Breaking News:
Beranda » BEWARA » Trik Cepat Menyusun Kalimat

Trik Cepat Menyusun Kalimat

  • account_circle Tim Redaksi
  • calendar_month Rabu, 21 Sep 2022
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

KANAL31.COM

KALI ini “Kelas Menulis” akan berbagi trik paling mudah dan cepet dalam menyusun kalimat sampai paragraf. Kelas Menulis sendiri adalah ruang berbagi untuk latihan teman-teman mahasiswa menulis karya ilmiah atau artikel ilmiah.

Sebelum memulai latihan perlu dikemukakan satu hal. Ambil kalimat dari artikel yang terhimpun di repositori bereputasi, sebab di situ merupakan himpunan kalimat-kalimat sempurna hasil penelaahan editor jurnal ilmiah.

Oke kita mulai, misal, kita mau bahas tema masyarakat 5.0. Maka untuk mendapat informasi tulislah yang terintas. Misalnya, masyarakat 5.0 merupakan…. Lalu, tempelkan di Google Scholar, klik di sini.

Misal dari repositori tersebut kita dapat rujukan ini:

Masyarakat 5.0 (Society 5.0) merupakan suatu konsep yang muncul takkala banyak kalangan sedang hangat mendikusikan diskursus industri 4.0.

Maka pencarian selanjutnya, misal: Industri 4.0 adalah … klik di sini.

Lalu, misalnya dari pelacakan itu kita kutip kalimat ini:

Industri 4.0 adalah proses kelanjutan perubahan tahap automatisasi dalam kehidupan yang bertumpu kepada sistem jaringan internet.

Dari situ, umpamanya kita tanyakan tentang perbedaan 4.0 dan 5.0, klik di sini.

Lalu, dari pelacakan itu kita merujuk kalimat ini, misalnya:

Konsep revolusi 4.0 dan Society 5.0 tidak memiliki perbedaan yang jauh. Hanya saja konsep Society 5.0 lebih memfokuskan konteks terhadap manusia.

Nah, berdasarkan kutipan-kutipan tadi akhirnya kita punya kumpulan kalimat yang membentuk paragraf seperti di bawah ini:

Masyarakat 5.0 (Society 5.0) merupakan suatu konsep yang muncul takkala banyak kalangan sedang hangat mendikusikan diskursus industri 4.0 (Hidayati & Andani, 2020). Sedangkan industry 4.0 adalah proses kelanjutan perubahan tahap automatisasi dalam kehidupan yang bertumpu kepada sistem jaringan internet (Puspita, Fitriani, Astuti, & Novianti, 2020). Pada dasarnya konsep revolusi 4.0 dan Society 5.0 tidak memiliki perbedaan yang jauh. Hanya saja konsep Society 5.0 lebih memfokuskan konteks terhadap manusia (Arifin, 2019).

Daftar Pustaka

1. Arifin, Imron. (2019). Kepemimpinan Religio-Humanistik Bidang Pendidikan pada Era Revolusi Industri 4.0 dan Society 5.0. Universitas Negeri Malang.

2. Hidayati, Eka Suci, & Andani, Puput. (2020). Pembelajaran Bahasa Indonesia Menuju Masyarakat 5.0. Prosiding Seminar Nasional Program Pascasarjana Universitas PGRI Palembang.

3. Puspita, Yenny, Fitriani, Yessi, Astuti, Sri, & Novianti, Sri. (2020). Selamat Tinggal Revolusi Industri 4.0, Selamat datang Revolusi Industri 5.0. Prosiding Seminar Nasional Program Pascasarjana Universitas PGRI Palembang.

  • Penulis: Tim Redaksi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Vstopi v svet Bdm Bet — igre brez meja

    Vstopi v svet Bdm Bet — igre brez meja

    • calendar_month Kamis, 8 Okt 2026
    • account_circle Sungkawa Abdisunda
    • 0Komentar

    Auto-generated post_excerpt

  • Cirebon Permata Tersembunyi!

    Cirebon Permata Tersembunyi!

    • calendar_month Jumat, 29 Agt 2025
    • account_circle Tim Redaksi
    • 0Komentar

    BANDUNG kanal31.com — Sebastian adalah perencana kota asal Belgia. Dia ditugaskan Uni Eropa untuk membantu Kawasan Rebana dalam hal nature based solution (NBS). Orangnya santai, dan kata anak muda sekarang mah dia itu kalcer (culture) banget. Diajak makan empal gentong, sangat menikmati. Diajak makan sate di Stasiun Hall Bandung, juga begitu.   Kami ajak dia keliling […]

  • Menghujam ke dalam Sebelum Menjulang 

    Menghujam ke dalam Sebelum Menjulang 

    • calendar_month Minggu, 21 Des 2025
    • account_circle Tim Redaksi
    • 0Komentar

    BANDUNG kanal31.com — Pada sessi halaqah pengajian subuh, terbersit inspirasi tentang sisi filosofis dari penamaan bagi mereka yang sedang menuntut ilmu, yakni Santri, Murid, Pelajar, dan Siswa. Keempat terma ini sering diposisikan identik (sinonim), namun “kealamiahan terminologis” (nature of terms) menunjukkan bahwa masing-masing terma memilki differensiasi “tekanan makna”.   Terkait hal tersebut, mungkin, sebuah narasi metaforis […]

  • Pentingnya Kontekstualisasi Nilai Pesantren untuk Jawab Tantangan Zaman

    Pentingnya Kontekstualisasi Nilai Pesantren untuk Jawab Tantangan Zaman

    • calendar_month Kamis, 23 Okt 2025
    • account_circle Tim Redaksi
    • 0Komentar

    CIPUTAT Kanal31.com — Pesantren dituntut untuk melakukan kontekstualisasi terhadap nilai-nilai yang hidup di lembaga pendidikan khas nusantara. Di samping itu, komunitas pesantren secara atraktif perlu menjawab tantangan yang muncul di era digital ini. Hal tersebut dinyatakan oleh Menteri Agama Periode 2014-2019, Lukman Hakim Saifuddin, saat menjadi pembicara dalam Seminar Hari Santri dan Bedah Buku Karya Dr. […]

  • Keren! Terima Bintang Mahaputera Utama, Gus Men: Kehormatan untuk Kerukunan Indonesia

    Keren! Terima Bintang Mahaputera Utama, Gus Men: Kehormatan untuk Kerukunan Indonesia

    • calendar_month Kamis, 15 Agt 2024
    • account_circle Tim Redaksi
    • 0Komentar

    KANAL31.COM (JAKARTA) — Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas hari ini, Rabu (14/8/2024), menerima Tanda Kehormatan Bintang Mahaputera Utama dari Presiden Joko Widodo. Tanda Kehormatan diserahkan langsung oleh Presiden di Istana Negara, Jakarta. Tanda Kehormatan adalah penghargaan negara yang diberikan Presiden kepada seseorang, kesatuan, institusi pemerintah, atau organisasi atas darmabakti dan kesetiaan yang luar biasa terhadap bangsa […]

  • Farhan: Soal Kuliner dan Budaya, Kota Bandung Perlu Belajar dari Thailand

    Farhan: Soal Kuliner dan Budaya, Kota Bandung Perlu Belajar dari Thailand

    • calendar_month Minggu, 27 Apr 2025
    • account_circle Tim Redaksi
    • 0Komentar

    BANDUNG kanal31.com– Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, bertekad membawa kuliner dan budaya Kota Bandung lebih dikenal di tingkat internasional. Ia menilai, Bandung perlu belajar dari Thailand, yang berhasil membuat kuliner nasionalnya mendunia. Hal tersebut disampaikan Farhan dalam acara Gastrodiplomacy Journey: Immersive Culinary Experiences of Indonesia and Thailand yang digelar di Pendopo Kota Bandung, Minggu (27/4/2025). […]

expand_less