Sabtu, 18 Jul 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » BEWARA » Melalui Penguatan Bahasa dan Sastra, Prodi SI Kembangkan Moderasi Budaya

Melalui Penguatan Bahasa dan Sastra, Prodi SI Kembangkan Moderasi Budaya

  • account_circle Sungkawa Abdisunda
  • calendar_month Kam, 23 Okt 2025
  • comment 0 komentar

BANDUNG, kanal31.com– Bahasa adalah kunci moderasi budaya, melalui komunikasi yang empatik, terbuka, dan menghargai perbedaan. Indonesia dapat menjadi model dunia dalam praktik moderasi budaya melalui bahasa nasional dan lokal yang harmonis.

Prof. Dr. H. Mahi M. Hikmat, M.Si (Guru Besar Ilmu Komunikasi UIN Bandung) memberikan kesimpulan, saat menjadi pemateri seminar ilmiah bertajuk “Inspirasi Bahasa dalam Memperkuat Moderasi Budaya”, yang digelar Jurusan Sastra Inggris, Fakultas Adab dan Humaniora UIN Bandung, Kamis (23/10/2025).

Prof. Mahi mencontohkan bahasa Indonesia; sebagai bahasa persatuan mampu menyatukan lebih dari 718 bahasa daerah. Bahasa Indonesia digunakan dalam pendidikan, media, dan pemerintahan tanpa menghapus identitas lokal. “Penggunaan bahasa yang netral dan sopan dalam forum lintas agama mampu menjaga harmoni sosial,” katanya.

Begitupun di negara lain, lanjut Prof. Mahi, Singapura memiliki bahasa resmi: Inggris, Mandarin, Melayu, Tamil. Pemerintahnya mendorong multilingual communication sebagai bentuk moderasi budaya. Di Kanada, bahasa Inggris dan Prancis diposisikan sejajar untuk menjaga kesetaraan identitas budaya. Juga Uni Eropa, Language Diversity Policy menjamin semua bahasa Negara anggota dihormati dalam komunikasi resmi.

“Bahasa yang moderat menciptakan dunia lebih damai, saling menghargai, dan berkeadaban. Bahasa bukan hanya alat berbicara, tetapi juga jembatan hati yang menyatukan perbedaan,” ujarnya.

Terlebih di era globalisasi, kata Prof. Mahi, bahasa berperan penting untuk membangun toleransi, mengurangi kesalahpahaman, dan mendorong moderasi budaya. Komunikasi yang moderat mencegah konflik berbasis identitas, etnis, atau agama.

Dalam kesempatan yang sama, Muri Iryanti (pegiat literasi) memaparkan pengalamannya saat bergabung dengan Forum Taman Bacaan Masyarakat (TBM) sejak 2015, lalu menjadi delegasi pemuda global dalam giat Kerelawanan dan Pertukaran Budaya di Jeollanam-do, Korea Selatan, serta pendampingan perpustakaan ramah anak di Kalimantan Barat.

“Ada hubungan antara kegiatan literiasi dengan moderasi budaya. Terutama saat mengakses keragaman wawasan, literasi dan kewargaan, pelestarian kearifan lokal, serta ruang dialog dan diskusi,” jelas Muri.

Dari berbagai kegiatan dan pengalamannya, Muri memberikan saran penting dalam menjaga moderasi budaya, antara lain perlunya peningkatan pemahaman dan empati (toleransi), penguatan identitas budaya yang inklusif, pencegahan ekstremisme dan radikalisme, pengembangan keterampilan kreatif dan sosial, dan perwujudan masyarakat pembelajar seanjang hayat.

Peran Penting Prodi SI
Ketua Prodi Sastra Inggris UIN Bandung Dr. Andang Saehu, M.Pd, dalam sambutannya, menyampaikan apreasi kepada kedua pemateri seminar. Dijelaskan, Jurusan Sastra Inggris dirancang untuk membekali lulusan dengan pemahaman yang komprehensif tentang bahasa Inggris, sastra, terjemahan, dan budaya, sekaligus menanamkan nilai-nilai Islam, nasional, dan lokal.

Sastra Inggris memiilki peran penting dalam gerakan moderasi budaya ini. Karenanya, melalui penguatan bahasa dan dastra, Prodi SI berusaha mencetak lulusan yang mampu memberikan kontribusi kepada masyarakat, baik dalam kapasitas akademik maupun professional.

Dr. Andang meyakini, bahasa memiliki kekuatan besar dalam menyampaikan nilai dan prinsip budaya. Bahasa berfungsi sebagai alat komunikasi yang mencerminkan identitas dan nilai-nilai budaya suatu masyarakat. “Dengan memahami bahasa, lulusan SI dapat menyampaikan tradisi, norma, dan cerita yang menjadi pokok dari budaya itu,” katanya.

Dr. Andang –didampingi sekretaris Dr. Hj. Ruminda, SS, M.Hum– dapat dipastikan memilki peluang yang sangat besar untuk berpartisipasi aktif di fora nasional dan internasional, terutama dalam membangun hubungan antarbudaya demi memperkuat identitas nasional, melalui jaringan kerjasama kemitraan ASEAN dengan kapasitas dan pengakuan lembaga AUN-QA. (shandi-rg/ed.nas)

  • Penulis: Sungkawa Abdisunda

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Hari Buruh, Urgensi Bekerja dalam Islam

    Hari Buruh, Urgensi Bekerja dalam Islam

    • calendar_month Jum, 1 Mei 2026
    • account_circle S. Miharja, Dosen UIN Bandung.
    • 0Komentar

    BANDUNG kanal31.com — Setiap tanggal 1 Mei, dunia memperingati Hari Buruh Internasional sebagai penghormatan atas perjuangan para pekerja. Bagi umat Islam, ini menjadi momen penting untuk merenungkan makna bekerja dalam perspektif Islam, serta mengambil teladan dari Nabi Muhammad SAW dalam hal etos kerja, kemandirian ekonomi, dan integritas dalam profesi. Bekerja dalam Islam sebagai Kewajiban Ibadah […]

  • Selamat! UIN Jakarta Tambah Satu Guru Besar Ekonomi Islam

    Selamat! UIN Jakarta Tambah Satu Guru Besar Ekonomi Islam

    • calendar_month Kam, 18 Agu 2022
    • account_circle Admin Kanal31
    • 0Komentar

    KANAL31.COM Universitas Islam Negeri (UIN) Jakarta kembali menambah guru besarnya setelah dosennya, Dr. M. Arief Mufraini M.Si menjadi profesor bidang Ilmu Ekonomi Islam. Kenaikan jabatan akademik ini dituangkan dalam SK Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Mendikbu Ristek) Nomor 51119 Tahun 2002 tentang Kenaikan Jabatan Akademik/Fungsional Dosen. SK yang ditandatangani Mendikbud Ristek Nadiem Anwar Makarim […]

  • Keren! Terbanyak, 3 Dosen UIN Bandung Lolos Program IFEX di Universiti Utara Malaysia

    Keren! Terbanyak, 3 Dosen UIN Bandung Lolos Program IFEX di Universiti Utara Malaysia

    • calendar_month Sen, 4 Nov 2024
    • account_circle Tim Redaksi
    • 0Komentar

    KANAL31.COM (MALAYSIA) — Tiga dosen Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Gunung Djati Bandung lolos seleksi peserta program International Faculty Exchange Week (IFEX) di Universiti Utara Malaysia (UUM). Ketiga dosen itu adalah Pepi Siti Paturohmah (Dosen Magister Tadris Bahasa Inggris, Pascasarjana), Dian Nuraiman (Dosen Matematika, Fakultas Sains dan Teknologi), dan Dian Sa’adillah Maylawati (Dosen Teknik Informatika, […]

  • Ditutup 6 Maret 2025! Pendaftaran Kuliah PTKIN Jalur Prestasi Tanpa Ujian Tertulis

    Ditutup 6 Maret 2025! Pendaftaran Kuliah PTKIN Jalur Prestasi Tanpa Ujian Tertulis

    • calendar_month Rab, 5 Mar 2025
    • account_circle Tim Redaksi
    • 0Komentar

    BANDUNG kanal31.com — Pendaftaran Seleksi Prestasi Akademik Nasional Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (SPAN PTKIN) dibuka hingga 6 Maret 2025. Panitia Nasional Penerimaan Mahasiswa Baru Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PMB PTKIN) mengingatkan calon peserta untuk segera melakukan proses finalisasi pendaftaran. Direktur Jenderal Pendidikan Islam Amien Suyitno menegaskan SPAN PTKIN merupakan implementasi langkah strategis dalam […]

  • Inilah Cara UIN Bandung Kuatkan Jurnal Agar Terakreditasi

    Inilah Cara UIN Bandung Kuatkan Jurnal Agar Terakreditasi

    • calendar_month Rab, 25 Mei 2022
    • account_circle Admin Kanal31
    • 0Komentar

      SPI-BANDUNG Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LP2M) UIN Sunan Gunung Djati Bandung bekerjasama dengan Rumah Jurnal UIN Sunan Gunung Djati Bandung menggelar Workshop Penguatan Jurnal yang dibuka oleh Wakil Rektor II, Prof. Dr. H. Tedi Priatna, M.Ag., di Hotel Shakti, Rabu (25/05/2022). Yoga Dwi Arianda, ST., Kepala Seksi Jurnal Imliah Nasional, Busro, S.Ud, […]

  • Pesantren dan Feodalisme 

    Pesantren dan Feodalisme 

    • calendar_month Ming, 19 Okt 2025
    • account_circle Tim Redaksi
    • 0Komentar

    BANDUNG Kanal31.com — Di pesantren, hidup dua kultur: Takzim dan feodalisme. Takzim adalah tradisi hormat pada guru, kyai, ulama karena ilmunya, feodalisme adalah penghormatan karena status, gelar, jabatan dan keturunan. Takzim adalah bagian dari adab mencari ilmu. Feodal adalah bagian dari kultur kekuasaan kuno dimana derajat orang dibedakan berdasarkan kelas sosial.   Di banyak pesantren, keduanya […]

expand_less