BUKA PELUANG DEPAK BJBS, LIRIK BSI
- account_circle Tim Redaksi
- calendar_month 11 jam yang lalu
- comment 0 komentar

UIN Bandung Incar Kompensasi Lebih Menguntungkan?
BANDUNG, kanal31.com – Layanan Bank Jabar Syariah (BJBS) terhadap nasabah yang terdiri atas karyawan dan dosen Universitas Islam Negeri Sunan (UIN) Sunan Gunung Djati Bandung masih terkendala. Sudah lebih dari satu bulan, nasabah BJBS tidak bisa melakukan transaksi secara online melalui Mobile Banking, mengambil uang tunai di gerai Anjungan Tunai Mandiri (ATM) bersama.
“Hanya bisa transaksi secara manual, atau ATM khusus BJBS. Tranfer ke bank lain juga harus manual melalui teller, itu pun hasilnya baru satu hari kemudian sampai di rekening yang dituju. Ini sudah terjadi lebih satu bulan, gak tahu penyebabnya,” ujar salah seorang dosen yang saat antre di mesin ATM khusus BJBS di UIN Bandung.
Dari pantauan kanal31.com, BJBS sendiri telah mendirikan tenan khusus di kampus 1 dan 2 UIN Bandung di Jl.AH Nasution dan Jl. Seokarno-Hatta guna melayani karyawan dan dosen yang akan mencairkan uang. Namun jumlah pengambilan sangat dibatasi hanya lima juta rupiah.
Terkait hal itu, Retor UIN Bandung Prof. Rosihon Anwar, M.Ag melalui Wakil Rektor 2 Prof. Tedi Priatna, M.Ag mengatakan bahwa pihaknya sudah mengambil langkah tegas, dengan memberi ulitmatum ke pihak BJBS. “Hasil rapim sudah disebar melalui WA-grup dosen dan karyawan. Salah satu pointnya, jika sampai tanggal 10 Mei layanan masih seperti ini, kita pertimbangkan kemungkinan untuk beralih ke bank lain,” ujar Tedi dikonfirmasi Selasa, (9/6/2026).
Lebihi lanjut Tedi menegaskan kemungkinan sistem penggajian karyawan dan dosen dipindahan ke bank lain masih dipertimbangkan. “Belum juga… kan masih terikat perjanjian kontrak, gak bisa tetiba pindah sebelum clear… jgn smp terjadi class action dari mereka atau dr nasbah juga,” tegasnya.
Kendati begitu, sejumlah Karyawan dan Dosen di Kampus Negeri itu menunjukan telah menerima imbauan atau surat edaran yang menginstruksikan untuk membuka rekening di Bank Syariah Indonesia.
“Assalamualiakum Wr.Wb, bapak/Ibu untuk pegawai berstatus BLU, PPPK dan Kontrak ada informasi dari bagian keuangan sebagai berikut :
Bagi yang Belum mempunyai rekening BSI (Bank Syariah Indonesia), silakan membuat pengajuan Pembukaan rekening BSI pada link berikut : https://forms.gle/Vq8sAzXyW5Efcnnp7
Bagi yang Sudah mempunyai Nomor Rekening BSI (Bank Syariah Indonesia), silakan untuk mengisi pemutakhiran data Rekening Pada Link Berikut : https://forms.gle/HSGbgcbo1yLm9SSR9
untuk Batas Waktu Pengisian Sampai dengan Tanggal 09 Juni 2026. Terimakasih”
Terkait hal ini, Tedi mengatakan pihaknya baru akan menggelar rapim pada Rabu, 11 Juni mendatang. “Mungkin mengantisipasi saja…Belum….rencana tgl 11 mau ada rapim dulu… alternatif solusi sedang disiapkan,” katanya seraya menambahkan bahwa kontrak kerjasama UIN Bandung dengan BJBS masih satu tahun lagi yakni baru akan berakhir di tahun 2027.
Sebagai tambahan, UIN Bandung mengikat kontrak dengan BJBS sejak tahun 201 saat Prof. Mahmud, dilantik menjadi Rektor UIN Bandung. Dari kerjasama tersebut UIN Bandung mendapat kompensasi berupa 3 unit mobil masing-masing 1 unit mobil Alfhard, 1 unit Alfhard Velfire, dan 1 unit mobil jenis sedan merek Camry. Kala itu di berbagai forum dosen dan karyawan Mahmud secara berulang mengatakan bahwa BJBS itu seksi.
Ditanya terkait jika pindah ke BSI kompensasi apa yang akan diperoleh UIN ? Teddy menjawab singkat. “Ya termasuk hal demikian harus jelas juga.. biar menguntungkan juga. Tidak untuk target kompensasi, lebih untuk kemudahan layanan bagi dosen karyawan UIN pak,” pungkasnya.
- Penulis: Tim Redaksi

Saat ini belum ada komentar