Senin, 27 Apr 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » NETIZEN » Indonesian, Amerika dan Psikologi Supremasi Iran

Indonesian, Amerika dan Psikologi Supremasi Iran

  • account_circle Moeflich Hasbullah, Dosen UIN Bandung
  • calendar_month Sab, 7 Mar 2026
  • comment 0 komentar

BANDUNG Kanal31.com

Tahun 1980-an, Indonesia sedang dalam butuh-butuhnya bantuan asing (IMF, IGGI) dengan Open Door Policy-nya Soeharto yang membuat ketergantungan pada Barat hingga kini dan membuat Indonesia tak punya kemandirian dan harga diri dalam soal ekonomi pembangunan. Paradigmanya yang diwariskan Soeharto adalah hutang.

 

Pada tahun yang sama, presiden Iran, Ali Khamenei sedang menegaskan musuh utamanya adalah Amerika. Ia menyebut Amerika sebagai musuh nomor satunya dalam video ini tanpa jeda, kalem dan penuh keyakinan.

 

Di era Soekarno, Indonesia juga pernah memusuhi Amerika dan Inggris dengan slogannya: “Inggris kita linggis, Amerika kita setrika!” Tapi, berbeda dengan Iran, Indonesia tak punya modal kuat untuk istiqamah memusuhi Amerika. Soekarno sendiri jatuh atas keterlibatan intelijen CIA dan gunung emas di Papua diambil dan dikuasai PT Freeport hingga kini. Soekarno melawan kolonialisme dan imperialisme, Soeharto malah mengundangnya dengan takluk dibawah IMF dan IGGI agar hutangnya lancar. Bahasa Jokowinya: “Pliiiss inpest in may kantrii …”

 

Sejarah Indonesia dengan sejarah Iran memang berbeda. Peradaban Melayu bukan peradaban hegemoni politik dan bangsanya bukan bangsa ekspansif. Sebabnya, kesuburan alam. Bangsa-bangsa yang alamnya subur memang umumnya tak ekspansif. Sederhananya, “lha negeri kami sudah subur, tinggal banyak bersyukur, ngapain nyari musuh dengan banyak tempur.”

 

Ini berbeda dengan negara-negara padang pasir yang panas. Mereka membangun imperium politik dan menjadi bangsa-bangsa besar oleh konflik dan perang. Ekspresi Khamenei di video ini menyiratkan, di Iran memusuhi Amerika adalah semacam ideologi lama ditanamkan. Reza Pahlevi, Presiden Iran boneka AS pun digulingkan karena telah membawa dan menjatuhkan Iran pada kepentingan Amerika. Imam Khomeini menyebut AS sebagai “big satan” (setan besar). Dan penyebutan setan besar ini, bagi Iran bukan hanya pernyataan kosong tapi mampu melawannya dengan kemandirian ekonominya. Sejak Pahlevi digulingkan dan Republik Islam Iran diproklamirkan, kepentingan dan hegemoni politik AS ditendang keluar Iran oleh para Mullah.

 

Disini tampak terlihat sejarah Iran sebagai bangsa yang besar mewarisi kebesaran imperium Persia, saat bangsa Amerika belum ada. Saat itu, kolonial Inggris masih sedang menggusur penduduk asli Indian di benua Amerika yang kemudian menjadi sebuah negara baru. Jadi, di mata sejarah kebesaran Iran, Amerika Serikat adalah bangsa “anak kemarin sore” yang negaranya adalah hasil pengusiran penduduk asli Indian.

Karena itulah, Iran tak pernah takut dengan Amerika hingga kini. Di embargo ekonomi 47 tahun malah menjadi blessing in disguise alias keberkahan tersendiri karena Iran justru membangun ekonominya secara bebas tanpa pantauan kepentingan Barat dan kendali ekonomi Amerika.

Dalam ketertutupan ekonomi itulah, Iran justru menjadi raksasa yang memproduksi ribuan rudal-rudal balistiknya (bahkan nuklir) yang aman untuk perang dengan AS selama 5 tahunan.***

Moeflich Hasbullah Dosen Fakultas Adab dan Humaniora UIN Sunan Gunung Djati Bandung 

  • Penulis: Moeflich Hasbullah, Dosen UIN Bandung

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Rakor Baznas Kaltim: Waryono Pamerkan Praktik Baik Program Kampung Zakat

    Rakor Baznas Kaltim: Waryono Pamerkan Praktik Baik Program Kampung Zakat

    • calendar_month Rab, 23 Okt 2024
    • account_circle Tim Redaksi
    • 0Komentar

    KANAL31.COM (Kalimantan) — Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) provinsi dan kabupaten/kota di Kalimantan Timur menggelar rapat koordinasi terkait pemberdayaan zakat di daerah. Direktur Pemberdayaan Zakat dan Wakaf Kementerian Agama Waryono Abdul Ghafur, bercerita bahwa program Kampung Zakat bisa menjadi contoh baik dalam penyaluran zakat yang tepat sasaran. Rakor ini dihadiri 50 perwakilan BAZNAS Provinsi dan […]

  • Mengajarkan Sabar lewat Coca Cola dan Mentos

    Mengajarkan Sabar lewat Coca Cola dan Mentos

    • calendar_month Rab, 12 Feb 2025
    • account_circle Tim Redaksi
    • 0Komentar

    GARUT KANAL31.COM — Tahun ajaran baru sudah memasuki bulan kedua. Gesekan pertemanan mulai terasa. Meski sudah dibekali materi anti bully, tapi bibit-bibitnya masih ditemui. Sesuatu yang wajar, tak mudah mengubah budaya yg sudah terbentuk dan terbawa dari pengalaman sebelumnya. Di akhir pekan seperti biasa saya menyampaikan tausiah bada magrib. Saya meminta dua orang santri untuk […]

  • Sosiolog UGM: Citayam Fashion Week, Representasi Kaum Muda Menengah ke Bawah

    Sosiolog UGM: Citayam Fashion Week, Representasi Kaum Muda Menengah ke Bawah

    • calendar_month Sel, 26 Jul 2022
    • account_circle Admin Kanal31
    • 0Komentar

    SPI-YOGYAKARTA Belakangan ini muncul komunitas anak muda yang berasal dari Depok, Citayam dan Bojong Gede membanjiri jalanan di kawasan bisnis dan perkantoran di jalan Sudirman, Jakarta. Mereka memunculkan fenomena baru disana, sebagai area publik untuk unjuk ekspresi. Lalu, muncullah ide kegiatan Citayam Fashion Week yang dikenal luas oleh masyarakat. Sebagai bagian dari kegiatan fashion jalanan, […]

  • Selamat! Mendagri Lantik Halilul Khairi sebagai Rektor IPDN

    Selamat! Mendagri Lantik Halilul Khairi sebagai Rektor IPDN

    • calendar_month Sen, 26 Mei 2025
    • account_circle Tim Redaksi
    • 0Komentar

    JAKARTA kanal31.com –Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian resmi melantik Halilul Khairi sebagai Rektor Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) di Ruang Sidang Utama (RSU), Kantor Pusat Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), Jakarta, Senin. (26/5/2025). Tito mengatakan penunjukan ini telah melewati tahapan penjaringan dan uji kelayakan secara menyeluruh. Halilul, bersama tiga kandidat kuat lainnya, juga telah […]

  • Senyum Jemaah Jadi Sasaran, Inspektorat Kemenag Awasi Layanan Haji 2025

    Senyum Jemaah Jadi Sasaran, Inspektorat Kemenag Awasi Layanan Haji 2025

    • calendar_month Ming, 18 Mei 2025
    • account_circle Jun
    • 0Komentar

    JAKARTA kanal31.com — Kementerian Agama terus memperkuat layanan ibadah haji Indonesia dengan pengawasan intensif dari tahap persiapan di Tanah Air hingga pelaksanaan di Arab Saudi. Hingga Jumat (16/5/2025) pagi, tercatat 99.354 jemaah reguler telah tiba di Arab Saudi, setara 48,57 persen dari total kuota jemaah haji reguler 2025. “Pengawasan ini untuk memastikan jemaah tersenyum di awal, […]

  • 5 Artikel Ilmiah Mahasiswa UIN Bandung yang Juarai Lomba Menulis PB INSPIRA

    5 Artikel Ilmiah Mahasiswa UIN Bandung yang Juarai Lomba Menulis PB INSPIRA

    • calendar_month Sel, 17 Mei 2022
    • account_circle Admin Kanal31
    • 0Komentar

    SPI-BANDUNG Galbani Fadhilah, mahasiswa Jurusan Studi Agama-Agama (SAA) Fakultas Ushuluddin Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Gunung Djati Bandung terpilih sebagai Juara I Lomba Menulis Karya Ilmiah dalam rangka memperingati Hari Buku Sedunia. Acara diselenggarakan melalui daring oleh PB INSPIRA Pengurus Besar Inisiator Perjuangan Ide Rakyat tanggal 23 April 2022. Galbani, mahasiswa SAA semester 6 menulis […]

expand_less