Breaking News:
Beranda » EDUTEKNO » Workshop Jurnalistik UIN Bandung, Saatnya Kolaborasi Wartawan dan AI di Era Digital

Workshop Jurnalistik UIN Bandung, Saatnya Kolaborasi Wartawan dan AI di Era Digital

  • account_circle Tim Redaksi
  • calendar_month Selasa, 7 Okt 2025
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

BANDUNG Kanal31.com — Prodi Ilmu Komunikasi Konsentrasi Ilmu Jurnalistik Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Sunan Gunung Djati Bandung menggelar workshop bertema “AI for Journalist” di Aula Fakultas Dakwah dan Komunikasi, Senin (6/10/2025).

Acara ini menghadirkan narasumber Dr. H. Enjang Muhaemin, M.Ag., dosen Jurnalistik Prodi Ilmu Komunikasi, sekaligus Sekretaris Jurusan Ilmu Komunikasi, dan praktisi media.

Workshop dibuka Kaprodi Konsentrasi Ilmu Jurnalistik, Drs. Abdul Aziz Ma’arif, M.Ag. Ia menegaskan, kegiatan ini sangat relevan dengan perkembangan dunia jurnalistik modern.

“Workshop ini bukan hanya relevan dengan perkembangan dunia jurnalistik kini, tetapi juga penting dikuasai oleh para wartawan dan mahasiswa jurnalistik agar tidak tertinggal dengan perkembangan dan perubahan teknologi,” ujarnya.

AI Sebagai Mitra, Bukan Ancaman

Dalam paparannya, Enjang menekankan bahwa kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) kini menjadi mitra kolaboratif yang tidak bisa dipisahkan dari dunia jurnalistik.

Ia menjelaskan bahwa dalam satu dekade terakhir, AI telah digunakan oleh sejumlah media dan kantor berita, baik untuk riset topik, menulis draft berita, menganalisis data besar (big data), maupun memantau tren berita.

“Kecerdasan buatan bukan untuk menggantikan wartawan, melainkan memperkuat kemampuan mereka. Wartawan yang memahami cara kerja AI dapat menggunakan teknologi ini untuk mempercepat riset, menyaring informasi dengan lebih efisien, dan menghasilkan berita yang lebih tajam,” jelas Enjang.

Ia menambahkan bahwa AI berperan penting dalam membantu proses produksi berita, mulai dari pembuatan konten otomatis, bantuan riset cepat, penyuntingan teks, hingga analisis sentimen publik di media sosial. Selain itu, AI juga dapat membantu redaksi mengoptimalkan judul dan menyesuaikan isi berita sesuai dengan minat audiens.

Namun, Enjang mengingatkan bahwa AI tidak memiliki nilai moral. Karena itu, tanggung jawab etika dan verifikasi tetap berada di tangan wartawan.

“AI bisa membantu menyusun teks, tapi kebenaran dan konteks berita harus tetap diverifikasi secara manual. Wartawan tidak boleh menyerahkan keputusan editorial pada algoritma,” tegasnya.

Enjang menjelaskan, “Dalam satu dekade terakhir, kecerdasan buatan telah menjadi bagian tak terpisahkan dari industri media. Kecerdasan buatan telah menjadi mitra baru dalam industri media, bukan ancaman.”

AI dapat mempercepat proses penulisan tanpa mengurangi kualitas. Untuk hal ini, wartawan harus disiplin dan ketat di dalam melakukan verifikasi dan validasi data.

“Penting diingat, bahwa tanggung jawab etika dan akurasi tetap berada di tangan manusia,” tegas Enjang.

Ia menambahkan, wartawan masa kini perlu memahami cara kerja dan batasan AI agar bisa memanfaatkannya secara bijak.

“Wartawan yang melek AI akan mampu menggunakan teknologi untuk memperkuat kerja jurnalistik, bukan menggantikannya,” ujarnya.

 

Etika, Transparansi, dan Independensi

Dalam sesi diskusi, Enjang juga menyoroti prinsip-prinsip etis dalam penggunaan AI di ruang redaksi. Menurutnya, ada empat hal yang wajib dijaga oleh jurnalis modern: transparansi, akurasi, independensi, dan privasi data.

“Jika berita dibuat dengan bantuan AI, sebaiknya redaksi menyebutkan hal itu secara transparan. Selain itu, data pribadi dan informasi sensitif tidak boleh dimasukkan ke sistem AI publik,” ujar Enjang.

Ia juga mengingatkan bahwa AI cenderung menghasilkan tulisan bergaya generik, sehingga wartawan harus tetap menjaga gaya khas dan perspektif manusiawi dalam setiap karya jurnalistiknya.

Enjang menambahkan, penguasaan teknologi tidak boleh menggeser nilai dasar jurnalistik seperti kejujuran, tanggung jawab, dan independensi.

“Teknologi hanyalah alat. Yang menentukan kualitas berita tetap nurani dan integritas wartawan,” katanya.

Workshop ini diikuti sekitar 150 mahasiswa Ilmu Jurnalistik. Peserta terlihat antusias mengikuti sesi praktik penggunaan alat bantu AI seperti ChatGPT, Grammarly, dan Google Fact Check Tools yang diperkenalkan dalam workshop.

Enjang berpesan agar mahasiswa tidak takut beradaptasi dengan teknologi, namun tetap menjunjung tinggi etika jurnalistik.

“AI hanyalah asisten redaksi, bukan pemegang pena. Wartawanlah yang menentukan arah, konteks, dan nilai dari setiap berita yang disampaikan,” tandasnya.

Panduan Etis

Sementara itu, Ketua Jurusan Ilmu Komunikasi, Dr. H. Encep Dulwahab, M.I.Kom, ketika dihubungi terpisah, menekankan pentingnya panduan penggunaan AI bagi para jurnalis.

“Panduan etis penggunaan AI menjadi kebutuhan penting bagi pengelola media dan mahasiswa jurnalistik, karena mereka adalah calon profesional yang akan membawa dunia pers ke masa depan,” ujar Encep.

Ia menilai pelatihan semacam ini menjadi langkah strategis bagi kampus dalam menyiapkan mahasiswa menghadapi era digitalisasi media.

  • Penulis: Tim Redaksi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Keracunan MBG Mulai Masuk Babak Baru, SPPG Dilaporkan ke Polisi

    Keracunan MBG Mulai Masuk Babak Baru, SPPG Dilaporkan ke Polisi

    • calendar_month Senin, 14 Sep 2026
    • account_circle Rosadi Jamani, Ketua Satupena Kalbar
    • 0Komentar

    KALBAR, kanal31.com — Keracunan MBG akhirnya memasuki babak baru. Selama ini, anak-anak muntah, pusing, kejang, masuk rumah sakit, lalu bangsa ini seperti disuruh menunggu episode berikutnya. Evaluasi dilakukan. Pernyataan keluar. Dapur disegel. Kepala SPPG dicopot. Setelah itu? Hening.   Tersangka belum kelihatan. Kini ceritanya berbeda. Orang tua korban mulai berani membawa perkara ke polisi. Ini bukan […]

  • Begini Cara Kemenag Perkuat Pendidikan Keagamaan di Wilayah 3T

    Begini Cara Kemenag Perkuat Pendidikan Keagamaan di Wilayah 3T

    • calendar_month Kamis, 29 Jan 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • 0Komentar

    JAKARTA Kanal31.com — Kementerian Agama menegaskan komitmennya untuk memperkuat layanan pendidikan keagamaan di wilayah Tertinggal, Terdepan, dan Terluar (3T) sebagai bagian dari upaya menjaga ketahanan moral dan sosial masyarakat. Menteri Agama Nasaruddin Umar menyampaikan hal tersebut saat memberikan arahan pada Rakernas Badan Moderasi Beragama dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BMBPSDM) Tahun 2026 di Jakarta, Kamis […]

  • Pentingnya Peran Visual dalam Profesi Humas

    Pentingnya Peran Visual dalam Profesi Humas

    • calendar_month Jumat, 26 Sep 2025
    • account_circle Tim Redaksi
    • 0Komentar

    BANDUNG kanal31.com  – Jurusan Ilmu Komunikasi Konsentrasi Hubungan Masyarakat, Fakultas Dakwah dan Komunikasi (FDK) UIN Sunan Gunung Djati Bandung sukses menyelenggarakan workshop bertajuk “Perkembangan Fotografi di Era Digital” pada Rabu (24/9/2025). Acara ini berlangsung sejak pukul 08.00 WIB di Aula FDK UIN SGD Bandung dengan menghadirkan narasumber utama, Oka Hardiana, S.Sos, seorang praktisi sekaligus fotografer […]

  • UIN Bandung Bidik Kursi Dirjen Pesantren: Simbol Marwah dan Kesiapan SDM

    UIN Bandung Bidik Kursi Dirjen Pesantren: Simbol Marwah dan Kesiapan SDM

    • calendar_month Minggu, 25 Jan 2026
    • account_circle Sungkawa Abdisunda
    • 0Komentar

    BANDUNG, kanal31.com– Wacana mengenai siapa sosok yang bakal mengisi struktur baru Direktorat Jenderal (Ditjen) Pesantren di Kementerian Agama RI kian menghangat. Di kalangan sivitas akademika UIN Sunan Gunung Djati (SGD) Bandung, muncul aspirasi kuat agar tokoh dari kampus Islam negeri tersebut dapat terpilih memimpin direktorat anyar ini. Bagi kalangan akademisi UIN Bandung, keterlibatan perwakilan mereka […]

  • Wali Kota Larang Siswa Bawa HP ke Sekolah

    Wali Kota Larang Siswa Bawa HP ke Sekolah

    • calendar_month Jumat, 2 Mei 2025
    • account_circle Sungkawa Abdisunda
    • 0Komentar

    BANDUNG, kanal31.com– Pemerintah Kota Bandung menggulirkan berbagai kebijakan strategis di sektor pendidikan. Di antaranya, penguatan integritas, karakter, serta perlindungan terhadap anak didik di tengah tantangan zaman digital. Salah satu kebijakan penting adalah pelarangan membawa handphone (HP) ke sekolah bagi para siswa, mengikuti kebijakan serupa dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat, kata Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan. […]

  • Pemimpin Sejati

    Pemimpin Sejati

    • calendar_month Jumat, 23 Mei 2025
    • account_circle Tim Redaksi
    • 0Komentar

    PURWAKARTA kanal31.com — Pemimpin sejati tidak perlu pengakuan, melainkan Solusi Ala Robert Rosenkranz Di tengah dunia yang semakin haus akan pengakuan, sorotan media dan validasi publik, muncul pernyataan tajam dan mendalam dari Robert Rosenkranz, seorang tokoh stoik modern dan investor kawakan” Pemimpin sejati tidak mencari pengakuan, tetapi solusi” Ungkapan ini tidak hanya menggugah tetapi juga […]

expand_less