kampus maupun pusat/Kementerian Agama.

“Sejak awal saya tidak mau mencalonkan rektor karena belum yakin akan mendapat pengakuan dari pusat. Pengakuan dalam arti dekat dengan pejabat-pejabat pusat, sepemahaman, atau bisa kekerjasama,” kata dia, yang enggan disebut nama.

Beberapa dosen membenarkan mencuatnya persaingan antarkelompok, tetapi hal itu tidak harus menjadi patokan, karena Rektor terpilih  adalah pemimpin milik semua pihak, bukan milik satu golongan; yang tentunya lebih mendahulukan kepentingan orang banyak.

“Boleh-boleh saja orang memprediksi nama-nama yang akan muncul menjadi tiga besar, tapi tunggu hasil Uji Kepatutan dan Kelayakan oleh Komsel di Jakarta. Dan, rektor terpilih mau Prof Bambang atau Prof Rosihon, atau yang lainnya, tergantung Pak Menteri Agama yang memilih,” ujar mereka.*

  • Penulis: Tim Redaksi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Lanjutkan Program Merdeka Belajar!

    Lanjutkan Program Merdeka Belajar!

    • calendar_month Kamis, 2 Mei 2024
    • account_circle Sungkawa Abdisunda
    • 0Komentar

    BANDUNG, kanal31.com— UIN Bandung menggelar upacara bendera memperingati Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas), di halaman Aula Anwar Musaddad, Rabu (02/05/2024). Rektor UIN Sunan Gunung Djati Bandung, Prof Rosihon Anwar menyampaikan pesan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Nadiem Anwar Makarim, untuk melanjutkan program Merdeka Belajar. Dijelaskan, lima tahun bukan waktu yang sebentar untuk menjalankan tugas memimpin […]

  • Selama Ramadan, Wali Kota Bandung Ajak ASN Tetap Semangat Bekerja

    Selama Ramadan, Wali Kota Bandung Ajak ASN Tetap Semangat Bekerja

    • calendar_month Senin, 3 Mar 2025
    • account_circle Tim Redaksi
    • 0Komentar

    BANDUNG kanal31.com — Menyambut bulan suci Ramadan, Wali Kota Bandung Muhammad Farhan mengajak seluruh aparatur sipil negara (ASN) Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung untuk tetap semangat bekerja meskipun ada penyesuaian jam kerja. Menurutnya, bulan Ramadan justru harus menjadi momen untuk meningkatkan produktivitas dan integritas dalam bekerja. “Ramadan bukan alasan untuk mengurangi semangat kerja. Sebaliknya, ini adalah […]

  • Layanan Qur’an Digital Kemenag Capai 55 Juta Pengguna, LPMQ Siapkan Chat Qur’ani Berbasis AI

    Layanan Qur’an Digital Kemenag Capai 55 Juta Pengguna, LPMQ Siapkan Chat Qur’ani Berbasis AI

    • calendar_month Sabtu, 24 Mei 2025
    • account_circle Tim Redaksi
    • 0Komentar

    JAKARTA kanal31.com — Lajnah Pentashihan Mushaf Al-Qur’an (LPMQ) Kementerian Agama (Kemenag) mencatat sejak diluncurkan pada 2019 hingga April 2025, platform layanan Qur’an Kemenag diakses 55.873.751 pengguna. “Jumlah pengguna ini menunjukkan bahwa layanan Qur’an Kemenag diminati dan dimanfaatkan oleh masyarakat. Kita harus terus berinovasi agar layanan ini semakin baik, relevan, dan mudah diakses,” ujar Kepala LPMQ, […]

  • Pergerakan dalam Diam

    Pergerakan dalam Diam

    • calendar_month Rabu, 24 Des 2025
    • account_circle Tim Redaksi
    • 0Komentar

    BANDUNG Kanal31.com — Di sela-sela untaian pengajian Hikam ibn Athailah, Sang Guru Agung menyampaikan perumpamaan luar biasa tentang “diam itu emas”. Diam tidak selamanya bermakna berhenti (stagnan), tetapi ia kadang penuh makna dan dinamika.   —–   Syahdan di sebuah hutan yang rimbun, tumbuh tunas bambu yang kecil dan rapuh. Meskipun terlihat lemah, tunas bambu ini […]

  • Penguatan Kompetensi Global, Prodi Akuntansi Syariah UIN Bandung Gelar Bedah Kurikulum

    Penguatan Kompetensi Global, Prodi Akuntansi Syariah UIN Bandung Gelar Bedah Kurikulum

    • calendar_month Selasa, 11 Nov 2025
    • account_circle Tim Redaksi
    • 1Komentar

    BANDUNG kanal31.com — Program Studi Akuntansi Syariah Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) UIN Sunan Gunung Djati Bandung menggelar Bedah Kurikulum bersama Putri Diesy Fitriani, S.E.Sy., M.E., di Aula FEBI, Senin (10/11/2025). Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya peningkatan kualitas pembelajaran dan penguatan relevansi akademik dengan kebutuhan industri keuangan syariah yang berkembang pesat secara global. Hadir […]

  • Pentingnya Kontekstualisasi Nilai Pesantren untuk Jawab Tantangan Zaman

    Pentingnya Kontekstualisasi Nilai Pesantren untuk Jawab Tantangan Zaman

    • calendar_month Kamis, 23 Okt 2025
    • account_circle Tim Redaksi
    • 0Komentar

    CIPUTAT Kanal31.com — Pesantren dituntut untuk melakukan kontekstualisasi terhadap nilai-nilai yang hidup di lembaga pendidikan khas nusantara. Di samping itu, komunitas pesantren secara atraktif perlu menjawab tantangan yang muncul di era digital ini. Hal tersebut dinyatakan oleh Menteri Agama Periode 2014-2019, Lukman Hakim Saifuddin, saat menjadi pembicara dalam Seminar Hari Santri dan Bedah Buku Karya Dr. […]

expand_less