Breaking News:
Beranda » NETIZEN » Kabinet Konoha

Kabinet Konoha

  • account_circle Yudi Latif, Direktur Reform Institute
  • calendar_month Selasa, 15 Sep 2026
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JAKARTA, kanal31.com — Presiden mengganti menteri seperti mengganti bidak catur yang dianggap salah langkah. Satu dicopot, satu dipanggil; yang kemarin dipuji, hari ini disingkirkan. Bahkan Purbaya—yang sebelumnya digemakan seolah jawaban atas krisis fiskal—ikut terseret dalam arus pergantian.

Begitulah pemerintahan ini bekerja: bukan dengan peta yang jelas, melainkan tambal sulam; bukan dengan kompas yang mantap, melainkan firasat.

Menteri boleh berganti, kursi berpindah tangan, wajah baru membawa janji lama. Tetapi kekacauan tak ikut berganti. Ia menetap di dalam sistem. Sebab persoalannya bukan semata siapa yang duduk di kursi, melainkan ke mana kursi itu diarahkan.

Agenda dan mimpinya besar, tetapi integritas, konsistensi, dan kapasitas direktifnya rendah.

Lebih problematis, lingkaran dalam kekuasaan hidup dalam kultur “asal bapak senang”: kabar buruk disaring, kritik diperlunak, keberhasilan dibesar-besarkan, kegagalan dicarikan pembenaran. Pemimpin akhirnya bukan kekurangan informasi, melainkan kekurangan kebenaran yang sampai.

Dalam situasi demikian, kebijakan menjadi seni menebak kehendak. Loyalitas lebih mudah dihitung daripada kompetensi; kesalahan hari ini dikoreksi besok tanpa pernah menjadi pelajaran. Pemerintahan tampak sibuk, tetapi negara kehilangan tujuan yang terang.

Pemerintahan pun menyerupai kapal dengan terlalu banyak tangan di kemudi. Semua ingin menentukan arah, tetapi tak jelas siapa memastikan tujuan.

Padahal pemerintahan yang baik bukan yang paling banyak menggagas, melainkan yang mampu menjadikan keputusan sebagai garis haluan, kekuasaan sebagai kapasitas etis, dan kebijakan sebagai pedoman utuh.

Jika sumber masalah berada pada cara negara diarahkan dan dikelola, mengganti menteri hanya memindahkan kursi. Pertunjukannya tetap sama.

Setiap kali susunan kabinet berganti, seolah negara ikut diperbarui. Padahal yang berubah hanya wajah, sementara cara kekuasaan bekerja tetap sama.

Pemimpin negara memerlukan keberanian mendengar kebenaran, keteguhan menjaga arah, dan kecakapan mengubah keputusan menjadi kenyataan.

Jika tidak, pergantian kabinet hanyalah cara mahal untuk mengulang kekacauan yang sama—dengan wajah berbeda.

  • Penulis: Yudi Latif, Direktur Reform Institute

Rekomendasi Untuk Anda

  • Sekda Jabar: SPMB 2025 Berjalan Lancar dan Servernya Stabil

    Sekda Jabar: SPMB 2025 Berjalan Lancar dan Servernya Stabil

    • calendar_month Jumat, 13 Jun 2025
    • account_circle Sungkawa Abdisunda
    • 0Komentar

    BANDUNG, kanal31.com– Pemerintah Daerah Provinsi Jawa Barat memastikan bahwa proses Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) Tahun 2025 Tahap 1 berjalan lancar, serta sistem dan servernya stabil. “Sistem dan server SPMB 2025 dalam kondisi stabil dan aman. Meskipun ada gangguan teknis yang sempat terjadi di hari kedua, itu merupakan kendala bersifat lokal, bukan sistemik, dan telah […]

  • Jelang Wisuda 94-95, UIN Bandung Berikan 10 Anugerah Tahfidz Al-Quran 30 Juz. Ini Daftarnya!

    Jelang Wisuda 94-95, UIN Bandung Berikan 10 Anugerah Tahfidz Al-Quran 30 Juz. Ini Daftarnya!

    • calendar_month Kamis, 7 Des 2023
    • account_circle Tim Redaksi
    • 0Komentar

    KANAL31.COM (Bandung) Fakultas Ushuluddin UIN Sunan Gunung Djati Bandung memberikan anugerah Tahfidz Al-Qur’an 30 Juz. Ini disampaikan di acara pelepasan wisudawan dan wisudawati Fakultas Ushuluddin untuk pelaksanaan Wisuda ke-94 dan 95 UIN Bandung. Acara berlangsung di Aula Anwar Musaddad Kampus I UIN Sunan Gunung Djati Bandung, Rabu, (6/12/2023). Seluruh penerima anugerah Tahfidz Al-Qur’an 30 Juz merupakan […]

  • Mengagumi Ulama dan Artisme

    Mengagumi Ulama dan Artisme

    • calendar_month Kamis, 22 Jan 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • 0Komentar

    BANDUNG Kanal31.com — Mengagumi seorang ulama tanpa ulama itu pernah benar-benar menyadarkan kita secara pribadi, adalah artisme, yaitu psikologi kekaguman yang tak ada bedanya dengan mengagumi sosok, tokoh atau artis pada umumnya.   Pertama, ulama itu bukan untuk dikagumi tapi diserap ilmunya dan diamalkan sebisanya. Bila tak ada yang bisa diserap ilmunya sesuai minat dan kapasitas […]

  • Boaboa Casino plné jackpotů a zábavy

    Boaboa Casino plné jackpotů a zábavy

    • calendar_month Kamis, 8 Okt 2026
    • account_circle Sungkawa Abdisunda
    • 0Komentar

    Auto-generated post_excerpt

  • Idealis dan Pesimis

    Idealis dan Pesimis

    • calendar_month Jumat, 31 Okt 2025
    • account_circle Jun
    • 0Komentar

    BANDUNG kanal31.com — Secara umum, idealis itu karakternya mahasiswa, aktivis, pemikir, pejuang dan ulama. Idealis kita sederhanakan, mereka yang ingin dunia ini bener. Itu saja. Tapi kata guru saya, orang idealis itu tidak ideal. Idealis yang bener adalah yang realistis tapi bertindak tepat. Bener juga ya?   Karena politik itu dunia pragmatis dan tempatnya transaksi kepentingan […]

  • Security_features_and_fair_play_at_https_spinking-casino-uk_uk_are_paramount_for

    Security_features_and_fair_play_at_https_spinking-casino-uk_uk_are_paramount_for

    • calendar_month Kamis, 8 Okt 2026
    • account_circle Sungkawa Abdisunda
    • 0Komentar

    Security features and fair play at https://spinking-casino-uk.uk are paramount for players Ensuring Fairness Through Rigorous Testing and Auditing Understanding the Role of Third-Party Auditors Robust Security Measures to Protect Player Data Multi-Factor Authentication and Account Security Responsible Gaming Tools and Support Understanding the Importance of Self-Exclusion Licensing and Regulatory Compliance Future Trends in Casino Security […]

expand_less