Breaking News:
Beranda » BEWARA » Umat Tak Perlu Pinjol, Kemenag-Baznas Luncurkan Program Microfinance Masjid

Umat Tak Perlu Pinjol, Kemenag-Baznas Luncurkan Program Microfinance Masjid

  • account_circle Tim Redaksi
  • calendar_month Rabu, 8 Okt 2025
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JAKARTA Kanal31.com — Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam (Bimas Islam) bersama Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) meluncurkan program Baznas Microfinance Masjid Berdaya Berdampak (BMM Madada) untuk mendorong pemberdayaan ekonomi umat sekaligus mengurangi ketergantungan masyarakat terhadap pinjaman online (pinjol).

Hal itu dilakukan pada acara Madada Festival yang digelar Subdit Kemasjidan di Auditorium H.M. Rasjidi, Kemenag RI.

Direktur Jenderal Bimas Islam, Abu Rokhmad, menyatakan, program ini merupakan bagian dari strategi MADADA (Masjid Berdaya dan Berdampak) yang menekankan masjid sebagai pusat ibadah sekaligus motor penggerak kesejahteraan sosial dan ekonomi. “Masjid berdaya adalah masjid yang memiliki kapasitas dan sumber daya untuk bertindak, sementara masjid berdampak adalah masjid yang mampu menghadirkan perubahan positif bagi lingkungannya,” ujarnya, Rabu (8/10/2025)

Abu menekankan, transformasi fungsi masjid dari pusat ibadah tradisional menjadi pusat pemberdayaan ekonomi dan sosial harus menjadi langkah nyata agar masjid tetap relevan di era modern. “Melalui kolaborasi dengan Baznas, LAZ, BWI, BPJS, CSR, dan ormas Islam, masjid bisa menjadi pusat inovasi yang memberi manfaat langsung bagi jamaah,” kata Abu.

BMM Madada, dirancang sebagai pijaman lunak tanpa bunga yang disalurkan melalui masjid-masjid. Program ini menargetkan potensi penerima yang memiliki kapasitas usaha, sekaligus mengubah status mereka dari penerima bantuan menjadi muzaki aktif. “Dulu mereka hanya menerima bantuan, kini mereka bisa berperan sebagai pemberi. Banyak cerita sukses yang muncul dari program ini,” jelasnya.

Selain aspek ekonomi, Abu Rokhmad juga menyoroti inisiatif lingkungan dan edukasi. Masjid yang berdaya tidak hanya memperhatikan kesejahteraan jamaah, tetapi juga lingkungan sekitar, termasuk program penghijauan dan penanaman pohon di sekitar masjid percontohan. “Masjid harus bersih, indah, dan hijau. Ini bagian dari bentuk dakwah yang kontekstual,” tambah Abu.

Kegiatan edukasi keagamaan untuk berbagai generasi. “Kami mencatat generasi baby boomers sangat antusias belajar agama, sedangkan Gen Z dan milenial literasinya tinggi tapi praktik ibadahnya belum optimal. Program Fasolatan kami hadir untuk menjembatani hal ini, memberikan pengajian yang sesuai untuk orang tua agar bisa belajar dan tetap aktif secara spiritual,” ujarnya.

BMM Madada akan menjadi model masjid berdaya dan berdampak di seluruh Indonesia, mendorong ekonomi jemaah, menjaga lingkungan, dan membangun peradaban Islam yang inklusif.

Sementara itu, Direktur Urusan Agama Islam dan Bina Syariah, Arsad Hidayat menjelaskan mekanisme BMM Madada secara rinci. Pijaman lunak ini diberikan melalui masjid dan besarannya hingga Rp150 juta per masjid, ditujukan untuk warga yang dinilai memiliki kapasitas usaha atau potensi bisnis. “Program ini bukan sekadar bantuan, tetapi investasi untuk memberdayakan masyarakat agar mandiri secara ekonomi,” jelas Arsad.

BMM Madada memfasilitasi hubungan langsung antara penerima dengan masjid sebagai mediator, sekaligus membangun ekosistem usaha kecil yang berkelanjutan. Dengan demikian, masyarakat tidak perlu lagi bergantung pada pinjol berbunga tinggi yang sering memberatkan.

Keberhasilan program dalam mengubah penerima bantuan menjadi muzaki yang aktif berkontribusi ke masjid. “Ini model pengembangan ekonomi umat berbasis masjid yang efektif. Banyak penerima awal kini mampu memberi kembali kepada jamaah lainnya,” tambahnya.

Dalam aspek lingkungan, Arsad menekankan pentingnya masjid sebagai pusat hijau dan nyaman. “Program penghijauan dan penanaman pohon di sekitar masjid percontohan menjadi bagian dari dakwah ekologis, sekaligus mempercantik fasilitas masjid untuk jemaah,” ujarnya.

Program edukasi keagamaan Fasolatan, yang menyasar generasi lansia (baby boomers) untuk tetap aktif belajar dan beribadah. “Pengajian ini menyesuaikan kebutuhan orang tua yang tidak mungkin belajar bersama cucu atau generasi muda secara langsung. Tujuannya agar mereka tetap produktif secara spiritual,” jelas Arsad.

Program ini juga menjadi wadah interaksi lintas generasi, di mana generasi tua bisa menularkan pengalaman dan praktik ibadah, sementara generasi muda mendapatkan literasi agama secara kontekstual. Hal ini diharapkan memperkuat kesadaran sosial dan spiritual jamaah secara berkelanjutan.

  • Penulis: Tim Redaksi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Rumah Jurnal UIN Bukittinggi Gelar Workshop Pengelolaan Jurnal Ilmiah Berbasis OJS

    Rumah Jurnal UIN Bukittinggi Gelar Workshop Pengelolaan Jurnal Ilmiah Berbasis OJS

    • calendar_month Selasa, 19 Jul 2022
    • account_circle Admin Kanal31
    • 0Komentar

    SPI-BUKITTINGGI Keberadaaan jurnal ilmiah berbasis online journal system (OJS) saat ini memiliki peranan yang sangat vital dalam menunjang dan meningkatkan kualitas perguruan tinggi. Tulisan-tulisan artikel ilmiah diberikan sebuah wadah untuk menampung artikel jurnal ilmiah yakni berbasis OJS. Kebutuhan jurnal versi cetak sudah mulai berkurang dipublikasikan dan diminati. Adanya jurnal ilmiah berbasis OJS ini merupakan salah […]

  • Asyik Kemenag Buka Pasaraya Ramadan Competition

    Asyik Kemenag Buka Pasaraya Ramadan Competition

    • calendar_month Minggu, 2 Mar 2025
    • account_circle Tim Redaksi
    • 0Komentar

    JAKARTA kanal31.com — Dalam rangka menyemarakkan Ramadan 1446 H, Direktorat Pesantren mengajak santri dan masyarakat umum ikut berpartisipasi unjuk kreasi pada program Pasaraya Ramadan Competition. Ini merupakan program kompetisi foto dan video. Direktur Pesantren, Basnang Said menuturkan bahwa kompetisi foto dan video ini terbuka untuk seluruh santri dan umum. “Saya mengajak pada semua kalangan santri […]

  • 5 Rekomendasi Situs Jurnal Ilmiah yang Bisa Diakses Gratis

    5 Rekomendasi Situs Jurnal Ilmiah yang Bisa Diakses Gratis

    • calendar_month Kamis, 7 Jul 2022
    • account_circle Admin Kanal31
    • 0Komentar

    SPI-JAKARTA Apakah Anda sedang mengerjakan karya tulis ilmiah? Tentunya Anda membutuhkan jurnal ilmiah sebagai referensi. Apa saja situs jurnal ilmiah yang dapat Anda akses? Dalam membuat karya tulis ilmiah, tentunya Anda memerlukan jurnal ilmiah yang nantinya dijadikan sebagai referensi. Tujuannya agar data atau informasi dalam karya ilmiah akurat dan kredibel. Saat ini, banyak situs jurnal ilmiah yang bisa diakses […]

  • Terus Berkarya dan Menginspirasi, UIN Bandung Kukuhkan 20 Guru Besar 

    Terus Berkarya dan Menginspirasi, UIN Bandung Kukuhkan 20 Guru Besar 

    • calendar_month Kamis, 24 Apr 2025
    • account_circle Tim Redaksi
    • 0Komentar

    BANDUNG kanal31.com — Rektor UIN Sunan Gunung Djati Bandung, Rosihon Anwar, didampingi Ketua dan Sekretaris Senat Universitas, Mahmud, Asep Muhyiddin, secara resmi mengukuhkan 20 Guru Besar dalam Sidang Senat Terbuka bertajuk “Membumikan Kepakaran, Menguatkan Kebermanfaatan, Mengunggulkan Kontribusi Nyata bagi Peradaban.” Pengukuhan yang berlangsung di Gedung Anwar Musaddad dan disiarkan langsung melalui kanal YouTube UIN Sunan […]

  • Tingkatkan Mutu Akdemik, Prodi IPII UIN Bandung Gelar AL dari LAMSPAK

    Tingkatkan Mutu Akdemik, Prodi IPII UIN Bandung Gelar AL dari LAMSPAK

    • calendar_month Selasa, 25 Nov 2025
    • account_circle Sungkawa Abdisunda
    • 1Komentar

    BANDUNG, kanal31.com — Proses asesmen yang dilakukan Lembaga Akreditasi Mandiri Ilmu Sosial, Politik, Administrasi, dan Komunikasi (LAMSPAK) menuntut kita agar terus meningkatkan dan mempertahankan mutu akademik. Bahkan lembaga pedidikan tinggi yang eksis di era serba canggih sekarang ini, mempersyaratkan standar lebih, di luar jangkauan kinerja dan hasil kerja yang ada selama ini. Demikian gagasan penting yang […]

  • Peneliti BRIN: Indonesia Butuh Database Kuat Terkait Agama dan Kepercayaan

    Peneliti BRIN: Indonesia Butuh Database Kuat Terkait Agama dan Kepercayaan

    • calendar_month Minggu, 17 Apr 2022
    • account_circle Admin Kanal31
    • 0Komentar

    SIP-JAKARTA Kepala Organisasi Riset Ilmu Pengetahuan, Sosial, dan Humaniora Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Ahmad Najib Burhani menyayangkan, bahwa data-data yang dimiliki 6 agama di Indonesia memiliki informasi yang tidak lengkap. Hal ini menjadi salah satu sebab munculnya prejudice stereotype, stigma tentang berbagai hal di luar enam agama di Indonesia. “Awal saya membuat proposal, kita […]

expand_less