Breaking News:
Beranda » EDUTEKNO » Seminar Ekoteologi: Alam Rusak, Manusia Merasakan Dampak

Seminar Ekoteologi: Alam Rusak, Manusia Merasakan Dampak

  • account_circle Tim Redaksi
  • calendar_month Sabtu, 20 Des 2025
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JAKARTA kanal31.com — Menteri Agama Nasaruddin Umar menegaskan bahwa alam semesta merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari kehidupan manusia. Karena itu, kerusakan lingkungan bukan sekadar persoalan ekologis, tetapi juga persoalan spiritual. Jika alam mengalami kerusakan, manusia seharusnya turut merasakan dampaknya.

Pesan tersebut disampaikan Menag saat menjadi pembicara dalam Seminar Ekoteologi bertajuk Ekoteologi untuk indonesia hijau berkelanjutan dengan tema “Ekoteologi : Integritas Spiritualitas, Kebijakan, dan Sains Menuju Indonesia Hijau Berkelanjutan” yang digelar di Ruang VIP Masjid Istiqlal, Jakarta, Sabtu (20/12/2025).

Menag menjelaskan bahwa ekoteologi menuntut keterpaduan antara iman, ilmu, dan amal yang tidak bisa dipisahkan. Ia menyebut relasi tersebut sejalan dengan konsep mitos, logos, dan ethos yang ada dalam setiap agama.

“Tidak bisa dipisahkan antara mitos, logos, dan ethos. Logos itu bukan sekadar ilmu. Logos itu lebih induk, dan salah satu cabang pentingnya adalah ilmu,” ujar Menag.

Lebih lanjut, Menag menegaskan bahwa ekoteologi harus diwujudkan dalam bentuk nyata melalui apa yang ia sebut sebagai kurikulum cinta. Kurikulum ini, menurutnya, mengajarkan manusia untuk mencintai seluruh ciptaan, bukan hanya sesama manusia.

Dalam konteks ini, Menag menyinggung konsep Tat Twam Asi dalam tradisi Hindu yang bermakna “aku adalah dia”. Pandangan tersebut, menurutnya, sejalan dengan perspektif ekoteologi yang memandang alam sebagai bagian dari diri manusia.

“Ketika sungai dikotori, dijadikan toilet umum atau tong sampah, saya sedih, karena sungai itu aku,” tuturnya.

Menag juga menekankan bahwa dalam pandangan Islam, seluruh ciptaan hidup dan bertasbih kepada Allah, termasuk yang selama ini dianggap benda mati. Karena itu, menebang pohon atau merusak alam berarti memutus kehidupan banyak makhluk yang bergantung padanya.

“Begitu satu pohon ditebang, berapa ratus burung dan berapa ribu serangga yang punah. Dalam bahasa agama Islam, semuanya itu hidup dan bertasbih,” katanya.

Menurut Menag, jika cinta terhadap alam telah tertanam dalam hati, maka kesadaran untuk menjaga lingkungan akan tumbuh tanpa harus dipaksakan.

Ia menambahkan, tujuan dari pendekatan ini bukan menjadikan manusia sebagai makhluk tanpa salah, melainkan menumbuhkan kesadaran moral agar manusia tidak menjadi perusak.

“Kita akan menjadikan manusia jadi malaikat. Tapi itu tentu tidak mungkin. Minimal, jangan jadi iblis,” tegasnya.

Sebagai penutup, Menag menegaskan bahwa alam semesta harus dipandang sebagai bagian dari diri manusia. Ketika alam terluka, manusia seharusnya turut merasakan penderitaannya.

“Mulai hari ini, kita menganggap alam semesta ini bagian dari kita. Kalau dia sakit, seharusnya kita juga sakit,” ucapnya.

Pada kesempatan itu, Menag juga merekomendasikan buku The Sacred Nature karya Karen Armstrong sebagai bacaan reflektif untuk memperkuat kesadaran ekoteologis. Menurutnya, dunia modern perlu kembali menemukan keseimbangan antara rasionalitas dan kearifan tradisional.

“Kita terlalu banyak didikte oleh otak kiri, padahal otak kanan itu yang menghidupkan tiga setengah juta orang lamanya penduduk dunia ini. Jadi ternyata Barat kini menyadari kekeliruannya, menempuh jalan tradisional. Karena itu, inilah saatnya kita merdeka mengembalikan proporsi kita ke jalan yang benar. Shiratal mustaqim kita adalah ekoteologi,” pungkas Menag.

Seminar ini turut menghadirkan sejumlah narasumber, antara lain Deputi Bidang Koordinasi Penguatan Karakter dan Jati Diri Bangsa Kemenko PMK Prof. Warsito, Dr. Budhy Munawar Rachman, Prof. Dr. Hj. Nur Arfiyah Febriani, Dr. Mulawarman Hannase, serta Syekh Dr. Amru Whardani dari Darul Ifta Kairo, Mesir.

  • Penulis: Tim Redaksi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Sambil Santap Siang, Yuk Nikmati 3 Sensasi Sate Jando di Kota Bandung

    Sambil Santap Siang, Yuk Nikmati 3 Sensasi Sate Jando di Kota Bandung

    • calendar_month Selasa, 13 Agt 2024
    • account_circle Tim Redaksi
    • 0Komentar

    KANAL31.COM (Bandung) — Berbicara kuliner di Kota Bandung tentu tidak akan pernah ada habisnya. Banyak sekali jajanan kuliner kaki lima yang bisa disantap untuk menu makan siang atau malam, nanti. Nah, jika sedang berada di Kota Bandung, kalian wajib mencoba hidangan khas para pecinta sate, yaitu Sate Jando. Hidangan ini memiliki keunikan tersendiri yang membuatnya […]

  • Proyek Urugan Tanah sudah Selesai, Kok tidak Dibayar?

    Proyek Urugan Tanah sudah Selesai, Kok tidak Dibayar?

    • calendar_month Selasa, 11 Feb 2025
    • account_circle Jun
    • 0Komentar

    BANDUNG, kanal31.com– Penyuplai tanah urugan asal Cimincrang Kecamatan Gedebage Kota Bandung, Nandar, menarik kembali tanah urugan di Kampus II UIN Sunan Gunung Djati Bandung, Selasa (11/02/2025). Ia melakukan hal itu, karena supply tanah sebanyak 8.600 kubik itu belum dibayar. “Nilai uang yang mesti saya terima sebesar Rp. 542 juta. Pekerjaan urugan kan sudah selesai, tapi kami […]

  • Konferensi Mahasiswa ke-3 Digelar Virtual Besok

    Konferensi Mahasiswa ke-3 Digelar Virtual Besok

    • calendar_month Minggu, 29 Mei 2022
    • account_circle Admin Kanal31
    • 0Komentar

    SPI-BANDUNG, Konferensi Mahasiswa adalah agenda tahunan forum ilmiah mahasiswa. Ia merupakan rangkaian peristiwa kepenulisan artikel dan publikasi ilmiah berbasis riset kolaboratif dosen dan mahasiswa. Agenda 1 tahun 2020 level lokal. Agenda 2 tahun 2021 sudah mulai menggandeng mahasiswa lintas pendidikan tinggi dalam negeri. Saat ini, agenda 3 tahun 2022 sedang diupayakan menjangkau akademisi mancanegara. Mahasiswa […]

  • Akselerasi Karier Global Berbasis Islami, FEBI UIN Bandung Buka Pendaftaran Magister Manajemen 2026/2027

    Akselerasi Karier Global Berbasis Islami, FEBI UIN Bandung Buka Pendaftaran Magister Manajemen 2026/2027

    • calendar_month Selasa, 2 Jun 2026
    • account_circle Sungkawa Abdisunda
    • 0Komentar

    BANDUNG, kanal31.com — Tantangan dunia bisnis modern menuntut lahirnya para pemimpin yang tidak hanya cerdas secara akademis dan adaptif terhadap teknologi, tetapi juga memiliki integritas spiritual yang kokoh. Menjawab kebutuhan tersebut, Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) UIN Sunan Gunung Djati Bandung resmi membuka pendaftaran mahasiswa baru untuk Program Magister Manajemen (MM) Tahun Ajaran 2026/2027. […]

  • Dosen UGM Kembangkan Metode Pemetaan Padang Lamun

    Dosen UGM Kembangkan Metode Pemetaan Padang Lamun

    • calendar_month Selasa, 19 Apr 2022
    • account_circle Admin Kanal31
    • 0Komentar

    SPI-YOGYAKARTA Dosen Departemen Sains Informasi Geografi, Fakultas Geografi UGM, Dr. Pramaditya Wicaksono, M.Sc.,dan tim mengembangkan metode pengolahan data pengindraan jauh untuk memetakan padang lamun secara akurat, efektif, dan efisien. Pengembangan teknologi tersebut berawal dari keprihatinan Pramaditya akan belum optimalnya pengelolaan padang lamun Indonesia. Padang lamun merupakan salah satu ekosistem karbon biru (blue carbon) di wilayah […]

  • Cimanis, Inovasi Permen Herbal ala Siswa MAN 13 Jakarta untuk Atasi Insomnia

    Cimanis, Inovasi Permen Herbal ala Siswa MAN 13 Jakarta untuk Atasi Insomnia

    • calendar_month Sabtu, 17 Jan 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • 0Komentar

    BOGOR Kanal31.com — Siswa Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 13 Jakarta berhasil menciptakan inovasi permen herbal bernama Cimanis yang dirancang untuk membantu mengatasi insomnia ringan dan meningkatkan kualitas tidur remaja. Karya kreatif berbasis riset ini dipresentasikan pada ajang Global Innovation and Entrepreneurship Festival (GIEF) yang berlangsung di Kampus IPB, Bogor, Jumat (16/1/2026). Inovasi Cimanis lahir dari […]

expand_less