Breaking News:
Beranda » BEWARA » Dekan FEBI Serukan Perubahan Radikal: Jangan Hanya Menggugurkan Kewajiban Administratif

Dekan FEBI Serukan Perubahan Radikal: Jangan Hanya Menggugurkan Kewajiban Administratif

  • account_circle Sungkawa Abdisunda
  • calendar_month Senin, 26 Jan 2026
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

BANDUNG, kanal31.com– Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) UIN SGD Bandung Prof. Dr. H. Dudang Gojali, M.Ag.  menyampaikan peringatan keras mengenai perubahan dunia yang sangat cepat. Perguruan tinggi tengah berada dalam tekanan besar dari berbagai arah: industri yang dinamis, ekspektasi masyarakat yang meningkat, hingga perubahan konstalasi global.

Peringatan itu disampaikan Dekan saat memberikan sambutan pada Rapat Kerja (Raker) tahunan, di Auditorium FEBI UIN Bandung, Senin (26/01/2026).

”Dengan semangat transformasi besar yang mengusung tema Excellent Impact, FEBI UIN Bandung tidak lagi bisa berjalan di tempat atau sekadar menggugurkan kewajiban administratif,” tegasnya.

Dekan menegaskan, indikator kesuksesan fakultas harus dirombak. Keberhasilan tidak lagi dihitung dari tumpukan dokumen akreditasi, banyaknya sertifikat, atau tebalnya laporan kegiatan, melainkan dari seberapa besar dampak yang dihasilkan bagi masyarakat.

“Ukuran keberhasilan kita adalah dampak. Apakah riset kita dirasakan manfaatnya? Apakah pengabdian kita menyentuh persoalan nyata masyarakat? Jika orientasi kita masih sebatas meluluskan mahasiswa, maka kita terlalu kecil dalam bermimpi,” tegasnya, di hadapan seluruh peserta rapat kerja.

Visi besar Raker kali ini adalah menciptakan ekosistem akademik yang hidup. FEBI diproyeksikan menjadi wadah yang melahirkan Penggerak Ekonomi, bukan sekadar pengikut; Pemikir Ekonomi, bukan sekadar penghafal; dan Pelaku Ekonomi, bukan sekadar pencari kerja.

Perubahan ini, menurut Dekan, menuntut keberanian seluruh sivitas akademika untuk meninjau ulang metode pengajaran dan penelitian. Ia menekankan prinsip adaptasi: “Tidak semua yang lama harus ditinggalkan, tetapi tidak semua yang lama layak dipertahankan.”

Dekan meminta setiap jurusan dan unit kerja untuk tidak terjebak dalam formalitas rapat. Ia menginstruksikan penyusunan program kerja yang lebih ramping namun memiliki hasil yang terukur dan realistis.

Transformasi Radikal Perguruan Tinggi Keagamaan

Rektor UIN Sunan Gunung Djati Bandung, Prof. Dr. H. Rosihon Anwar, M.Ag. menegaskan, Perguruan Tinggi Keagamaan (PTA) kini berada di persimpangan jalan sejarah. Menghadapi era transformasi digital dan krisis global, PTA dituntut untuk menanggalkan model lama dan melakukan lompatan strategis guna menjaga relevansi keilmuan dan legitimasi sosial.

”Ada tujuh masalah fundamental yang menyelimuti dunia pendidikan tinggi keagamaan saat ini, mulai dari dikotomi ilmu hingga kemandirian finansial,” kata Prof. Rosihon saat membuka Raker FEBI 2026.

Salah satu poin krusial yang diangkat adalah isu relevansi keilmuan. Menurutnya, pemisahan antara ilmu agama dan sains (dikotomi) belum sepenuhnya tuntas. Hal ini mengakibatkan keilmuan agama sering dianggap hanya bersifat normatif, kurang memberikan solusi pada persoalan riil seperti perubahan iklim dan teknologi.

PTA harus bertransformasi menuju keilmuan integratif-transdisipliner. ”Kita harus mulai serius bicara soal ekoteologi, bioetika, hingga etika AI (AI Ethics). Jika tidak, lulusan PTA akan sulit bersaing di pasar global dan ditinggalkan oleh generasi muda yang semakin pragmatis dan digital,” jelasnya.

Prof. Rosihon juga mendorong perubahan paradigma dari sekadar pengajaran tradisional menuju universitas riset yang mampu memproduksi pengetahuan di tingkat internasional. Pemimpin kampus tidak boleh hanya administratif, tetapi harus visioner dalam merespons perubahan global.

Ia menekankan bahwa moderasi beragama harus menjadi produk wacana akademik yang kuat, bukan sekadar slogan politik. Secara bersamaan, digitalisasi menjadi medan tempur baru. Beliau menyoroti ketimpangan literasi digital yang berisiko meminggirkan nilai-nilai agama di ruang siber.

Prof. Rosihon menyoroti pentingnya kemandirian ekonomi melalui konsep entrepreneurial university. Mengandalkan APBN saja dianggap tidak lagi cukup untuk mendanai inovasi dan riset yang masif.

“Pertanyaan fundamental bagi kita semua adalah: apakah PTA hanya akan menjadi penjaga tradisi klasik, atau menjadi aktor strategis peradaban masa depan?” pungkasnya.

 

Lebih dari Sekadar Perencanaan

Sementara, ketua panitia Raker FEBI 2026, yang juga Wakil Dekan II, Dr. Muhammad Zaky, M.Si menjelaskan, raker kali ini diikuti oleh 103 orang, terdiri dari para Wakil Dekan, para ketua/sekretaris jurusan; para dosen, tenaga kependidikan, dan unsur masyarakat. Didukung oleh 18 sponsor, terdiri dari lembaga perbankan, lembaga ekonomi, koperasi, usaha pariwisata, UMKM, dan Ikatan Keluarga Alumni UIN Bandung.

Agenda tahunan ini menjadi momentum krusial dalam merumuskan arah kebijakan dan program strategis fakultas ke depan. Raker juga merupakan forum kolaboratif yang mempertemukan berbagai lini pemangku kepentingan.

Partisipasi jajaran pimpinan jurusan mencakup lima program studi strategis, yaitu: Manajemen, Manajemen Keuangan Syariah, Ekonomi Syariah, Akuntansi Syariah, dan Manajemen Industri Halal.

Selain fokus pada penyusunan program kerja, Dr. Zaky menekankan bahwa aspek emosional dan kekeluargaan menjadi pondasi utama kegiatan ini. Tujuan utama Raker ini mencakup dua dimensi penting: 1) Mempererat tali silaturahmi dan memperkuat jalinan kekeluargaan di antara seluruh elemen fakultas, dan 2) Merumuskan berbagai program kerja inovatif demi pengembangan FEBI yang lebih unggul di masa depan.

Melalui tema ”Excellent Impact”, FEBI berharap setiap program kerja yang dihasilkan tidak hanya berhenti di atas kertas, tetapi mampu memberikan dampak nyata dan unggul bagi mahasiswa, institusi, dan masyarakat luas.(nas)

  • Penulis: Sungkawa Abdisunda

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Ekoteologi sebagai Suara Bumi yang Merintih

    Ekoteologi sebagai Suara Bumi yang Merintih

    • calendar_month Sabtu, 6 Des 2025
    • account_circle Tim Redaksi
    • 0Komentar

    Catatan dari Rapat Kerja Nasional Forum Dekan Fakultas Ushuluddin PTKI Se-Indonesia BANDUNG kanal31.com — Di awal Desember 2025, ketika para dekan Fakultas Ushuluddin dari seluruh Indonesia berkumpul di Bandung, bumi sedang berbicara dengan caranya yang paling getir. Di Sumatera dan Aceh, tanah yang dulu subur kini retak dan longsor. Sungai-sungai meluap menelan rumah dan ladang, seolah […]

  • Gugat Tanggung Jawab Negara: Dr. Budi Tresnayadi Gagas Hak Nafkah Pemulihan bagi Anak Hasil Perkosaan

    Gugat Tanggung Jawab Negara: Dr. Budi Tresnayadi Gagas Hak Nafkah Pemulihan bagi Anak Hasil Perkosaan

    • calendar_month Kamis, 9 Jul 2026
    • account_circle Sungkawa Abdisunda
    • 0Komentar

    BANDUNG, kanal31.com — Anak-anak yang lahir dari kehamilan tidak diinginkan akibat tindak pidana perkosaan berada dalam posisi yang sangat memprihatinkan. Di tengah himpitan stigma sosial, kerentanan sang ibu yang menjadi korban kejahatan seksual secara tidak langsung “diwariskan” kepada anak yang dilahirkannya. Lebih tragis lagi, di mata hukum positif, status mereka dianggap sebagai anak luar kawin […]

  • Inilah Pengabdian Ala UIN Bandung “Smart Village” di Garut

    Inilah Pengabdian Ala UIN Bandung “Smart Village” di Garut

    • calendar_month Senin, 23 Mei 2022
    • account_circle Admin Kanal31
    • 0Komentar

    SPI-GARUT. Mengabdi kepada masyarakat bagi perguruan tinggi adalah sebuah keniscayaan, dalam rangka mengimplementasikan, dan mengembangkan ilmu pengetahuan dan teknologi bagi kesejahteraan masyarakat. Diperlukan sinergi bersama antara perguruan tinggi dan pemerintahan desa untuk mengurangi ketimpangan angka kemiskinan dan digitalisasi pedesaan dengan perkotaan. Kerjasama dengan perguruan tinggi mampu mendorong untuk mewujudkan pemerataan akses teknologi guna meningkatkan kualitas […]

  • Kebangetan Sekali kalau Alumni FEBI Tidak Kaya

    Kebangetan Sekali kalau Alumni FEBI Tidak Kaya

    • calendar_month Jumat, 5 Jul 2024
    • account_circle Sungkawa Abdisunda
    • 0Komentar

    BANDUNG, kanal31.com— Kebangetan sekali kalau alumni Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) hidupnya tidak kaya. Soalnya mereka sudah dibekali ilmu ekonomi dan ilmu bisnis, sebagai ilmu pokok dan dasar untuk melakukan kreativitas dalam kehidupan. “Alumni FEBI kudu lincah, ulah kuuleun (berdiam diri/tidak kreatif),” ujar Dekan FEBI UIN Sunan Gunung Djati Bandung, Prof. Dr. H. Dudang […]

  • Wakil Wali Kota Bandung Ajak Jurnalis Junjung Kejujuran dan Integritas

    Wakil Wali Kota Bandung Ajak Jurnalis Junjung Kejujuran dan Integritas

    • calendar_month Minggu, 21 Sep 2025
    • account_circle Tim Redaksi
    • 0Komentar

    BANDUNG kanal31.com — Wakil Wali Kota Bandung, Erwin, mengajak para jurnalis untuk senantiasa menjunjung tinggi kejujuran dan integritas dalam menjalankan profesinya. Hal tersebut ia sampaikan saat menghadiri Pengukuhan dan Rapat Kerja Periode 2025–2028 Pengurus Ikatan Keluarga Alumni (IKA) Jurnalistik UIN Sunan Gunung Djati Bandung di Aula Fakultas Dakwah dan Komunikasi (FDK), Sabtu (20/9/2025). Jurnalis memiliki […]

  • Dilema ‘Sah Agama’ vs ‘Sah Negara’: Dr. Harry Yuniardi Tawarkan Rekonstruksi Hukum Perkawinan

    Dilema ‘Sah Agama’ vs ‘Sah Negara’: Dr. Harry Yuniardi Tawarkan Rekonstruksi Hukum Perkawinan

    • calendar_month Rabu, 25 Feb 2026
    • account_circle Sungkawa Abdisunda
    • 0Komentar

    Pernahkah Anda membayangkan sebuah kondisi di mana sepasang suami istri dianggap bercerai secara agama, namun di mata negara mereka masih terikat pernikahan? Atau, seorang anak diakui sah oleh hukum negara, namun secara fikih nasabnya menyisakan tanda tanya?   BANDUNG, kanal31.com – Praktik perkawinan dan perceraian dalam masyarakat Muslim modern kerap terjebak dalam ketegangan antara kepatuhan […]

expand_less