Breaking News:
Beranda » NETIZEN » Dua UIN yang Bermasalah

Dua UIN yang Bermasalah

  • account_circle Mamang M Haerudin (Aa), Pesantren Tahfidz Al-Qur'an Al-Insaaniyyah
  • calendar_month 13 jam yang lalu
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

CIREBON kanal31.com — UIN Sunan Ampel Surabaya dan UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon, dua UIN yang belakangan sedang dirundung masalah. UIN Surabaya tengah diterpa kasus pemilihan Rektor yang dinilai janggal prosedur dan sejumlah dugaan kasus yang selama ini dilakukan oleh Rektor petahana yang kembali terpilih. Akibat kasus ini, aktivitas kampus dikabarkan lumpuh, para mahasiswa menggugat Rektor terpilih untuk diganti.

 

Sementara UIN Cirebon tidak kalah menegangkan, tengah dilanda kasus-kasus berikut dugaan kasus oknum dosen yang memoroti mahasiswa, sistem Ma’had yang diduga menyimpan banyak masalah, kejanggalan dana Hasimaru, belum digantinya biaya keikutsertaan mahasiswa yang mengikuti lomba dan dugaan kasus-kasus lainnya, yang banyak dibongkar oleh akun-akun misterius di media sosial Instagram.

 

Terkait masalah yang dialami dua kampus UIN tersebut, ini menunjukkan betapa lemahnya sistem pendidikan yang berjalan. Para pejabat kampus terlalu sibuk sendiri-sendiri, sehingga terlihat seperti tidak mempunyai sistem untuk menyerap keluhan dan masalah yang terjadi. Tentu saja masalah-masalah serupa bisa terjadi di kampus mana pun, dua UIN ini begitu tersorot karena mungkin terlalu lama dibiarkan sampai lambat penyelesaian.

 

Kasus janggalnya pemilihan Rektor UIN Surabaya bukan perkara baru. Budaya birokrasi kampus-kampus Islam ini justru tidak mencerminkan nilai-nilai islami. Pemilihan Rektor justru dipilih secara sepihak oleh Kementerian Agama bukan oleh civitas kampus. Padahal mestinya Rektor itu dipilih oleh sekurang-kurangnya perwakilan unsur dosen dan mahasiswa. Dipilih secara demokratis atas kredibilitas dan pengalaman sosok dosen yang mumpuni bukan atas dasar kedekatan dengan Kementerian Agama atau sentimen organisasi ekstra kampus seperti PMII, HMI dan lainnya.

 

Kasus yang terjadi di UIN Surabaya mengingatkan saya pada kasus terdahulu penolakan Rektor terpilih IAIN Cirebon (sekarang UIN SSC). Pemilihan Rektor yang memang tidak transparan dan cenderung politis. Apalagi kalau ingat berbagai kasus-kasus korupsi yang secara beruntun banyak menjerat para pejabat kampus sampai berakhir di jeruji besi. Sehingga patut disayangkan memang, rebutan jabatan di kampus UIN ini begitu kentara.

 

Demikian kasus-kasus yang terjadi di UIN Cirebon belakangan ini. Selain penanganannya sangat lamban, kasus-kasus pun menguap dan banyak terendus media-media mainstream. Alih-alih menyelesaikannya secara terbuka, pihak kampus malah cenderung tertutup. Bagaimana mungkin kampus-kampus Islam yang isinya para cendekiawan dan ilmuwan itu justru tidak mencerminkan nilai-nilai kecendekiawanan dan keilmuwannya. Oleh karena itu, saya mengapresiasi upaya pembongkaran kasus-kasus ini oleh para mahasiswa dengan memanfaatkan media sosial.

 

Kementerian Agama sebagai Kementerian yang membawahi kampus-kampus Islam memang dikenal sebagai institusi Negara yang tidak beres dan korup. Menteri-menteri dikenal sering kali melakukan blunder dan kebijakan-kebijakan yang aneh. Telah banyak para mantan Menteri Agama yang terjerat kasus-kasus korupsi, sementara Menteri Agama yang sekarang masih menjabat juga berkecenderungan formalistik dengan kebanggaan semunya yakni kurikulum berbasis cinta. Kurikulum yang sampai sekarang justru mencoreng nilai-nilai cinta dan Islam itu sendiri.

 

Saya khawatir, kalau kasus-kasus yang menimpa dua UIN ini tidak segera diatasi, kasus-kasus serupa akan menimpa UIN/IAIN lainnya di seluruh Indonesia. Alangkah baiknya apabila UIN/IAIN bisa lebih serius membangun transformasi pendidikan Islam agar bisa lebih kontekstual dengan segala masalah-masalah yang dihadapi masyarakat. Berbagai riset dosen dan perkuliahan mahasiswa mestinya lebih banyak diarahkan pada upaya transformasi ke lapangan, ke Desa-desa agar ruh pendidikan Islam betul-betul terasa dampaknya secara konkret. Wallahu a’lam

 

Mamang M Haerudin (Aa), Pesantren Tahfidz Al-Qur’an Al-Insaaniyyah, 23 September 2026, 07.10 WIB

  • Penulis: Mamang M Haerudin (Aa), Pesantren Tahfidz Al-Qur'an Al-Insaaniyyah

Rekomendasi Untuk Anda

  • Antara Anak yang “Sukses” dengan Orang Tua yang Terabaikan

    Antara Anak yang “Sukses” dengan Orang Tua yang Terabaikan

    • calendar_month Jumat, 27 Feb 2026
    • account_circle Moeflich Hasbullah, Dosen Fakultas Adab dan Humaniora UIN Bandung
    • 0Komentar

    BANDUNG kanal31.com — Anak yang “gagal” di keluarga dan “tidak menjadi apa-apa,” ada di rumah mengurus orang tuanya sampai tua, seringkali lebih bermakna dan terasa manfaatnya ketimbang anak-anak yang “sukses” di kota-kota besar, jabatannya tinggi dan mentereng, jadi ini itu, tapi sulit pulang dan tak ada waktu sering menengok orang tuanya yang sudah report apalagi sakit-sakitan. […]

  • Lalin Polisi, Lain Jaksa, Lain Pula Dua Pengacara di Kasus Febrie

    Lalin Polisi, Lain Jaksa, Lain Pula Dua Pengacara di Kasus Febrie

    • calendar_month Minggu, 19 Jul 2026
    • account_circle Rosadi Jamani, Ketua Satupena Kalbar
    • 0Komentar

    KALBAR, kanal31.com — Tadi siang saya bikin quote, kalau ente merasa telur ayam naik, bertelur sendiri. Warga Koptagul mendidih. Sekarang quote baru, “Kalau merasa hukum tak bisa lagi adil, bikin hukum sendiri.” Quote ngaco jangan disitasi ya!   Kalau Piala Dunia nanti pukul 04.00 pagi mempertemukan Prancis melawan Inggris untuk berebut posisi ketiga, hukum Indonesia […]

  • Top! Mahasiswa UIN Bandung Sabet 2 Penghargaan Pasanggiri Mojang Jajaka Kabupaten Garut Tahun 2023 

    Top! Mahasiswa UIN Bandung Sabet 2 Penghargaan Pasanggiri Mojang Jajaka Kabupaten Garut Tahun 2023 

    • calendar_month Jumat, 1 Des 2023
    • account_circle Tim Redaksi
    • 0Komentar

    KANAL31.COM – (Bandung) Dede Restu, Mahasiswa Jurusan Komunikasi dan Penyiaran Islam UIN Sunan Gunung Djati, Bandung berhasil meraih 2 piala bergengsi dalam perhelatan Pasanggiri Mojang Jajaka Kabupaten Garut 2023 yang digelar di Hotel Harmoni, Cipanas, Garut, Kamis (23/11/2023). Ia menyabet juara kategori Best Enterpreneur dan Jajaka Kameumeut. Restu mengungkapkan bahwa perjuangan dan kerja kerasnya selama […]

  • Puan Maharani: Semoga Danantara Bisa Gerakkan Ekonomi Nasional

    Puan Maharani: Semoga Danantara Bisa Gerakkan Ekonomi Nasional

    • calendar_month Senin, 24 Feb 2025
    • account_circle Tim Redaksi
    • 0Komentar

    JAKARTA kanal31.com –Ketua DPR RI Puan Maharani menghadiri peluncuran Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara). Peluncuran Danantara digelar di Istana Kepresidenan Jakarta, Senin (24/2/2025). “Selamat atas peluncuran Danantara yang dilakukan Pemerintah. Semoga bisa menggerakkan perekonomian nasional,” kata Puan. Peluncuran Danantara ini ditandai dengan dikeluarkannya aturan baru oleh Presiden Prabowo Subianto. Danantara menjadi badan pengelola […]

  • Rektor UIN SGD 2023-2027 Lebih Baik Di-dropping Pusat?

    Rektor UIN SGD 2023-2027 Lebih Baik Di-dropping Pusat?

    • calendar_month Minggu, 25 Des 2022
    • account_circle Tim Redaksi
    • 0Komentar

    BANDUNG, kanal31.com– 2023 adalah tahun pergantian rektor UIN Sunan Gunung Djati Bandung. Apakah rektor pengganti Prof Mahmud itu sebagai representasi dari masyarakat akademis, atau wakil dari elite ormas/golongan, atau calon dropingan dari pusat? Di Kampus UIN Sunan Gunung Djati Bandung sering terdengar ungkapan bahwa calon rektor si A sudah mengantongi rekomendasi ormas terbesar; si B […]

  • Video Menembus Batas

    Video Menembus Batas

    • calendar_month Rabu, 17 Agt 2022
    • account_circle Admin Kanal31
    • 0Komentar

    KANAL31- Kisah Mahasiswa Inspiratif pada Wisuda ke-82 UIN Sunan Gunung Djati Bandung Keluarga adalah harta paling berharga yang tiada bandingannya. Tempat paling menenangkan di tengah riuhnya dunia, tempat terbaik untuk berkeluh kesah saat lelah mendera. Ya, begitulah harapan setiap insan. Tapi tidak bagi Amanah, mahasiswa Jurusan Psikologi UIN Sunan Gunung Djati Bandung yang berasal dari […]

expand_less