Breaking News:
Beranda » EDUTEKNO » Kuliah Umum Islamic Finance UIN Bandung: Blockchain dan Fintech Mendorong Inklusi Keuangan Syariah

Kuliah Umum Islamic Finance UIN Bandung: Blockchain dan Fintech Mendorong Inklusi Keuangan Syariah

  • account_circle Tim Redaksi
  • calendar_month Jumat, 11 Okt 2024
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

KANAL31.COM (Bandung) — Program Studi Manajemen Keuangan Syariah (MKS) Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) UIN Sunan Gunung Djati Bandung, menggelar kuliah umum bertajuk “Islamic Finance (Blockchain and Fintech Approached)” di Aula FEBI, lantai 2, Kamis (10/10/2024).

Kuliah umum ini dihadiri oleh 257 mahasiswa baru angkatan 2024 dengan menghadirkan narasumber Wisnu Uriawan, S.T., M.Kom., Ph.D., dosen Teknik Informatika yang dipandu oleh Depi Hasanah, SE.Sy., M.E., dibuka oleh Wakil Dekan I Dr. Iwan Setiawan, M.E.Sy.

Dalam sambutannya, Wakil Dekan I Dr. Iwan Setiawan, M.E.Sy, menyampaikan amanat dari Dekan FEBI, Prof. Dudang Gojali, bahwa “Kita, sebagai pelaku ekonomi yang berlandaskan prinsip syariah, wajib mempelajari topik ekonomi kontemporer seperti ini sebagai fardhu kifayah,” tegasnya.

Menurutnya, pelaku ekonomi syariah memiliki tanggung jawab untuk mempelajari dan menguasai topik tersebut, agar masyarakat muslim dapat mengikuti perkembangan terkini dan tetap relevan dalam dunia ekonomi modern.

Wakil Dekan I menyampaikan harapannya kuliah umum ini dapat memperluas wawasan mahasiswa mengenai perkembangan keuangan syariah di era digital. “Pemateri kita keren ini belajarnya sampai ke Perancis jadi sangat ahli dalam topik ini. Saya harap adik-adik dapat ilmu dan wawasan baru terkait topik ini,” ungkapnya.

Ketua Prodi MKS, Dr. H. Dadang Husen Sobana, M.Ag., menjelaskan bahwa kuliah umum untuk mahasiswa semester 1 merupakan tradisi tahunan. “Kami rutin mengadakan kuliah umum di semester ganjil dan semester genap. Di mana kalau untuk semester ganjil sasarannya untuk mahasiswa baru, sedangkan untuk semester genap kuliah umum diperuntukkan mahasiswa tingkat akhir,” jelasnya.

Prodi MKS menyajikan materi di luar kurikulum untuk memastikan mahasiswa tetap mendapatkan informasi terkini dan memperluas wawasan mereka. Tahun ini, Prodi MKS memilih tema blockchain dan fintech karena keuangan Islam saat ini tidak dapat dipisahkan dari teknologi informasi, terutama dalam implementasi fintech dan blockchain.

Dalam pemaparannya, Wisnu Uriawan, Kepala Pusat Audit dan Pengendalian Mutu pada Lembaga Penjaminan Mutu sekaligus peneliti blockchain, menyampaikan materi kuliah umum dalam tiga poin utama, yaitu “Islamic Fintech and Its Development,” “Blockchain and The Digital Economy,” serta “Blockchain Use Cases in Islamic Fintech.”

Baginya Islamic Fintech saat ini tengah mengubah lanskap keuangan syariah dengan memanfaatkan teknologi untuk menawarkan solusi keuangan yang inovatif sesuai dengan prinsip-prinsip Islam. Pertumbuhan fintech syariah didorong oleh kemajuan teknologi, seperti blockchain, yang menghadirkan transparansi, keamanan, serta efisiensi biaya dalam transaksi keuangan.

“Fintech juga berperan dalam mendorong inklusi keuangan dengan menyediakan layanan bagi komunitas yang kurang terjangkau melalui perbankan digital dan dompet elektronik, sehingga mempermudah akses terhadap produk keuangan syariah,” paparnya.

Peneliti yang fokus pada teknologi blockchain ini, melanjutkan, teknologi blockchain sendiri meningkatkan ekonomi digital dengan menawarkan metode yang aman dan efisien untuk berbagai aktivitas keuangan. Dalam keuangan syariah, teknologi ini diterapkan untuk verifikasi identitas digital, pengurangan biaya transaksi, serta peningkatan efisiensi dalam penerbitan sukuk dan pembiayaan perdagangan.

“Dengan menggunakan blockchain, lembaga keuangan syariah dapat mengatasi tantangan tradisional seperti biaya administrasi yang tinggi, sambil tetap memastikan kepatuhan terhadap prinsip-prinsip syariah. Implementasi blockchain dalam fintech syariah memiliki potensi besar untuk merombak industri ini dengan memperluas akses terhadap modal dan mendorong inklusi keuangan yang lebih luas,” pungkasnya.

  • Penulis: Tim Redaksi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • PPPK Paruh Waktu: Solusi Inklusif bagi Pegawai Non-ASN

    PPPK Paruh Waktu: Solusi Inklusif bagi Pegawai Non-ASN

    • calendar_month Jumat, 3 Okt 2025
    • account_circle Tim Redaksi
    • 0Komentar

    BANDUNG kanal31.com — Kebijakan pengangkatan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) paruh waktu menjadi salah satu langkah baru yang dinilai strategis oleh DPRD Kota Bandung. Skema ini hadir sebagai jalan tengah di tengah larangan pengangkatan tenaga non-ASN yang telah diatur dalam Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2023. Anggota Komisi I DPRD Kota Bandung, Juniarso Ridwan menyebut, […]

  • Khamenei

    Khamenei

    • calendar_month Senin, 9 Mar 2026
    • account_circle Radea Juli A Hambali, Dosen UIN Bandung
    • 0Komentar

    BANDUNG kanal31.com — Ada sesuatu yang tidak bisa dijelaskan hanya dengan bahasa politik ketika memandang sosok seperti Ali Khamenei. Saya kira, ia bukan sekadar pemimpin negara, tetapi juga simbol dari sebuah keyakinan yang panjang. Keyakinan bahwa kehormatan sebuah bangsa tidak boleh ditukar dengan rasa takut, dengan kekhawatiran hilangnya nyawa. Dalam diamnya yang sering tampak sederhana, […]

  • Dosen Pascasarjana Unusia Beberkan Tradisi Humor dalam Khazanah Islam

    Dosen Pascasarjana Unusia Beberkan Tradisi Humor dalam Khazanah Islam

    • calendar_month Selasa, 16 Agt 2022
    • account_circle Admin Kanal31
    • 0Komentar

    KANAl31.COM Akun-akun media sosial dengan konten keagamaan umumnya menyampaikan pembahasan yang serius. Namun belakangan muncul akun medsos keagamaan garis lucu yang menyampaikan pesan agama dengan jenaka. Misalnya di twitter muncul akun @NUgarislucu hingga @MuhammadiyinGL. Dosen Pascasarjana Sejarah Peradaban Islam Universitas Nahdlatul Ulama Indonesia (Unusia), Dr Ahmad Ginanjar Sya’ban menyampaikan humor merupakan buah yang dihasilkan dari […]

  • Diawasi Kemenag, AGPAI Kembalikan Uang Lebih PPG

    Diawasi Kemenag, AGPAI Kembalikan Uang Lebih PPG

    • calendar_month Minggu, 10 Nov 2024
    • account_circle Jun
    • 0Komentar

    kanal31.com-Kabar baik untuk peserta Pendidikan Profesi Guru (PPG) asal Kabupaten Ciamis. Asosiasi Guru Pendidikan Agama Islam (AGPAI) yang sebelumnya telah menarik biaya Rp6 juta padahal biaya sebenarnya cuma Rp5 juta memutuskan mengembalikan Rp1 juta kepada para guru. Kepastian itu diperoleh kanal31.com melalui Kepala Kantor Kemenag Ciamis H.Asep Lukman Hakim M.Si, Jumat (09/11/2024). “Tos ngawitan kang […]

  • Ahdi Nuruddin Raih Gelar Doktor di Usia 85 Tahun: Sederhana tanpa Beasiswa

    Ahdi Nuruddin Raih Gelar Doktor di Usia 85 Tahun: Sederhana tanpa Beasiswa

    • calendar_month Rabu, 21 Sep 2022
    • account_circle Tim Redaksi
    • 0Komentar

    KANAL31.COM Ahdi Nuruddin, 85 tahun, berhasil menyelesaikan program doktoral di Universitas Islam Negeri Sunan Gunung Djati Bandung pada Selasa pekan lalu, 13 September 2022. Pria yang tinggal di Tasikmalaya ini menyelesaikan S3 di Jurusan Hukum Syariah dalam empat tahun. Sebelum meraih doktor, Ahdi adalah juga penyandang gelar master dari dua program studi berbeda yakni Ilmu […]

  • Inilah Ensiklopedia Metode Pembelajaran Al-Qur’an Ala Kemenag

    Inilah Ensiklopedia Metode Pembelajaran Al-Qur’an Ala Kemenag

    • calendar_month Jumat, 29 Jul 2022
    • account_circle Admin Kanal31
    • 0Komentar

    SPI-JAKARTA  Direktorat Pendidikan Diniyah Pondok Pesantren (PD Pontren) tengah menyusun buku Ensiklopedia Metode Pembelajaran Al-Qur’an. Direktur PD Pontren, Waryono Abdul Ghafur, menyebut penyusunan buku ensiklopedia ini untuk memberikan rekognisi atas penemuan berbagai metode pembelajaran Al-Qur’an. Waryono menuturkan metode pembelajaran Al-Qur’an yang saat ini berkembang di Indonesia bisa jadi merupakan temuan baru, tidak diperoleh dari kampus-kampus, […]

expand_less