Breaking News:
Beranda » BEWARA » Konferensi Internasional Iqtishaduna UIN Bandung: Ekonomi Islam Jadi Solusi Krisis Kemanusiaan Global

Konferensi Internasional Iqtishaduna UIN Bandung: Ekonomi Islam Jadi Solusi Krisis Kemanusiaan Global

  • account_circle Admin Kanal31
  • calendar_month Jumat, 22 Nov 2024
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

KANAL31.COM BANDUNG — Upaya mengentaskan persoalan krisis kemanusiaan secara global, Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) UIN Sunan Gunung Djati Bandung menggelar Iqtishaduna International Conference yang berlangsung di Hotel Shakti, Kota Bandung, Kamis-Jumat (21-22/11/2024).

Konferensi Internasional bertajuk “Peran Keuangan Sosial Islam dalam Mengatasi Krisis Kemanusiaan Global: Inovasi, Tantangan, dan Kolaborasi” ini menghadirkan narasumber: Prof. Mehmet Asutay, PhD., Guru Besar Ekonomi & Keuangan Politik Timur Tengah dan Islam, Sekolah Bisnis Universitas Durham; Prof. Dian Masyita, Ph.D, Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Islam Internasional Indonesia; Dr. Altea Pericoli, Lembaga Penelitian, Universitas Lund, Swedia; Dr. Arbaiah Abdul Razak, Wakil Direktur Sekolah Pascasarjana Manajemen, Universitas Islam Internasional Malaysia (IIUM-GSM); Hilmun Idzhar, Ph.D, Inisiatif Penelitian, Bank Pembangunan Islam Jeddah KSA; Bobby P Manullang, LAZ Dompet Dhuafa, Dr. Iwan Setiawan, Wakil Dekan I FEBI UIN Sunan Gunung Djati Bandung, Erwinda Anggraini Deputi Badan Pengelola Keuangan Haji yang dipandu oleh Ketua International Office, Dr. Munir.

Acara yang berlangsung selama dua hari ini dibuka oleh Rektor UIN Sunan Gunung Djati Bandung, Prof Rosihon Anwar. Dalam sambutannya, Prof Rosihon menegaskan iqtishaduna menjadi ikhtiar bersama dalam rangka internasionalisasi lembaga.

“Tentu kita ketahui bahwa di UIN Bandung ada Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam dan salah satu tugas dari fakultas ekonomi itu adalah bagaimana memunculkan gagasan-gagasan besar untuk ekonomi islam, khususnya terkait menanggulangi krisis yang dihadapi,” tegasnya.

Rektor berharap, kegiatan ini dapat sering dilakukan sebab dalam setiap pertemuannya dapat memunculkan gagasan-gagasan penting khususnya dalam mengentaskan krisis kemanusiaan, ekonomi Islam.

“Apalagi ini kan yang hadir banyak dari berbagai lembaga. Sehingga kita semua tahu, bahwa ekonomi Islam ini merupakan salah satu solusi yang penting dalam menyelesaikan persoalan krisis ekonomi,” ungkapnya.

Dekan FEBI UIN Sunan Gunung Djati Bandung, Prof. Dudang Gojali, menambahkan bahwa kegiatan ini merupakan respon lembaga perguruan tinggi terhadap kondisi hari ini.

Karena dengan adanya konferensi ini dapat tumbuh bersama dan bersatu dalam mengentaskan krisis kemanusiaan, ekonomi dan krisis global.“Jadi kegiatan ini sesungguhnya merupakan respons kita dari lembaga perguruan tinggi dan akademisi terhadap keadaan dunia hari ini baik masyarakat muslim maupun persoalan-persoalan diluar itu seperti ketimpangan, krisis ekonomi, dan krisis global,” bebernya.

Ketua Pelaksana Iqtishaduna Dr. Iwan Setiawan, menjelaskan, krisis ekonomi Islam, saat ini tengah menjadi pembahasan penting bagi sejumlah lembaga, salah satunya perguruan tinggi.

Melalui konferensi internasional ini lembaga perguruan tinggi UIN Sunan Gunung Djati Bandung, siap mengentaskan persoalan krisis ekonomi Islam secara global.

“Hal ini sangat penting dilakukan khususnya oleh lembaga perguruan tinggi Islam. melalui konferensi internasional ini memiliki peran penting dalam memikirkan, membantu, hingga mengentaskan krisis kemanusiaan secara global,” jelasnya.

“Kita tahu bahwa hari ini krisis kemanusiaan terjadi di Palestina, dan bagaimana Palestina ini menjadi bulan-bulanan Israel. Jadi saya kira konferensi ini sangat penting, karena teman-teman para dosen, para mahasiswa, dan para perguruan tinggi kita berkumpul di sini untuk bagaimana merumuskan penyelesaian persoalan ini,” ujarnya.

Tak hanya berkolaborasi dengan berbagai perguruan tinggi, konferensi internasional ini menghadirkan beberapa pembicara. Salah satunya Mahmet Asutay dari Durham University Inggris.

“Jadi selain diikuti oleh 17 perguruan tinggi, kita juga bersama-sama melakukan kegiatan konferensi dengan beberapa pembicara yaitu dari Durham University Prof Mahmet Asutay dari Inggris, lalu dari Universitas Of Lund Swedia Dr Altea Pericoli, lalu dari Internasional Islamic Universitas Malaysia Dr Arbiah Abdul Razak, dan juga dari dompet dhuafa, lalu dari UIN nya saya sendiri,” ucapnya.

Untuk peserta yang mengikuti kegiatan presentasi berjumlah 11 Ruang, 11 moderator, 160 artikel, 800 presenter, dan total peserta yang terlibat 1.251 orang. “Jadi ini adalah kegiatan internasional yang berkaitan dengan ekonomi Islam, bisnis, manajemen, dan akuntansi,” pungkasnya.

 

  • Penulis: Admin Kanal31

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • 6 Larangan Saat Haid yang Harus Diketahui Muslimah

    6 Larangan Saat Haid yang Harus Diketahui Muslimah

    • calendar_month Selasa, 6 Sep 2022
    • account_circle Tim Redaksi
    • 0Komentar

    KANAL31.COM-Larangan yang harus ditaati dan diketahui wanita muslimah merupakan keharusan yang dipelajari agar tidak berdosa. Penetapan ini dilakukan agar wanita muslimah bisa memunculkan batasan-batasan ibadah yang sekaligus menjadi gugurnya kewajiban salat, menjalankan puasa, berhubungan suami istri dan sebagainya. Meskipun ada batasan dan larangan yang harus ditaati saat haid, bukan berarti wanita muslimah kehilangan pahala saat […]

  • Arsitek Kejayaan Islam, Epik Pembangunan Khalifah Al-Walid

    Arsitek Kejayaan Islam, Epik Pembangunan Khalifah Al-Walid

    • calendar_month Minggu, 15 Mar 2026
    • account_circle Rosadi Jamani, Ketua Satupena Kalbar
    • 0Komentar

    KALBAR Kanal31.com — Tulisan ke-33 Edisi Ramadan. Kalian yang Muslim wajib tahu tokoh ini. Di tangan beliau, arsitek kejayaan Islam tercipta. Simak kisahnya sambil seruput Koptagul usai sahur, wak!   Beliau adalah Khalifah Al-Walid bin Abdul MaliK atau lebih dikenal Al-Walid I. Bukan “Walid nak Dewi boleh” Bukan ya! Ini Walid, khalifah keenam dari Dinasti Umayyah […]

  • Merawat Percakapan yang Hampir Hilang

    Merawat Percakapan yang Hampir Hilang

    • calendar_month Rabu, 1 Apr 2026
    • account_circle Radea Juli A Hambali, Wakil Dekan Fakultas Ushuluddin UIN Bandung
    • 0Komentar

    BANDUNG kanal31.com — 14 Maret 2026 lalu Jurgen Habermas wafat di usia 96 tahun. Kabar meninggalnya filsuf yang konon ditahbis sebagai penjaga modernisme ini menjadi penutup satu kisah penting dalam album sejarah intelektual dunia. Kepergian Jurgen Habermas tidak hanya menutup perjalanan seorang filsuf, tetapi meninggalkan gema panjang tentang satu hal yang semakin jarang kita rawat: […]

  • Tahun 2023 Makanan Halal Indonesia Harus Jadi Nomor 1 Dunia

    Tahun 2023 Makanan Halal Indonesia Harus Jadi Nomor 1 Dunia

    • calendar_month Rabu, 25 Mei 2022
    • account_circle Admin Kanal31
    • 0Komentar

    SPI-JAKARTA Pemerintah menargetkan makanan dan minuman halal Indonesia akan menjadi nomor satu dunia di 2023. Pernyataan ini disampaikan Kepala Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) Kementerian Agama Aqil Irham saat menghadiri Halal Industry Event, di Thamrin City, Jakarta. Dalam event yang juga dihadiri Wakil Presiden KH Ma’ruf Amin ini, juga diluncurkan State of The Global […]

  • Dr. Asep Zainal Mutaqin : Suweg Mampu Jadi Varietas Unggulan

    Dr. Asep Zainal Mutaqin : Suweg Mampu Jadi Varietas Unggulan

    • calendar_month Rabu, 18 Mei 2022
    • account_circle Admin Kanal31
    • 0Komentar

    SPI-BANDUNG Suweg (Morphophallus paeoniifolius) merupakan salah satu tanaman umbi-umbian. Tanaman ini pernah populer bagi sebagian masyarakat Jawa Barat, khususnya pada era 60 – 70an. Namun sekarang, keberadaan suweg tidak banyak dikenal oleh generasi setelahnya. Dalam kajian akademis, literatur mengenai suweg juga belum banyak. Padahal, jika dibarengi dengan penelitian komprehensif, suweg berpotensi bersaing dengan umbi porang. […]

  • Inilah Strategi Unpad Susun Artikel Ilmiah untuk Publikasi di Jurnal Bereputasi

    Inilah Strategi Unpad Susun Artikel Ilmiah untuk Publikasi di Jurnal Bereputasi

    • calendar_month Sabtu, 23 Jul 2022
    • account_circle Admin Kanal31
    • 0Komentar

    SPI-SUMEDANG Publikasi di jurnal internasional bereputasi merupakan kewajiban bagi dosen, peneliti, dan mahasiswa Doktor. Kendati demikian, masih banyak akademisi yang kesulitan untuk menulis artikel ilmiah yang siap dipublikasikan di jurnal. Penulisan artikel yang tidak sesuai akan mudah ditolak untuk dipublikasikan. Dosen Departemen Ekonomi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Padjadjaran Dr. Adiatma Siregar menjelaskan, publikasi merupakan […]

expand_less