Breaking News:
Beranda » BEWARA » Pentingnya Kontekstualisasi Nilai Pesantren untuk Jawab Tantangan Zaman

Pentingnya Kontekstualisasi Nilai Pesantren untuk Jawab Tantangan Zaman

  • account_circle Tim Redaksi
  • calendar_month Kamis, 23 Okt 2025
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

CIPUTAT Kanal31.com — Pesantren dituntut untuk melakukan kontekstualisasi terhadap nilai-nilai yang hidup di lembaga pendidikan khas nusantara. Di samping itu, komunitas pesantren secara atraktif perlu menjawab tantangan yang muncul di era digital ini. Hal tersebut dinyatakan oleh Menteri Agama Periode 2014-2019, Lukman Hakim Saifuddin, saat menjadi pembicara dalam Seminar Hari Santri dan Bedah Buku Karya Dr. Suwendi, M.Ag, bertema “Rekonstruksi Narasi Pesantren: Analisis Kritikal Media Massa dan Implikasinya Terhadap Identitas Santri” yang diselenggarakan oleh Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan (FITK) UIN Jakarta, Rabu (22/10/2025).

Hadir sebagai narasumber Lukman Hakim Saifuddin, Menteri Agama RI 2014-2019, Prof. Dr. H. Husni Rahim, M.A., Guru Besar Politik Pendidikan UIN Jakarta, dan H. Mauludin Anwar, Pengasuh Pesantren Kaligrafi dan Eks Produser Metro TV dan GM Produksi Berita Liputan 6 SCTV.

Lukman Hakim Saifuddin lebih lanjut mengatakan kontekstualisasi nilai pesantren menjadi kebutuhan mendesak yang mesti segera dilakukan. Nilai yang merupakan ruh pesantren itu berasal dari keluhuran para pendahulu pesantren seperti keikhlasan, kesederhanaan, kemandirian, persaudaraan dan kebebasan. “Tantangan kita saat ini bagaimana mengkontekstualisasi ruhul ma’had atau spirit pesantren agar tetap relevan dan memiliki urgensi yang tinggi,” ujar Lukman.

Lebih lanjut Lukman mengatakan transformasi pesantren tetap berpijak pada menjaga eksistensi jati diri pesantren terhadap nilai-nilai yang tumbuh di pesantren termasuk menjaga independensi pesantren hal yang tidak bisa ditawar. “Menjaga eksistensi jati diri pesantren dan menjaga kemandirian pesantren merupakan hal yang tidak boleh ditinggalkan. Negara juga tidak boleh terlalu jauh mencampuri otonomi pesantren,” ingat Lukman.

Tak luput Lukman juga mengomentari peristiwa belakangan mengenai pemberitaan oleh media massa terhadap pesantren. Menurutnya, reaksi yang muncul dari kalangan santri dapat memakluminya, meskipun ia mengingatkan agar reaksi tidak berlebihan. “Saya khawatir ada pihak lain yang menungganginya,” tambah Lukman.

Sementara dalam kesempatan yang sama Guru Besar Politik Pendidikan UIN Jakarta, Prof. Husni Rahim, mengatakan identitas pesantren seperti islami, populis, beragam, berkualitas, unggul, religiusitas, sains dan akhlah melekat pada profil pesantren di Indonesia. “Kita harus bangga dengan keunggulan pesantren,” ingat Husni.

Kendati demikian, ia juga mengingatkan kritik dan masukan terhadap pengembangan pesantren patut menjadi perhatian kalangan pesantren. Ia menyebutkan seperti soal literasi digital serta persoalan ekologi menjadi catatan yang patut ditindaklanjuti. “Kritik terhadap pengembangan santren tidak boleh diabaikan,” tambah Husni.

Sementara pegiat media Mauludin Anwar mengatakan framing dan narasi negatif yang ditujukan terhadap pesantren mesti direspons dengan produksi tandingan oleh kalangan pesantren. Dia mendorong narasi yang kontekstual dan inspiratif akan efektif menjawab pembingkaian negatif dari media. “Rebut kembali tafsir pubik atas pesantren. Santri bukan obyek tapi subyek. Kuncinya, santri harus melek digital,” tegas Mauludin.

Sementara itu, penulis buku Dr. Suwendi, M.Ag mengatakan media massa memiliki pengaruh besar dalam membentuk citra diri dan persepsi sosial terhadap eksistensi santri. Identitas santri, yang semula dibangun melalui nilai-nilai keikhlasan, kedalaman ilmu, dan ketundukan spiritual, kini bersinggungan dengan konstruksi identitas digital yang lebih visual, instan, dan performatif.

Oleh karenanya, lanjut Suwendi yang aktif sebagai dosen Sekolah Pascasarjana sekaligus Ketua Program Studi Pendidikan Agam Islam, menyatakan bahwa rekonstruksi narasi pesantren melalui analisis kritikal media massa merupakan ikhtiar untuk mengembalikan identitas santri sebagai agen perubahan yang berpijak pada nilai keilmuan, spiritualitas, dan kemanusiaan universal.

“Buku-buku yang dibedah ini sejatinya ingin merumuskan strategi kultural dan edukatif dalam merekonstruksi narasi pesantren yang lebih otentik, berimbang, dan mencerminkan nilai-nilai keilmuan Islam rahmatan lil ‘alamin”, ungkap Suwendi. Dengan demikian, rekonstruksi narasi pesantren bukanlah upaya defensif terhadap stigmatisasi media, melainkan langkah afirmatif dalam membangun kesadaran publik bahwa pesantren merupakan pusat peradaban Islam Nusantara yang berakar pada tradisi keilmuan, tetapi juga terbuka terhadap perubahan zaman.

Terdapat tujuh buku karya Dr. Suwendi, M.Ag yang dibedah, yang terdiri atas (1) Detik-detik Penetapan Hari Santri, (2) Sejarah dan Kebijakan Pendidikan Islam Indonesia, (3) Kecendekiaan Digital (Digital Scholarcy) Dosen Kampus Islam, (4) Pemikiran Pendidikan KH. M. Hasyim Asy’ari, (5) Integrasi Ilmu Mazhab UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, (6) Pendidikan Islam Indonesia: Mengurai Masalah, Solusi, dan Kebijakan, dan (7) Moderasi Beragama dan Layanan Keagamaan: Gagasan dan Respon Kebijakan.

Kegiatan Hari Santri dan Bedah Buku Karya Dr. Suwendi, M.Ag, ini dihadiri oleh Wakil Rektor UIN Jakarta Bidang Kelembagaan dan Kerjasama, Din Wahid, serta Bidang Administrasi Umum, Prof Imam Subchi, Dekan FITK UIN Jakarta, Prof. Siti Nurul Azkiyah, M.Sc., Ph.D, dosen dan rartusan mahasiswa program sarjana dan pascasarjana UIN Jakarta.

  • Penulis: Tim Redaksi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Wow…Terinspirasi Sarang Burung, 2 Mahasiswa ITB Buat Desain Hunian “Hangat dan Nyaman”

    Wow…Terinspirasi Sarang Burung, 2 Mahasiswa ITB Buat Desain Hunian “Hangat dan Nyaman”

    • calendar_month Rabu, 17 Agt 2022
    • account_circle Admin Kanal31
    • 0Komentar

    KANAl31.COM-Dua mahasiswa ITB jurusan Desain Interior kembali meraih prestadi dengan menempati posisi Bronze Winner dalam perhelatan Bharatika Creative Design Festival tahun 2022. Mereka adalah Karina Alif Sajida (17318040) dan Luthfiah Ayu Carissa (17318041). Kompetisi desain tahunan Bharatika diadakan oleh Universitas Kristen Petra Surabaya untuk berbagai disiplin ilmu, salah satunya adalah Desain Interior. Dalam kompetisi tersebut, […]

  • Layanan Qur’an Digital Kemenag Capai 55 Juta Pengguna, LPMQ Siapkan Chat Qur’ani Berbasis AI

    Layanan Qur’an Digital Kemenag Capai 55 Juta Pengguna, LPMQ Siapkan Chat Qur’ani Berbasis AI

    • calendar_month Sabtu, 24 Mei 2025
    • account_circle Tim Redaksi
    • 0Komentar

    JAKARTA kanal31.com — Lajnah Pentashihan Mushaf Al-Qur’an (LPMQ) Kementerian Agama (Kemenag) mencatat sejak diluncurkan pada 2019 hingga April 2025, platform layanan Qur’an Kemenag diakses 55.873.751 pengguna. “Jumlah pengguna ini menunjukkan bahwa layanan Qur’an Kemenag diminati dan dimanfaatkan oleh masyarakat. Kita harus terus berinovasi agar layanan ini semakin baik, relevan, dan mudah diakses,” ujar Kepala LPMQ, […]

  • Rantai Altara, Novel Petualangan Mencari Jati Diri Ala Siswa MAN 2 Kudus

    Rantai Altara, Novel Petualangan Mencari Jati Diri Ala Siswa MAN 2 Kudus

    • calendar_month Rabu, 14 Jan 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • 0Komentar

    KUDUS Kanal31.com — Rantai Altara: Cahaya, Kegelapan, Kekosongan, novel ini ditulis oleh Bening Cita Maharsi, siswa kelas XI-11 Jurusan IPS MAN 2 Kudus. Novel novel petualangan fantasi ini dirilis di Kudus. Bening Cita Maharsi merupakan salah satu anggota aktif FORLIKU (Forum Literasi MAN 2 Kudus), wadah pengembangan minat dan bakat literasi siswa. Dara 17 tahun […]

  • Dorong Inovasi, Kemenag Minta Direktorat KSKK Pahami Kebutuhan Siswa

    Dorong Inovasi, Kemenag Minta Direktorat KSKK Pahami Kebutuhan Siswa

    • calendar_month Minggu, 13 Okt 2024
    • account_circle Tim Redaksi
    • 0Komentar

    KANAL31.COM (Banyuwangi) — Dirjen Pendidikan Islam Abu Rokhmad memberi pesan khusus kepada jajaran Direktorat Kurikulum, Sarana, Kelembagaan, dan Kesiswaan (KSKK) Madrasah. Abu Rokhmad minta Direktorat KSKK Madrasah terus kembangkan inovasi berbasis pada upaya merespons kebutuhan siswa masa kini. Pesan ini disampaikan Abu Rokhmad saat berbicara pada Rapat Evaluasi Program Direktorat KSKK Madrasah di Banyuwangi, Sabtu (12/10/2024). […]

  • Perundingan Damai Gagal, Siap-siap Iran vs Amerika Perang Lagi

    Perundingan Damai Gagal, Siap-siap Iran vs Amerika Perang Lagi

    • calendar_month Senin, 13 Apr 2026
    • account_circle Rosadi Jamani, Ketua Satupena Kalbar
    • 0Komentar

    KALBAR kanal31.com — Sesuai prediksi, perundingan damai Iran vs Amerika bakal gagal. Benar adanya. Kedua belah pihak tak mau berdamai. AS ingin Iran tutup total nuklir. Iran jelas tak mau, itulah senjata andalan. Akankah perang kembali meletus? Simak narasinya sambil seruput Koptagul, wak!   Dua raksasa, Iran dan Amerika Serikat, janjian “berdamai” di Islamabad. Hasilnya malah […]

  • Menag: Alumni UIN Jakarta Kembangkan Pemikiran Islam Modern dan Inklusif

    Menag: Alumni UIN Jakarta Kembangkan Pemikiran Islam Modern dan Inklusif

    • calendar_month Sabtu, 18 Jan 2025
    • account_circle Tim Redaksi
    • 0Komentar

    TANGERANG SELATAN KANAL31.COM — Menteri Agama RI, Nasaruddin Umar, menyerukan peran penting alumni Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta dalam mengembangkan pemikiran Islam yang inklusif dan damai. Seruan ini disampaikan dalam Reuni Akbar dan Musyawarah Nasional (Munas) ke-6 Ikatan Alumni UIN (IKALUIN) Jakarta, yang berlangsung di Gedung Alumni Center, Tangerang Selatan, Sabtu (18/1/2025). Menag […]

expand_less