Breaking News:
Beranda » NETIZEN » Menziarahi Sunan Gunung Jati

Menziarahi Sunan Gunung Jati

  • account_circle Tim Redaksi
  • calendar_month Jumat, 22 Agt 2025
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

CIREBON kanal31.com — Alhamdulillah terlaksana ziarah Walisongo. Tanggal 25-28 Januari 2025 bersama Pengurus Wilayah Ikatan Jamaah Ahlulbait Indonesia (PW IJABI) Jawa Barat. Mulai dari Sunan Gunung Jati di Cirebon hingga berakhir di Syaikh Kholil di Bangkalan, Madura.

Perjalanan dari Bandung dini hari berhenti di Masjid Cipta Rasa. Di sini kami shalat shubuh jamaah. Masjid ini dibangun oleh Sunan Gunung Jati (1448-1568 M.) sebagai sarana ibadah dan pertemuan dengan rakyat.

 

Bagian dalam masjid ada ruangan tertutup untuk keluarga kraton dan keturunan Sunan Gunung Jati. Pada hari jumat mereka masuk dan keluar saat selesai shalat jumat.

 

Di dalamnya ada tiang dari pohon jati, mimbar, cempor, dan ruang imam memimpin shalat dengan bahan marmer. Dalam ruangan ini kami shalat sunah dan memanjatkan doa.

 

Sunan Gunung Jati adalah waliyullah yang pertama dikunjungi. Makamnya berlokasi di Gunung Jati, Cirebon Jawa Barat.

 

Wali yang juga Raja Kesultanan Cirebon ini keturunan Prabu Siliwangi Kerajaan Pajajaran. Dari garis ibunya yaitu Rara Santang yang menikah dengan Syarif Abdullah Maulana Huda, seorang bangsawan dari Palestina. Menikah saat menunaikan ibadah haji.

 

Rara Santang adalah putri Prabu Siliwangi dari permaisuri Subanglarang yang beragama Islam. Ibunya merupakan santri Syaikh Quro di Karawang. Sunan Gunung Jati memiliki nama Syarif Hidayatullah.

 

Dalam sejarah perkembangan Islam di Jawa Barat, terjadi perang antara Pajajaran dan Kesultanan Cirebon. Dikisahkan terjadi adu kesaktian cucu melawan kakeknya. Sang kakek mengalami kekalahan dan mengubah wujud menjadi harimau kemudian pergi ke Garut selatan. Singkatnya kekuasaan di Jawa Barat abad 15-16 Masehi dipegang Kesultanan Cirebon.

 

Area makam berada di puncak Gunung Jati. Ornamen kubah makam (dzarih) dengan kayu jati. Dari bawah menuju makam menaiki anak tangga melewati makam sekitarnya dan gapura dari keramik khas Cina dan arsitektur Hindu. Peziarah yang tidak dapat restu pihak keraton (Kesultanan Cirebon/Keluarga) hanya sampai pintu. Sedangkan yang dapat restu bisa masuk ke dalam, termasuk rombongan kami dari Bandung.

 

Area menuju makam Sunan Gunung Jati dipenuhi pedagang souvenir dan makanan khas Cirebon. Ada yang jual baju, kaos, serban, cincin, senjata tajam, buah buahan, dan pengemis berjejer sepanjang jalan menuju Astana Gunung Jati. Bahkan hingga pintu makam Waliyullah pun ada yang meminta sedekah.

 

Di Gunung Jati ini juga ada tempat ziarah kaum Tionghoa. Istri dari Sunan Gunung Jati adalah putri dari Cina yang konon masih menganut agama leluhurnya.

 

Masih satu kompleks, tokoh Islam di Cirebon sebelum Sunan Gunung Jati adalah Syaikh Nur Jati. Beliau yang membuka hutan jati menjadi lahan pesantren dan memulai produksi terasi dari rebon (udang kecil). Syaikh Nur Jati ini disebut dengan nama Ki Samadullah dan dihubungkan dengan sosok Syaikh Dzatul Kahfi. Ada yang menyebut nama terakhir sosok yang beda dengan Syaikh Nur Jati. Disebut pula sebagai guru dari para wali seperti Syaikh Siti Jenar alias Abdul Jalil, Sunan Bonang dan Sunan Kalijaga.

 

Dari tempat aktivitas Syaikh Nur Jati ini konon muncul nama Cirebon. Syaikh Nur Jati dihubungkan dengan sosok Pangeran Cakrabuana atau Walangsungsang dari Kerajaan Pajajaran. Masuk Islam karena interaksi dengan pedagang Muslim yang singgah kemudian menjadi gurunya. Selanjutnya menyebarkan Islam di Cirebon dan mendirikan pesantren di Amparan Jati. Semakin eksis ketika Sunan Gunung Jati datang ke Cirebon melanjutkan dakwah sampai membentuk kesultanan.

 

Masih di Cirebon,terdapat makam Syaikh Abdul Jalil alias Syaikh Siti Jenar alias Syaikh Lemah Abang. Sosok waliyullah ini secara paham agama berbeda dengan Walisongo. Lokasi makamnya di Kemlaten, Kelurahan Harjamukti Kota Cirebon. Kami tidak ke lokasi tersebut karena tidak ada dalam rencana. Selanjutnya kami bergerak menuju wali yang berada di Demak.

AHMAD SAHIDIN, penulis buku Tanda-Tanda Kiamat Mendekat.

  • Penulis: Tim Redaksi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pemimpin Sejati

    Pemimpin Sejati

    • calendar_month Jumat, 23 Mei 2025
    • account_circle Tim Redaksi
    • 0Komentar

    PURWAKARTA kanal31.com — Pemimpin sejati tidak perlu pengakuan, melainkan Solusi Ala Robert Rosenkranz Di tengah dunia yang semakin haus akan pengakuan, sorotan media dan validasi publik, muncul pernyataan tajam dan mendalam dari Robert Rosenkranz, seorang tokoh stoik modern dan investor kawakan” Pemimpin sejati tidak mencari pengakuan, tetapi solusi” Ungkapan ini tidak hanya menggugah tetapi juga […]

  • Hanya di Kota Bandung, Kulit Ceker Ayam Jadi Sepatu

    Hanya di Kota Bandung, Kulit Ceker Ayam Jadi Sepatu

    • calendar_month Kamis, 27 Okt 2022
    • account_circle Tim Redaksi
    • 0Komentar

    KANAL31.COM-Kota Bandung memang telah diakui sebagai kota kreatif. Beragam kreativitas muncul dari warganya. Termasuk soal bahan dasar kulit. Hampir semua orang telah mengenal sepatu kulit yang berasal dari kulit buaya, biawak, atau kulit ular.   Mengutip dari laman Bandung, dengan kreativitas di Kota Bandung ada sepatu kulit yang berasal dari ceker ayam, produk dari sepatu […]

  • Terobosan Inovatif, Ushuluddin UIN Bandung Seleksi Dosen LB Lewat Fit and Proper Test

    Terobosan Inovatif, Ushuluddin UIN Bandung Seleksi Dosen LB Lewat Fit and Proper Test

    • calendar_month Senin, 22 Jan 2024
    • account_circle Tim Redaksi
    • 0Komentar

    KANAL31.COM — BANDUNG — Fakultas Ushuluddin, UIN SGD Bandung, melakukan seleksi ketat untuk mencetak dosen profesional dan berkualitas, yaitu dengan menggelar Fit And Proper Test bagi 40 calon dosen Luar biasa, bertempat di Gedung T, Jumat, 19 Januari 2024. Kegiatan ini dihadiri oleh Wakil Dekan I, Dr.Ecep Ismail, M.Ag. Wakil Dekan II, Dr.Muhlas, M.Hum, Kabag […]

  • Sah! Dedi Mulyadi – Erwan Setiawan Resmi Dilantik Jadi Gubernur dan Wakil Gubernur Jabar 2025-2030

    Sah! Dedi Mulyadi – Erwan Setiawan Resmi Dilantik Jadi Gubernur dan Wakil Gubernur Jabar 2025-2030

    • calendar_month Kamis, 20 Feb 2025
    • account_circle Tim Redaksi
    • 0Komentar

    JAKARTA kanal31.com — Dedi Mulyadi dan Erwan Setiawan resmi dilantik sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Barat periode 2025-2030. Pelantikan oleh Presiden Prabowo Subianto berlangsung di Istana Merdeka, Jakarta, Kamis (20/2/ 2025). Dalam prosesi yang bersejarah ini, Presiden Prabowo turut melantik ratusan kepala daerah dari seluruh Indonesia. Sebanyak 961 pejabat yang terdiri dari 33 gubernur, 33 […]

  • Cara Jitu S2 Studi Agama-Agama UIN Bandung Teguhkan Moderasi dan Pemberdayaan Perempuan

    Cara Jitu S2 Studi Agama-Agama UIN Bandung Teguhkan Moderasi dan Pemberdayaan Perempuan

    • calendar_month Kamis, 30 Okt 2025
    • account_circle Tim Redaksi
    • 0Komentar

    BANDUNG kanal31.com — Dalam rangka memperingati Hari Santri Nasional 2025, Program Magister Studi Agama-Agama (SAA) Pascasarjana UIN Sunan Gunung Djati Bandung bekerja sama dengan Pimpinan Wilayah Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama (PW ISNU) Jawa Barat bidang Pemberdayaan Perempuan sukses menyelenggarakan Kuliah Umum Nasional bertajuk “Moderasi Beragama dan Pemberdayaan Perempuan: Meneguhkan Peran Santri dalam Menjaga Indonesia yang […]

  • Rantai Altara, Novel Petualangan Mencari Jati Diri Ala Siswa MAN 2 Kudus

    Rantai Altara, Novel Petualangan Mencari Jati Diri Ala Siswa MAN 2 Kudus

    • calendar_month Rabu, 14 Jan 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • 0Komentar

    KUDUS Kanal31.com — Rantai Altara: Cahaya, Kegelapan, Kekosongan, novel ini ditulis oleh Bening Cita Maharsi, siswa kelas XI-11 Jurusan IPS MAN 2 Kudus. Novel novel petualangan fantasi ini dirilis di Kudus. Bening Cita Maharsi merupakan salah satu anggota aktif FORLIKU (Forum Literasi MAN 2 Kudus), wadah pengembangan minat dan bakat literasi siswa. Dara 17 tahun […]

expand_less