Wujudkan Smart Accounting, Prodi Akuntansi Syariah Gelar Workshop Accurate
- account_circle Tim Redaksi
- calendar_month 6 jam yang lalu
- comment 0 komentar

Oplus_131072
BANDUNG, kanal31.com — Program Studi Akuntansi Syariah Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) UIN Sunan Gunung Djati Bandung terus berkomitmen meningkatkan kompetensi digital mahasiswa dalam menghadapi perkembangan teknologi di bidang akuntansi. Komitmen ini diwujudkan dalam penyelenggaraan Workshop Accurate bertema “Smart Accounting: Mengoptimalkan Efisiensi Kerja Akuntan Melalui Accurate” yang digelar di Aula FEBI Kampus II, Rabu (10/6/2026).
Saat membuka kegiatan, Wakil Dekan II FEBI, Dr. Muhammad Zaky, M.Si., mengapresiasi terselenggaranya workshop ini sebagai langkah strategis dalam membekali mahasiswa dengan kompetensi yang relevan dengan kebutuhan dunia kerja.
Menurutnya, perkembangan teknologi digital telah membawa perubahan signifikan dalam praktik akuntansi sehingga mahasiswa perlu memiliki kemampuan mengoperasikan berbagai perangkat lunak akuntansi sebagai bekal memasuki dunia profesional.
“Penguasaan teknologi menjadi kebutuhan yang tidak dapat dihindari. Karena itu, kegiatan seperti ini sangat penting untuk memperkuat kesiapan mahasiswa menghadapi tantangan dunia kerja yang semakin kompetitif dan terdigitalisasi,” tegasnya.
Dalam laporannya, Ketua Program Studi Akuntansi Syariah, Mia Lasmi Wardiyah, S.P., M.Ag., CPRM., C.PS., C.MC., didampingi Sekretaris Program Studi Fithri Dzikrayah, S.E., M.E., menyampaikan rasa syukur dan bangga atas terselenggaranya Workshop Accurate Accounting Software yang diikuti mahasiswa Akuntansi Syariah. “Alhamdulillah kita bisa berkumpul hari ini dalam kegiatan Workshop Accurate Accounting Software. Kegiatan ini menjadi salah satu ikhtiar Prodi Akuntansi Syariah untuk membekali mahasiswa dengan kompetensi yang dibutuhkan di era digital,” tuturnya.
Mia menegaskan bahwa mahasiswa akuntansi tidak cukup hanya menguasai teori yang diperoleh di ruang kelas, tetapi harus memiliki keterampilan teknis dalam mengoperasikan perangkat lunak akuntansi yang digunakan oleh dunia usaha dan dunia industri.
“Mahasiswa akuntansi wajib paham teori, tetapi keterampilan menggunakan perangkat lunak seperti Accurate inilah yang dapat menjadi nilai tambah dan membedakan kalian di dunia kerja. Hari ini kita akan belajar langsung dari para praktisi dan ahlinya,” ujar Mia.
Dengan mengajak seluruh peserta untuk memanfaatkan kesempatan tersebut secara optimal dengan aktif mengikuti sesi praktik dan diskusi bersama narasumber. “Manfaatkan sesi ini sebaik-baiknya. Praktik, bertanya, dan jangan takut untuk salah karena dari proses itulah pembelajaran terjadi. Selamat belajar, semoga ilmu yang diperoleh bermanfaat dan membawa keberkahan bagi kita semua,” pesannya.
Workshop menghadirkan dua narasumber, yakni Chefi Abdul Latif, S.Akun., CFTR., CAP., CMM., CFAP., CTAS., CIC. dan Ismi Sekar Setiawati dari Piranha. Pada sesi pertama, Chefi Abdul Latif membagikan pengalaman dan wawasan mengenai pentingnya penguasaan aplikasi Accurate dalam dunia kerja. Menurutnya, kemampuan mengoperasikan perangkat lunak akuntansi menjadi salah satu kompetensi yang banyak dibutuhkan perusahaan untuk mendukung efektivitas pengelolaan keuangan serta penyusunan laporan yang akurat dan tepat waktu.
Sementara itu, pada sesi kedua, Ismi Sekar Setiawati memandu peserta dalam praktikum penggunaan Accurate secara langsung. Mahasiswa diperkenalkan pada berbagai fitur utama aplikasi, mulai dari pengelolaan data perusahaan, pencatatan transaksi, hingga penyusunan laporan keuangan secara terintegrasi. “Melalui sesi praktik tersebut, peserta memperoleh pengalaman aplikatif yang dapat menjadi bekal dalam menghadapi tuntutan dunia kerja yang semakin mengandalkan teknologi digital,” paparnya.
Workshop ini menjadi bagian dari upaya Prodi Akuntansi Syariah FEBI UIN Sunan Gunung Djati Bandung dalam menghasilkan lulusan yang tidak hanya unggul dalam bidang akuntansi syariah, tetapi berusaha adaptif terhadap perkembangan teknologi serta siap bersaing di dunia profesional.
- Penulis: Tim Redaksi
- Sumber: Rilis UIN Bandung

Saat ini belum ada komentar