Breaking News:
Beranda » NETIZEN » Dua UIN yang Bermasalah

Dua UIN yang Bermasalah

  • account_circle Mamang M Haerudin (Aa), Pesantren Tahfidz Al-Qur'an Al-Insaaniyyah
  • calendar_month Sabtu, 26 Sep 2026
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

CIREBON kanal31.com — UIN Sunan Ampel Surabaya dan UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon, dua UIN yang belakangan sedang dirundung masalah. UIN Surabaya tengah diterpa kasus pemilihan Rektor yang dinilai janggal prosedur dan sejumlah dugaan kasus yang selama ini dilakukan oleh Rektor petahana yang kembali terpilih. Akibat kasus ini, aktivitas kampus dikabarkan lumpuh, para mahasiswa menggugat Rektor terpilih untuk diganti.

 

Sementara UIN Cirebon tidak kalah menegangkan, tengah dilanda kasus-kasus berikut dugaan kasus oknum dosen yang memoroti mahasiswa, sistem Ma’had yang diduga menyimpan banyak masalah, kejanggalan dana Hasimaru, belum digantinya biaya keikutsertaan mahasiswa yang mengikuti lomba dan dugaan kasus-kasus lainnya, yang banyak dibongkar oleh akun-akun misterius di media sosial Instagram.

 

Terkait masalah yang dialami dua kampus UIN tersebut, ini menunjukkan betapa lemahnya sistem pendidikan yang berjalan. Para pejabat kampus terlalu sibuk sendiri-sendiri, sehingga terlihat seperti tidak mempunyai sistem untuk menyerap keluhan dan masalah yang terjadi. Tentu saja masalah-masalah serupa bisa terjadi di kampus mana pun, dua UIN ini begitu tersorot karena mungkin terlalu lama dibiarkan sampai lambat penyelesaian.

 

Kasus janggalnya pemilihan Rektor UIN Surabaya bukan perkara baru. Budaya birokrasi kampus-kampus Islam ini justru tidak mencerminkan nilai-nilai islami. Pemilihan Rektor justru dipilih secara sepihak oleh Kementerian Agama bukan oleh civitas kampus. Padahal mestinya Rektor itu dipilih oleh sekurang-kurangnya perwakilan unsur dosen dan mahasiswa. Dipilih secara demokratis atas kredibilitas dan pengalaman sosok dosen yang mumpuni bukan atas dasar kedekatan dengan Kementerian Agama atau sentimen organisasi ekstra kampus seperti PMII, HMI dan lainnya.

 

Kasus yang terjadi di UIN Surabaya mengingatkan saya pada kasus terdahulu penolakan Rektor terpilih IAIN Cirebon (sekarang UIN SSC). Pemilihan Rektor yang memang tidak transparan dan cenderung politis. Apalagi kalau ingat berbagai kasus-kasus korupsi yang secara beruntun banyak menjerat para pejabat kampus sampai berakhir di jeruji besi. Sehingga patut disayangkan memang, rebutan jabatan di kampus UIN ini begitu kentara.

 

Demikian kasus-kasus yang terjadi di UIN Cirebon belakangan ini. Selain penanganannya sangat lamban, kasus-kasus pun menguap dan banyak terendus media-media mainstream. Alih-alih menyelesaikannya secara terbuka, pihak kampus malah cenderung tertutup. Bagaimana mungkin kampus-kampus Islam yang isinya para cendekiawan dan ilmuwan itu justru tidak mencerminkan nilai-nilai kecendekiawanan dan keilmuwannya. Oleh karena itu, saya mengapresiasi upaya pembongkaran kasus-kasus ini oleh para mahasiswa dengan memanfaatkan media sosial.

 

Kementerian Agama sebagai Kementerian yang membawahi kampus-kampus Islam memang dikenal sebagai institusi Negara yang tidak beres dan korup. Menteri-menteri dikenal sering kali melakukan blunder dan kebijakan-kebijakan yang aneh. Telah banyak para mantan Menteri Agama yang terjerat kasus-kasus korupsi, sementara Menteri Agama yang sekarang masih menjabat juga berkecenderungan formalistik dengan kebanggaan semunya yakni kurikulum berbasis cinta. Kurikulum yang sampai sekarang justru mencoreng nilai-nilai cinta dan Islam itu sendiri.

 

Saya khawatir, kalau kasus-kasus yang menimpa dua UIN ini tidak segera diatasi, kasus-kasus serupa akan menimpa UIN/IAIN lainnya di seluruh Indonesia. Alangkah baiknya apabila UIN/IAIN bisa lebih serius membangun transformasi pendidikan Islam agar bisa lebih kontekstual dengan segala masalah-masalah yang dihadapi masyarakat. Berbagai riset dosen dan perkuliahan mahasiswa mestinya lebih banyak diarahkan pada upaya transformasi ke lapangan, ke Desa-desa agar ruh pendidikan Islam betul-betul terasa dampaknya secara konkret. Wallahu a’lam

 

Mamang M Haerudin (Aa), Pesantren Tahfidz Al-Qur’an Al-Insaaniyyah, 23 September 2026, 07.10 WIB

  • Penulis: Mamang M Haerudin (Aa), Pesantren Tahfidz Al-Qur'an Al-Insaaniyyah

Rekomendasi Untuk Anda

  • Top! MAN 2 Kota Malang Sabet 10 Medali OSN Tingkat Nasional 2024

    Top! MAN 2 Kota Malang Sabet 10 Medali OSN Tingkat Nasional 2024

    • calendar_month Senin, 2 Sep 2024
    • account_circle Tim Redaksi
    • 0Komentar

    KANAL31.COM (Malang) — Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 2 Kota Malang kembali unjuk prestasi pada Olimpiade Sains Nasional Tingkat Nasional Jenjang SMA/MA/Sederajat. MAN 2 Kota Malang membawa pulang 10 medali pada OSN 2024. OSN digelar oleh Balai Pengembangan Talenta Indonesia (BPTI), Pusat Prestasi Nasional, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi di Jakarta. Kompetisi tingkat nasional ini berlangsung […]

  • Rektor UIN Bandung Rawan Gugatan Hukum?

    Rektor UIN Bandung Rawan Gugatan Hukum?

    • calendar_month Rabu, 5 Apr 2023
    • account_circle Tim Redaksi
    • 0Komentar

    kanal31.com- Masa jabatan Rektor Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Gunung Djati Bandung berakhir pada 23 Juli 2023. Prof Mahmud, yang saat menjabat Rektor UIN Bandung, dipastikan tidak lagi mencalonkan karena periode saat ini adalah periode ke-2. Kendati begitu, hingga saat ini belum ada tanda-tanda pihak UIN Bandung melakukan persiapan Pemilihan Rektor untuk periode 2023-2027. Bahkan […]

  • Sengkarut Kata Ilmiah

    Sengkarut Kata Ilmiah

    • calendar_month Minggu, 12 Apr 2026
    • account_circle Teddy Yusuf, Penulis Lepas
    • 0Komentar

    BANDUNG kanal31.com — Kelompok santri yang mempertahankan makna “ilmiah” sesuai tradisi mereka sebenarnya bisa dijelaskan secara gamblang dalam kerangka linguistik, dan bahkan tidak otomatis salah—tetapi posisinya harus dijelaskan dengan tepat. Pertama, dalam perspektif seperti yang dibangun oleh Ibn Taymiyyah, makna lafadẓ ditentukan oleh isti‘māl (pemakaian), bukan oleh definisi abstrak atau otoritas eksternal semata. Artinya, jika dalam […]

  • Yudi Hamzah Beberkan Lahan Bandung Zoo Bukan Milik Perorangan

    Yudi Hamzah Beberkan Lahan Bandung Zoo Bukan Milik Perorangan

    • calendar_month Minggu, 4 Jan 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • 0Komentar

    BANDUNG Kanal31.com — Peneliti sejarah sekaligus penulis, Yudi Hamzah, menegaskan bahwa lahan Kebun Binatang Bandung atau Bandung Zoo sejak awal bukan merupakan milik individu, melainkan berasal dari taman kota yang dibangun oleh pemerintah. Yudi menjelaskan, sebelum menjadi kebun binatang, kawasan tersebut merupakan taman yang dibuat khusus oleh pemerintah kota sebagai hadiah peringatan 25 tahun Kota Bandung […]

  • Obin dan Andini Terpilih Jadi Duta Mahasiswa Berprestasi FSH UIN Bandung

    Obin dan Andini Terpilih Jadi Duta Mahasiswa Berprestasi FSH UIN Bandung

    • calendar_month Selasa, 24 Des 2024
    • account_circle Tim Redaksi
    • 0Komentar

    BANDUNG, KANAL31.COM — Sebanyak 96 mahasiswa berprestasi Fakultas Syariah dan Hukum (FSH) UIN Sunan Gunung Djati Bandung menerima Penghargaan Appreciation Day 2024. Obin Kuswandi (Jurusan Perbandingan Madzhab dan Hukum) dan Andini Putri Irawan (Jurusan Ilmu Hukum) didaulat menjadi duta mahasiswa berprestasi FSH. Acara yang diinisiasi oleh lembaga Pembinaan dan Promosi Mahasiswa Unggul (P2MU) ini bertujuan […]

  • Kisah Inspiratif Si Kembar MAN: Hobi Menulis, Segudang Prestasi

    Kisah Inspiratif Si Kembar MAN: Hobi Menulis, Segudang Prestasi

    • calendar_month Jumat, 31 Jan 2025
    • account_circle Tim Redaksi
    • 0Komentar

    SERDANG BEDAGAI KANAL31.COM — Rani Widiya Astuti dan Rina Ayu Lestari, dua remaja kelahiran 2008 ini tercatat sebagai siswa Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Sedang Bedagai. Mereka berasal dari desa Kotarih Baru Kecamatan Kotarih Kabupaten Serdang Bedagai. Anak dari Edi Rahmad dan Ernawati ini memiliki lima saudara tua. Keduanya mempunyai hobi yang sama yaitu membaca dan […]

expand_less