Breaking News:
Beranda » EDUTEKNO » Kurikulum Hijau, Ekoteologi, dan Fiqh Al-Bi’ah Jadi Kerangka Baru Pendidikan Pesantren

Kurikulum Hijau, Ekoteologi, dan Fiqh Al-Bi’ah Jadi Kerangka Baru Pendidikan Pesantren

  • account_circle Jun
  • calendar_month Minggu, 15 Jun 2025
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Pemalang kanal31.com — Pesantren Salafiyah Kauman Pemalang bersama Himpunan Keluarga Alumni (HIKMAH) menyelenggarakan Halaqoh Alumni bertajuk “Ekoteologi dan Fiqh Al-Bi’ah: Merintis Kurikulum Hijau di Pesantren”. Acara berlangsung di komplek Pesantren Salafiyah Kauman, Pemalang, Jawa Tengah.

 

Hadir sejumlah narasumber, antara lain: Kasubdit Pendidikan Ma’had Aly Kemenag RI dan Ketua Umum HIKMAH Mahrus El Mawa, Guru Besar UIN Syarif Hidayatullah Jakarta Khamami Zada, Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Pemalang Sarif Hidayat, dan Sudirman dari Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Provinsi Jawa Tengah. Halaqoh dipandu oleh moderator Fathudin Kalimas, Dosen UIN Syarif Hidayatullah Jakarta sekaligus Sekretaris Umum HIKMAH.

 

Halaqoh ini bertujuan memperkuat kesadaran kolektif alumni dan komunitas pesantren di kabupaten Pemalang dalam merespons krisis lingkungan global melalui pendekatan teologis dan hukum Islam (fiqh). Melalui ekoteologi dan fiqh al-bi’ah (fiqh lingkungan), pesantren didorong untuk tidak hanya menjadi pusat penguatan nilai-nilai keislaman, tetapi juga motor penggerak kesadaran ekologis berbasis ekoteologi dan fikih lingkungan.

 

Kepala Kemenag Kabupaten Pemalang, Sarif Hidayat, menegaskan pentingnya menjadikan agama lebih substantif dan tidak sekadar simbolik asesoris. “Bahwa nilai-nilai ekoteologi sejatinya telah hidup dalam tradisi pesantren dan filsafat Jawa, namun belum terartikulasi secara luas,” tegas Sarif dalam keterangannya, Minggu (15/6/2025)

Karena itu, ia mendorong agar ekoteologi dimainstreamkan dalam sistem pendidikan pesantren melalui penguatan literasi lingkungan. Ia juga menyoroti isu sampah sebagai persoalan krusial di Pemalang dan mengajak pesantren terlibat aktif dalam gerakan ekologis. Kemenag Pemalang, menurutnya, siap berkolaborasi dalam mendorong transformasi ini.

 

Kasubdit Pendidikan Ma’had Aly Direktorat Pesantren Mahrus El Mawa, memaparkan bahwa ekoteologi merupakan salah satu dari delapan program strategis Kementerian Agama yang kini terus didorong penerapannya lintas sektor. Menurutnya, nilai-nilai ekoteologi sejatinya telah hidup dalam praktik pesantren, namun belum dimanifestasikan secara sistematis.

 

Gerakan penanaman pohon oleh ASN dan berbagai praktik baik di pesantren-pesantren seperti di Rembang, Madura, dan Garut sebagai bentuk konkret komitmen keagamaan terhadap pelestarian lingkungan.

“Ekoteologi bukan sekadar program, tapi panggilan moral spiritual yang harus dimanifestasikan pesantren dalam gerakan nyata merawat bumi.” tegasnyaKhamami Zada menegaskan bahwa fiqh al-bi’ah bukan sekadar cabang fikih, tetapi sebuah paradigma etik dan spiritual tentang tanggung jawab manusia sebagai khalifah di bumi. Isu lingkungan seperti tambang, deforestasi, dan krisis air telah lama dibahas oleh para ulama, bahkan menjadi bagian dari maqashid al-syari’ah melalui konsep hifdzul bi’ah dan himayatul bi’ah.

 

Ia mendorong pesantren untuk tidak hanya mengajarkan fikih secara tekstual, tetapi juga menanamkan kesadaran ekologis dalam tata kelola harian—dari pengelolaan air, sampah, hingga energi—sebagai bentuk nyata menjaga keseimbangan alam. Fiqh lingkungan, menurutnya, dapat menjadi kontra-narasi terhadap eksploitasi global yang kerap merugikan negara-negara berkembang.“Fiqh al-Bi’ah adalah bagian dari perluasan maqashid al-syari’ah, di mana penjagaan terhadap lingkungan hidup menjadi bagian dari penjagaan kehidupan itu sendiri. Pesantren harus menjadi episentrum perubahan, dari dalam paradigma keilmuan hingga praktik keseharian santri,” jelasnya.

 

Sudirman, dari Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Provinsi Jawa Tengah dan Ketua IPKINDO Jawa Tengah, menyoroti pentingnya melibatkan pesantren dalam pengelolaan lingkungan, mengingat pesantren memiliki basis sosial dan moral yang kuat di akar rumput.

 

Hutan sebagai sumber mata air kini terancam akibat konversi lahan yang tidak berkelanjutan. Pemerintah membuka ruang kolaborasi melalui skema pengelolaan lahan perhutani oleh masyarakat dan santri, dengan dukungan regulasi, anggaran, dan pendampingan. Pesantren didorong menjadi pusat pendidikan lingkungan melalui kurikulum hijau, kegiatan reboisasi, dan pengelolaan sampah, serta menjadikan santri sebagai agen perubahan dalam gerakan pelestarian alam.

“Kami mengundang pesantren untuk menjadi mitra aktif dalam program penanaman pohon, konservasi lahan, hingga pelatihan ekonomi sirkular berbasis komunitas,” paparnya.

 

Moderator halaqoh, Fathudin Kalimas (Sekretaris Umum HIKMAH dan dosen UIN Jakarta), menyampaikan bahwa forum ini menjadi bukti bahwa pesantren tidak hanya bisa menjaga tradisi keilmuan klasik, tetapi juga mampu menjadi pelopor gerakan transformasi sosial-ekologis di tengah tantangan zaman.Kegiatan ini disiarkan secara langsung melalui kanal YouTube Hikmah Salafiyah dan akan dilanjutkan dengan tindak lanjut penyusunan modul kurikulum hijau serta program pendampingan untuk pesantren-pesantren lain yang ingin bertransformasi menuju model pesantren ramah lingkungan.

  • Penulis: Jun

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Maximisez Vos Gains Sur Dragonia Casino En Ligne

    Maximisez Vos Gains Sur Dragonia Casino En Ligne

    • calendar_month Kamis, 8 Okt 2026
    • account_circle Sungkawa Abdisunda
    • 0Komentar

    Auto-generated post_excerpt

  • Nuzulul Qur’an, Momentum Menumbuhkan Kepedulian Sosial

    Nuzulul Qur’an, Momentum Menumbuhkan Kepedulian Sosial

    • calendar_month Jumat, 6 Mar 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • 0Komentar

    BANDUNG Kanal31.com — Nuzulul Qur’an merupakan peristiwa penting dalam sejarah Islam, yakni turunnya Al-Qur’an kepada Nabi Muhammad SAW sebagai petunjuk bagi seluruh umat manusia. Peristiwa ini diperingati setiap malam ke-17 Ramadhan dan menjadi momentum bagi umat Islam untuk semakin mendekatkan diri kepada Al-Qur’an, tidak hanya dengan membacanya, tetapi juga memahami dan mengamalkan nilai-nilai yang terkandung […]

  • Jelang Malam Tahun Baru 2025, Polsek Pameungpeuk dan Koramil 2405 Arjasari Berhasil Amankan Ratusan Botol Miras

    Jelang Malam Tahun Baru 2025, Polsek Pameungpeuk dan Koramil 2405 Arjasari Berhasil Amankan Ratusan Botol Miras

    • calendar_month Selasa, 31 Des 2024
    • account_circle Tim Redaksi
    • 0Komentar

    BANDUNG, KANAL31.COM – Polsek Pemeungpeuk Polresta Bandung Polda Jabar bersama Koramil 2405 Arjasari dalam patroli KRYD berhasil mengamankan ratusan botol minuman keras (miras) yang rencananya akan dipakai ajang pesta di malam pergantian tahun. Polisi mengamankan miras tersebut saat dilaksanakan operasi KRYD yang berfokus pada penyakit masyarakat seperti pesta miras. Dalam giat Ops KRYD tersebut anggota […]

  • Hanya di Kota Bandung, Kulit Ceker Ayam Jadi Sepatu

    Hanya di Kota Bandung, Kulit Ceker Ayam Jadi Sepatu

    • calendar_month Kamis, 27 Okt 2022
    • account_circle Tim Redaksi
    • 0Komentar

    KANAL31.COM-Kota Bandung memang telah diakui sebagai kota kreatif. Beragam kreativitas muncul dari warganya. Termasuk soal bahan dasar kulit. Hampir semua orang telah mengenal sepatu kulit yang berasal dari kulit buaya, biawak, atau kulit ular.   Mengutip dari laman Bandung, dengan kreativitas di Kota Bandung ada sepatu kulit yang berasal dari ceker ayam, produk dari sepatu […]

  • Jaksa Tak Siap, Keadilan Tertunda

    Jaksa Tak Siap, Keadilan Tertunda

    • calendar_month Jumat, 3 Jul 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • 0Komentar

    BANDUNG, kanal31.com – Sidang perkara dugaan pencemaran nama baik dan pelanggaran Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE) dengan terdakwa Ferry Marjani dan Rizki Restu Ramdhani di Pengadilan Negeri Bandung, Kamis (2/7/2026), ditunda.   Agenda sidang yang semula dijadwalkan pembacaan tuntutan urung dilaksanakan setelah Jaksa Penuntut Umum (JPU) meminta penundaan karena surat tuntutan belum siap. […]

  • Hebat! Peneliti dan Jurnalis Asal Kediri Pamerkan 7 Anggrek Jenis Baru

    Hebat! Peneliti dan Jurnalis Asal Kediri Pamerkan 7 Anggrek Jenis Baru

    • calendar_month Rabu, 13 Jul 2022
    • account_circle Admin Kanal31
    • 0Komentar

    SPI-KEDIRI Seorang peneliti dan jurnalis menggelar pameran foto bunga anggrek berdasar penelitiannya selama 12 hari di Papua. Tidak hanya foto, sejumlah spesimen anggrek yang belum memiliki nama juga dipamerkan. Sedikitnya ada 25 foto anggrek yang dipamerkan, 7 di antaranya merupakan jenis anggrek asal papua yang baru ditemukan dan belum mempunyai nama. 25 karya foto anggrek […]

expand_less