Breaking News:
Beranda » NETIZEN » Gelombang Sekolah Menolak MBG Mulai Terjadi

Gelombang Sekolah Menolak MBG Mulai Terjadi

  • account_circle Rosadi Jamani, Ketua Satupena Kalbar
  • calendar_month Minggu, 27 Sep 2026
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

KALBAR, kanal31.com — Cerita keracunan MBG banyak orang mulai jenuh. Paling gitu-gitu aja, tak ada tersangkanya, percuma. Kali ini ceritanya agak beda. Terjadi gelombang penolakan MBG oleh sekolah. Di Lampung, 51 sekolah dan pondok pesantren sudah terkonfirmasi memilih berkata, “Terima kasih, kami masak sendiri.” Simak narasinya sambil seruput Koptagul, wak!

 

Di Lampung, dari 108 sekolah dan pondok pesantren yang masuk pendataan, 51 sudah terkonfirmasi menolak MBG. Mayoritas sekolah elite dan pesantren itu memang sejak awal sudah punya dapur sendiri. Rinciannya: 6 PAUD, 7 TK, 8 SD, 9 SMP, 10 SMA/SMK, dan 11 pondok pesantren. Sisanya masih diverifikasi BGN.

 

Kepala Satgas MBG Lampung, Saipul mengatakan, ada sekolah sejak awal tidak menerima. Ada pula sebelumnya menerima lalu berhenti. Kalau penerima mundur, kuota bisa dialihkan atau produksi SPPG dikurangi. Urusan nasi pun sekarang sudah mengenal istilah realokasi kuota. Demokrasi ternyata bukan cuma soal suara, nasi juga ikut voting.

 

BGN sendiri membuka ruang bagi sekolah negeri untuk menolak, asalkan warga sekolah dan wali murid sepakat. Tidak boleh model, “Kepala sekolah mau, guru ragu, murid lapar, orang tua bingung.” Harus kolektif.

 

Nah, angka keracunan membuat cerita ini semakin absurd. Data surveilans Kementerian Kesehatan per 2 September 2026 mencatat 560 kejadian, dengan 50.059 orang terdampak, tersebar di 36 provinsi dan 245 kabupaten/kota.

 

Sejak Sudaryono menjabat Kepala BGN pada 22 Juli 2026, tercatat 5.482 korban dari 71 kejadian yang melibatkan 62 SPPG. Bahkan 38 SPPG ditutup sementara, dan BGN menyebut lebih dari 80 persen penyebabnya berkaitan dengan pelanggaran SOP.

 

Di Batang, korban disebut mencapai 589 orang. Lampung Tengah 33 siswa. Tulungagung 198 siswa dan guru. Ini sudah bukan sekadar statistik. Kalau terus begini, buku menu MBG nanti perlu tambahan kolom: kalori, protein, vitamin, dan kemungkinan masuk UKS.

 

Menariknya, pada 23 September 2026, BGN justru sedang belajar dari Jepang. Sudaryono bersama BGN mempelajari tata kelola makan sekolah Jepang melalui JICA, termasuk pelaksanaan, pengawasan, peran sekolah, guru, kepala sekolah, siswa, orang tua, serta distribusi makanan.

 

Yang menarik perhatian adalah model Central Kitchen. Makanan dibuat di dapur terpusat lalu dikirim ke sekolah. Jepang sendiri memakai kombinasi dapur sekolah dan Central Kitchen. Sudaryono menegaskan pengalaman Jepang akan dijadikan referensi dan disesuaikan dengan kondisi Indonesia, bukan disalin mentah-mentah.

 

Bagus. Belajar dari Jepang boleh. Tetapi jangan cuma belajar dapurnya. Belajar juga bagaimana keamanan pangan, pengawasan dan distribusinya bekerja. Jangan sampai yang diimpor Central Kitchen, tetapi tertinggal di bandara adalah Central Quality Control.

 

Perlu diketahui juga, anggaran MBG selama ini diam-diam menyusup ke anggaran pendidikan. MK sudah memutuskan, mulai 2028 praktik “nyolong” anggaran pendidikan ini tidak boleh lagi. Artinya, dua tahun lagi program ini harus berdiri di kaki sendiri tanpa lagi mencopet jatah buku, gedung, dan gaji guru. Sebuah pengumuman terdengar seperti “mulai sekarang bayar sendiri ya, jangan lagi ambil dari tabungan anak”.

 

So, 51 sekolah Lampung itu sebenarnya sedang mengirim pesan sederhana. “Kami tetap mau anak-anak makan bergizi. Tapi dapur kami sudah ada, sistem kami sudah jalan, dan kami ingin tahu persis apa yang masuk ke piring.”

 

Gelombang penolakan ini mungkin masih kecil. Tapi di tengah data 50.059 orang, di tengah dapur terus disuspend, di tengah iklan terus diputar, dan di tengah kenyataan, anggaran pendidikan masih dijadikan ATM sementara sampai 2028, 51 sekolah itu seperti orang bilang pelan tapi jelas. “Kami sudah cukup dewasa untuk memilih sendiri apa yang masuk ke perut anak-anak kami, dan kami juga sudah cukup jengah melihat uang sekolah dipakai untuk eksperimen makan siang.”

 

Foto Ai hanya ilustrasi

 

 

 

  • Penulis: Rosadi Jamani, Ketua Satupena Kalbar

Rekomendasi Untuk Anda

  • Saatnya Menyelami Filosofi Seni Ala Maman Tocharman

    Saatnya Menyelami Filosofi Seni Ala Maman Tocharman

    • calendar_month Sabtu, 30 Nov 2024
    • account_circle Tim Redaksi
    • 0Komentar

    KANAL31.COM, BANDUNG — Pameran tunggal Irama Langit karya Maman Tocharman, seorang seniman kawakan asal Sumedang, digelar pada 20–30 November 2024 di Lobby Utama Lt. 1, Gedung FPSD UPI, Bandung. Pameran ini menampilkan karya seni berbahan kayu yang memadukan refleksi spiritual dan keindahan alam. Menghadirkan pengalaman estetis yang mendalam bagi para pengunjung. Dilansir dari laman Kota […]

  • Gerakan Mahasiswa Mengabdi Desa di Tanjungwangi, Cara Jitu PIAUD UIN Bandung Bangun Karakter dan Didik Anak Hebat

    Gerakan Mahasiswa Mengabdi Desa di Tanjungwangi, Cara Jitu PIAUD UIN Bandung Bangun Karakter dan Didik Anak Hebat

    • calendar_month Selasa, 5 Agt 2025
    • account_circle Tim Redaksi
    • 0Komentar

    BANDUNG kanal31.com — Semangat pengabdian kepada masyarakat terus digaungkan oleh mahasiswa jurusan Pendidikan Islam Anak Usia Dini (PIAUD) Fakultas Tarbiyah dan Keguruan (FTK) UIN Sunan Gunung Djati Bandung. Melalui program bertajuk Gerakan Mahasiswa Mengabdi Desa (GEMES), mereka hadir di Desa Tanjungwangi, Kecamatan Cicalengka, Kabupaten Bandung, untuk menyemai manfaat dan membangun kolaborasi bersama masyarakat. Kegiatan yang […]

  • Sambut Ramadan, Menag Ajak Umat Perkuat Empati dan Solidaritas Sosial 

    Sambut Ramadan, Menag Ajak Umat Perkuat Empati dan Solidaritas Sosial 

    • calendar_month Senin, 9 Feb 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • 0Komentar

    GOWA Kanal31.com — Menteri Agama (Menag), Nasaruddin Umar, menekankan peran penting penguatan aspek spiritual yang dibarengi dengan empati dan solidaritas sosial. Pesan ini disampaikan Menag saat memberikan tausiyah dalam Pengajian Akbar di Masjid UIN Alauddin Kampus 2, Gowa, Sulawesi Selatan. Menag menjelaskan bahwa Isra’ Mi’raj yang diperingati sebelum Ramadan merupakan “prolog” atau persiapan mental bagi […]

  • 5 Program Akselerasi Kota Bandung Menuju World Class City

    5 Program Akselerasi Kota Bandung Menuju World Class City

    • calendar_month Rabu, 4 Jan 2023
    • account_circle Tim Redaksi
    • 7Komentar

    KANAL31.COM Kota Bandung tengah bersiap untuk naik kelas menuju World Class City. Tak serta merta tanpa persiapan, Kota Bandung sudah menyiapkan beragam program untuk menunjang kenaikan kelas ini.   Dilansir dari laman Kota Bandung, inilah 5 program-program unggulan Kota Bandung untuk menuju World Class City. 1. Infrastruktur Digital IT  Melalui Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) […]

  • Peradaban Besar dan Tua, Dihina Negara Kemarin Sore 

    Peradaban Besar dan Tua, Dihina Negara Kemarin Sore 

    • calendar_month Minggu, 29 Mar 2026
    • account_circle Moeflich Hasbullah, Dosen UIN Bandung
    • 0Komentar

    BANDUNG kanal31.com — Iran itu peradaban besar sejak bernama Persia. Peradaban Persia mencakup serangkaian kekaisaran seperti Achaemenid, Parthia, dan Sassanid, berlangsung selama lebih dari 12 abad, dari sekitar tahun 550 SM hingga penaklukan oleh Islam pada pertengahan abad ke-7 M (651 M). Jika dihitung berdasarkan dinasti utama kuno hingga pengaruh budayanya, peradaban ini bertahan selama […]

  • Yuk Jadi Investor Muda yang Paham Keuangan Syariah!

    Yuk Jadi Investor Muda yang Paham Keuangan Syariah!

    • calendar_month Sabtu, 5 Jul 2025
    • account_circle Tim Redaksi
    • 0Komentar

    JAKARTA kanal31.com — Galeri Investasi Syariah (GIS) Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Gunung Djati Bandung kembali menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan literasi keuangan dan pasar modal syariah di kalangan mahasiswa. Melalui sinergi strategis bersama Tax Center FISIP dan Program Studi Administrasi Publik FISIP UIN Bandung, GIS menggelar kegiatan bertajuk “Capital Market Investor Goes to IDX Jakarta” […]

expand_less