Breaking News:
Beranda » HUMANIORA » Nandi Sukri, Dosen Unpad, Kembangkan Propolis Powder untuk Minuman Bubuk Instan

Nandi Sukri, Dosen Unpad, Kembangkan Propolis Powder untuk Minuman Bubuk Instan

  • account_circle Admin Kanal31
  • calendar_month Senin, 25 Apr 2022
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

SPI-JATINANGOR

Propolis telah lama digunakan sebagai suplemen kesehatan. Tidak hanya mampu menyembuhkan penyakit, propolis juga dapat meningkatkan imunitas tubuh agar kebal terhadap penyakit. Kendati telah menjadi suplemen herbal, banyak pula orang yang enggan mengonsumsi propolis karena memiliki rasa cenderung pahit dan aroma menyengat.

Hal ini menjadi peluang bagi Dosen Departemen Teknologi Industri Pangan Fakultas Teknologi Industri Pertanian Universitas Padjadjaran Nandi Sukri, M.Si., mengembangkan propolis dalam bentuk serbuk (powder). “Biasanya konsumen minum propolis itu kesannya seperti minum obat. Padahal khasiatnya banyak karena selain untuk terapi pengobatan, propolis dapat meningkatkan imun,” ujar Nandi.

Sejak 2017, Nandi fokus mengembangkan penelitian tentang propolis powder dengan teknik mikroenkapsulasi. Metode ini merupakan teknologi penyalutan atau pelapisan suatu zat inti dengan suatu lapisan dinding polimer, sehingga menjadi partikel kecil berukuran mikro. Harapannya, proses penyalutan dengan metode mikroenkapsulasi dapat melindungi senyawa aktif yang terkandung dalam propolis sehingga khasiatnya tidak hilang.

Selain itu, metode ini juga memungkinkan propolis powder stabil selama pengolahan dan penyimpanan sehingga dapat dikembangkan menjadi bahan fortifikasi pangan. Pengembangan propolis powder dengan nama “Propobees” merupakan proyek hibah Calon Pengusaha Pemula Berbasis Teknologi (CPPBT) dari Badan Riset dan Inovasi Nasional.

Propobees kemudian dipacu untuk menjadi usaha rintisan baru (Startup) melalui hibah Startup Inovasi Indonesia (SII). Lebih lanjut Nandi menjelaskan, aplikasi dari propolis powder sendiri belum banyak dilakukan. Kebanyakan propolis dijual dalam bentuk cair (liquid). Kendati demikian, penelitian mengenai propolis powder sebetulnya sudah banyak. Bahkan, sudah ada produk propolis serbuk yang dijual di pasar.  “Kita pelajari produk kompetitor, kebanyakan propolis dalam bentuk kapsul (powder) arahnya lebih ke pengobatan,” jelasnya.

Melihat kondisi bahwa produk serbuk lebih dijual dalam bentuk obat, Nandi menangkap peluang tersebut. Sebagai akademisi dengan basis keilmuan teknologi pangan, ia ingin mengombinasikan propolis powder yang notabenenya adalah nutraceutical menjadi produk pangan fungsional yang berkhasiat. Dalam pengembangannya, propolis hasil penelitian Nandi dapat menjadi minuman kesehatan yang bisa dikonsumsi secara rutin.

Menyasar Pasar Milenial

Nandi memaparkan, produk “Propobees” dibuat menjadi beberapa varian. Varian pertama adalah propolis powder murni. Produk ini merupakan propolis dengan kualitas premium yang dikemas dalam bentuk kapsul. Dosis pada produk ini setara dengan satu kali konsumsi propolis cair yang disarankan, sehingga produk ini cocok dikonsumsi ketika sakit atau imunitas tubuh sedang turun.

Sementara varian lainnya dikemas dalam bentuk serbuk oral dan minuman bubuk instan. Hal ini merupakan inovasi dari Nandi. Propolis powder dikombinasikan dengan minuman instan sehingga lebih mudah dikonsumsi oleh orang. “Kita coba meningkatkan konsumsi propolis dalam bentuk minuman yang menyehatkan. Tujuannya meningkatkan konsumsi propolis di Indonesia,” kata Nandi.

Propolis powder tersebut difortifikasikan ke sejumlah bahan minuman bubuk instan, yaitu cokelat, latte, green tea, dan original. Dosis pada produk minuman ringan ini lebih kecil dari produk premium. “Tujuannya memang bukan sebagai obat atau terapi, tetapi lebih untuk menjaga dan meningkatkan imun,” imbuhnya. Kombinasi dengan minuman bubuk instan bertujuan agar orang lebih mudah mengonsumsi propolis. Apalagi dengan rasa minuman kekinian, Nandi menyasar produk ini dapat dikonsumsi oleh kalangan milenial. “Rasa minumannya enak, tetapi tetap menyehatkan,” sambungnya.

Nandi memastikan bahwa proses fortifikasi tidak akan memengaruhi khasiat dari propolis tersebut. Propolis yang diberikan merupakan propolis yang sudah memiliki penyalut, sehingga tidak akan kehilangan khasiat saat dicampur dengan produk lain.

Selain itu, meskipun sudah dikombinasikan dengan sejumlah bahan minuman, sensasi dari minum propolis tersebut tetap ada. Produk minuman bubuk instan ini sudah dilakukan pengujian konsumsi kepada orang yang pernah atau rutin meminum propolis cair. Hasilnya, sensasi propolis masih terasa. “Meskipun minumnya green tea, sugesti minum propolisnya masih ada,” kata Nandi.

Kejar Pasar

Saat ini, sudah ada industri besar yang tertarik memproduksi lebih luas dari “Propobees”. Jika berhasil dikomersialisasikan, “Propobees” akan menjadi produk propolis pertama di dunia yang menggunakan teknologi mikroenkapsulasi serta produk propolis pertama yang dikemas dalam bentuk minuman bubuk instan.

Nandi menjelaskan, dengan teknologi tersebut, selain memberikan solusi atas permasalahan produk propolis yang telah beredar di pasaran, “Propobees”  juga menawarkan keunggulan dan ciri khas berupa aroma dan rasa yang tidak menyengat, mengonsumsi propolis selayaknya menikmati minuman ringan, mudah dalam penyajian, terdispersi sempurna dalam air, senyawa aktif tidak akan mudah rusak, serta biaya distribusi yang lebih efisien.*

  • Penulis: Admin Kanal31

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kemenag Pastikan Layanan Jemaah di Arab Saudi Sudah Siap!

    Kemenag Pastikan Layanan Jemaah di Arab Saudi Sudah Siap!

    • calendar_month Selasa, 29 Apr 2025
    • account_circle Tim Redaksi
    • 0Komentar

    JAKARTA kanal31.com –Jemaah haji Indonesia akan mulai masuk asrama haji pada 1 Mei 2025 dan terbang ke Arab Saudi sehari setelahnya. Kementerian Agama memastikan layanan bagi jemaah haji Indonesia selama di Tanah Suci sudah siap. “Sejauh ini kesiapan penyelenggaraan ibadah haji, khususnya di Arab Saudi, sudah siap. Sesuai arahan Menteri Agama, kita berupaya mempersiapkannya secara […]

  • Menghidupkan Ecopedagogy: Strategi Pesantren dalam Pelestarian Lingkungan

    Menghidupkan Ecopedagogy: Strategi Pesantren dalam Pelestarian Lingkungan

    • calendar_month Sabtu, 3 Okt 2026
    • account_circle Maslani, Dosen S2 PAI UIN Bandung
    • 0Komentar

    BANDUNG kanal31.com — Kerusakan lingkungan akibat penambangan emas yang eksploitatif, pencemaran, dan pemanasan global bukan hanya persoalan ekologis, tetapi juga cerminan lemahnya kesadaran sosial masyarakat. Ketika alam dieksploitasi tanpa batas, yang terancam bukan hanya lingkungan, melainkan juga kehidupan sosial dan kesejahteraan bersama. Di tengah situasi ini, lembaga pendidikan seperti pesantren dituntut untuk mengambil peran nyata: membangun […]

  • Perhutani Bandung Utara Perkaya Pemahaman Mahasiswa Soal Hutan

    Perhutani Bandung Utara Perkaya Pemahaman Mahasiswa Soal Hutan

    • calendar_month Selasa, 13 Jan 2026
    • account_circle Sungkawa Abdisunda
    • 0Komentar

    BANDUNG, kanal31.com—Bagi mahasiswa, Praktik Kerja Lapangan (PKL) di sektor kehutanan, terutama di Perhutani Bandung Utara, menjadi jembatan kritis antara teori akademis dan realitas operasional. Demikian penegasan Administratur KPH Bandung Utara, melalui Rahmat Sungkawa selaku Kepala Seksi Madya Keuangan, Sumber Daya Manusia(SDM) Umum, dan Informasi Teknologi, saat menerima kegiatan PKL mahasiswa Universitas Terbuka (UT), belum lama […]

  • Sastra Inggris UIN Bandung Ambil Bagian dalam Diplomatic Forum 2025: Pendidikan untuk Daya Saing Global

    Sastra Inggris UIN Bandung Ambil Bagian dalam Diplomatic Forum 2025: Pendidikan untuk Daya Saing Global

    • calendar_month Sabtu, 18 Okt 2025
    • account_circle Tim Redaksi
    • 0Komentar

    BANDUNG Kanal31.com — Program Studi Sastra Inggris, Fakultas Adab dan Humaniora, UIN Sunan Gunung Djati Bandung, menunjukkan kiprah aktifnya dalam kegiatan internasional, dengan berpartisipasi pada Diplomatic Forum 2025 yang diselenggarakan oleh Voice of Indonesia (VOI), LPP RRI Bandung. Acara bergengsi ini mengangkat tema “Education Shapes the Future”, dihadiri oleh berbagai duta besar, diplomat, pejabat publik, […]

  • Tok! Pemerintah Tetapkan 1 Ramadan 1447 H Jatuh pada 19 Februari 2026

    Tok! Pemerintah Tetapkan 1 Ramadan 1447 H Jatuh pada 19 Februari 2026

    • calendar_month Selasa, 17 Feb 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • 0Komentar

    JAKARTA Kanal31.com — Pemerintah menetapkan 1 Ramadan 1447 H/2026 M jatuh pada Kamis, 19 Februari 2026. Penetapan ini didasarkan pada hasil Sidang Isbat (penetapan) 1 Ramadan 1447 H yang dipimpin Menteri Agama Nasaruddin Umar di Hotel Borobudur, Jakarta, Selasa (17/2/2026).   “Sidang Isbat menyepakati bahwa 1 Ramadan 1447 Hijriah jatuh pada hari Kamis, 19 Februari […]

  • Jangan Lupa Bersyukur kepada Allah, Berbakti kepada Orangtua

    Jangan Lupa Bersyukur kepada Allah, Berbakti kepada Orangtua

    • calendar_month Jumat, 14 Feb 2025
    • account_circle Tim Redaksi
    • 0Komentar

    BANDUNG, kanal31.com— Dekan Fakultas Adab dan Humaniora (FAH) UIN Sunan Gunung Djati Bandung, Dr. H. Dedi Supriadi, M.Hum mengingatkan para alumninya agar tidak lupa bersyukur kepada Allah SWT dan berhidmat kepada orangtua, atas kelancaran dan kemudahan dalam menyelesaikan studi di FAH hingga bisa menyandang gelar sarjana. Demikian Dr. Dedi saat melepas alumni (calon wisudawan), di […]

expand_less