Breaking News:
Beranda » EDUTEKNO » 4 Cara Menulis Jurnal Untuk Publikasi di SCOPUS & SINTA

4 Cara Menulis Jurnal Untuk Publikasi di SCOPUS & SINTA

  • account_circle Admin Kanal31
  • calendar_month Jumat, 12 Agt 2022
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

SPI-JAKARTA

Bagi sebagian dosen, menulis jurnal bukan hal yang mudah dilakukan. Hal ini karena membuat jurnal harus dengan sistematis. Sehingga susunan setiap bab harus berurutan serta menggunakan bahasa yang mudah dipahami oleh pembaca. Bahkan, untuk melakukan penelitian sendiri membutuhkan waktu yang tidak sedikit.

“Sebagai seorang peneliti, untuk membuat jurnal, kita harus experiment selama satu, dua tahun, bahkan ada yang beberapa tahun. Memang membuat jurnal bukan pekerjaan 1 hari langsung jadi,” Ungkap Assoc.Prof. Wahyudi Agustiono, S.Kom., M.Sc., Ph.D Dosen dari Universitas Trunojoyo Madura, Peraih Australian Grant Scheme 2018 & 2019, dalam Webinar SEVIMA bertajuk Strategi Tembus Publikasi SCOPUS dan SINTA.

Kegiatan tersebut juga menghadirkan Prof. Dr. Arif Muntasa, S.Si., M.T. Guru Besar Universitas Trunojoyo Madura, serta Reviewer Hibah Nasional DRPM Dikti Kemdikbudristek yang memberikan tips dan trik bagaimana menulis artikel yang baik untuk publikasi ilmiah.

Arif dalam presentasinya menyampaikan tentang “Penulisan peper untuk Publikasi Yang Terindex di Scopus” Menurut Arif, sebelum melakukan publikasi jurnal ilmiah, seorang penulis harus memahami beberapa hal, agar jurnal yang ditulis dapat meyakinkan reviewer dan terindex Scopus.

Cara Menulis Jurnal untuk Publikasi di SCOPUS & SINTA

1. Akademisi perlu pandai dalam memilih jurnal dan penerbit

Banyak penerbit yang menyediakan secara gratis. Ada juga kegiatan hibah penelitian yang memberi dana untuk melakukan penulisan jurnal, dan mengikuti konferensi internasional.

Peluang-peluang ini tersedia luas dan bisa dengan mudah ditemui di internet. Walaupun demikian, memang perlu ketekunan dan ketelitian dalam mengumpulkan informasi tersebut.

“Beberapa publikasi gratis terindeks SCOPUS, bisa kita coba. Diantaranya seperti International Journal of Technology dari Universitas Indonesia (UI), International Journal on Electrical Engineering and Informatic dari Institut Teknologi Bandung (ITB), serta beberapa penerbit jurnal internasional Elsevier, Taylor and Francis, Sage, dan lainnya. Kesempatan itu sangat banyak, tapi tidak jarang karena terlalu banyak informasi, kita menjadi bingung,” kata Arif yang sudah menulis 44 artikel jurnal internasional.

2. Belajar dari penolakan

Mirip dengan menerbitkan opini di media massa, penerbitan jurnal juga bisa ditolak. Arif menjelaskan bahwa hal ini  sangat wajar. Setelah ditolak, akademisi harus bangkit dan refleksi diri. Anda harus belajar dari kenapa jurnal Anda ditolak.

“Biasanya terdapat beberapa alasan kenapa jurnal sering ditolak. Misalnya saja seperti naskah di luar area jurnal, unsur naskah kurang lengkap, tata bahasa yang digunakan tidak layak, hingga pembahasan tersebut terlalu dangkal. Itu kita jadikan pelajaran dan perbaikan,” jelas Arif yang di Kementerian Pendidikan (Kemendikbudristek) juga dipercaya sebagai reviewer (penyeleksi) hibah penelitian.

3. Memilih target jurnal yang tepat dan sesuai kemampuan

Lagi-lagi, mirip dengan media massa dimana kolom opini di koran nasional ternama tentu lebih sulit ditembus dibanding media lainnya, hal yang sama juga terjadi untuk jurnal.

Akademisi harus mengetahui bagaimana target jurnal yang dipilih. Mulai dari tingkat kesulitannya, gaya selingkung, preferensi redaksi, hingga batasan-batasan yang ada dalam jurnal tersebut.

Jangan sampai misalnya, penelitian terkait Teknologi, dikirimkan ke jurnal web yang membahas seputar tanaman.  

“Akademisi sebagai penulis ibaratnya anak tangga, kita bisa coba dulu jurnal yang peringkatnya lebih rendah, sambil bertahap meningkatkan kualitas tulisan kita dan profil kita. Nantinya pasti akan terbiasa sendiri,” ungkap Arif.

Tips-tips tersebut, sambung Wahyudi, dapat dipelajari dan diasah para akademisi seiring waktu. Ada banyak forum, sistem akademik, dan platform pembelajaran, yang bisa digunakan akademisi untuk meningkatkan diri. Termasuk dari SEVIMA, seperti Webinar pada Selasa (28/12) sore tersebut.

“Yang penting, ada kemauan kuat dari akademisi untuk belajar. Menulis jurnal ini memang sulit, tapi inilah kewajiban kita di kampus: untuk mengembangkan ilmu pengetahuan dan peradaban dengan cara ditulis!,” pungkas Wahyudi.

Dalam sebuah penulisan jurnal, penulis harus benar-benar mengetahui target jurnal yang diberikan. Target jurnal ini meliputi lingkup jurnal, jurnal target, fitur aksesibilitas, hingga jenis artikel yang dibutuhkan,” ungkapnya.

4. Menyiapkan paper dan menyusun manuscript

Ketika menulis sebuah jurnal, memang tak sama saat menulis buku pada umumnya. Penulisan sebuah paper atau jurnal harus disiapkan dengan baik. Terutama dalam penulisan abstrak dan penyusuan manuscript.

“Ketika menulis jurnal, abstrak biasanya ditulis di akhir. Abstrak sendiri berfungsi sebagai miniatur paper. Oleh karena itu, penulisan abstrak harus diselesaikan dengan baik agar jurnal tersebut layak digunakan,” ungkapnya.

Susunan Manuscript Jurnal

Menurut Prof. Arif, untuk mendapatkan jurnal yang baik, ada beberapa bagian penting dari jurnal. Beberapa di antaranya adalah:

  • Judul artikel, Untuk menulis judul harus menarik atensi dan bersifat provokatif, menggambarkan isi atau temuan, tidak berupa singkatan dan nama peraturan, dan tanpa nama objek atau lokasi penelitian.
  • Abstrak, merupakan bagian paling penting di dalam sebuah jurnal. Abstrak bisa dikatakan sebagai intisari dari penelitian tersebut. Para reviewer akan membaca bagian tersebut pertama kali.
  • Keyword, selain abstrak, terdapat keyword yang harus benar-benar diperhatikan dengan baik. Keyword ini sangat penting untuk mengetahui arah perbincangan jurnal yang akan dibuat.
  • Pendahuluan, merupakan bagian awal di dalam sebuah jurnal. Di bagian ini akan terlihat jelas, bagaimana pembahasan jurnal tersebut.
  • Metode penelitian, bagian penting selanjutnya adalah metode penelitian. Pada metode penelitian ini, Anda harus memastikan bahwa metode yang Anda gunakan di dalam penelitian tersebut sudah sesuai.
  • Hasil dan pembahasan, Dalam menuliskan jurnal, hasil dan pembahasan sangatlah penting untuk mengetahui arah penelitian tersebut. Selain itu, hasil dan pembahasan ini juga sangat penting untuk mengetahui hasil penemuan di penelitian tersebut.
  • Diskusi, pembahasan pada bagian diskusi ini sangatlah penting untuk membuat jurnal tersebut lebih mudah dipahami. Untuk itu, diperlukan uraian yang jelas di bagian tersebut.
  • Simpulan, dalam sebuah jurnal tentunya juga diikuti dengan simpulan. Penulisan simpulan ini harus benar-benar diperhatikan agar jurnal tersebut mudah diserap oleh pembaca.
  • Ucapan terima kasih, selain simpulan, ucapan terima kasih juga dituliskan di sini. Ucapan terima kasih biasanya berisikan beberapa pihak yang sudah ikut membantu dalam proses pembuatan jurnal.
  • Referensi, tak kalah penting dari yang lain. Bagian referensi juga sangat penting untuk membuat jurnal yang ditulis lebih trusted. Jadi Anda bisa menyertakan beberapa referensi yang sudah digunakan untuk menulis jurnal tersebut.

Arif mengatakan hal lain yang perlu diperhatikan untuk memudahkan dalam menulis dan melakukan publikasi ilmiah. Yakni, dapat menggunakan tools untuk membantu menulis paper. “Saya menyarankan empat tools untuk membantu menulis jurnal yaitu: Mendeley, Grammarly, Turnitin, Word (Comparing).” Pungkasnya

  • Penulis: Admin Kanal31

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Peradaban Besar dan Tua, Dihina Negara Kemarin Sore 

    Peradaban Besar dan Tua, Dihina Negara Kemarin Sore 

    • calendar_month Minggu, 29 Mar 2026
    • account_circle Moeflich Hasbullah, Dosen UIN Bandung
    • 0Komentar

    BANDUNG kanal31.com — Iran itu peradaban besar sejak bernama Persia. Peradaban Persia mencakup serangkaian kekaisaran seperti Achaemenid, Parthia, dan Sassanid, berlangsung selama lebih dari 12 abad, dari sekitar tahun 550 SM hingga penaklukan oleh Islam pada pertengahan abad ke-7 M (651 M). Jika dihitung berdasarkan dinasti utama kuno hingga pengaruh budayanya, peradaban ini bertahan selama […]

  • Fakultas Ushuluddin-STAI Siliwangi Garut Gelar Workshop Penulisan Artikel dan Publikasi Ilmiah

    Fakultas Ushuluddin-STAI Siliwangi Garut Gelar Workshop Penulisan Artikel dan Publikasi Ilmiah

    • calendar_month Rabu, 3 Agt 2022
    • account_circle Admin Kanal31
    • 0Komentar

      SPI-GARUT Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Siliwangi Garut berkerjasama dengan Fakultas Ushuluddin UIN Sunan Gunung Djati Bandung gelar penulisan artikel, presentasi, dan publikasi ilmiah. Hj. Ila Susanti, M.Pd., Ketua STAI Siliwangi Garut membuka acara. “Dosen harus melakukan publikasi ilmiah yang manfaatnya dapat dirasakan oleh masyarakat luas,” tutur Ketua didampingi Wakil Ketua, Asep Muharam, M.Ag., […]

  • Begini Kisah Penyintas Banjir dari Aceh Juarai Olimpiade PAI 2025 di Jakarta

    Begini Kisah Penyintas Banjir dari Aceh Juarai Olimpiade PAI 2025 di Jakarta

    • calendar_month Rabu, 3 Des 2025
    • account_circle Tim Redaksi
    • 0Komentar

    JAKARTA kanal31.com — Banjir besar yang melanda Aceh beberapa hari terakhir bukan hanya menenggelamkan rumah dan memutus jalur transportasi. Musibah ini hampir mengubur asa anak-anak berprestasi Aceh untuk tampil di ajang nasional Grand Final Olimpiade Pendidikan Agama Islam (PAI) 2025. Namun di tengah nestapa, tekad mereka justru makin menguat bahkan menorehkan prestasi gemilang. Sebutlah Khaidar Munarzi, siswa […]

  • Perkuat Akses dan Kualitas Pendidikan, ITB Jalankan Program EQUITY di SMAN 1 Kadugede Kuningan

    Perkuat Akses dan Kualitas Pendidikan, ITB Jalankan Program EQUITY di SMAN 1 Kadugede Kuningan

    • calendar_month Minggu, 18 Jan 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • 0Komentar

    KUNINGAN Kanal31.com — Institut Teknologi Bandung (ITB) melalui Program Community Development (EQUITY) kembali melaksanakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat tahap kedua yang berlangsung pada tanggal 13–16 Januari 2026 di SMAN 1 Kadugede, Kabupaten Kuningan. Kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari tahap awal berupa survei kebutuhan sekolah yang telah dilakukan sebelumnya, guna memastikan program yang diimplementasikan benar-benar […]

  • Waspada Angin Kencang di Sebagian Besar Jawa Barat!   

    Waspada Angin Kencang di Sebagian Besar Jawa Barat!  

    • calendar_month Kamis, 6 Feb 2025
    • account_circle Sungkawa Abdisunda
    • 0Komentar

    BANDUNG, kanal31.com– Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Geofisika Kelas 1 Bandung mendeteksi keberadaan Siklon Tropis Taliah yang berpotensi memicu angin kencang di sebagian besar wilayah Jawa Barat. Kepala Stasiun Geofisika BMKG Bandung Teguh Rahayu menjelaskan siklon tropis tersebut terpantau berada di Samudra Hindia selatan Jawa Tengah tepatnya di 15,7°LS, 108,2°BT atau sekitar 920 […]

  • Relasi Agama dan Negara

    Relasi Agama dan Negara

    • calendar_month Senin, 13 Jul 2026
    • account_circle Husein Muhammad, pengasuh Pondok Pesantren Dar Al-Fikr Cirebon
    • 0Komentar

    CIREBON, kanal31.com –Kemarin di hadapan audien acara bedah buku Qanun Asasi NU, karya Ibu hj. Dr. Lelly Leiliyyah , isteri K.H. Andul Hakim Mahfuzh, atau Gus Kikin, pengasuh Pesantren Tebuireng, Jombang, dengan moderatator Gus Nas, di PP. Kebon Jambu, asuhan Ibu Ny. Masriyah Amva, aku menyampaikan ini. Dalam situasi kehidupan berbangsa dan bernegara seperti sekarang […]

expand_less