Breaking News:
Beranda » NETIZEN » Ngolok Siswi Keracunan MBG, Pegawai SPPG Langsung Dipecat

Ngolok Siswi Keracunan MBG, Pegawai SPPG Langsung Dipecat

  • account_circle Rosadi Jamani, Ketua Satupena Kalbar
  • calendar_month Senin, 21 Sep 2026
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

KALBAR kanal31.com — Bukannya empati, siswi keracunan malah jadi bahan olok-olok. Yang membuat geram dan ingin nonjok mukanya, diolok oleh pegawai SPPG. Untungnya, si jagoan itu sudah dipecat. Simak narasinya sambil seruput Koptagul, wak!

 

Seorang pegawai SPPG di Muntuk, Kapanewon Dlingo, Kabupaten Bantul, DI Yogyakarta, akhirnya dipecat. Itu setelah video dirinya mengolok-olok siswi korban dugaan keracunan MBG di Kabupaten Karo, Sumatera Utara, viral di media sosial.

 

Awalnya mungkin dia mengira video 40 detik itu cuma guyonan. Ternyata 40 detik bisa berubah menjadi 40 ribu detik kalau internet sudah ikut campur. Dalam video, seorang pria berkacamata dan mengenakan kaus hitam terlihat makan chicken katsu.

 

Lalu mulutnya mulai bekerja. “BTW, gue makan chicken katsu masakan kemarin. Apakah masih enak? Hmmm… Oh tidak. Ingatanku hilang 70 persen.”

 

Lalu tertawa. Tertawa pula! Waduh. Ini yang membuat publik garuk-garuk kepala. Anak-anak mengalami masalah kesehatan, kok malah dijadikan bahan konten? Kalau mau bikin lawakan, kenapa tidak lawakkan untuk Nusron? Kenapa tidak lawakkan Dewan Mempawah yang bakar lahan? Kenapa tidak lawakkan garong yang merampok uang rakyat? Kenapa harus penderitaan orang?

 

Panewu Dlingo Marjihidayat membenarka, pria dalam video tersebut merupakan salah satu pegawai SPPG Banjarharjo II di Kalurahan Muntuk. Pihak SPPG kemudian memberikan teguran keras.

 

Tetapi persoalan ternyata belum berhenti di teguran. Koordinator Regional BGN DIY Wirandita Gagat Widyatmoko menyampaikan, setelah dilakukan penanganan sesuai ketentuan, pegawai bersangkutan diberhentikan.

 

Jabatan pegawai tersebut diketahui sebagai pengawas keuangan. Pengawas keuangan mestinya sibuk mengawasi angka. Ini malah membuat publik sibuk mengawasi kelakuan.

 

BGN menyatakan keamanan pangan merupakan perhatian utama. Ketika masyarakat diduga terdampak, yang harus muncul adalah empati, sensitivitas dan rasa saling menghormati.

 

Bukan tawa. Bukan ejekan. Bukan konten. Apalagi konten sambil makan chicken katsu. Kita tidak sedang memperdebatkan apakah video itu lucu atau tidak. Sebab bagi keluarga yang anaknya sakit, tidak ada bagian lucunya. Bagi orang tua cemas menunggu anaknya pulih, tidak ada punchline. Bagi anak yang menjadi korban, tidak ada panggung komedi.

 

Yang ada cuma satu pertanyaan, kenapa penderitaan kami dijadikan bahan tertawaan?

 

BGN kemudian mengingatkan seluruh jajaran SPPG agar menjaga etika komunikasi dan bijak menggunakan media sosial. Mulai koordinator wilayah, koordinator kecamatan, kepala SPPG, pengawas gizi, pengawas keuangan hingga petugas lapangan diminta memahami bahwa setiap ucapan di ruang publik bisa berdampak terhadap kepercayaan masyarakat terhadap program MBG.

 

Betul sekali. Karena bekerja untuk program publik bukan cuma soal bisa menjalankan SOP. Harus tahu kapan bercanda, kapan diam, kapan menjelaskan, dan kapan menunjukkan empati.

 

Media sosial juga bukan tong sampah digital tempat semua pikiran dilempar begitu saja. Sekali unggah, publik bisa melihat. Sekali viral, jejaknya ke mana-mana. Sekali salah ngomong, klarifikasi bisa kalah cepat dengan screenshot.

 

Pelajaran dari kasus ini sebenarnya sederhana. MBG membutuhkan makanan bergizi, tetapi petugasnya juga harus punya akal sehat dan hati yang bergizi. Jangan sampai makanan yang hendak diberikan kepada anak-anak sudah memenuhi standar gizi, tetapi perilaku orang melayaninya justru kekurangan empati.

 

Ironisnya kebangetan. Programnya bernama Makanan Bergizi Gratis. Jangan sampai yang gratis bukan cuma makanannya, tetapi juga etikanya. Kalau ada dugaan masalah keamanan pangan, periksa. Kalau ada korban, bantu.

 

Tetapi kalau penderitaan anak malah dijadikan bahan olok-olok? Ya jangan heran kalau kursi kerja akhirnya ikut “hilang 70 persen”. Bedanya, kali ini bukan ingatan hilang. Pegawainya benar-benar hilang dari daftar personel SPPG.

 

“Ada model pegawai macam itu. Boleh kita sebut pegawai goblok, Bang.”

 

“Duh, jangan ikutan ngatain goblok dong, wak!” Ups

 

Foto Ai hanya ilustrasi

 

 

  • Penulis: Rosadi Jamani, Ketua Satupena Kalbar

Rekomendasi Untuk Anda

  • Konferensi Internasional dan Simponas ke-13 ASAI

    Konferensi Internasional dan Simponas ke-13 ASAI

    • calendar_month Jumat, 15 Agt 2025
    • account_circle Tim Redaksi
    • 0Komentar

    YOGYAKARTA kanal31.com — Perhelatan tahunan, Konferensi Internasional dan Simposium Nasional (Simponas) ke-13 ASAI tahun 2025 telah selesai dilaksanakan. Kegiatan ini berlangsung dari tanggal 12 sampai 14 Agustus 2025 di Hotel Grand Keisha Yogyakarta. Konferensi Internasional dan Simponas ke-13 ASAI, mengusung tema:”Religion. Love, and Humanity: Transforming the World Through Compassion and Empathy”. Tema ini diambil, karena Agama-Agama […]

  • Prinsip Kepemimpinan Ala Kang Erwin

    Prinsip Kepemimpinan Ala Kang Erwin

    • calendar_month Kamis, 19 Jun 2025
    • account_circle Tim Redaksi
    • 0Komentar

    BANDUNG Kanal31.com — Menjadi pemimpin bukan hanya soal kekuasaan, melainkan juga tentang keistiqamahan dan pengabdian yang tulus.   Prinsip itulah yang dipegang oleh Wakil Wali Kota Bandung, Erwin. Prinsipnya adalah “Tasarruful imam ‘ala ra’iyyah manuthun bil maslahah”, bahwa segala tindakan pemimpin harus didasarkan pada kemaslahatan umat. “Makanya saya ingin semua kebijakan berorientasi pada kepentingan warga, […]

  • Asyik Gunakan Smart Card, Ini Prosedur Proses Keberangkatan ke Arafah

    Asyik Gunakan Smart Card, Ini Prosedur Proses Keberangkatan ke Arafah

    • calendar_month Jumat, 7 Jun 2024
    • account_circle Tim Redaksi
    • 0Komentar

    KANAL31.COM — Ada yang berbeda dalam proses pemberangkatan jemaah haji 1445 H/2024 M dari hotel ke Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna). Jemaah haji Indonesia akan melakukan proses scan barcode Smart Card terlebih dahulu sebelum naik ke bus. Smart Card menjadi salah satu terobosan otoritas Arab Saudi pada penyelenggaraan haji tahun ini. Program iini mendapat perhatian secara […]

  • Ini Pengertian, Strategi Implementasi dan Kurikulum Cinta

    Ini Pengertian, Strategi Implementasi dan Kurikulum Cinta

    • calendar_month Kamis, 27 Feb 2025
    • account_circle Tim Redaksi
    • 0Komentar

    JAKARTA kanal31.com — Kementerian Agama Republik Indonesia menggagas penerapan Kurikulum Cinta. Ini menjadi inisiatif dalam pengembangan pendidikan agama dan keagamaan yang bertujuan menanamkan nilai cinta kepada Tuhan, sesama manusia, lingkungan, dan bangsa sejak usia dini. Hal ini disampaikan Direktur Jenderal Pendidikan Islam, Amien Suyitno. Menurutnya, pendidikan karakter di Indonesia membutuhkan inovasi yang lebih mendalam, salah […]

  • Siap Hadapi Dunia Kerja, FEBI Universitas Suryakancana Perbarui Kurikulum

    Siap Hadapi Dunia Kerja, FEBI Universitas Suryakancana Perbarui Kurikulum

    • calendar_month Kamis, 27 Agt 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • 0Komentar

    CIANJUR, kanal31.com — Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) Universitas Suryakancana menyelenggarakan kegiatan Review Kurikulum sebagai bagian dari komitmen institusi dalam melakukan penguatan dan penyempurnaan kurikulum secara berkelanjutan. Kegiatan yang berlangsung di Ruang Rapat Rektorat Universitas Suryakancana ini menghadirkan akademisi, pimpinan perguruan tinggi, Direktur Pascasarjana Universitas Syuryakancana, para dosen dan mahasiswa, praktisi perbankan syariah, UMKM, Industri […]

  • Ahdi Nuruddin Raih Gelar Doktor di Usia 85 Tahun: Sederhana tanpa Beasiswa

    Ahdi Nuruddin Raih Gelar Doktor di Usia 85 Tahun: Sederhana tanpa Beasiswa

    • calendar_month Rabu, 21 Sep 2022
    • account_circle Tim Redaksi
    • 0Komentar

    KANAL31.COM Ahdi Nuruddin, 85 tahun, berhasil menyelesaikan program doktoral di Universitas Islam Negeri Sunan Gunung Djati Bandung pada Selasa pekan lalu, 13 September 2022. Pria yang tinggal di Tasikmalaya ini menyelesaikan S3 di Jurusan Hukum Syariah dalam empat tahun. Sebelum meraih doktor, Ahdi adalah juga penyandang gelar master dari dua program studi berbeda yakni Ilmu […]

expand_less