Jumat, 10 Jul 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » BEWARA » Umat Tak Perlu Pinjol, Kemenag-Baznas Luncurkan Program Microfinance Masjid

Umat Tak Perlu Pinjol, Kemenag-Baznas Luncurkan Program Microfinance Masjid

  • account_circle Tim Redaksi
  • calendar_month Rab, 8 Okt 2025
  • comment 0 komentar

JAKARTA Kanal31.com — Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam (Bimas Islam) bersama Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) meluncurkan program Baznas Microfinance Masjid Berdaya Berdampak (BMM Madada) untuk mendorong pemberdayaan ekonomi umat sekaligus mengurangi ketergantungan masyarakat terhadap pinjaman online (pinjol).

Hal itu dilakukan pada acara Madada Festival yang digelar Subdit Kemasjidan di Auditorium H.M. Rasjidi, Kemenag RI.

Direktur Jenderal Bimas Islam, Abu Rokhmad, menyatakan, program ini merupakan bagian dari strategi MADADA (Masjid Berdaya dan Berdampak) yang menekankan masjid sebagai pusat ibadah sekaligus motor penggerak kesejahteraan sosial dan ekonomi. “Masjid berdaya adalah masjid yang memiliki kapasitas dan sumber daya untuk bertindak, sementara masjid berdampak adalah masjid yang mampu menghadirkan perubahan positif bagi lingkungannya,” ujarnya, Rabu (8/10/2025)

Abu menekankan, transformasi fungsi masjid dari pusat ibadah tradisional menjadi pusat pemberdayaan ekonomi dan sosial harus menjadi langkah nyata agar masjid tetap relevan di era modern. “Melalui kolaborasi dengan Baznas, LAZ, BWI, BPJS, CSR, dan ormas Islam, masjid bisa menjadi pusat inovasi yang memberi manfaat langsung bagi jamaah,” kata Abu.

BMM Madada, dirancang sebagai pijaman lunak tanpa bunga yang disalurkan melalui masjid-masjid. Program ini menargetkan potensi penerima yang memiliki kapasitas usaha, sekaligus mengubah status mereka dari penerima bantuan menjadi muzaki aktif. “Dulu mereka hanya menerima bantuan, kini mereka bisa berperan sebagai pemberi. Banyak cerita sukses yang muncul dari program ini,” jelasnya.

Selain aspek ekonomi, Abu Rokhmad juga menyoroti inisiatif lingkungan dan edukasi. Masjid yang berdaya tidak hanya memperhatikan kesejahteraan jamaah, tetapi juga lingkungan sekitar, termasuk program penghijauan dan penanaman pohon di sekitar masjid percontohan. “Masjid harus bersih, indah, dan hijau. Ini bagian dari bentuk dakwah yang kontekstual,” tambah Abu.

Kegiatan edukasi keagamaan untuk berbagai generasi. “Kami mencatat generasi baby boomers sangat antusias belajar agama, sedangkan Gen Z dan milenial literasinya tinggi tapi praktik ibadahnya belum optimal. Program Fasolatan kami hadir untuk menjembatani hal ini, memberikan pengajian yang sesuai untuk orang tua agar bisa belajar dan tetap aktif secara spiritual,” ujarnya.

BMM Madada akan menjadi model masjid berdaya dan berdampak di seluruh Indonesia, mendorong ekonomi jemaah, menjaga lingkungan, dan membangun peradaban Islam yang inklusif.

Sementara itu, Direktur Urusan Agama Islam dan Bina Syariah, Arsad Hidayat menjelaskan mekanisme BMM Madada secara rinci. Pijaman lunak ini diberikan melalui masjid dan besarannya hingga Rp150 juta per masjid, ditujukan untuk warga yang dinilai memiliki kapasitas usaha atau potensi bisnis. “Program ini bukan sekadar bantuan, tetapi investasi untuk memberdayakan masyarakat agar mandiri secara ekonomi,” jelas Arsad.

BMM Madada memfasilitasi hubungan langsung antara penerima dengan masjid sebagai mediator, sekaligus membangun ekosistem usaha kecil yang berkelanjutan. Dengan demikian, masyarakat tidak perlu lagi bergantung pada pinjol berbunga tinggi yang sering memberatkan.

Keberhasilan program dalam mengubah penerima bantuan menjadi muzaki yang aktif berkontribusi ke masjid. “Ini model pengembangan ekonomi umat berbasis masjid yang efektif. Banyak penerima awal kini mampu memberi kembali kepada jamaah lainnya,” tambahnya.

Dalam aspek lingkungan, Arsad menekankan pentingnya masjid sebagai pusat hijau dan nyaman. “Program penghijauan dan penanaman pohon di sekitar masjid percontohan menjadi bagian dari dakwah ekologis, sekaligus mempercantik fasilitas masjid untuk jemaah,” ujarnya.

Program edukasi keagamaan Fasolatan, yang menyasar generasi lansia (baby boomers) untuk tetap aktif belajar dan beribadah. “Pengajian ini menyesuaikan kebutuhan orang tua yang tidak mungkin belajar bersama cucu atau generasi muda secara langsung. Tujuannya agar mereka tetap produktif secara spiritual,” jelas Arsad.

Program ini juga menjadi wadah interaksi lintas generasi, di mana generasi tua bisa menularkan pengalaman dan praktik ibadah, sementara generasi muda mendapatkan literasi agama secara kontekstual. Hal ini diharapkan memperkuat kesadaran sosial dan spiritual jamaah secara berkelanjutan.

  • Penulis: Tim Redaksi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • UIN Bandung Bidik Kursi Dirjen Pesantren: Simbol Marwah dan Kesiapan SDM

    UIN Bandung Bidik Kursi Dirjen Pesantren: Simbol Marwah dan Kesiapan SDM

    • calendar_month Ming, 25 Jan 2026
    • account_circle Sungkawa Abdisunda
    • 0Komentar

    BANDUNG, kanal31.com– Wacana mengenai siapa sosok yang bakal mengisi struktur baru Direktorat Jenderal (Ditjen) Pesantren di Kementerian Agama RI kian menghangat. Di kalangan sivitas akademika UIN Sunan Gunung Djati (SGD) Bandung, muncul aspirasi kuat agar tokoh dari kampus Islam negeri tersebut dapat terpilih memimpin direktorat anyar ini. Bagi kalangan akademisi UIN Bandung, keterlibatan perwakilan mereka […]

  • 5 Tips Wajib untuk Jemaah Haji yang Baru Tiba di Tanah Suci

    5 Tips Wajib untuk Jemaah Haji yang Baru Tiba di Tanah Suci

    • calendar_month Rab, 14 Mei 2025
    • account_circle Tim Redaksi
    • 0Komentar

    ARAB kanal31.com –bSudah dua pekan masa operasional haji berlangsung, masih kerap dijumpai jemaah yang kebingungan ketika tiba di Bandara Arab Saudi. Untuk mengatasi hal tersebut, Kepala Daerah Kerja (Daker) Bandara PPIH Arab Saudi, Abdul Basir, menyampaikan sejumlah tips penting agar proses kedatangan berjalan lancar. Berikut lima hal yang perlu diperhatikan jemaah: 1. Pastikan Paspor Selalu […]

  • Siapa Membanderol Biaya PPG Jadi Rp.6 Juta ?

    Siapa Membanderol Biaya PPG Jadi Rp.6 Juta ?

    • calendar_month Sel, 5 Nov 2024
    • account_circle Jun
    • 0Komentar

    FTK UIN BANDUNG BUKA SUARA kanal31.com – FAKULTAS Tarbiyah dan Keguruan (FTK) Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Gunung Djati Bandung memberikan klarifikasi terkait biaya Pendidikan Profesi Guru (PPG) tahun 2024. Klarifikasi tersebut disampaikan Penanggungjawab Bidang Keuangan PPG yang juga merupakan Wakil Dekan II FTK UIN Bandung Dr. Hariman Surya Siregar,M.A menanggapi berita sebelumnya yang menyebut […]

  • Dr H Usep Dedi Rustandi, MA: Silakan Tanya, Siapa yang Memotong Uang Serdos!

    Dr H Usep Dedi Rustandi, MA: Silakan Tanya, Siapa yang Memotong Uang Serdos!

    • calendar_month Jum, 24 Feb 2023
    • account_circle Tim Redaksi
    • 0Komentar

    BANDUNG, kanal31.com- Kabar tentang pemotongan uang sertifikasi dosen (Serdos) Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Swasta (PTKIS) membuat Sekretaris Koordinatorat Perguran Tinggi Keagamaan Islam Swasta (Kopertais) Wilayah II Jawa Barat Dr H Usep Dedi Rustandi, MA angkat bicara. Dan, Dr Usep membantah kabar adanya pemotongan uang serdos, saat dikonfirmasi di ruang kerjanya di Jl Soekarno-Hatta Bandung, Kamis, […]

  • Tingkatkan Kualitas, Prodi Akuntansi Syariah UIN Bandung Benchmarking ke UIN Yogyakarta

    Tingkatkan Kualitas, Prodi Akuntansi Syariah UIN Bandung Benchmarking ke UIN Yogyakarta

    • calendar_month Rab, 22 Mei 2024
    • account_circle Tim Redaksi
    • 0Komentar

    KANAL31.COM — Program studi Akuntansi Syariah Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) UIN Sunan Gunung Djati Bandung melakukan benchmarking ke UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, Rabu (15/5/2024). Ketua Prodi Akuntansi Syariah, Mia Lasmi Wardiyah, S.P., M.Ag., CPRM, didampingi sekretaris Fithri Dzikrayah, S. E., M. E. Sy., menjelaskan benchmarking ini untuk meningkatkan kualitas dan kinerja program studi […]

  • Prof Dadang Kahmad: Bangsa Indonesia Saat Ini Sedang Tidak Baik-baik Saja

    Prof Dadang Kahmad: Bangsa Indonesia Saat Ini Sedang Tidak Baik-baik Saja

    • calendar_month Sab, 20 Agu 2022
    • account_circle Admin Kanal31
    • 0Komentar

    KANAl31.COM Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah Prof Dr H Dadang Kahmad MSi mengatakan bahwa bangsa Indonesia saat ini sedang tidak baik-baik saja. Sebagai negara demokrasi, tutur Prof Dadang Kahmad, bangsa Indonesia sejatinya harus bisa menata semua aspek regulasi dan hal yang terkait lainnya. Hal tersebut Prof Dadang Kahmad sampaikan saat memberikan pengantar pada program “Dialektika TvMu” […]

expand_less