Breaking News:
Beranda » NETIZEN » Pemikiran Kependidikan Al-Zarnuji dan Penerapannya dalam Pendidikan Pesantren

Pemikiran Kependidikan Al-Zarnuji dan Penerapannya dalam Pendidikan Pesantren

  • account_circle Dr. H. Maslani., M.Ag., Dosen Program Studi Magister (S2) Pendidikan Agama Islam (PAI) UIN Sunan Gunung Djati Bandung
  • calendar_month Rabu, 21 Okt 2026
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

BANDUNG kanal31.com — Kalangan pesantren, khususnya Pesantren Kebon Jambu al-Islami, Pesantren Buntet, dan Pesantren Bendakerep Cirebon, menggunakan kitab Ta’lîm sebagai rujukan untuk cara dan etika dalam belajar. Namun, dalam kenyataannya, konsep dasar belajar, bahan pelajaran, etika belajar, strategi belajar, dan proses pembelajaran di ketiga pesantren tersebut masih belum mengalami perubahan dari waktu ke waktu. Maka dari itu, perlu adanya upaya pemahaman terhadap konsep pembelajaran tersebut, karena pemikiran tersebut telah dimiliki Al-Zarnuji dan digunakan sejak lama di ketiga pesantren tersebut.

Pendidikan di pesantren bukan sekadar proses transfer ilmu, melainkan juga upaya melestarikan, mengalihkan, dan mentransformasikan nilai-nilai kehidupan. Dalam konteks itu, kejelasan konsep dasar belajar, bahan ajar, etika, strategi, hingga proses pembelajaran menjadi keniscayaan. Penelitian terhadap penerapan kitab Ta’lîm al-Muta’allim di Pesantren Kebon Jambu al-Islami Babakan Ciwaringin, Pesantren Buntet, dan Pesantren Bendakerep Kabupaten Cirebon menunjukkan bahwa kitab klasik ini masih menjadi rujukan penting dalam membentuk tradisi belajar yang khas pesantren. Namun, tantangan zaman menuntut pesantren tidak hanya berpegang pada teks, tetapi juga mampu membaca situasi dan kondisi secara kompromistis dan pragmatis. Artinya, penerapan kitab Ta’lîm al-Muta’allim perlu dikontekstualisasikan dengan realitas sosial yang terus berubah. Jika pesantren hanya mengandalkan pendekatan tekstual tanpa adaptasi, dikhawatirkan pendidikan yang dikembangkan akan kehilangan relevansi. Sebaliknya, dengan sikap kompromistis dan pragmatis, nilai-nilai luhur kitab tersebut dapat tetap hidup dan menjawab kebutuhan pembelajaran modern. Dengan begitu, pesantren tidak hanya bertahan di tengah kompleksitas perubahan sosial, tetapi juga mampu menjadi laboratorium pendidikan yang dinamis, berakar pada tradisi sekaligus responsif terhadap tantangan masa kini.

Penelitian kualitatif terhadap tiga pondok pesantren di Kabupaten Cirebon—Pesantren Kebon Jambu al-Islami Babakan Ciwaringin, Pesantren Buntet, dan Pesantren Bendakerep—menunjukkan bahwa konsep kependidikan dalam kitab Ta’lîm al-Muta’allim masih cukup dominan diterapkan. Dominasi itu tampak pada aspek konsep dasar belajar, bahan pelajaran, etika belajar, strategi belajar, hingga proses belajar. Temuan ini menegaskan bahwa kitab klasik tersebut bukan sekadar warisan historis, melainkan masih menjadi rujukan hidup dalam membentuk tradisi pembelajaran di pesantren. Peneliti sendiri terlibat langsung bersama para guru dan santri, sehingga data yang dihasilkan bersifat purposif dan representatif terhadap praktik kependidikan yang berlangsung.

Namun, dominasi penerapan kitab Ta’lîm tidak berarti pesantren menutup diri dari perubahan. Justru dalam kehidupan sosial yang kompleks, pesantren dituntut untuk menerapkan konsep kitab tersebut secara kompromistis dengan situasi dan kondisi, serta secara pragmatis. Dengan begitu, kelangsungan pendidikan yang dikembangkan tetap eksis dan relevan. Pesantren tidak hanya melestarikan nilai-nilai lama, tetapi juga mentransformasikannya agar mampu menjawab kebutuhan zaman. Jika hal ini terus dijaga, pesantren akan tetap menjadi laboratorium pendidikan yang berakar pada tradisi sekaligus responsif terhadap tantangan masa kini

Secara garis besar, kitab Ta’lîm memuat tiga aspek utama. Aspek pertama berisi konsep dasar belajar yang meliputi: Ilzâmiyat al-Ta’lîm (wajib belajar) dan Aghrâd al-Ta’allum (tujuan belajar). Aspek kedua berisi bahan pelajaran. Aspek ketiga berisi metode belajar yang meliputi: (1). Etika belajar, terdiri atas al-niyyah (niat), al-jidd (ketekunan), al-tawakkal (pasrah), dan al-hurmah (rasa hormat). (2). Strategi belajar, terdiri atas ikhtiâr al-‘ilm (memilih mata pelajaran), ikhtiâr al-ustâdz (memilih guru), ikhtiâr al-syarîk (memilih kawan) dan tasyjî’ al-nafs (memotivasi diri). (3). Proses belajar, terdiri atas idâyah al-sabq (waktu belajar), tadarruj fi al-tadrîs (tahapan belajar), tikrâr al-durûs (pengulangan pelajaran), daur al-taammul fi al-ta’lîm (olah pikir), al-ta’lîm al-mutanâwib (magang), nashâih li al-muta’allim (penyesuaian diri) dan mu’taqadât ‘ashrih (kepercayaan yang berkembang pada masanya).

  • Penulis: Dr. H. Maslani., M.Ag., Dosen Program Studi Magister (S2) Pendidikan Agama Islam (PAI) UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Rekomendasi Untuk Anda

  • Forum Dekan Ushuluddin Dorong Gerakan Ekologis Berlandaskan Spirit Keislaman

    Forum Dekan Ushuluddin Dorong Gerakan Ekologis Berlandaskan Spirit Keislaman

    • calendar_month Kamis, 4 Des 2025
    • account_circle Tim Redaksi
    • 0Komentar

    BANDUNG kanal31.com — Menyikapi krisis ekologi yang semakin mengkhawatirkan, Forum Dekan Fakultas Ushuluddin Perguruan Tinggi Keagamaan Islam se-Indonesia meluncurkan “Resolusi Shakti 2025” yang berisi delapan komitmen transformatif berbasis ekoteologi Islam. Resolusi ini merupakan hasil Rapat Kerja Nasional yang berlangsung selama tiga hari (2-4 Desember 2025) di Hotel Shakti, Bandung.   Pertemuan yang mengangkat tema “Ekoteologi: Meneguhkan […]

  • Dr. Eneng Kritisi Pasal 99 KHI, Memungkinkan Anak Zina Ditetapkan sebagai Anak Sah

    Dr. Eneng Kritisi Pasal 99 KHI, Memungkinkan Anak Zina Ditetapkan sebagai Anak Sah

    • calendar_month Selasa, 25 Nov 2025
    • account_circle Sungkawa Abdisunda
    • 0Komentar

    BANDUNG, kanal31.com– Pasal 99 Kompilasi Hukum Islam (KHI), yang menyatakan bahwa anak yang sah adalah anak yang dilahirkan dalam perkawinan yang sah, tak urung memunculkan perdebatan dan perbedaan penafsiran di kalangan masyarakat dan praktisi hukum. Karena, pasal tersebut memungkinkan untuk terakomodirnya anak zina atau anak yang dibuahkan sebelum adanya ikatan perkawinan, sebagai anak sah. Demikian […]

  • Penyuluh Lintas Agama Garda Terdepan Toleransi

    Penyuluh Lintas Agama Garda Terdepan Toleransi

    • calendar_month Rabu, 13 Agt 2025
    • account_circle Tim Redaksi
    • 0Komentar

    JAKARTA kanal31.com — Menteri Agama Nasaruddin Umar menegaskan pentingnya kolaborasi penyuluh lintas agama dalam menjaga ekosistem toleransi yang rukun hingga ke akar rumput. Hal ini ia sampaikan dalam rapat rutin bersama Pejabat dan Staf Ahli Kementerian Agama di Kantor Kemenag, Jakarta Pusat. Menag menilai, tantangan kerukunan umat beragama di era digital semakin kompleks. Isu yang […]

  • Puluhan Mahasiswa Geruduk Kampus FU, Permasalahkan “Betis” di Kelas Fenomenologi Agama

    Puluhan Mahasiswa Geruduk Kampus FU, Permasalahkan “Betis” di Kelas Fenomenologi Agama

    • calendar_month Rabu, 7 Okt 2026
    • account_circle Sungkawa Abdisunda
    • 0Komentar

    BANDUNG, kanal31.com — Suasana di Fakultas Ushuluddin (FU) UIN Sunan Gunung Djati Bandung mendadak panas pada Selasa sore (6/10/2026). Puluhan mahasiswa yang menggeruduk gedung fakultas, bersenjatakan poster dan lembar pernyataan sikap. Aksi massa ini menyuarakan desakan keras atas dugaan pelecehan seksual verbal dan pemaksaan jual beli e-book oleh oknum dosen. Aksi yang dikomandoi oleh Ketua […]

  • Dukung Layanan dan Sumber Pendapatan Kampus, Indomaret Point Hadir di UIN Bandung

    Dukung Layanan dan Sumber Pendapatan Kampus, Indomaret Point Hadir di UIN Bandung

    • calendar_month Rabu, 12 Mar 2025
    • account_circle Tim Redaksi
    • 0Komentar

    BANDUNG kanal31.com —Layanan berbelanja Indomaret resmi beroperasi di Kampus I UIN Sunan Gunung Djati Bandung, Rabu (12/03/2025). Kehadiran Indomart point di kampus ini adalah hasil kerja sama antara pihak ritel Indomaret dengan Badan Layanan Umum (BLU), yang bertujuan untuk meningkatkan pendapatan BLU sebagai penunjang operasional kampus. Grand Opening Indomaret Point dintandai dengan pemotongan pita oleh […]

  • 3 Pengusaha Sukses di Indonesia yang Menginspirasi

    3 Pengusaha Sukses di Indonesia yang Menginspirasi

    • calendar_month Kamis, 29 Sep 2022
    • account_circle Tim Redaksi
    • 0Komentar

    KANAL31.COM Kisah inspiratif pengusaha sukses di Indonesia bisa menjadi pelajaran dalam berbisnis. Terutama bagi kamu yang baru merintis usaha. Tidak pernah ada jalan mulus bagi seorang pebisnis hingga ia menjadi sukses. Pasti ada pasang-surut dan jatuh bangun dalam membangun bisnis. Kegigihan, ketekunan, dan selalu mencari solusi merupakan nilai yang harus ada pada pebisnis. Hal-hal itulah […]

expand_less