Breaking News:
Beranda » NETIZEN » Cirebon Permata Tersembunyi!

Cirebon Permata Tersembunyi!

  • account_circle Tim Redaksi
  • calendar_month Jumat, 29 Agt 2025
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

BANDUNG kanal31.com — Sebastian adalah perencana kota asal Belgia. Dia ditugaskan Uni Eropa untuk membantu Kawasan Rebana dalam hal nature based solution (NBS). Orangnya santai, dan kata anak muda sekarang mah dia itu kalcer (culture) banget. Diajak makan empal gentong, sangat menikmati. Diajak makan sate di Stasiun Hall Bandung, juga begitu.

 

Kami ajak dia keliling Cirebon dan Majalengka.

Kesimpulan dia: Cirebon is amazing. It is a hidden gem.” Alias permata tersembunyi.

Istilah “hidden gem” biasanya sering digunakan oleh dunia pariwisata, kuliner, seni, dan bahkan bisnis. Dan, Cirebon itu tepat disebut sebagai a hidden game.

Kita melihatnya biasa, tapi kata orang asing: luar biasa.

 

Mari kita melamun.

Suatu hari kapal pesiar megah seperti Royal Caribbean, Costa Cruises, atau bahkan Dream Cruises asal Asia Timur, merapat di Pelabuhan Cirebon. Ribuan turis asing turun, berjalan kaki ke alun-alun, menyusuri keraton-keraton megah, mencicipi empal gentong dan nasi jamblang, membeli batik trusmi, lalu sore harinya menonton tari topeng klasik Cirebon. Ekonomi lokal langsung bergerak: hotel penuh, restoran ramai, UMKM kebanjiran order, dan transportasi lokal hidup.

 

Potensi itu nyata. Industri cruise global tumbuh rata-rata 7% per tahun, dan kawasan Asia Pasifik kini menjadi salah satu pasar terbesar. Data dari Cruise Lines International Association (CLIA) menunjukkan, lebih dari 4,5 juta turis Asia naik cruise setiap tahunnya. Turis Tiongkok, khususnya, mendominasi pasar—dan ini selaras dengan jejak sejarah Cirebon yang sejak abad ke-15 sudah dipengaruhi budaya Tiongkok. Dari keramik, arsitektur keraton, sampai motif batik mega mendung, semuanya menyimpan DNA interaksi maritim kuno antara Cirebon dan negeri seberang.

 

Sayangnya, Pelabuhan Cirebon hari ini belum siap menyambut cruise besar. Kedalamannya hanya sekitar 4 meter. Padahal, untuk kapal pesiar standar internasional, minimal dibutuhkan kedalaman 9–11 meter agar aman bersandar. Pernah ada beberapa kali kapal pesiar singgah di Cirebon, tapi mereka sandar di tengah laut. Penumpang merapat dengan menggunakan perahu-perahu kecil.

 

Di sinilah pekerjaan rumah kita: redesign pelabuhan dengan pengerukan (dredging), penataan ulang jalur masuk kapal, serta pengendalian sedimentasi dari aliran Sungai Cisanggarung dan Sungai Kuning yang bermuara ke teluk Cirebon. Teknologi modern memungkinkan sedimentasi dikendalikan melalui kombinasi breakwater (pemecah gelombang), sistem alur baru, serta pengerukan berkala berbasis mapping sonar.

 

Kalau pelabuhan dibenahi, potensi cuannya luar biasa. Satu kapal pesiar ukuran menengah membawa 2.000–3.000 penumpang. Rata-rata setiap turis cruise membelanjakan USD 100–150 per kunjungan singkat. Artinya, sekali sandar bisa menghasilkan Rp 30–70 miliar untuk ekonomi lokal. Bayangkan jika dalam setahun ada 30–40 kapal yang merapat—Cirebon bisa membuka sumber ekonomi baru setara PAD tambahan daerah.

 

Dan inilah daya tarik yang tak dimiliki kota lain: keunikan sejarah Cirebon sebagai melting pot Sunda, Jawa, Tiongkok, hingga Eropa. Dari Keraton Kasepuhan yang punya ornamen megah, Masjid Agung Sang Cipta Rasa dengan jejak arsitektur Demak, hingga pengaruh Portugis yang masih bisa dirunut di naskah-naskah lama. Cirebon bukan hanya kota pelabuhan, tapi museum hidup interaksi budaya maritim. Inilah cerita yang bisa dijual ke pasar cruise global—sebuah pengalaman otentik yang tak ditemui di Bali atau Batam.

 

Sebetulnya, dengan merapat di Cirebon, turis juga bisa melakukan perjalanan darat ke Jakarta, Bandung, dan Semarang. Sehingga Pelabuhan CIrebon bisa jadi pintu masuknya. Kita bisa meraih potensi turis China yang kian hari kian tebal dompetnya.

 

Karena itu, kalau kita serius ingin mengunci pertumbuhan pariwisata Jabar bagian utara, maka kuncinya ada pada unlocking Pelabuhan Cirebon untuk cruise. Dengan kombinasi investasi infrastruktur, promosi internasional, dan penguatan ekosistem wisata (kuliner, budaya, UMKM), Cirebon bisa naik kelas menjadi hub pariwisata maritim dunia.

 

Let’s think differently!!

Budhiana Kartawijaya, Founder dan Ketua Dewan Pembina Yayasan Odesa Indonesia

  • Penulis: Tim Redaksi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Rektor UIN Bandung Doakan Alumni Raih Kehidupan Sukses Dunia Akhirat

    Rektor UIN Bandung Doakan Alumni Raih Kehidupan Sukses Dunia Akhirat

    • calendar_month Sabtu, 14 Des 2024
    • account_circle Sungkawa Abdisunda
    • 0Komentar

    BANDUNG, kanal31.com– Rektor UIN Sunan Gunung Djati Bandung, Prof. Rosihon Anwar mendoakan alumninya menjadi orang besar dan meraih kehidupan yang sukses dunia akhirat. Kunci untuk meraih sukses itu adalah ketekunan, tawakal, dan sabar dalam menempuh perjalanan yang sangat panjang dan terjal. “Tentu, kesuksesan tidak datang dengan sendirinya, melainkan harus melalui proses yang sangat panjang dan […]

  • Tuffpuff en hård pude til dit velvære

    Tuffpuff en hård pude til dit velvære

    • calendar_month Rabu, 7 Okt 2026
    • account_circle Sungkawa Abdisunda
    • 0Komentar

    Auto-generated post_excerpt

  • Top! MAN 2 Kota Malang Sabet 10 Medali OSN Tingkat Nasional 2024

    Top! MAN 2 Kota Malang Sabet 10 Medali OSN Tingkat Nasional 2024

    • calendar_month Senin, 2 Sep 2024
    • account_circle Tim Redaksi
    • 0Komentar

    KANAL31.COM (Malang) — Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 2 Kota Malang kembali unjuk prestasi pada Olimpiade Sains Nasional Tingkat Nasional Jenjang SMA/MA/Sederajat. MAN 2 Kota Malang membawa pulang 10 medali pada OSN 2024. OSN digelar oleh Balai Pengembangan Talenta Indonesia (BPTI), Pusat Prestasi Nasional, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi di Jakarta. Kompetisi tingkat nasional ini berlangsung […]

  • Aneh, Dadan Dicopot, Se-Indonesia Seperti Merayakan Kemenangan

    Aneh, Dadan Dicopot, Se-Indonesia Seperti Merayakan Kemenangan

    • calendar_month Rabu, 3 Jun 2026
    • account_circle Rosadi Jamani, Ketua Satupena Kalbar
    • 0Komentar

    KALBAR kanal31.com — Dari tadi malam timeline bergemuruh. Media sosial riuh rendah seperti warga baru saja mendengar kabar Indonesia berhasil menjuarai Piala Dunia, mengalahkan Brasil 9-0 di final, lalu pulangnya dibagi sembako gratis. Semua bersorak. Semua bertepuk tangan. Semua seperti menemukan kembali semangat hidup yang sempat hilang ditelan harga kebutuhan pokok. Aneh, bukan. Simak narasinya sambil […]

  • Prof. Dadan: Ada 5 Jurus Meningkatkan Etos Kerja

    Prof. Dadan: Ada 5 Jurus Meningkatkan Etos Kerja

    • calendar_month Jumat, 17 Jan 2025
    • account_circle Jun
    • 0Komentar

    BANDUNG, kanal31.com– Upaya menumbuhkan semangat kebangsaan, memupuk nasionalisme, memperkuat kedisiplinan, dan mengingatkan kembali pentingnya nilai-nilai perjuangan bangsa, Rektor I UIN Sunan Gunung Djati Bandung Prof. Dr. Dadan Rusmana mengingatkan kembali pesan dan spirit Quran Surat Ad-Dhuha pada  Apel Pagi 17-an, di halaman Gedung Al-Jamiah, Jumat (17/1/2025). Apel pagi tersebut dihadiri oleh Rektor UIN Sunan Gunung […]

  • Guru MTsN 1 Labura Bikin Taman Mini Madrasah dari Botol Bekas

    Guru MTsN 1 Labura Bikin Taman Mini Madrasah dari Botol Bekas

    • calendar_month Selasa, 23 Sep 2025
    • account_circle Tim Redaksi
    • 0Komentar

    LABURA kanal31.com — Namanya Ernita, guru sekaligus Kepala Perpustakaan Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN) 1 Labuhanbatu Utara. Ia menciptakan inovasi unik dan ramah lingkungan dengan membuat taman mini di depan ruangan perpustakaan MTsN 1 Labuhanbatu Utara.   Dilansir dari Kemenag, Selasa (23/9/2025), Ernita bercerita bahwa perubahan besar dapat dimulai dari langkah kecil, seperti memanfaatkan limbah plastik […]

expand_less