Breaking News:
Beranda » REGIONAL » Model PKM “Sobat Seru” Ubah Orientasi Jadi Aksi Empati ala Mahasiswa UIN Bandung

Model PKM “Sobat Seru” Ubah Orientasi Jadi Aksi Empati ala Mahasiswa UIN Bandung

  • account_circle Tim Redaksi
  • calendar_month 2 jam yang lalu
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

BANDUNG, kanal31.com — Tawa riang belasan anak memecah suasana Minggu (4/10/2026) pagi di Panti Asuhan Mizan Amanah. Di tengah-tengah kerumunan itu, sekumpulan anak muda berjaket almamater duduk melingkar, berbaur tanpa sekat. Pemandangan serupa tersaji di Panti Asuhan Ar-Rifqi dan PP. Oase Al-Qur’an.

Anak-anak muda itu bukanlah dosen, relawan profesional, melainkan mahasiswa baru Program Studi Akuntansi Syariah (Aksyar) Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) UIN Sunan Gunung Djati Bandung yang tengah meredefinisi makna orientasi kampus.

Alih-alih mengurung diri dalam penatnya penugasan ospek di ruang kelas, Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) Akuntansi Syariah merombak tradisi Orientasi Jurusan (OSJUR) bertajuk INTERAKSI 2026 menjadi aksi nyata Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM). Mereka datang membawa misi hangat bernama “SOBAT SERU: Jaga Diri, Jaga Lisan, Jaga Teman”.

Ketua HMJ Akuntansi Syariah (Aksyar), Andri Suwendi, didampingi Ketua Pelaksana Salman Al-Farisi Okasah, Sekretaris Syauqa Bismi Alya, dan SC Umum Mohammad David Johari menjelaskan bahwa pembaruan sistem ini lahir dari kegelisahan untuk menciptakan mahasiswa yang tidak hanya tajam secara teoritis, tetapi harus memiliki kepekaan sosial.

“Ini merupakan tujuan dari HMJ Aksyar melakukan pembaruan sistem dari INTERAKSI 2026 yang fokus pada pengabdian kepada masyarakat. Mahasiswa baru diharapkan tidak hanya mengenal organisasi secara teoritis, tetapi juga memperoleh pengalaman langsung dalam berorganisasi, memimpin, serta memberikan kontribusi nyata,” ungkap Andri.

Tiga Pilar Sobat Seru: Membentengi Generasi dari Perundungan

Di lingkungan panti asuhan yang heterogen, di mana rentang usia anak-anak bervariasi dari usia dini hingga remaja, dinamika interaksi sosial sering kali memunculkan tantangan seperti kebiasaan mengejek atau bahasa yang kurang santun. Sadar akan potensi perundungan tersebut, konsep “Sobat Seru” dirancang sebagai perisai edukasi yang inklusif dan menyenangkan.

Edukasi ini bertumpu pada tiga pilar utama. Pertama, Jaga Diri, yang mengajarkan anak-anak untuk memahami batasan pribadi dan menjaga kesehatan fisik serta mental dari pengaruh negatif. Kedua, Jaga Lisan, pembiasaan untuk bertutur kata jujur, santun, dan menghindari perundungan verbal. Ketiga, Jaga Teman, yang menumbuhkan rasa empati dan kepedulian tanpa memandang usia demi terciptanya keluarga panti yang harmonis.

Bagi mahasiswa baru Aksyar, turun langsung mengajarkan etika ini adalah bentuk implementasi nilai-nilai dasar disiplin ilmu mereka: amanah (dapat dipercaya), siddiq (jujur), dan muraqabah (kesadaran diri).

Kolaborasi, Donasi, dan Apresiasi

Praktik kepanitiaan ini melatih mahasiswa baru secara komprehensif. Mereka dibagi menjadi beberapa tim kerja yang mengurus perencanaan, hingga penggalangan dana. Hasilnya pun tidak mengecewakan. Dari inisiatif gotong royong mahasiswa baru, terkumpul donasi sebesar Rp3.987.300 yang disalurkan langsung untuk mendukung kebutuhan 62 anak di ketiga lokasi panti asuhan tersebut.

Model orientasi berbasis pengabdian ini mendapat sambutan hangat dari pihak kampus. Ketua Prodi Akuntansi Syariah, Mia Lasmi Wardiyah, S.P., M.Ag., CPRM., yang turut didampingi Sekretaris Prodi Fithri Dzikrayah, S.E., M.E., memberikan apresiasi tinggi terhadap inovasi HMJ Aksyar.

“Atas nama pimpinan, saya mendukung dan memberikan apresiasi. Mudah-mudahan kegiatan ini dapat memberikan manfaat yang nyata dan berkelanjutan, baik dalam membentuk karakter anak-anak di panti asuhan maupun mengasah empati sosial mahasiswa baru,” jelas Mia dalam keterangannya, Sabtu (10/10/2026).

Dengan menambahkan bahwa langkah nyata ini merupakan pengejawantahan sejati dari visi kampus. “Ini sesuai dengan visi kampus yang menjadikan UIN Sunan Gunung Djati Bandung unggul, kompetitif, dan inovatif berbasis rahmatan lil alamin. Sejalan dengan cita-cita Kemenag, Tri Dharma Perguruan Tinggi harus memberikan dampak langsung terhadap masyarakat,” tegasnya.

Dengan adanya program “Sobat Seru”, mahasiswa baru Akuntansi Syariah (Aksyar) angkatan 2026 telah membuktikan bahwa orientasi kampus bukan tentang senioritas, melainkan tentang seberapa cepat seorang akademisi muda bisa turun tangan, memeluk masyarakat, dan membawa perubahan yang menyejukkan.

Rekomendasi Untuk Anda

  • Perjuangkan Moderasi Beragama, LHS Terima Anugerah Doktor Kehormatan di UIN Jakarta

    Perjuangkan Moderasi Beragama, LHS Terima Anugerah Doktor Kehormatan di UIN Jakarta

    • calendar_month Selasa, 31 Mei 2022
    • account_circle Admin Kanal31
    • 0Komentar

    SPI-JAKARTA UIN Jakarta menganugerahkan gelar Doktor Kehormatan atau Doctor Honoris Causa (Dr H.C.) bidang Pengkajian Islam Peminatan Moderasi Beragama kepada Menteri Agama RI 2009-2014, KH Lukman Hakim Saifuddin (LHS). Gelar ini diberikan atas dedikasi keilmuan dan kontribusi Lukman yang dilakukan secara konsisten hingga kini. Penganugerahan Doktor Kehormatan sendiri dilakukan dalam sidang senat terbuka di Gedung […]

  • Harmoni Pesisir Pangandaran: KKN UIN Bandung Solusi Jembatani Agama dan Tradisi Lokal

    Harmoni Pesisir Pangandaran: KKN UIN Bandung Solusi Jembatani Agama dan Tradisi Lokal

    • calendar_month Minggu, 30 Agt 2026
    • account_circle Sungkawa Abdisunda
    • 0Komentar

    PANGANDARAN, kanal31.com — Nuansa kebersamaan dan toleransi menguat di pesisir Desa Pangandaran, Kabupaten Pangandaran. Selama sebulan penuh, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik Moderasi Beragama UIN Sunan Gunung Djati Bandung sukses menorehkan jejak pengabdian yang menyatukan beragam elemen masyarakat—mulai dari pemerintah desa, tokoh agama, tokoh budaya, hingga Karang Taruna. Penutupan program KKN yang berlangsung di […]

  • Praktikum Ibadah, Tak Sekadar Rangkaian Akademik, Tapi Juga tentang Keakhiratan

    Praktikum Ibadah, Tak Sekadar Rangkaian Akademik, Tapi Juga tentang Keakhiratan

    • calendar_month Kamis, 15 Mei 2025
    • account_circle Sungkawa Abdisunda
    • 0Komentar

    BANDUNG, kanal31.com– Walaupun non-SKS, kegiatan praktikum ibadah wajib diikuti oleh semua mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) UIN Sunan Gunung Djati Bandung. Kelulusan praktikum ibadah ini menjadi prasyarat bagi mereka untuk mengikuti sidang Usulan Penelitian (UP), komprehensif, dan munaqosah. ”Jika tidak ikut atau tidak lulus praktik ibadah, mereka tidak akan bisa jadi sarjana,” tegas […]

  • Fatayat NU: Dari Kaderisasi hingga Aksi Nyata dalam Pemberdayaan Perempuan Indonesia

    Fatayat NU: Dari Kaderisasi hingga Aksi Nyata dalam Pemberdayaan Perempuan Indonesia

    • calendar_month Kamis, 23 Jan 2025
    • account_circle Tim Redaksi
    • 0Komentar

    BANDUNG KANAL31.COM — Di tengah deru perubahan zaman, Fatayat Nahdlatul Ulama (NU) hadir sebagai organisasi perempuan muda yang menjadi pilar penting dalam mendukung perkembangan masyarakat dan bangsa Indonesia. Didirikan pada 24 April 1950 di Surabaya, Fatayat NU bukan sekadar organisasi, melainkan rumah besar bagi perempuan muda Islam untuk berkhidmat kepada agama, bangsa, dan negara. Sebagai […]

  • 5 Tips Mudik Lebaran Aman dan Nyaman

    5 Tips Mudik Lebaran Aman dan Nyaman

    • calendar_month Sabtu, 14 Mar 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • 0Komentar

    BANDUNG kanal31.com — Mudik menjadi tradisi yang selalu dinantikan menjelang perayaan Idul Fitri. Perjalanan kembali ke kampung halaman untuk berkumpul bersama keluarga menghadirkan kebahagiaan tersendiri. Namun, perjalanan mudik sering kali diwarnai kepadatan lalu lintas dan perjalanan yang panjang. Karena itu, persiapan yang matang sangat penting agar mudik tetap aman dan nyaman.   Berikut lima tips yang […]

  • Retorika dari Bawah

    Retorika dari Bawah

    • calendar_month Kamis, 17 Jul 2025
    • account_circle Tim Redaksi
    • 0Komentar

    Bandung kanal31.com –Seorang teman memperlihatkan potongan video kepada saya yang menampilkan Cak Imin yang mengatakan, “kalau ada yang tak tumbuh dari bawah, pasti bukan PMII tapi HMI”. Bagi saya, pernyataan ini bukan sekadar seloroh politis. Ia mengandung bias, sindiran, dan pada saat yang sama mencerminkan gejala klasik politik identitas yang terus mengendap merayap dalam lanskap […]

expand_less