Breaking News:
Beranda » NETIZEN » Fenomena Sewa KDM oleh Rakyat Provinsi Lain

Fenomena Sewa KDM oleh Rakyat Provinsi Lain

  • account_circle Rosadi Jamani, Ketua Satupena Kalbar
  • calendar_month Rabu, 25 Mar 2026
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

KALBAR kanal31.com — Negeri ini lagi kedatangan fenomena level dewa absurd, Dedi Mulyadi, alias KDM. Tiba-tiba naik kasta jadi “barang sewaan nasional.” Bukan motor, bukan mobil, bukan artis FTV, ini gubernur, kang! Rakyat lintas provinsi pada teriak, “Pinjam KDM sebentar aja, cukup sebulan!” seolah beliau itu alat berat plus tukang sihir yang bisa sulap jalan rusak jadi mulus dalam hitungan konten.

 

Dari Kalbar (daerah gue ni), suara jeritan itu menggema. Jalan di pedalaman digambarkan kayak bekas bom Iran hantam Tel Aviv. Berlubang, berlumpur, penuh genangan, motor masuk kubangan kayak nyemplung ke dimensi lain. Warga rekam pakai HP goyang ala film horor, sambil teriak, “KDM dong! Sebulan aja! Biar jalan kami tak lagi kayak sungai kering!”

 

Ada yang lebih brutal. “Dua minggu pun jadi! Tukar tambah sama gubernur kami yang lagi hibernasi!” Video langsung meledak, netizen dari penjuru Nusantara ikut nimbrung rebutan.

 

Belum selesai Kalbar teriak, Jawa Tengah nyelonong, “Eh antre! Jalan kami lubangnya bisa jadi bandara darurat!” Lalu Jambi ikut nyaut, “KDM pindah sini sementara! Kita blusukan sambil ngaspal, kontennya sekalian monetisasi!”

 

Dari Sumatra Utara muncul video banjir:. “Kang Dedi tolong! Kami butuh aksi, bukan janji!” Bahkan Banten, khususnya Pakuhaji dan Tangerang, warga demo sambil teriak, “Turun ke sini, Kang! Jalan kami bikin iman goyah!” Ini bukan lagi minta bantuan, ini sudah kayak flash sale. “Siapa cepat dia dapat, KDM paket lengkap, kamera + rompi blusukan!”

 

Sementara rakyat antre kayak nunggu sembako murah, panggung sebelah malah ramai drama. Ahmad Luthfi sempat nyeletuk soal “gubernur konten,” dengan nada yang bikin telinga netizen langsung panas. Belum reda, Rudy Mas’ud ikut-ikutan, nyeplos di forum resmi, “Gubernur konten… mantap!” sambil senyum tipis. Netizen? Jangan ditanya, langsung turun gunung, komentar berbaris kayak pasukan. Viral meledak, dan akhirnya sang gubernur harus sowan minta maaf. Plot twist-nya berasa. Yang diejek malah jadi idola, yang ngejek kena gelombang.

 

KDM sendiri? Santai macam lagi minum kopi di halaman Gedung Sate. Dicap “gubernur konten”? Dijawab ringan tapi nyelekit, lebih baik konten yang berujung kerja nyata, dari pada sunyi yang berujung nihil. Anggaran iklan di Jawa Barat ditekan, digeser ke perbaikan jalan, sekolah, bantuan warga. Konten bukan tujuan, tapi alat. Sementara yang nyinyir, mendadak dibanding-bandingkan. “Jabar mulus, daerah lain kapan?” Ini bukan sekadar perbandingan, ini audit sosial versi netizen.

 

Maka lahirlah satire paling niat sepanjang republik, rakyat dari barat sampai timur rela “menyewa” satu gubernur karena infrastruktur di tempatnya sendiri terasa seperti janji yang tersesat. Teteh bayangkan, kalau besok muncul aplikasi “SewaGubernur.id” pilih KDM untuk jalan, pilih yang lain untuk… ya, mungkin pita peresmian dan foto seremonial.

 

Di balik tawa yang kita umbar, ada getir yang tak bisa disembunyikan. Satu figur bisa memantik harapan lintas daerah. Itu kabar baik sekaligus alarm keras. Artinya, standar publik sedang naik, dan kesabaran sedang menipis. Jika tren ini berlanjut, jangan kaget kalau rakyat tak lagi minta janji, tapi minta bukti, atau sekalian minta “pinjam” pemimpin tetangga.

 

So, daerahmu sudah ikut antre “sewa KDM” atau masih menunggu lubang jalan naik level jadi objek wisata ekstrem? Ngakak, iya. Tapi nyatanya, kita semua sedang menertawakan kenyataan yang terlalu dekat.

 

“Parah budak, becandanya jelek. Kan kasihan gubernur disindir gitu, Bang!”

 

“Mungkin udah letih teriak, wak. Dengan sewa KDM, siapa tahu sang gubernur sadar”

 

Foto Ai hanya ilustrasi

 

Rosadi Jamani

Ketua Satupena Kalbar

 

  • Penulis: Rosadi Jamani, Ketua Satupena Kalbar

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Dekan FEBI Serukan Perubahan Radikal: Jangan Hanya Menggugurkan Kewajiban Administratif

    Dekan FEBI Serukan Perubahan Radikal: Jangan Hanya Menggugurkan Kewajiban Administratif

    • calendar_month Senin, 26 Jan 2026
    • account_circle Sungkawa Abdisunda
    • 0Komentar

    BANDUNG, kanal31.com– Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) UIN SGD Bandung Prof. Dr. H. Dudang Gojali, M.Ag.  menyampaikan peringatan keras mengenai perubahan dunia yang sangat cepat. Perguruan tinggi tengah berada dalam tekanan besar dari berbagai arah: industri yang dinamis, ekspektasi masyarakat yang meningkat, hingga perubahan konstalasi global. Peringatan itu disampaikan Dekan saat memberikan sambutan […]

  • Peace Education AFI UIN Bandung, Ruang Aman bagi Dialog dan Keberagaman

    Peace Education AFI UIN Bandung, Ruang Aman bagi Dialog dan Keberagaman

    • calendar_month Kamis, 28 Mei 2026
    • account_circle Jun
    • 0Komentar

    BANDUNG kanal31.com — Mata kuliah Peace Education Jurusan Aqidah dan Filsafat Islam (AFI) semester 6 UIN Sunan Gunung Djati Bandung yang diampu oleh Dr. Neng Hannah, M.Ag., telah sukses menyelenggarakan rangkaian project perdamaian berbasis dialog lintas perbedaan sepanjang 4–25 Mei 2026.   Project ini merupakan implementasi langsung dari pedoman pembelajaran yang menekankan pentingnya membangun ruang […]

  • Luar Biasa Ramai Peringatan 666 Tahun Masuknya Islam di Tanah Papua

    Luar Biasa Ramai Peringatan 666 Tahun Masuknya Islam di Tanah Papua

    • calendar_month Minggu, 9 Agt 2026
    • account_circle Rosadi Jamani, Ketua Satupena Kalbar
    • 0Komentar

    KALBAR, kanal31.com — Saya beruntung pernah diundang Wagub Papua Barat Daya, Ahmad Nausrau. Di provinsi yang terkenal dengan Raja Ampatnya saya bisa melihat Islam secara langsung. Negeri secara ras berbeda dengan umumnya rakyat Indonesia sedang memperingati 666 tahun masuknya Islam di Bumi Cenderawasih. Simak narasinya sambil seruput Koptagul, wak!   Kalau sejarah Papua itu noken, maka […]

  • Rumah Jurnal UIN Bukittinggi Gelar Workshop Pengelolaan Jurnal Ilmiah Berbasis OJS

    Rumah Jurnal UIN Bukittinggi Gelar Workshop Pengelolaan Jurnal Ilmiah Berbasis OJS

    • calendar_month Selasa, 19 Jul 2022
    • account_circle Admin Kanal31
    • 0Komentar

    SPI-BUKITTINGGI Keberadaaan jurnal ilmiah berbasis online journal system (OJS) saat ini memiliki peranan yang sangat vital dalam menunjang dan meningkatkan kualitas perguruan tinggi. Tulisan-tulisan artikel ilmiah diberikan sebuah wadah untuk menampung artikel jurnal ilmiah yakni berbasis OJS. Kebutuhan jurnal versi cetak sudah mulai berkurang dipublikasikan dan diminati. Adanya jurnal ilmiah berbasis OJS ini merupakan salah […]

  • Saatnya PTKIN Lakukan Inovasi Kemandirian BLU 

    Saatnya PTKIN Lakukan Inovasi Kemandirian BLU 

    • calendar_month Selasa, 12 Agt 2025
    • account_circle Tim Redaksi
    • 0Komentar

    BANDUNG kanal31.com — Rektor UIN Raden Mas Said Surakarta menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) dengan Plh. Rektor UIN Sunan Gunung Djati Bandung dalam memperkuat tata kelola Badan Layanan Umum (BLU) berbasis digital demi mendorong kemandirian Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN). Komitmen kerjasama ini diimplementasikan dalam bentuk sister university melalui Pelatihan Manajemen Tata Kelola BLU Berbasis […]

  • Selamat! Juara Kompetisi Kreasi dan Inovasi, MTsN 1 Jepara Bersiap ke Korsel

    Selamat! Juara Kompetisi Kreasi dan Inovasi, MTsN 1 Jepara Bersiap ke Korsel

    • calendar_month Kamis, 8 Mei 2025
    • account_circle Tim Redaksi
    • 0Komentar

    JEPARA kanal31.com — Madrasah Tsanawiyah (MTs) Negeri 1 Jepara menjadi juara Kompetisi Kreasi dan Inovasi (Kresna) pada Mei 2025. Atas prestasi ini, tim MTs Negeri 1 Jepara mendapat tiket melakukan kunjungan edukatif ke Korea Selatan (Korsel). Kresna merupakan kompetisi proposal riset tingkat nasional yang diikuti para pelajar dari seluruh Indonesia. Kompetisi ini terdiri dari dua […]

expand_less