Breaking News:
Beranda » NETIZEN » Bunda Iffet

Bunda Iffet

  • account_circle Tim Redaksi
  • calendar_month Rabu, 30 Apr 2025
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

BANDUNG kanal31.com — Slank lahir dari jalanan Jakarta di awal 1980-an, dari mimpi-mimpi bocah muda yang haus kebebasan. Bermula dari Cikini Stones Complex, lalu bermetamorfosa menjadi Slank, sebuah nama yang bukan hanya berarti band, tapi juga napas panjang yang terus mencari makna dalam kebebasan dan persaudaraan.

Di tengah gejolak dunia musik Indonesia yang kala itu lebih banyak meniru apa yang datang dari luar, Slank datang dari gang sempit Potlot membawa suara baru yang otentik, jujur, melawan arus, namun juga penuh cinta.

Seperti setiap perjalanan besar, kiprah Slank di dunia musik tidaklah selalu mulus. Mereka bertarung dengan ketergantungan, perpecahan, dan tekanan industri. Di titik-titik rapuh itulah kehadiran Bunda Iffet menjadi cahaya. Ia datang bukan sekadar sebagai manajer, melainkan kompas yang memandu arah.

Dengan keteguhan hati seorang ibu, ia merawat luka “anak-anaknya”, menegakkan nilai-nilai yang membuat Slank tetap menjadi Slank, bukan hanya terkenal, tapi tetap jujur pada nurani.

Dalam diamnya, Bunda Iffet seakan memahami satu tuturan bijak para sufi, “Apa yang lahir dari hati, akan menyentuh hati.” Ia menjaga agar Slank tidak kehilangan rohnya, meski dunia berusaha membelokkan mereka. Ia mendampingi mereka melalui masa-masa kelam, saat ketergantungan nyaris menghancurkan segalanya, lalu menyaksikan kebangkitan mereka, lebih kuat, lebih otentik.

Slank yang kita kenal hari ini, band yang melalui lagu-lagunya banyak berbicara tentang cinta, perdamaian, dan perlawanan, adalah buah dari perjalanan panjang yang ditemani doa-doa diam Bunda Iffet. Saya kira, ia bukan hanya manajer di balik layar, ia juga adalah roh dan nadi lain yang mengalir di tubuh Slank.

Berita meninggalnya bunda Ifet, kita semua seumpama diingatkan, bahwa peran terbesar sering kali tidak berteriak dengan menepuk dada. Ia seperti bumi yang memeluk akar, Bunda Iffet menjaga kehidupan Slank dalam keheningan penuh kasih. Penuh cinta.

Boleh jadi, tanpa bunda Iffet, mungkin Slank hanya akan menjadi kisah lain yang tersesat dalam gemerlap fana.

Tabik.[]

Radea Juli A Hambali, Wakil Dekan III Fakultas Ushuluddin UIN Sunan Gunung Djati Bandung 

  • Penulis: Tim Redaksi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Hadapi Era AI, Pesan Kepala BMBPSDM Pentingnya Adaptasi Perguruan Tinggi

    Hadapi Era AI, Pesan Kepala BMBPSDM Pentingnya Adaptasi Perguruan Tinggi

    • calendar_month Sabtu, 8 Agt 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • 0Komentar

    BANDUNG kanal31.com  — Kepala Badan Moderasi Beragama dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BMBPSDM) Kementerian Agama, Muhammad Ali Ramdhani mendorong pegawai UIN Sunan Gunung Djati Bandung untuk terus meningkatkan kompetensi, kreativitas, dan kemampuan beradaptasi di tengah percepatan transformasi teknologi, khususnya perkembangan kecerdasan artifisial atau Artificial Intelligence (AI). Pernyataan itu disampaikan Kepala BMBPSDM saat memberikan pembinaan pegawai […]

  • UIN Bandung Sabet Peringkat 4 Nasional Pengelola JDIHN Terbaik Berpredikat Istimewa

    UIN Bandung Sabet Peringkat 4 Nasional Pengelola JDIHN Terbaik Berpredikat Istimewa

    • calendar_month Rabu, 19 Agt 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • 0Komentar

    BANDUNG, kanal31.com —UIN Sunan Gunung Djati Bandung kembali menorehkan prestasi membanggakan di kancah nasional. Kampus Islam negeri ini sukses menempati peringkat keempat nasional sebagai pengelola Jaringan Dokumentasi dan Informasi Hukum Nasional (JDIHN) Terbaik Kategori Perguruan Tinggi. Penghargaan bergengsi dengan predikat AA (Istimewa) dan skor kinerja gemilang 95 ini dianugerahkan langsung oleh Badan Pembinaan Hukum Nasional […]

  • Dua Wajah Indonesia

    Dua Wajah Indonesia

    • calendar_month Jumat, 29 Mei 2026
    • account_circle Yudi Latif, Direktur Reform Institute
    • 0Komentar

    JAKARTA kanal31.com — Saudaraku, orang Indonesia tumbuh dengan ajaran lembut: menghormati yang tua, ringan tangan pada tetangga, ramah pada tamu asing. Kita pandai tersenyum, menjaga perasaan, dan menolong sesama.   Tetapi ada yang ganjil. Kelembutan itu sering berhenti di pagar rumah dan lingkar kelompok sendiri. Begitu memasuki ruang publik, wajah kita berubah. Di jalan orang saling […]

  • Pesan Mendalam Prof. Dudang: “Alumni Harus Jadi Petarung Ekonomi”

    Pesan Mendalam Prof. Dudang: “Alumni Harus Jadi Petarung Ekonomi”

    • calendar_month Jumat, 13 Feb 2026
    • account_circle Sungkawa Abdisunda
    • 0Komentar

    BANDUNG, kanal31.com–  Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) UIN Sunan Gunung Djati Bandung sukses menggelar prosesi pelepasan alumni ke-106, Jumat (13/02/2026). Dalam acara yang penuh khidmat tersebut, Dekan FEBI, Prof. Dr. H. Dudang Gojali, M.Ag., secara resmi melepas 153 orang lulusan untuk kembali ke Tengah-tengah masyarakat. Dalam sambutannya, Prof. Dudang mengingatkan para wisudawan bahwa gelar […]

  • Memahami Komunisme, Kenapa Dilarang di Indonesia?

    Memahami Komunisme, Kenapa Dilarang di Indonesia?

    • calendar_month Rabu, 30 Sep 2026
    • account_circle Rosadi Jamani, Ketua Satupena Kalbar
    • 0Komentar

    KALBAR kanal31.com — Ketika saya membahas Iran, pasti ada bilang, “Syiah lho!” Ketika membahas Israel, “Dasar zionist.” Ketika membahas LDII kemarin, “Udah masuk LDII ni.” Terbaru saya membahas majalah misterius “Forum” tak sedikit mencap saya “Intel, BIN, agen, CIA.” Kali ini saya mau membahas komunisme. Mudah-mudahan tak dicap “PKI.” Simak narasinya sambil seruput Koptagul, wak!   […]

  • UU Pesantren Wujud Rekognisi Negara terhadap Tradisi, Kemandirian, dan Keilmuan Ponpes

    UU Pesantren Wujud Rekognisi Negara terhadap Tradisi, Kemandirian, dan Keilmuan Ponpes

    • calendar_month Selasa, 7 Jul 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • 0Komentar

    MALANG, kanal31.com — Kehadiran Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2019 tentang Pesantren menjadi tonggak penting dalam sejarah pendidikan Islam di Indonesia. Regulasi ini dinilai tidak hanya memberikan kepastian hukum bagi penyelenggaraan pesantren, tetapi juga menjadi bentuk rekognisi negara terhadap tradisi keilmuan, kemandirian, dan kontribusi pesantren dalam membangun karakter bangsa. “Undang-Undang Pesantren mengakhiri panjangnya fase ketika pesantren […]

expand_less