Breaking News:
Beranda » HUMANIORA » Dari Edukasi ke Aksi Nyata: Penguatan Satgas P2KS UIN Bandung Berbasis Empati

Dari Edukasi ke Aksi Nyata: Penguatan Satgas P2KS UIN Bandung Berbasis Empati

  • account_circle Tim Redaksi
  • calendar_month Jumat, 17 Apr 2026
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

BANDUNG kanal31.com — UIN Sunan Gunung Djati Bandung terus memperkuat komitmennya dalam menciptakan kampus yang aman, inklusif, dan bebas dari kekerasan melalui kegiatan Pembentukan Tim Khusus Tanggap Cepat Kasus: Satgas sebagai First Responder—Batas Peran, Empati, dan Respons Tepat yang berlangsung di Aula Lecture Hall, Kamis (16/4/2026).

Kegiatan ini menjadi langkah strategis dalam memperkuat sistem respons cepat terhadap berbagai kasus di lingkungan kampus, dan menegaskan peran Satuan Tugas (Satgas) sebagai first responder yang mengedepankan empati dan ketepatan respons.

Dengan mengusung tema “Satgas sebagai First Responder: Batas Peran, Empati, dan Respons Tepat”, kegiatan ini menghadirkan narasumber utama psikolog klinis Taty P. Suandi, S.Psi., Psikolog., CGA, yang didampingi oleh Ketua dan Koordinator Divisi Pencegahan Satgas P2KS UIN Bandung, Dr. Neng Hannah, M.Ag., Dr. Hj. Teti Ratnasih, M.Ag.

Satgas Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Seksual (P2KS) UIN Bandung sendiri dibentuk secara resmi melalui Surat Keputusan Rektor Nomor: B-2017/Un.05/V.2/HK.00.5/09/2024. Kehadiran Satgas ini menjadi langkah strategis institusi dalam memastikan adanya sistem yang terstruktur, responsif, dan berpihak pada korban dalam menangani kasus kekerasan di lingkungan kampus.

Pada tahun pertama, Satgas P2KS tidak hanya berfokus pada penanganan kasus kekerasan seksual, tetapi juga menempatkan upaya pencegahan sebagai prioritas utama. Berbagai langkah strategis telah dilakukan, di antaranya audiensi dengan pimpinan di 10 fakultas yang ada di UIN Bandung untuk membangun komitmen bersama dalam menciptakan ruang aman di tingkat fakultas.

Tindak lanjut dari audiensi tersebut diwujudkan melalui berbagai kegiatan sosialisasi yang menyasar seluruh lapisan civitas akademika. Sosialisasi dilakukan secara masif dalam kegiatan Pengenalan Budaya Akademik dan Kemahasiswaan (PBAK) di tingkat universitas, fakultas, hingga program studi.

Edukasi diberikan kepada tenaga kependidikan (tendik) dan dosen sebagai bagian dari penguatan perspektif dalam pencegahan dan penanganan kekerasan seksual.

Tidak berhenti di situ, Satgas P2KS aktif memanfaatkan media digital melalui podcast, produksi konten edukatif, serta integrasi isu pencegahan dan penanganan kekerasan seksual ke dalam proses pembelajaran di kelas. Kampanye kesadaran juga dilakukan dalam berbagai kegiatan kampus sebagai upaya membangun budaya yang lebih sensitif terhadap isu kekerasan.

Salah satu inovasi penting adalah pembentukan relawan mahasiswa yang dikenal dengan Sahabat Setara. Kelompok ini menjadi garda terdepan dalam mendeteksi dini potensi kekerasan seksual di lingkungan mahasiswa. Kehadiran mereka terbukti sangat membantu Satgas dalam memperluas jangkauan pencegahan serta menciptakan ruang aman yang lebih dekat dengan mahasiswa.

Memasuki tahun kedua, Satgas P2KS UIN Bandung berfokus pada penguatan kapasitas internal. Pelatihan ini menjadi bagian dari upaya tersebut, dengan menghadirkan Taty P. Suandi, psikolog klinis dari Praxis in Community dan praktisi di Women Crisis Center (WCC) Pasundan Durbang, sebagai narasumber utama.

Dalam sambutannya, Kepala Pusat Studi Gender dan Anak (PSGA) UIN Sunan Gunung Djati Bandung, Irma Riyani, Ph.D., menjelaskan pembentukan tim khusus sebagai bagian dari upaya institusional dalam menciptakan lingkungan kampus yang aman, responsif, dan berkeadilan.

“Keberadaan tim tanggap cepat tidak hanya berfungsi sebagai penangan awal, tetapi sebagai garda depan dalam memastikan setiap kasus ditangani secara profesional. Semuanya dilakukan untuk zero toleran terhadap segala macam bentuk kekerasan di kampus,” tegasnya.

Taty P. Suandi menguraikan aspek psikologis dalam penanganan kasus. Menurutnya, Satgas perlu memiliki kepekaan emosional dan kemampuan komunikasi yang baik agar dapat memberikan respons yang tepat tanpa memperburuk kondisi korban. “Empati menjadi kunci utama, namun tetap harus dibarengi dengan pemahaman batas peran agar penanganan berjalan efektif,” ujarnya.

Materi pelatihan dirancang secara komprehensif, mulai dari manajemen dan strategi pendampingan berbasis landasan hukum seperti UU TPKS dan Permendikbudristek Nomor 55, hingga pemahaman jenis-jenis kekerasan dan mekanisme pelaporan yang aman.

Peserta dibekali peran sebagai first responder dengan penekanan pada asas pendampingan, kode etik yang menjamin kenyamanan dan kerahasiaan korban, serta keterampilan Psychological First Aid yang objektif, empatik, dan komunikatif.

Dengan pelatihan ini memperkuat kecerdasan komunikasi pendamping, termasuk penggunaan vokal, gestur, teknik storytelling, serta kemampuan adaptasi dalam berbagai situasi. Keterampilan ini dilengkapi dengan review dan feedback untuk memastikan kualitas pendampingan terus meningkat.

Yang tak kalah penting, peserta mendapatkan pelatihan Emotional Release Technique seperti yoga asanas, latihan stabilisasi dan sinkronisasi, serta posture stabilizing exercise untuk mendukung kesehatan mental korban maupun pendamping.

Ke depan, Satgas P2KS akan memperkuat kolaborasi dengan berbagai pihak terkait, termasuk lembaga layanan konseling di tiap fakultas, gender focal point, serta mitra eksternal dalam penanganan kasus. Hal ini dilakukan untuk memastikan bahwa setiap kasus ditangani secara komprehensif dan profesional.

Melalui pembentukan Tim Khusus Tanggap Cepat ini, UIN Bandung menegaskan bahwa penanganan kasus tidak boleh dibiarkan bergulir liar tanpa arah. Respons yang lambat dan tidak terkoordinasi hanya akan memperparah dampak bagi korban serta merugikan institusi. Oleh karena itu, kehadiran tim yang terlatih, empatik, dan memiliki batas peran yang jelas menjadi kebutuhan mendesak.

UIN Sunan Gunung Djati Bandung percaya bahwa kampus yang aman adalah fondasi utama bagi lahirnya generasi unggul. Dengan sistem yang kuat dan komitmen bersama, setiap warga kampus berhak merasa aman, didengar, dan dilindungi.

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Sebanyak 36.604 Santri akan Ikuti Uji Kesetaraan 2023

    Sebanyak 36.604 Santri akan Ikuti Uji Kesetaraan 2023

    • calendar_month Rabu, 10 Mei 2023
    • account_circle Tim Redaksi
    • 0Komentar

    Jakarta KANAL31.COM Pemerintah akan menggelar Uji Kesetaraan (UK) bagi para santri. Giat ini bertujuan untuk mengukur tingkat kualitas peserta didik pendidikan kesetaraan, Dari data tahun 2023, UK ini diperkirakan akan diikuti sebanyak 36.604 santri. “Uji Kesetaraan bertujuan untuk menyetarakan hasil pendidikan nonformal dengan hasil pendidikan formal, sekaligus menjamin pemenuhan akses peserta didik pendidikan nonformal terhadap […]

  • Sains Buktikan Bulan Menjauhi Bumi Layaknya Keterangan Alquran

    Sains Buktikan Bulan Menjauhi Bumi Layaknya Keterangan Alquran

    • calendar_month Selasa, 19 Apr 2022
    • account_circle Admin Kanal31
    • 0Komentar

    SPI-JAKARTA Sains telah membuktikan bahwa Bulan bergerak menjauhi Bumi, hal ini layaknya keterangan dalam Alquran. Disebutkan, pada akhirnya Bulan akan meledak. Dirangkum dari buku ‘Sains dalam Alquran’ karya Nadiah Thayyarah dijelaskan, jika penelitian-penelitian astronomis telah membuktikan bahwa Bulan terus-menerus menjauh dari Bumi. Pakar astronomi mengatakan, Bulan yang berjarak 300 ribu kilometer dari Bumi terus menjauh, […]

  • Mengenal Aura Kasih yang akan Dipanggil KPK terkait Ridwan Kamil

    Mengenal Aura Kasih yang akan Dipanggil KPK terkait Ridwan Kamil

    • calendar_month Kamis, 25 Des 2025
    • account_circle Tim Redaksi
    • 0Komentar

    KALBAR Kanal31.com — Ikutan ngegosip jadinya. Ini gara-gara KPK, kenapa sih nyebut Aura Kasih. Cobalah sebut Aura Faming, beda jadinya. Mari kita mengenal artis satu anak ini sambil seruput Koptagul, wak!   Nama Aura Kasih mendadak terdengar seperti lonceng tua di Gedung Sate. Biasa saja selama bertahun-tahun, lalu tiba-tiba berdentang keras dan semua orang menoleh. Bukan […]

  • Program 100 Hari Kerja Kang DS, Semua Ijazah yang Tertahan di Sekolah Sudah Tersalurkan

    Program 100 Hari Kerja Kang DS, Semua Ijazah yang Tertahan di Sekolah Sudah Tersalurkan

    • calendar_month Jumat, 24 Jan 2025
    • account_circle Sungkawa Abdisunda
    • 0Komentar

      KAB. BANDUNG KANAL31.COM–  Dalam program 100 hari kerja, Bupati Bandung Dadang Supriatna terus membantu dan memberikan kesempatan kepada para lulusan SMP, SMA, SMK, MTs, dan MA yang ingin mendapatkan ijazah, yang selama ini masih tertahan di sekolah disebabkan oleh berbagai hal. Sebelumnya, Bupati sudah menyalurkan sebanyak 8.305  ijazah yang diterima oleh para lulusan SMP, […]

  • Wagub Jabar: UPI harus Jadi Poros Utama Transformasi Pendidikan Nasional

    Wagub Jabar: UPI harus Jadi Poros Utama Transformasi Pendidikan Nasional

    • calendar_month Senin, 16 Jun 2025
    • account_circle Sungkawa Abdisunda
    • 0Komentar

    BANDUNG, kanal31.com– Universitas Pendidikan Indonesia diharapkan menjadi poros utama transformasi dunia pendidikan, ujar Wakil Gubernur Jawa Barat Erwan Setiawan, saat menghadiri pelantikan Rektor UPI periode 2025-2030 di Gedung Achmad Sanusi, UPI Kota Bandung, Senin (16/6/2025). Wagub Erwan berpesan kepada Prof. Didi Sukyadi sebagai rektor UPI terpilih periode 2025-2030 agar dapat membangun peradaban pendidikan di lingkungan […]

  • Penyelenggaraan Haji Butuh Keselarasan Regulasi Antarnegara

    Penyelenggaraan Haji Butuh Keselarasan Regulasi Antarnegara

    • calendar_month Selasa, 29 Jul 2025
    • account_circle Tim Redaksi
    • 0Komentar

    JAKARTA kanal31.com — Direktur Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kementerian Agama, Hilman Latief, menekankan pentingnya keselarasan kebijakan lintas negara dalam penyelenggaraan haji. Hal ini disampaikannya dalam paparan pada Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Evaluasi Penyelenggaraan Ibadah Haji Tahun 1446 H/2025 M yang digelar di Tangerang, Selasa (29/7/2025). “Isu penting yang ingin saya soroti adalah inter-state regulation, bahwa […]

expand_less