Breaking News:
Beranda » NETIZEN » Sedang Jadi Telur Itik 

Sedang Jadi Telur Itik 

  • account_circle Tim Redaksi
  • calendar_month Kamis, 27 Nov 2025
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

BANDUNG kanal31.com — Para aktifis dan kalangan internal NU mengatakan, prahara NU panas kini berasal dari persoalan tambang. Mahfud MD juga menegaskan, ini semua berawal dari soal tambang. “Malu kita,” kata Mahfud. Konsensi 26.000 hektar tambang buat NU di Kalimantan Timur dari Jokowi. Disitulah pimpinan NU mulai pecah, para petingginya beda keinginan. Ulama, kiyainya pecah. Empat pimpinan NU tak mau tanda tangan surat-surat, “organisasi sudah macet, tidak berjalan, sudah masing-masing,” kata Gus Nadir Hosen. Dari situlah kisruh dan prahara NU bermula.

 

Sekarang, KH. Miftahul Akhyar tegas memberhentikan, Yahya Tsaquf tegas melawan. “Ini bahaya buat masa depan NU,” kata Mahfud. Karena NU adalah bagian besar Islam Indonesia, warga nahdliyin, para pengamat dan netizen membicarakan kegaduhan organisasi ulama ini. Saya ingin sedikit bicara sebagai refleksi tausiyah.

 

Komunitas Telur Itik

 

Ada lima komunitas manusia dalam hidup ini yang disimbolkan oleh lima istilah: Komunitas Lipstik, Komunitas Telur Itik, Komunitas Diskotik, Komunitas Logistik dan Komunitas Batu Keusik. Saya jelaskan lima makna simbol itu secara singkat.

 

Pertama, Komunitas Lipstik. Ini adalah komunitas yang basis dan andalannya adalah mulut. Lipstik adalah simbol dari kesenangan di mulut, kesenangan ngobrol ngalor ngidul, bergosip, kesenangan kumpul dan tukang cekakak-cekikik, tak ada arah dan tujuan, ngopdud sambil ngabisin waktu. Ciri dari komunitas Lipstik adalah tak ada ikatan, bebas, siapa saja, tak ada obrolan ilmu dan tak ada nasehat, saling menegur dan mengingatkan. Komunitas lipstik adalah komunitas tukang kumpul-kumpul.

 

Kedua, Komunitas Telur Itik adalah simbol benda yang mudah pecah. Kepukul sedikit pecah, jatuh sedikit pecah, bawanya harus hati-hati. Telur itik adalah simbol komunitas-komunitas untuk urusan, kepentingan atau memperebutkan dunia: Bisnis, keuntungan, harta dan uang. Disini adalah partai politik, organisasi pencari proyek, komunitas prestise kesenangan dunia yaitu uang, harta dan kekayaan. Apapun nama komunitas dan organisasinya, mau pakai agama atau tidak, bila yang dicarinya adalah dunia, itu adalah komunitas telur itik. Cirinya: Sering panas, sering ribut, mudah konflik, saling jegal dan saling mementingkan diri dan kelompoknya serta mudah pecah. Kepentingan pragmatis dunianya habis, bubar.

 

Ketiga, Komunitas Diskotik adalah komunitas hura-hura untuk mencari kesenangan sementara. Misalnya, grup-grup musik sekuler, pemujaan artis, artis fans club dll. Hiasannya kebebasan pergaulan, narkoba, seks. Simbol tempatnya ya diskotik. Cirinya kekesongan jiwa, kegersangan hati dan disorientasi.

 

Komunitas Logistik adalah komunitas orang-orang kaya. Ini kumpulan orang-orang berduit. Apapun nama grup dan komunitasnya, bila ciri dan syaratnya adalah bonafiditas, itu adalah komunitas logistik. Misalnya, komunitas golf, arisan mahal ratusan juta, grup-grup sosialita, komunitas flexing, grup-grup motor gede, grup modif kendaraan mahal dll. Yang dipertontonkannya, kemewahan dan kesombongan. Cirinya, berduit. Pailit apalagi jatuh miskin bubar.

 

Terakhir, komunitas batu keusik. Batu dan pasir bersatu, disatukan oleh semen menjadi adonan dan bangunan. Kuat, kokoh dan tahan lama. Ini adalah komunitas-komunitas agama, kajian/pengajian, organisasi masjid, majlis taklim, kelompok dzikir, kelompok tausiyah, kelompok hijrah, dan ormas Islam yang tujuan dan aktivitasnya berdakwah. Cirinya, kuat, kokoh, ikatan emosionalnya kuat, silaturahminya kuat, bukan untuk mencari kesenangan dan kepentingan dunia.

 

Ketika NU tergoda dan menerima tambang dengan bayangan NU akan makmur dan kaya, NU sedang menjadi komunitas telur itik, terutama di kalangan petingginya. Makanya, cirinya pasti konflik, ribut, mudah pecah dan konflik berkepanjangan. Padahal, namanya organisasi ulama yang kekayaan batinnya sudah dimilikinya sejak lama dengan kekayaan pesantrennya dan kekayaan batin khazanah tarekatnya. “Malu kita,” kata Mahfud MD.

 

Solusinya gampang: Tinggalkan fatamorgana tambang itu, tinggalkan hawa nafsu dunia itu. Ketika berani meninggalkan tambang, NU menjadi gerakan radikal, radikal dalam menyelesaikan masalah, karena itulah sumber masalahnya. Sadarlah, bahwa NU sudah dirusak oleh Jokowi selama 10 tahun!! Wallahu a’lam.

Moeflich Hasbullah Dosen Fakultas Adab dan Humaniora (FAH) UIN Sunan Gunung Djati Bandung 

  • Penulis: Tim Redaksi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Prodi Akuntansi Syariah UIN Bandung Jalin Kerja Sama dengan UIN Surakarta

    Prodi Akuntansi Syariah UIN Bandung Jalin Kerja Sama dengan UIN Surakarta

    • calendar_month Selasa, 14 Mei 2024
    • account_circle Tim Redaksi
    • 0Komentar

    KANAL31.COM — Program Studi Akuntansi Syariah Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) UIN Sunan Gunung Djati Bandung menjalin kerja sama dengan UIN Raden Mas Said Surakarta, Selasa (14/5/2024) Acara dimulai dengan penandatanganan perjanjian kerjasama yang menandai komitmen kedua belah pihak untuk berkolaborasi dalam bidang pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat. Ketua Prodi Akuntansi Syariah, Mia […]

  • Dosen UIN Jakarta Beberkan Pentingnya Relasi Konstruktif untuk Mencegah Kekerasan Seksual 

    Dosen UIN Jakarta Beberkan Pentingnya Relasi Konstruktif untuk Mencegah Kekerasan Seksual 

    • calendar_month Sabtu, 13 Jun 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • 0Komentar

    BREBES, kanal31.com — Dosen Sekolah Pascasarjana sekaligus Ketua Program Studi Pendidikan Agama Islam Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Dr. Suwendi, M.Ag., menegaskan bahwa berbagai kasus kekerasan seksual yang terjadi di lembaga pendidikan pada umumnya berakar pada relasi kuasa yang tidak sehat. Karena itu, diperlukan pembangunan relasi yang konstruktif dan mekanisme perlindungan […]

  • 5 Ilmu Kanuragan Warisan Syeh Siti Jenar

    5 Ilmu Kanuragan Warisan Syeh Siti Jenar

    • calendar_month Jumat, 23 Sep 2022
    • account_circle Tim Redaksi
    • 0Komentar

    KANAL31.COM SELAIN mewariskan ajaran Manunggaling Kawula Gusti, Syeh Siti Jenar ternyata juga meninggalkan ilmu-ilmu kanuragan kepada para pengikutnya. Bahkan konon kesaktian tersebut hingga saat ini masih ada dan diamalkan oleh orang-orang yang meyakini ajaran Syeh Siti Jenar. Syeh yang juga bergelar Sunan Jepara ini memperoleh dan mempelajari ilmu kanuragan itu tersebut melalui bebagai laku spiritual. […]

  • Hebat! Tingkatkan Kualitas SDM Penghulu Melalui Penulisan Karya Ilmiah

    Hebat! Tingkatkan Kualitas SDM Penghulu Melalui Penulisan Karya Ilmiah

    • calendar_month Jumat, 22 Jul 2022
    • account_circle Admin Kanal31
    • 0Komentar

    SPI-KENDAL Sebagai upaya meningkatkan kemampuan dan keterampilan para penghulu dalam bidang  menulis, Seksi Bimas Islam pada Kantor Kementerian Agama Kabupaten Kendal menyelenggarakan pelatihan penulisan karya ilmiah yang dilaksanakan di Ruang Garuda, Tirto Arum, Selasa (19/7/2022). Hadir membuka acara, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Kendal didampingi Kasubag Tata Usaha dan Kasi Bimas Islam. Dalam sambutannya Kakan […]

  • 9 Strategi Atasi Kesulitan dalam Penulisan Skripsi

    9 Strategi Atasi Kesulitan dalam Penulisan Skripsi

    • calendar_month Rabu, 11 Mei 2022
    • account_circle Admin Kanal31
    • 0Komentar

    Kami telah menyusun tahapan penulisan skripsi sejak proposal. Dari tahapan itu, kami menjumpai beberapa kesulitan yang dialami mahasiswa. Pertama, kesulitan dalam menyusun permasalahan utama penelitian. Solusinya adalah siapkan jawaban sementara untuk pertanyaan utama penelitian yang diajukan, lalu pertimbangkan apakah jawaban tersebut penting sebagai alasan mendasar dilakukannya penelitian. Kedua, kesulitan dalam menyusun kerangka berpikir. Solusinya adalah […]

  • Selamat! Pemenang Kompetisi Policy Brief Moderasi Beragama 2024

    Selamat! Pemenang Kompetisi Policy Brief Moderasi Beragama 2024

    • calendar_month Jumat, 27 Sep 2024
    • account_circle Tim Redaksi
    • 0Komentar

    KANAL31.COM (Bali) — Kompetisi Penulisan Policy Brief Moderasi Beragama bagi ASN Jabatan Fungsional Tertentu Antar Kementerian dan Lembaga Tahun 2024 berakhir. Kompetisi ini diikuti 226 peserta dari delapan Kementerian dan Lembaga dari seluruh Indonesia. Selain dari Kementerian Agama, juga ada dari BPBD Kab. Muko-muko, BRIN, Kementerian Perindustrian, Badan Siber dan Sandi Negara, Bappeda Gorontalo, Kementerian […]

expand_less