Breaking News:
Beranda » NETIZEN » Umat, Adzan, dan Shalat: Simfoni Kehidupan Muslim

Umat, Adzan, dan Shalat: Simfoni Kehidupan Muslim

  • account_circle Tim Redaksi
  • calendar_month Jumat, 4 Jul 2025
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Deskripsi Psiko-sosiologis

Di kalangan umat Islam, ada lima kelompok orang saat mendengar adzan berkumandang kaitannya dengan shalat.

Pertama, kelompok yang segera ke masjid memenuhi panggilan adzan untuk shalat berjama’ah. Adzan baginya adalah panggilan untuk langsung shalat di awal waktu.

Kelompok ini ada tiga kelompok lagi. Pertama, karena kebiasaan saja, ketika adzan dia sudah biasa langsung ke masjid. Kedua, kebiasaan tidak juga, tapi karena ingin taat saja, ketika sikonnya pas dia ke masjid saat mendengar adzan, kalau tidak pas ya tidak langsung ke masjid. Ketiga, karena mengejar pahalanya yang besar, 27x lipat.

Kedua, kelompok yang ketika mendengar adzan, baginya itu adalah pemberitahuan waktu shalat sudah tiba, tak harus langsung shalat atau ke masjid. Di pikirannya, itu notifikasi bahwa waktu shalat sudah masuk. Shalatnya awal waktu, tengah-tengah atau di akhir, tergantung suasana hati atau sikon yang sedang dia alami, yang penting dia pasti akan shalat, dan pada waktunya, yaitu sebelum berganti ke waktu shalat berikutnya.

Ketiga, kelompok yang sedang acara penting: Rapat, pembahasan masalah, memutuskan sesuatu, lagi ada tamu resmi di kantor, lagi kuliah di kelas, lagi diskusi atau seminar, atau pikiran lagi fokus pada sesuatu yang sedang dikerjakan dll. Ini sama dengan yang kedua, shalat nanti saja kalau sudah acara selesai biar tenang dan tumaninah, biar hati dan pikiran fokus karena acara sudah beres.

Keempat, mendengar adzan dan tidak sama saja, gak ngaruh, dia ngaku Muslim tapi tidak shalat. Menurut survei, jumlah ini mencapai 38% dari seluruh umat Islam di Indonesia. Bila umat Islam berjumlah 200 juta, maka 76 juta orang Muslim Indonesia tidak shalat.

Kelima, mendengar adzan terganggu. “Mendengar adzan terganggu” itu bukan soal adzannya, tapi soal volume speakernya yang memekakkan telinga, karena jaraknya dekat atau karena suara dan bacaan adzannya menyedihkan. Ada juga yang lucu, bacaannya salah tapi pede, biasanya orang yang sudah tua, baru taat agama di usia senja dan semangat adzan 😊.

Volume speaker sudah lama menjadi perdebatan dan pengaturannya gak beres-beres. Pemerintah sudah mengatur tapi gak ngaruh, anjuran juga gak akan ngaruh karena masyarakat umumnya menganggap “mempersoalkan volume suara speaker adzan” sama dengan “mempersoalkan agama.” “Mengkritik volume speaker masjid” dianggapnya “mengkritik agama Islam.” Orang jadi pada takut.

Ini yang dilematis yang membuat pengaturan suara speaker masjid masih sulit di Indonesia. Umumnya umat Islam sepakat, speaker luar hanya untuk adzan saja, sedangkan pengajian orang dewasa, pengajian anak-anak, nadhaman, shalawatan dll, cukup pakai speaker dalam saja.

Tapi ini juga sulit karena demam speaker sudah melanda umat Islam tanpa melihat relevansinya. Misalnya, pengajian rutin majlis taklim ibu-ibu, suara speakernya keras kemana-mana, ternyata yang hadirnya di masjid cuma 10 orang, jarak antara penceramah dan dengan hadirin pun tak jauh karena masjid kecil.

Kemudian, pengajian anak-anak dan hafalan, pakai speaker luar, pengumuman-pengumuman kerja bakti, arisan, panggilan-panggilan hadir ke pengajian yang berulang-berulang: “Bu Kuraesin, Bu Tatang sama Bu Ade, mangga diantoosos … Pak Ustadz nya sudas dataaang … Jangan lupa konsumsi sama kopinya dibawwaaa …!! 😄 Protes umumnya tidak berani, karena itu kan “agama.” 😊☕🚬

 

Moeflich H. Hart, Dosen Fakultas Adab dan Humaniora UIN Sunan Gunung Djati Bandung 

  • Penulis: Tim Redaksi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pentingnya Platform Digital dalam Dakwah

    Pentingnya Platform Digital dalam Dakwah

    • calendar_month Selasa, 11 Mar 2025
    • account_circle Tim Redaksi
    • 0Komentar

    JAKARTA kanal31.com –Dirjen Pendidikan Islam Suyitno menegaskan komitmennya dalam meningkatkan literasi Al-Qur’an di Indonesia. Hal ini disampaikan saat memberi sambutan pada launching Gerakan Nasional Literasi Qur’an (GNLQ) dengan tajuk “Tahun Membaca Al-Qur’an”. Helat ini berlangsung di Auditorium H.M. Rasjidi Kemenag RI, Jakarta Pusat, Selasa (11/3/2025). Suyitno menyoroti perkembangan metode pembelajaran Al-Qur’an dari masa ke masa […]

  • Top! Generasi Milenial Kelas Menulis UIN Bandung Resmi Kelola 4 Jurnal Ilmiah

    Top! Generasi Milenial Kelas Menulis UIN Bandung Resmi Kelola 4 Jurnal Ilmiah

    • calendar_month Kamis, 18 Agt 2022
    • account_circle Admin Kanal31
    • 0Komentar

    KANAL31.COM Dr. Wahyudin Darmalaksana, M.Ag., Dekan Fakultas Ushuluddin UIN Sunan Gunung Djati Bandung menyampaikan sejak dibuka tahun 2020, Kelas Menulis disiapkan untuk generasi milenial. Yaitu, komunitas mahasiswa jenjang sarjana. Yudi sapaan akrabnya menuturkan Kelas Menulis bergerak dalam pelatihan menulis artikel untuk mahasiswa. Juga bergerak dalam mengelola jurnal ilmiah. “Saat ini, Kelas Menulis punya 4 jurnal […]

  • Belajar Investasi Halal, Mahasiswa UIN Bandung Gelar SPMS 2026

    Belajar Investasi Halal, Mahasiswa UIN Bandung Gelar SPMS 2026

    • calendar_month Senin, 8 Jun 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • 0Komentar

    BANDUNG, kanal31.com – Galeri Investasi Syariah (GIS) Bursa Efek Indonesia (BEI) Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) UIN Sunan Gunung Djati Bandung menggelar Sekolah Pasar Modal Syariah (SPMS) 2026 di Kantor Perwakilan Bursa Efek Indonesia (IDX) Jawa Barat, Senin (8/6/2026). Kegiatan dibuka oleh Pembina GIS BEI FEBI UIN Bandung Gina Sakinah, S.E.Sy., M.E., menjelaskan SPMS […]

  • Chatleen Arcelia, Mahasiswa ITB Raih Juara Utama IPSF Compounding Event Inter-Regional Competition 2022

    Chatleen Arcelia, Mahasiswa ITB Raih Juara Utama IPSF Compounding Event Inter-Regional Competition 2022

    • calendar_month Jumat, 8 Jul 2022
    • account_circle Admin Kanal31
    • 0Komentar

    SPI-BANDUNG Mahasiswi tingkat akhir Sains dan Teknologi Farmasi ITB, Chatleen Arcelia memenangkan juara utama Compounding Event Inter-Regional Competition 2022 yang diselenggarakan oleh International Pharmacy Students Federation (IPSF). Dilaksanakan secara daring selama 3 bulan pada Maret-Mei, pada acara puncaknya, Kamis (19/5/2022), Chatleen berhasil menyabet juara utama dengan judul studi “Topical Formulation: Calamine Lotion” yang mewakili Indonesia, […]

  • Dosen UIN Jakarta Beberkan Pentingnya Relasi Konstruktif untuk Mencegah Kekerasan Seksual 

    Dosen UIN Jakarta Beberkan Pentingnya Relasi Konstruktif untuk Mencegah Kekerasan Seksual 

    • calendar_month Sabtu, 13 Jun 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • 0Komentar

    BREBES, kanal31.com — Dosen Sekolah Pascasarjana sekaligus Ketua Program Studi Pendidikan Agama Islam Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Dr. Suwendi, M.Ag., menegaskan bahwa berbagai kasus kekerasan seksual yang terjadi di lembaga pendidikan pada umumnya berakar pada relasi kuasa yang tidak sehat. Karena itu, diperlukan pembangunan relasi yang konstruktif dan mekanisme perlindungan […]

  • Aksi Damai Hapus Vandalisme Ala Komunitas Motor Reborn Indonesia

    Aksi Damai Hapus Vandalisme Ala Komunitas Motor Reborn Indonesia

    • calendar_month Selasa, 2 Sep 2025
    • account_circle Tim Redaksi
    • 0Komentar

    BANDUNG kanal31.com — Di tengah dinamika aksi demonstrasi di Kota Bandung, muncul inisiatif damai dari sebuah komunitas otomotif yang memilih langkah berbeda. Komunitas motor Reborn Indonesia, yang berbasis di Kota Bandung, turun langsung membersihkan fasilitas publik dari coretan dan vandalisme yang ditinggalkan pasca unjuk rasa.   Kegiatan ini digerakkan oleh divisi sosial mereka yang bernama […]

expand_less