Breaking News:
Beranda » EDUTEKNO » Saatnya Jurnalis Perkuat Literasi Digital Masyarakat

Saatnya Jurnalis Perkuat Literasi Digital Masyarakat

  • account_circle Tim Redaksi
  • calendar_month Senin, 10 Nov 2025
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

LOMBOK kanal31.com — Staf Khusus Menteri Agama Ismail Cawidu mengungkapkan rendahnya tingkat literasi digital masyarakat Indonesia berpotensi memicu penyebaran hoaks, ujaran kebencian, dan manipulasi informasi di ruang digital. Hal ini ia sampaikan dalam Media Gathering Publikasi Media “Transformasi Layanan Menuju SDM Hindu yang Unggul” di Lombok.

“Kalau ditanya bagaimana kebijakan komunikasi di Indonesia, saya menyebutnya open sky policy. Langit Indonesia ini dibuka sehingga seluruh informasi masuk, dan nanti kalau ada konten yang bertentangan dengan undang-undang baru diblokir. Artinya kebebasan dijunjung tinggi, tetapi tantangannya sangat besar bagi masyarakat,” ujarnya, Senin (10/11/2025).

Menurutnya, karakter ruang digital Indonesia yang sangat bebas tidak diimbangi dengan kecakapan digital yang memadai.

“Tingkat literasi digital Indonesia hari ini masih berada pada indeks 3,5 dari angka 5. Masih banyak ujaran kebencian dan cacimaki di ruang digital kita. Itulah indikator bahwa masyarakat belum memiliki kecakapan memadai dalam menyaring informasi,” ucapnya.

Ismail Cawidu juga mencontohkan maraknya praktik manipulasi konten yang mengedit potongan video tokoh publik menggunakan kecerdasan buatan sehingga pesan aslinya berubah dan memicu kemarahan publik.

“Sekarang banyak video-video yang diklipper, dipotong lalu disambungkan, bahkan diberikan suara dengan AI. Itu membuat masyarakat resah dan bisa menghancurkan reputasi seseorang hanya dalam sekejap. Ini tantangan besar karena separuh masyarakat percaya, separuh lagi tidak.”

Dikatakan Ismail Cawidu, masyarakat perlu diajarkan cara memeriksa informasi, melakukan tabayyun, dan tidak langsung mempercayai konten viral.

Ismail Cawidu mengajak media untuk menjadi garda terdepan dalam memberikan informasi jernih dan edukatif, agar ruang digital tidak dikuasai konten negatif.

“Tugas kita semua adalah meningkatkan literasi media bagi masyarakat. Peran media sangat penting untuk menjelaskan, meluruskan, dan mengedukasi, agar masyarakat tidak mudah terjebak ketidakpintaran digital. Pertahanan kita ada di masyarakat yang melek informasi.”

  • Penulis: Tim Redaksi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Perdana, Writing Sprint Digagas Kelas Menulis FUAD IAIN KENDARI

    Perdana, Writing Sprint Digagas Kelas Menulis FUAD IAIN KENDARI

    • calendar_month Jumat, 1 Jul 2022
    • account_circle Admin Kanal31
    • 0Komentar

    SPI-KENDARI Hari ini Jum’at, (01/07/2022) Pukul 13.30 WITA di Kelas Menulis Program Studi Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir (IAT) Fakultas Ushuluddin, Adab, dan Dakwah (FUAD) IAIN Kendari akan berlangsung praktis penulisan artikel ilmiah secara offline. Mahasiswa sebanyak 50 Orang serentak akan melakukan praktik penguatan skills (keterampilan) academic writing. Pelatihan ini akan menerapkan strategi writing sprints melalui […]

  • Baca, Buku, dan Rezeki

    Baca, Buku, dan Rezeki

    • calendar_month Sabtu, 28 Des 2024
    • account_circle Tim Redaksi
    • 0Komentar

    BANDUNG, KANAL31.COM — Sekarang saya cerita tentang buku-buku yang dibaca. Satu di antaranya yang menarik adalah buku berjudul “Islam Aktual” dan “Islam Alternatif” karya Kang Jalal. Buku dari penulis luar yang saya kagumi berjudul (terjemahan) “Islam dan Tantangan Zaman” karya Murtadha Muthahhari dan buku yang ditulis oleh Dr Ali Syariati berjudul “Islam Agama Protes”; yang […]

  • Bukan Legitimasi Kekerasan: Riset Dr. E. Hasbi Nasaruddin Bongkar Salah Kaprah Teks Agama Soal KDRT

    Bukan Legitimasi Kekerasan: Riset Dr. E. Hasbi Nasaruddin Bongkar Salah Kaprah Teks Agama Soal KDRT

    • calendar_month Rabu, 8 Jul 2026
    • account_circle Sungkawa Abdisunda
    • 0Komentar

    BANDUNG, kanal31.com– Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) bukan lagi sekadar urusan dapur yang tabu untuk dibicarakan. Kehadiran Undang-undang Nomor 23 Tahun 2004 tentang Penghapusan Kekerasan dalam Rumah Tangga (UU PKDRT) sejatinya telah meruntuhkan dinding pembatas tersebut, mengubah paradigma dari wilayah privat yang otonom menjadi domain publik yang wajib diintervensi oleh negara demi melindungi hak asasi […]

  • Nailah Shabirah, Mapres ITB : Berani Bangun Inisiatif Perubahan

    Nailah Shabirah, Mapres ITB : Berani Bangun Inisiatif Perubahan

    • calendar_month Rabu, 13 Jul 2022
    • account_circle Admin Kanal31
    • 0Komentar

    SPI-BANDUNG Menjadi pengusaha sukses dan mampu memberikan dampak positif bagi orang sekelilingnya adalah cita-cita Nailah Shabirah. Mahasiswi yang merupakan Juara 2 dalam ajang Pemilihan Mahasiswa Berprestasi (Pilmapres) ITB Tahun 2022 ini merupakan perwakilan dari Mahasiswa Berprestasi (Mapres) Sekolah Bisnis dan Manajemen (SBM) ITB. “Bagi saya, mahasiswa berprestasi adalah mereka yang driven untuk membangun perubahan untuk […]

  • Angkat Ekoteologi di Mesir, Menag Beberkan Peran Agama dan Kemanusiaan di Era AI 

    Angkat Ekoteologi di Mesir, Menag Beberkan Peran Agama dan Kemanusiaan di Era AI 

    • calendar_month Selasa, 20 Jan 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • 0Komentar

    MESIR Kanal31.com — Menteri Agama Nasaruddin Umar berbicara tentang ekotelogi serta peran agama dan kesadaran kemanusiaan di era Artificial Intelligence (AI) pada konferensi internasional yang berlangsung di Mesir. Konferensi ini digelar Kementerian Wakaf Republik Arab Mesir. Konferensi dihadiri Menteri Wakaf sekaligus Ketua Dewan Tertinggi Urusan Islam Mesir, Prof. Dr. Usamah Al-Sayyid Al-Azhari. Hadir juga, para ulama, […]

  • QRIS dan UPI India Menggerogoti Dolar AS

    QRIS dan UPI India Menggerogoti Dolar AS

    • calendar_month Jumat, 10 Jul 2026
    • account_circle Budhiana Kartawijaya, geopolitics enthusiast.
    • 0Komentar

    BANDUNG, kanal31.com — Tanggal 6-8 Juli lalu, PM India Narendra Modi berkunjung ke Indonesia. Prabowo menyambut hangat tamu penting ini. Kedua negara menandatangani 16 kesepakatan kerjasama berbagai bidang, salah satunya adalah mengintegrasikan alat pembayaran QRIS (Quick Respons Indonesia Standard) dengan UPI Unified Payments Interface) India. Targetnya, sebelum 2026 berakhir.   Jadi kalau kita berangkat ke India […]

expand_less