Breaking News:
Beranda » EDUTEKNO » UIN Bandung Terjunkan 6.674 Mahasiswa, KKN Sarana Menebar Rahmatan lil Alamin

UIN Bandung Terjunkan 6.674 Mahasiswa, KKN Sarana Menebar Rahmatan lil Alamin

  • account_circle Sungkawa Abdisunda
  • calendar_month Jumat, 18 Jul 2025
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

BANDUNG, kanal31.com– UIN Sunan Gunung Djati Bandung tahun ini menerjunkan 6.674 peserta Kuliah Kerja Nyata (KKN).  Mereka disebar ke wilayah Regional Jawa Barat, nasional, dan internasional.

KKN memberikan pengalaman kepada mahasiswa dalam mengaplikasikan ilmu pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh di bangku kuliah ke dalam kehidupan bermasyarakat. KKN menjadi sarana bagi mahasiswa untuk mengeksplorasi diri, mengasah kemampuan berpikir, dan mengembangkan karakter.

Demikian Wakil Rektor I UIN Bandung Prof. Dr. H. Dadan Rusmana, M.Ag saat melepas peserta KKN, yang digelar secara hybrid di Aula Rektorat, Jumat (18/07/2025). Hadir dalam kesempatan itu Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP2M) UIN Bandung Dr. H. Setia Gumilar, M.Si.; Sekretaris LP2M Dr. H. Sarbini, M.Ag; Ketua Pusat Pengabdian kepada Masyarakat LP2M Dr. H. Aep Kusnawan, M.Ag; para dekan, pejabat UIN Bandung, dan para dosen pembimbing KKN.

Agar KKN efektif dan efisien, lanjut Prof. Dadan, mahasiswa harus menyiapkan mental, skill, memiliki distingsi keilmuan, dan team work yang kuat. “Ekspektasi masyarakat biasanya tinggi, dengan anggapan bahwa mahasiswa itu serba bisa. Maka, mental dan skill itu dibutuhkan. Jangan lupa mengedukasi masyarakat dengan baik, berkomunikasi dan berkolaborasi,” kata Prof. Dadan, mewakili Rektor Prof. Dr. H. Rosihon Anwar, M.Ag.

Prof. Dadan berpesan kepada semua peserta KKN agar menjaga nama baik UIN Bandung, dengan cara mengedepankan keutamaan akhlak karimah di masyarakat. “Semoga KKN ini berjalan dengan lancar, selamat, dan bermanfaat bagi banyak pihak, amin,” pungkas Prof. Dadan.

Harus Berdampak pada Masyarakat

Ketua LP2M Dr. Setia Gumilar dalam laporannya menjelaskan, KKN ini diarahkan pada kegiatan yang jelas dan terukur (bermetodologi), berdampak pada perubahan masyarakat; berkelanjutan (PBM-Reseach-PkM), berdayaguna dan berhasil guna; serta sebagai penebar rahmatan lil-alamin.

KKN 2025, lanjut Dr. Setia, bertajuk Sisdamas-Rahmatan lil Alamin. “Kami harap para peserta KKN mampu memberikan banyak manfaat bagi masyarakat, kehadirannya sebagai penebar Rahmatan Lil Alamin,” harap Dr. Setia.

Penyelenggaraannya disesuaikan dengan hasil refleksi dan pemetaan sosial yang diselaraskan dengan berbagai isu makro yang berkembang di lingkup nasional dan global, dan isu mikro terkait dengan permasalahan dan potensi daerah setempat.

Kegiatannya dilakukan dalam berbagai bentuk: 1) Belajar bersama masyarakat melalui dialog, lokakarya, dan pelatihan; 2) Pendampingan secara intensif dan partisipatif agar tercapai kemandirian kelompok mitra; 3) Advokasi agar tumbuh kepekaan  sosial, politik, dan budaya;

4) Pemberdayaan ekonomi dalam rangka peningkatan kesejahteraan masyarakat; 5) Layanan masyarakat; 6) Ujicoba penerapan hasil penelitian (action research) ataupun teknologi sederhana untuk mengembangkan potensi suatu komunitas; dan 7) Kegiatan sosial yang bersifat karitatif, seperti bantuan untuk korban bencana alam dan sosial.

Disebar di Sepuluh Jenis KKN

Ketua Pusat Pengabdian kepada Masyarakat LP2M Dr. H. Aep Kusnawan, M.Ag. menjelaskan, dari 6.674 peserta itu disebar di sepuluh jenis KKN: 1) KKN Kolaboratif Luar Negeri Mandiri sebanyak 63 orang (Jepang, Thailand, Malaysia, Saudi Arabia, dan Kirgystan). Dalam Negeri Mandiri 158 (Medan, Babel, Mataram, Purwokerto, Pekalongan, dan Bandung).

KKN ORDA Mitra Pemda Luar Jabar 135 (Orda Mataram, Orda Jatim, Orda Minang) dan KKN Orda Mitra Pemda Wilayah Jabar sebanyak 1.035 orang; KKN Responsif 14; KKN Konversi 15; KKN Tematik Halal 160, Moderasi Beragama 45, dan Sadar Hukum 30; KKN Terpadu 90; KKN Nusantara MB 10; KKN Kolaborasi Dosen-Mahasiswa Mengabdi 10; dan KKN Reguler Sisdamas 4.908.(nas)

 

 

  • Penulis: Sungkawa Abdisunda

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Dua UIN yang Bermasalah

    Dua UIN yang Bermasalah

    • calendar_month Sabtu, 26 Sep 2026
    • account_circle Mamang M Haerudin (Aa), Pesantren Tahfidz Al-Qur'an Al-Insaaniyyah
    • 0Komentar

    CIREBON kanal31.com — UIN Sunan Ampel Surabaya dan UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon, dua UIN yang belakangan sedang dirundung masalah. UIN Surabaya tengah diterpa kasus pemilihan Rektor yang dinilai janggal prosedur dan sejumlah dugaan kasus yang selama ini dilakukan oleh Rektor petahana yang kembali terpilih. Akibat kasus ini, aktivitas kampus dikabarkan lumpuh, para mahasiswa menggugat Rektor […]

  • Gerakan Wakaf Pendidikan Islam, Solusi Hapus Kemiskinan Ekstrem

    Gerakan Wakaf Pendidikan Islam, Solusi Hapus Kemiskinan Ekstrem

    • calendar_month Sabtu, 16 Agt 2025
    • account_circle Tim Redaksi
    • 0Komentar

    JAKARTA kanal31.com — Sekjen Kementerian Agama Kamaruddin Amin yakin gerakan wakaf produktif bisa menjadi solusi bagi peningkatan kesejahteraan dan upaya menghapus kemiskinan ekstrem. Hal ini ditegaskan Kamaruddin Amin saat Launching Gerakan Wakaf Pendidikan Islam di Jakarta, Sabtu (16/8/2025). Menurut Kamaruddin, wakaf yang selama ini lebih dikenal sebatas pembangunan masjid, sekolah, atau fasilitas ibadah, harus ditransformasi […]

  • Berolahraga itu Perintah Agama

    Berolahraga itu Perintah Agama

    • calendar_month Kamis, 19 Feb 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • 0Komentar

    JAKARTA Kanal31.com — Menteri Agama (Menag), Nasaruddin Umar menegaskan dukungan penuh terhadap program prioritas olahraga nasional dengan mengintegrasikan pendidikan jasmani secara fundamental di lingkungan pendidikan keagamaan. Hal ini disampaikan Menag dalam Rapat Tingkat Menteri mengenai Program Prioritas Olahraga Nasional di Gedung Kemenko PMK, Kamis (19/2/2026). Dalam kesempatan ini, Menag menyampaikan bahwa pemerintah memastikan setiap santri […]

  • Ini Aman Nggak?

    Ini Aman Nggak?

    • calendar_month Selasa, 8 Sep 2026
    • account_circle Syahiduz Zaman, Dosen UIN Malang
    • 0Komentar

    MALANG, kanal31.com — Jam makan siang di sebuah sekolah. Kotak MBG baru saja dibagikan. Anak-anak membuka tutupnya, sebagian langsung makan, sebagian sibuk membandingkan lauk dengan teman di sebelahnya.   Seorang siswa justru memandangi kotak makanannya agak lama.   “Ini aman nggak?”   Pertanyaan sederhana. Tapi saya kira, kalau pertanyaan itu mulai muncul semakin sering di sekolah-sekolah, […]

  • Cinta dan Benci Indonesia

    Cinta dan Benci Indonesia

    • calendar_month Sabtu, 25 Jul 2026
    • account_circle Yudi Latif, Direktur Reform Institute
    • 0Komentar

    JAKARTA, kanal31.com — Saudaraku, ada negeri yang dicintai dengan pelukan, tetapi ada pula negeri yang dicintai dengan kemarahan. Indonesia hari ini sedang menyaksikan wajah cinta yang kedua: cinta yang tercurah dalam nada benci. Banyak orang membenci “Indonesia” justru karena sangat mencintainya. Mereka tidak membenci tanah air yang dipijak, rumah bersama yang menyimpan jejak leluhur, merajut […]

  • Luar Biasa! Mahasiswa Ushuluddin UIN Bandung Semakin Moncer

    Luar Biasa! Mahasiswa Ushuluddin UIN Bandung Semakin Moncer

    • calendar_month Selasa, 19 Des 2023
    • account_circle Tim Redaksi
    • 0Komentar

    KANAL31.COM (BANDUNG) — Muhammad Daffa mahasiswa Jurusan Ilmu Hadits Fakultas Ushuluddin Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Gunung Djati Bandung kembali menorehkan prestasi. Kali ini, artikel ilmiah yang dia tulis di semester akhir berjudul “Tracing The Nation’s Indentity Through The Diversity of Content and Language of Ancient Manuscripts of Sumedang Larang Palace,” sukses menembus ketatnya persaingan […]

expand_less