Breaking News:
Beranda » BEWARA » Fakultas Psikologi UIN SGD–Kemenag Karawang Sepakat Tingkatkan Layanan Guru BK Madrasah

Fakultas Psikologi UIN SGD–Kemenag Karawang Sepakat Tingkatkan Layanan Guru BK Madrasah

  • account_circle Sungkawa Abdisunda
  • calendar_month Jumat, 28 Jun 2024
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

BANDUNG, kanal31.com– Guru BK (Bimbingan dan Konseling) di sekolah/madrasah sangat mempengaruhi kondisi perkembangan psikologi siswa. Karenanya, perlu adanya peningkatan kualitas layanan guru BK, agar agar maksimal dalam mengembangkan potensi siswa, terutama karirnya pasca lulus sekolah.

Inilah yang medasari pentingnya dilakukan penandatanganan nota kesepahaman (Memorandum of Agreement) antara Fakultas Psikologi UIN Bandung dan Kementerian Agama Kabupaten Karawang. Naskah MoA ditandatangani langsung oleh Dekan Psikologi Prof. Dr. Hj. Ulfiah, M.Si, CPCE, MCE dan Kepala Kemenag Kabupaten Karawang H. Sopian, S.Pd.I, M.Si, di Karawang, Senin (24/05/2024).

Sesuai dengan kewenangan, tugas, dan fungsi masing-masing, kedua belah pihak sepakat untuk meningkatkan mutu pendidikan, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, serta peningkatan kualitas sumber daya manusia.

“Salah satu program prirotas, kami akan menggelar Pendidikan dan Pelatihan untuk meningkatkan kualitas pelayanan guru BK di madrasah-madrasah di bawah naungan Kemenag Kab Karawang,” jelas Prof. Ulfiah.

Tidak semua guru BK, kata Prof. Ulfiah, memiliki kapasitas yang memadai. Keberadaan layanan bimbingan konseling masih sering diabaikan, bahkan dipandang sebagai tempat hukuman yang menakutkan siswa. Padahal,  Guru BK bisa menentukan masa depan karir mereka.

“Kita memiliki Unit Layanan Psikologi (ULP) berbasis Islam dan kearifan lokal,” ujar Prof. Ulfiah, didampingi Wakil Dekan 3 Fakultas Psikologi UIN Bandung Dr. H. Ujang Rohman, M.Ag, CPM, Jumat (28/05/2024).

Dijelaskan, Fakultas Psikologi bergerak dalam penyediaan jasa layanan psikologi. Karenanya, ULP perlu dioptimalkan, bagaimana berkontribusi pada kesehatan mental, yang tidak hanya pada mahasiswa sivitas akademika, masyarakat, juga guru-guru BK madrasah.[nanang sungkawa]

  • Penulis: Sungkawa Abdisunda

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Wow…Terinspirasi Sarang Burung, 2 Mahasiswa ITB Buat Desain Hunian “Hangat dan Nyaman”

    Wow…Terinspirasi Sarang Burung, 2 Mahasiswa ITB Buat Desain Hunian “Hangat dan Nyaman”

    • calendar_month Rabu, 17 Agt 2022
    • account_circle Admin Kanal31
    • 0Komentar

    KANAl31.COM-Dua mahasiswa ITB jurusan Desain Interior kembali meraih prestadi dengan menempati posisi Bronze Winner dalam perhelatan Bharatika Creative Design Festival tahun 2022. Mereka adalah Karina Alif Sajida (17318040) dan Luthfiah Ayu Carissa (17318041). Kompetisi desain tahunan Bharatika diadakan oleh Universitas Kristen Petra Surabaya untuk berbagai disiplin ilmu, salah satunya adalah Desain Interior. Dalam kompetisi tersebut, […]

  • Inilah 5 Aktivitas yang Wajib Dilakukan di Teras Cihampelas

    Inilah 5 Aktivitas yang Wajib Dilakukan di Teras Cihampelas

    • calendar_month Minggu, 25 Agt 2024
    • account_circle Tim Redaksi
    • 0Komentar

    KANAL31.COM (Bandung) — Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung terus mendorong agar kawasan Teras Cihampelas semakin menggeliat. Pemkot Bandung berharap, kawasan Teras Cihampelas dapat menjadi daya tarik wisatawan, baik lokal maupun mancanegara. Sebelumnya Penjabat Wali Kota Bandung, Bambang Tirtoyuliono menyampaikan, Teras Cihampelas merupakan ikon Kota Bandung yang luar biasa. “Kita ingin bangga sama Cihampelas. Kita sedang mengidentifikasi, di […]

  • Yuk Kenali Apa itu Jurnal Predator dan Ciri-ciri Predator Jurnal Ilmiah

    Yuk Kenali Apa itu Jurnal Predator dan Ciri-ciri Predator Jurnal Ilmiah

    • calendar_month Senin, 20 Jun 2022
    • account_circle Admin Kanal31
    • 0Komentar

    SPI-JAKARTA Saat ini, banyak mahasiswa dan dosen yang dituntut untuk melakukan mempublikasikan karya ilmiah yang sudah dibuatnya pada sebuah jurnal ilmiah internasional. Bagi sebagian mahasiswa, melakukan publikasi karya ilmiah di jurnal internasional menjadi salah satu syarat kelulusan. Sedangkan, bagi para dosen mempublikasikan karya ilmiah di jurnal internasional menjadi salah satu syarat untuk naik pangkat. Namun, […]

  • Bukan Sekadar Stempel Halal: Terobosan Hukum “Ḥifẓ al-Tanawwu‘” dari Dr. Heris Suhendar untuk Masa Depan Pariwisata Indonesia

    Bukan Sekadar Stempel Halal: Terobosan Hukum “Ḥifẓ al-Tanawwu‘” dari Dr. Heris Suhendar untuk Masa Depan Pariwisata Indonesia

    • calendar_month Selasa, 11 Agt 2026
    • account_circle Sungkawa Abdisunda
    • 0Komentar

    PEKALONGAN, kanal31.com–  Pariwisata halal selama ini sering diperdebatkan secara dangkal, seolah-olah penyeragaman destinasi atau sekadar urusan stempel halal pada makanan. Hal itu terjadi karena regulasinya yang masih tumpang-tindih dan belum terintegrasi secara utuh dalam sistem hukum nasional. Sebuah riset komprehensif  Dr. Heris Suhendar –-dosen UIN KH Abdurrahman Wahid Pekalongan, dalam Sidang Senat Terbuka Doktoral yang […]

  • Begini Cara Forum Dosen FISIP UIN Bandung Sikapi Gemuknya Kabinet Prabowo Gibran

    Begini Cara Forum Dosen FISIP UIN Bandung Sikapi Gemuknya Kabinet Prabowo Gibran

    • calendar_month Rabu, 30 Okt 2024
    • account_circle Tim Redaksi
    • 0Komentar

    KANAL31.COM (Bandung) — Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Gunung Djati Bandung menggelar Forum Dosen FISIP Seri ke-25 (FDF #25) bertajuk “Kabinet Prabowo-Gibran: Dinamika Sosial, Struktur Birokrasi, dan Manuver Politik” yang berlangung di Aula FISIP, Rabu (30/10/2024). Dengan menghadirkan narasumber: Dr. Hamzah Turmudi, M.Si, Dosen Jurusan Sosiologi, Dr. Fajar Tri […]

  • Kabinet Konoha

    Kabinet Konoha

    • calendar_month Selasa, 15 Sep 2026
    • account_circle Yudi Latif, Direktur Reform Institute
    • 0Komentar

    JAKARTA, kanal31.com — Presiden mengganti menteri seperti mengganti bidak catur yang dianggap salah langkah. Satu dicopot, satu dipanggil; yang kemarin dipuji, hari ini disingkirkan. Bahkan Purbaya—yang sebelumnya digemakan seolah jawaban atas krisis fiskal—ikut terseret dalam arus pergantian. Begitulah pemerintahan ini bekerja: bukan dengan peta yang jelas, melainkan tambal sulam; bukan dengan kompas yang mantap, melainkan firasat. […]

expand_less