Breaking News:
Beranda » NETIZEN » Yang Kecewa Pada Prabowo Pasti Tak Suka Membaca Ini

Yang Kecewa Pada Prabowo Pasti Tak Suka Membaca Ini

  • account_circle Moeflich Hasbullah, Dosen UIN Bandung
  • calendar_month Senin, 4 Mei 2026
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

BANDUNG kanal31.com —ย Saya ingin menjelaskan psikologi Presiden Prabowo. Bukan membelanya tapi menjelaskan. Setuju atau tidak, terserah, bebas. Saya mengajak untuk memahami, bukan sekadar memuncratkan kekesalan dan kemarahan. Atau karena mengkritiknya dengan pedas lalu kita merasa sudah hebat dan jadi pahlawan rakyat. Prabowo sudah banyak sekali menerima kritik, dihujat, dilecehkan dll. Gak masalah itu hak rakyat.

 

Kepemimpinan Prabowo banyak masalah, itu jelas. Soal Board of Peace yang sekarang sudah mereda, soal masih terpenjara oleh Jokowi, soal kabinet gemuk, soal reshuffle tak menarik dan tak bermakna, daan … terutama soal MBG. MBG adalah ilusinya sebagai pemimpin negara yang ingin memajukan rakyat tapi tampaknya tanpa konsultasi maslahat tidaknya dan tanpa rencana yang matang. Program emosional dirinya yang sistemnya belum disiapkan, tapi harus jalan. Sisi lain, mari kita memahaminya dengan akal sehat, bukan sekedar menyalahkan dan menghujatnya.

 

Para Pengkritik Harus Meluruskan Niat

 

Kritik pada pemerintah itu hanya teguran, peringatan, bukan harus dituruti. Adalah hak pemerintah mendengarnya atau tidak. Negara besar harus mendengar setiap kritik dari rakyatnya di televisi dan media sosial, itu bukan masalah sederhana. Itu realitas politik. Kalau Anda pun jadi penguasa sebuah negara besar, hasil jerih payak pengorbanan mahal politik, sama juga akan begitu. Kalau kritiknya benar, pemerintah sendiri yang akan merasakan akibat dari kesalahannya tak mau mendengar kritik.

 

Kemudian nasehat. Saiful Mujani menyebut “Prabowo susah mendengar nasehat, satu-satunya cara ya diturunkan.” Itu mah bukan nasehat tapi maksa. Kok nasehat maksa? Yang namanya nasehat itu tidak memaksa, hanya menyampaikan. Kalau “karena susah nerima nasehat, ya gulingkan,” itu namanya sipil otoriter. Kalau intelektual yang memberi nasehatnya, itu intelektual otoriter. Kalau dia jadi penguasa, kemungkinan akan jadi penguasa otoriter juga. Kita harus mampu otokritik bukan hanya kritik keluar.

 

Psikologi Kekuasaan Prabowo

 

Kondisi pemerintahan sekarang yang banyak masalah adalah konsekuensi logis dari kondisi negeri yang sebabnya kompleks sejak era Jokowi, tak bisa hanya menyalahkan presiden terpilih. Tapi mengkritik adalah hak konstitusional rakyat, ya lakukan terus sebagai penyeimbang. Kritiknya jangan memaksa untuk didengar apalagi harus dituruti. Nanti kecewa sendiri. Santai saja, jadi kita rileks, akal sehat terjaga. Yang penting unek-unek sudah disampaikan. Mengeluarkan unek-unek itu sehat.

 

Tapi yang terbaik adalah, kalau mau, rakyat introspeksi menyalahkan dirinya sendiri. Mengapa mau nerima serangan bansos? Mengapa suara mau dibeli dengan 100 ribu perak? Negeri kacau balau begini, harus diakui, semuanya berawal dari terpilihnya Jokowi selama 2 periode, 10 tahun. Siapa yang memilihnya? Rakyat. Rakyat kan direkayasa dan suaranya dibeli oleh kaum berduit alias oligarki!! Ya mengapa memilih dan mengagungkan demokrasi? Demokrasi di negeri yang mayoritas rakyatnya miskin dan pendidikannya rendah, ya begini. Tak perlu menyalahkan siapa-siapa.

 

Prabowo jelas mutunya lebih dari Jokowi, dalam banyak hal. Tapi dia persiden sial. Terpilihnya harus melalui pengaruh Jokowi dan oligarki, akhirnya tak bisa tegas pada Jokowi dan Jokowinya pun masih kuat pengaruhnya yang dia siapkan sejak lama. Prabowo pun harus rela berdampingan dengan fufufafa, padahal awalnya Prabowo menolak. Mengapa Prabowo mau? Realitas politiknya harus begitu. Antara ambisi, cita-cita memajukan bangsa dan nasionalisme sebagai jendral patriot, bercampur menjadi adonan yang dilematis: Dia harus naik melalui Jokowi. Pedih memang. Kalau tak di endorse Jokowi? Dua kali kalah men!!

 

Prabowo tentu banyak kelemahannya, harus terus dikontrol walaupun beban di pundaknya berat. Susah nerima kritik? Jokowi dan Prabowo adalah realitas pilihan rakyat. Kritik saja terus sebagai hak konstitusional tapi kritiknya yang tulus, tetap pelihara daya kritis, ketajaman dan keberanian. Sisi lain, sisakan juga untuk memahami dilemanya. Tak perlu membela lah, cukup memahami. Itu baru rakyat yang cerdas. Jadi kritiknya murni dengan pikiran dan akal sehat, bukan dari kebencian, tidak semata-mata emosi dan teriak mayah-mayah …

 

The invisible power dan grand design di belakang Jokowilah yang masih berkuasa yang harus disadari sebagai problem utama akibat salah arah bangsa, dan kesadaran rakyatlah yang harus dibangkitkan terus sebagai PR bersama. Jadi, tak perlu kecewa amat pada Prabowo, tak perlu juga banyak berharap. Biasa-biasa saja. Supaya hati tenang, jiwa tentram. Salam akal sehat! ๐Ÿ˜Šโ˜•๐Ÿšฌ

  • Penulis: Moeflich Hasbullah, Dosen UIN Bandung

Rekomendasi Untuk Anda

  • Ayo Ikutan Pendaftaran Sertifikasi Amil LAZ Kabupaten/Kota hingga Nasional, Ini Syaratnya

    Ayo Ikutan Pendaftaran Sertifikasi Amil LAZ Kabupaten/Kota hingga Nasional, Ini Syaratnya

    • calendar_month Kamis, 6 Mar 2025
    • account_circle Tim Redaksi
    • 0Komentar

      JAKARTA kanal31.com — Kementerian Agama (Kemenag) membuka pendaftaran pelatihan dan sertifikasi amil Lembaga Amil Zakat (LAZ) tingkat nasional, provinsi, serta kabupaten/kota. Program ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi sumber daya manusia (SDM) amil agar pengelolaan zakat lebih transparan dan akuntabel, sesuai dengan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN). Direktur Pemberdayaan Zakat dan Wakaf Kemenag, Waryono […]

  • Perkuat Sistem Pelindungan Santri, Kemenag Susun Pedoman Pesantren Ramah Anak

    Perkuat Sistem Pelindungan Santri, Kemenag Susun Pedoman Pesantren Ramah Anak

    • calendar_month Selasa, 11 Agt 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • 0Komentar

    JAKARTA, kanal31.com — Direktorat Pesantren pada Direktorat Jenderal Pendidikan Islam, ย Kementerian Agama menyusun Pedoman Safeguarding Pesantren Ramah Anak Tahun 2026. Pedoman ini akan menjadi panduan bersama dalam memperkuat sistem pencegahan tindak kekerasan, serta pelindungan santri di lingkungan pesantren. Draft pedoman ini dibahas bersama di Jakarta, 10โ€“11 Agustus 2026, dengan melibatkan sejumlah pemangku kepentingan untuk memperkaya […]

  • 25 Guru Madrasah dan Pesantren Ikuti English Language Teacher Training

    25 Guru Madrasah dan Pesantren Ikuti English Language Teacher Training

    • calendar_month Rabu, 17 Agt 2022
    • account_circle Admin Kanal31
    • 0Komentar

    KANAL31.COM Sebanyak 25 guru madrasah dan pesantren se-Kota Salatiga dan sekitarnya antusias mengikutiย English Language Teacher Trainingย (ELTT) yang pertama bertajuk 1st Orientation Workshop yang diselenggarakan oleh Unit Pelaksana Teknis Pengembangan Bahasa (UPTPB) UIN Salatiga, di Gedung KH. Ahmad Dahlan, Jumat (12/08/22). Master Trainer dan Kepala Pusat UPTPB, Dr. Hanung Triyokoย mengatakan bahwa pelatihan tersebut bertujuan untuk mengajarkan […]

  • Perang

    Perang

    • calendar_month Selasa, 17 Jun 2025
    • account_circle Tim Redaksi
    • 0Komentar

    BANDUNG Kanal31.com — Perang, dalam wajahnya yang paling jujur, adalah kegagalan akal dan kebangkrutan nurani. Ketika peluru menyalak dan rudal melesat dari satu negara ke negara yang lain, yang hancur bukan hanya bangunan dan infrastruktur, melainkan juga hidup manusia, harapan, dan rasa percaya. Dalam setiap reruntuhan, terkubur mimpi anak-anak yang belum sempat tumbuh, kasih ibu […]

  • Ubaidillah, Butuh Dukungan UIN Bandung dalam Penyempurnaan UU Penyiaran

    Ubaidillah, Butuh Dukungan UIN Bandung dalam Penyempurnaan UU Penyiaran

    • calendar_month Selasa, 5 Nov 2024
    • account_circle Sungkawa Abdisunda
    • 0Komentar

    BANDUNG, kanal31.com– UIN Sunan Gunung Djati Bandung melakukan kerjasama dengan Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) Pusat. Kerjasama ini ditandai dengan penandatanganan MoU (Memorandum of Understanding) oleh Rektor UIN Bandung, Prof Rosihon Anwar dan Ketua KP) Pusat, Ubaidillah, di Bandung, Selasa (05/11/2024). MoU ini meliputi pelaksanaan tri dharma perguruan tinggi melalui peningkatan kualitas sumber daya manusia di […]

  • Guru MTsN 1 Labura Bikin Taman Mini Madrasah dari Botol Bekas

    Guru MTsN 1 Labura Bikin Taman Mini Madrasah dari Botol Bekas

    • calendar_month Selasa, 23 Sep 2025
    • account_circle Tim Redaksi
    • 0Komentar

    LABURA kanal31.com — Namanya Ernita, guru sekaligus Kepala Perpustakaan Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN) 1 Labuhanbatu Utara. Ia menciptakan inovasi unik dan ramah lingkungan dengan membuat taman mini di depan ruangan perpustakaan MTsN 1 Labuhanbatu Utara.   Dilansir dari Kemenag, Selasa (23/9/2025), Ernita bercerita bahwa perubahan besar dapat dimulai dari langkah kecil, seperti memanfaatkan limbah plastik […]

expand_less