Breaking News:
Beranda » NETIZEN » Perebutan Harta Warisan Jadi Malapetaka

Perebutan Harta Warisan Jadi Malapetaka

  • account_circle Tim Redaksi
  • calendar_month Rabu, 20 Agt 2025
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

PURWAKARTA kanal31.com — Harta warisan adalah harta yang panas, jika tidak dikelola dengan baik. Perebutan warisan orangtuanya yang sudah meninggal dunia sering terjadi. Orangtuanya mungkin sedang ditanya di alam kubur tetapi anak-anaknya ribut soal harta peninggalan orangtuanya. Harta warisan bukan hasil jerih payah anak-anaknya.

 

Pembagian harta warisan yang tidak adil hanya akan membahayakan bagi orang yang serakah dan dampaknya harta itu bisa habis atau bisa berdampak kepada kesehatan dirinya dan islam melarang keras perebutan warisan.

 

Harta warisan harus diberikan secara lebih merata dan adil setelah utang-utang orangtuanya dilunasi terlebih dahulu kalau orangtuanya memiliki hutang. Orangtuanya tidak menghendaki anak-anaknya berebut harta warisan.

 

Setiap anak memiliki porsi pembagian secara merata berdasarkan hukum Islam. Al-Quran pun sudah menjelaskan secara lebih detail tentang pembagian harta warisan baik itu anak laki-laki dan perempuan.

 

Harta warisan kerapkali menjadi masalah bagi anggota keluarga. Kekurangpahaman mengenai hukum waris dalam islam atau besarnya keinginan untuk menguasai harta warisan kerap menjadi penyebab timbulnya kekisruhan dalam sebuah keluarga.

 

Dalam Al-Quran Ayat Surah An-Nissa Ayat 7. Allah SWT berfirman yang artinya” Bagi orang laki-laki ada hak bagian dari harta peninggalan ibu bapak dan kerabatnya, dan bagi orang wanita ada hak bagiannya pula dari harta peninggalan ibu-bapak dan kerabatnya, baik sedikit atau banyak menurut bagian yang telah ditetapkan.

 

Seandainya pembagian harta warisan ini diserahkan kepada hasil pemikiran manusia sendiri, maka pembagian itu akan dilandasi dengan kebodohan dan hawa nafsu serta tidak ada hikmah dan keberkahan sama sekali di dalamnya, sehingga justru akan menimbulkan bahaya, Maka barang siapa yang mencela hukum Allah, maka hakekatnya telah mencela ilmu dan Hikmah Allah.

 

Saya berfikir, ternyata kalau sudah menyangkut masalah uang terutama harta warisan, orang bisa jadi bermusuhan antar saudara sekandung, yang sejak kecil begitu saling menyayangi dan saling membantu, tetapi menyangkut urusan harta warisan bisa menjadi berantakan antar saudara hanya karena masalah harta warisan. Keluarga menjadi hancur karena urusan uang

 

Berdasarkan pengalaman orang lain yang sering ngobrol dengan saya ternyata harta warisan lebih banyak mendatangkan malapetaka bagi keluarga ketimbang menjadi berkah hartanya.

 

Salam. Muhammad Awod Faraz Bajri

  • Penulis: Tim Redaksi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Begini Cara Jitu PSGA Ciptakan UIN Bandung Aman dari Tindak Kekerasan Seksual 

    Begini Cara Jitu PSGA Ciptakan UIN Bandung Aman dari Tindak Kekerasan Seksual 

    • calendar_month Senin, 11 Nov 2024
    • account_circle Jun
    • 0Komentar

    KANAL31.COM (BANDUNG) — Pusat Studi Gender dan Anak (PSGA) Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP2M) UIN Sunan Gunung Djati Bandung menggelar Pelatihan Pencegahan Kekerasan berbasis Gender dan Konseling untuk Satgas PPKS dan Gender Focal Point yang berlangsung di Gedung Lecture Hall. Dengan menghadirkan dua narasumber: Dr. Istiadah, MA, Ketua PSGA UIN Malang dan Gusriyeni, […]

  • Begini Kisah Penyintas Banjir dari Aceh Juarai Olimpiade PAI 2025 di Jakarta

    Begini Kisah Penyintas Banjir dari Aceh Juarai Olimpiade PAI 2025 di Jakarta

    • calendar_month Rabu, 3 Des 2025
    • account_circle Tim Redaksi
    • 0Komentar

    JAKARTA kanal31.com — Banjir besar yang melanda Aceh beberapa hari terakhir bukan hanya menenggelamkan rumah dan memutus jalur transportasi. Musibah ini hampir mengubur asa anak-anak berprestasi Aceh untuk tampil di ajang nasional Grand Final Olimpiade Pendidikan Agama Islam (PAI) 2025. Namun di tengah nestapa, tekad mereka justru makin menguat bahkan menorehkan prestasi gemilang. Sebutlah Khaidar Munarzi, siswa […]

  • Siapkan Estafet Kepemimpinan, Akuntansi Syariah UIN Bandung Gelar Uji Publik Calon Ketua Umum HMJ

    Siapkan Estafet Kepemimpinan, Akuntansi Syariah UIN Bandung Gelar Uji Publik Calon Ketua Umum HMJ

    • calendar_month Selasa, 12 Mei 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • 0Komentar

    BANDUNG kanal31.com — Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) Akuntansi Syariah Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) UIN Sunan Gunung Djati Bandung menggelar Uji Publik Calon Ketua Umum HMJ Akuntansi Syariah Periode 2026–2027 pada Senin (12/5/2026). Kegiatan ini menjadi bagian penting dalam rangkaian Musyawarah Komisariat (MUSKOM) sebagai ruang penyampaian visi, misi, dan gagasan kepemimpinan calon ketua umum. Uji […]

  • Mahasiswa FAH UIN SGD Boleh Aktif Berorganisasi, asal Lulus Kuliah Tepat Waktu

    Mahasiswa FAH UIN SGD Boleh Aktif Berorganisasi, asal Lulus Kuliah Tepat Waktu

    • calendar_month Jumat, 14 Nov 2025
    • account_circle Sungkawa Abdisunda
    • 0Komentar

    BANDUNG, kanal31.com— Dekan Fakultas Adab dan Humaniora (FAH) UIN Sunan Gunung Djati Bandung, Dr. H. Dedi Supriadi, M.Hum mendoakan semua alumninya semoga diberi kelancaran dan kemudahan dalam meraih kehidupan yang sukses dan bahagia. “Lancar mendapatkan pekerjaan, lancar melanjutkan studi ke jenjang yang lebih tinggi, dan lancar membangun rumah tangga bagi yang akan melansungkan pernikahan,” tutur […]

  • Dari Segi Jumlah Melampaui Malaysia dan Singapura, Tingkat Sitasi Jurnal Indonesia Masih Rendah

    Dari Segi Jumlah Melampaui Malaysia dan Singapura, Tingkat Sitasi Jurnal Indonesia Masih Rendah

    • calendar_month Kamis, 21 Jul 2022
    • account_circle Admin Kanal31
    • 0Komentar

    SPI-YOGYAKARTA Plt Direktur Riset Teknologi dan Pengabdian kepada Masyarakat Kemendikbudristek, Teuku Faisal Fathani mengatakan, Indonesia kini memiliki 14.000 jurnal. Ada 7.000 jurnal yang sudah dievaluasi dan meraih Sinta 6 sampai Sinta 1. 115 jurnal sudah terindeks scopus dan 180 jurnal yang menuju scopus internasional. Ia menekankan, Kemendikbudristek sudah banyak pula mengadakan coaching klinik dan workshop […]

  • Puasa dari Medsos, Mungkinkah?

    Puasa dari Medsos, Mungkinkah?

    • calendar_month Sabtu, 21 Feb 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • 0Komentar

    JAKARTA Kanal31.com — Dunia digital itu terasa intim. Feed saya beda dengan feed Anda. Algoritma seperti tahu selera, luka, bahkan ego kita. Ia beri sedikit validasi—cukup untuk bikin nagih. Scroll jadi refleks. Jempol kadang lebih disiplin daripada zikir.   Yang melelahkan sering bukan pekerjaan, tapi kebutuhan untuk “terlihat”: terlihat produktif, stabil, bahagia. Padahal hidup nyata tidak […]

expand_less