Breaking News:
Beranda » NETIZEN » Pemimpin Sejati

Pemimpin Sejati

  • account_circle Tim Redaksi
  • calendar_month Jumat, 23 Mei 2025
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

PURWAKARTA kanal31.com —

Pemimpin sejati tidak perlu pengakuan, melainkan Solusi Ala Robert Rosenkranz

Di tengah dunia yang semakin haus akan pengakuan, sorotan media dan validasi publik, muncul pernyataan tajam dan mendalam dari Robert Rosenkranz, seorang tokoh stoik modern dan investor kawakan” Pemimpin sejati tidak mencari pengakuan, tetapi solusi” Ungkapan ini tidak hanya menggugah tetapi juga relevan di tengah krisis kepercayaan terhadap kepemimpinan di berbagai sektor baik bisnis, politik dan sosial.

Pernyataan ini seakan mengingatkan kita pada esensi dasar dari kepemimpinan bukan soal yang paling hebat tampil di media sosial atau di depan layar, melainkan hadir di belakang layar sebagai penyelesai masalah, pengarah visi dan penguat tim.

Dalam Bukunya yang berjudul ” The Stoic Capitalist: Advice for the Exceptionally Ambitious menjadi panduan penting bagi orang yang ingin sukses tanpa kehilangan kendali diri dan integritas moral. Menurutnya dalam media sosial saat ini dimana pemimpin lebih sibuk membangun citra daripada membangun fondasi yang kuat dan ini menjadi penyeimbang moral. Ia menekankan bahwa mencari pengakuan adalah jebakan ego yang bisa mengalihkan perhatian dari tugas utama seorang pemimpin.

Pemimpin besar baik dalam sejarah politik, militer dan bisnis, mereka yang mampu mengambil tanggung jawab besar tanpa perlu di umbar. Keheningan mereka bukan tanda kelemahan, melainkan bentuk kekuataan yang sadar dan terkendali

Di era digital banyak orang terjebak dalam ilusi bahwa nilai diri seorang ditentukan oleh jumlah” suka”komentar dan pengikut. Budaya seperti ini mengikis otonomi pribadi dan memperlemah kekuatan batin individu. Ketergantungan terhadap opini orang lain menjadikan hidup terasa seperti panggung sandiwara tanpa akhir, dimana seseorang terus menerus berusaha tampil baik menurut standar luar.

Muhammad Awod Faraz Bajri, Dosen STAI Al-Muhajirin Purwakarta.

  • Penulis: Tim Redaksi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Hore! Kemenag Buka Pendaftaran PTKIS Calon PTP Beasiswa ADIKTIS

    Hore! Kemenag Buka Pendaftaran PTKIS Calon PTP Beasiswa ADIKTIS

    • calendar_month Senin, 31 Okt 2022
    • account_circle Tim Redaksi
    • 0Komentar

    KANAL31.COM-Kementerian Agama RI membuka kesempatan bagi Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Swasta (PTKIS) sebagai calon Perguruan Tinggi Penyelenggara (PTP) Beasiswa Afirmasi Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam (ADIKTIS) Tahun Anggaran 2022. Ketentuan Persyaratan pendaftaran PTKIS sebagai calon PTP Beasiswa ADIKTIS disebutkan berdasarkan Keputusan Direktur Jenderal Pendidikan Islam Nomor 6738 Tahun 2021. Direktur Jenderal Pendidikan Islam, M. Ali Ramdhani […]

  • Ismail Fahmi: Perlu Strategi Jitu Dakwah MUI Hadapi 3 Narasi Pokok di Medsos

    Ismail Fahmi: Perlu Strategi Jitu Dakwah MUI Hadapi 3 Narasi Pokok di Medsos

    • calendar_month Jumat, 22 Apr 2022
    • account_circle Admin Kanal31
    • 0Komentar

    SPI-JAKARTA Majelis Ulama Indonesi (MUI) dinilai mempunyai potensi untuk menjembatani berbagai kubu yang berbeda kepentingan. Hal ini berangkat dari perlunya mewadahi keragaman ormas Islam di Indonesia agar tidak mudah dipecah-belah. MUI memiliki peran sebagai forum silaturahim yang menjembatani keragaman tersebut. “MUI itu sebetulnya tidak berada di posisi kanan atau kiri, tapi dia independen. Karenanya MUI […]

  • Pentingnya Komunikasi dan Konseling Berbasis AI bagi Penghulu

    Pentingnya Komunikasi dan Konseling Berbasis AI bagi Penghulu

    • calendar_month Rabu, 15 Jan 2025
    • account_circle Tim Redaksi
    • 0Komentar

    JAKARTA KANAL31.COM — Sebanyak 80 penghulu dari berbagai daerah mengikuti Pelatihan Komunikasi dan Konseling Berbasis AI TalentDNA. Pelatihan ini berlangsung pada 13–14 Januari 2025 di Menara 165, Jakarta Selatan. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kompetensi penghulu dalam komunikasi publik, konseling rumah tangga, serta pemahaman psikologis berbasis teknologi AI TalentDNA untuk menekan angka perceraian dan menciptakan keluarga yang […]

  • Najwa Shihab dan Andi F. Noya Hadir di Tengah Ribuan Maba 2022 UI

    Najwa Shihab dan Andi F. Noya Hadir di Tengah Ribuan Maba 2022 UI

    • calendar_month Senin, 15 Agt 2022
    • account_circle Admin Kanal31
    • 0Komentar

    KANAL31.COM Najwa Shihab, alumni Fakultas Hukum Universitas Indonesia, dengan mengenakan jaket kuning Universitas Indonesia (UI) mengatakan, “Selain belajar, haus dan terus dahaga terhadap ilmu, mahasiswa juga harus menjadi penjaga moral bangsa ini. Mahasiswa harus bisa bergerak dan gerakannya harus berdampak. Mahasiswa harus mau turun mendengarkan apa yang menjadi keseharian dan kegelisahan orang banyak.” Sebagai kakak […]

  • Wali Kota Larang Siswa Bawa HP ke Sekolah

    Wali Kota Larang Siswa Bawa HP ke Sekolah

    • calendar_month Jumat, 2 Mei 2025
    • account_circle Sungkawa Abdisunda
    • 0Komentar

    BANDUNG, kanal31.com– Pemerintah Kota Bandung menggulirkan berbagai kebijakan strategis di sektor pendidikan. Di antaranya, penguatan integritas, karakter, serta perlindungan terhadap anak didik di tengah tantangan zaman digital. Salah satu kebijakan penting adalah pelarangan membawa handphone (HP) ke sekolah bagi para siswa, mengikuti kebijakan serupa dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat, kata Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan. […]

  • Bom Waktu Amarah: Ketika Akal Sehat Terhimpit “Kegilaan” Elit

    Bom Waktu Amarah: Ketika Akal Sehat Terhimpit “Kegilaan” Elit

    • calendar_month Senin, 5 Jan 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • 0Komentar

    BANDUNG Kanal31.com — Mayoritas kita yang masih mencoba waras saat ini mungkin sepakat: bangsa ini sedang tidak baik-baik saja. Dari carut-marut penegakan hukum hingga gaya hidup mewah (hedonisme) para elit yang dipamerkan tanpa rasa malu di tengah bencana yang melanda pelosok negeri. Rasanya, harapan sedang berada di titik nadir. Kita seperti sedang mengantre, hanya tinggal menunggu […]

expand_less