Breaking News:
Beranda » INSPIRASI » PSGA LP2M UIN Bandung Hadirkan Dr. Claire-Marie Hefner Bahas Etika Digital di Pesantren

PSGA LP2M UIN Bandung Hadirkan Dr. Claire-Marie Hefner Bahas Etika Digital di Pesantren

  • account_circle Tim Redaksi
  • calendar_month Rabu, 5 Agt 2026
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

BANDUNG, kanal31.com — Pesatnya perkembangan teknologi digital tidak hanya membawa kemudahan, tetapi juga menghadirkan tantangan baru dalam pembentukan etika dan moral generasi muda, khususnya perempuan muslim di lingkungan pendidikan Islam.

Merespons dinamika tersebut, Pusat Studi Gender dan Anak (PSGA) LP2M UIN Bandung menggelar International Public Lecture #4 di Aula LP2M, Selasa (04/08/2026), dengan narasumber antropolog terkemuka asal Union College, New York, Dr. Claire-Marie Hefner.

Acara yang bertemakan “Negotiating Moral Boundaries in Digital Space: Gender and Young Muslim Women’s Ethical Learning in Pesantren and Islamic Higher Education” ini, dibuka Wakil Rektor I UIN SGD Bandung, Prof. Dr. H. Dadan Rusmana, M.Ag, didampingi ketua Dharma Wanita Persatuan Ny. Hj. Enung Supartini Rosihon, S.S.

Dalam sambutannya Prof. Dadan menyoroti bagaimana lembaga pendidikan Islam kini beradaptasi dengan gelombang teknologi. Berdasarkan studi etnografis di berbagai pesantren di Jawa, terdapat tiga pola respons utama:

  1. Pesantren yang masih menolak penggunaan gawai.
  2. Pesantren yang berada pada tahap awal adaptasi.
  3. Pesantren yang telah aktif memanfaatkan teknologi digital dalam kurikulum pembelajaran.

Ia menegaskan bahwa penguatan literasi digital di lingkungan pendidikan Islam adalah hal yang krusial. “Literasi digital penting agar kita mampu menyaring berbagai aspek dalam bersosial media, termasuk bagaimana menggunakan internet secara sehat,” ujarnya.

Senada dengan hal tersebut, Ketua LP2M UIN Bandung, Dr. H. Setia Gumilar, M.Si. berharap diskusi tersebut dapat memberikan insight konkret untuk mengantisipasi dampak negatif gawai tanpa mengesampingkan potensi positifnya.

Menurut Dr. Setia, ruang digital perlu dimanfaatkan dengan tetap memperhatikan etika dan batas-batas moral. “Melalui penjelasan dari narasumber, kita bisa mendapatkan insight tentang bagaimana mengantisipasi dan menegosiasikan dampak negatif dari penggunaan gadget, baik di pesantren maupun di luar,” katanya

 

Dilema Moral, Tantangan Gender, Otoritas Baru Santriwati

Dalam paparannya, Dr. Claire-Marie Hefner membagikan temuan etnografisnya yang dilakukan di dua lembaga pendidikan Islam terkemuka di Yogyakarta, yakni Madrasah Mu’allimat Muhammadiyah dan Pondok Pesantren Krapyak Ali Maksum.

Hefner mengungkapkan adanya pergeseran pola kekhawatiran orang tua saat mengirimkan anak-anak mereka ke pesantren. Jika sebelumnya kecemasan berfokus pada pergaulan bebas fisik, narkoba, atau alkohol, sejak 2019 perhatian bergeser tajam pada dominasi gawai dan media sosial.

Ia juga menyoroti dimensi gender yang dinilai sangat memengaruhi pengalaman remaja di dunia maya. Perempuan Muslim muda kerap kali menerima tingkat pengawasan dan kritik yang lebih tajam terkait aktivitas digital mereka dibandingkan laki-laki.

“Saya menemukan bahwa para santriwati belajar menegosiasikan nilai-nilai moral yang mereka pelajari di pesantren dengan tantangan di media sosial. Mereka tetap berusaha memegang nilai agama sambil memahami ruang digital yang terus berkembang,” papar Hefner.

Menariknya, media sosial tidak hanya dilihat sebagai ancaman. Menurut Hefner, platform digital juga menjadi wadah baru bagi perempuan Muslim muda untuk membangun otoritas keagamaan. Melalui media sosial, santriwati dapat aktif berpartisipasi dalam diskusi keagamaan, menyampaikan pandangan, serta saling mengingatkan tentang etika bermedia sosial secara Islami.

Di akhir sesi, Hefner turut menyentuh dampak gawai terhadap kesehatan mental generasi muda. Merujuk pada pemikiran sosiolog Jonathan Haidt, ia menawarkan sejumlah pendekatan strategis yang dapat dipertimbangkan oleh lembaga pendidikan dan pengambil kebijakan:

  • Mendorong lingkungan sekolah yang bebas gawai pada jam belajar.
  • Menetapkan batas usia minimal penggunaan media sosial hingga 16 tahun.
  • Mengintegrasikan kurikulum literasi digital kritis untuk membentengi santri dari disinformasi.

Refleksi Berkelanjutan

Ketua PSGA UIN Bandung, Irma Riyani, Ph.D, sekaligus moderator acara, menyampaikan bahwa forum internasional ini merupakan seri kelanjutan sejak 2023. Acara ini dirancang untuk mempertemukan sivitas akademika dengan perspektif global mengenai gender, fenomena sosial, dan pendidikan Islam di Indonesia.

Melalui International Public Lecture #4 ini, UIN Bandung kembali mempertegas komitmennya sebagai kampus yang responsif terhadap isu-isu kontemporer, memperluas wawasan akademis, serta merumuskan strategi pendidikan Islam yang adaptif di era digital.(nas)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Integrasi Ilmu, dari Epistemologi ke Evaluasi Kebijakan Akademik 

    Integrasi Ilmu, dari Epistemologi ke Evaluasi Kebijakan Akademik 

    • calendar_month Selasa, 3 Mar 2026
    • account_circle Suwendi, Dosen Sekolah Pascasarjana UIN Jakarta
    • 0Komentar

    JAKARTA Kanal31.com — Transformasi kelembagaan dari IAIN ke UIN merupakan langkah strategis untuk melahirkan lulusan perguruan tinggi keagamaan Islam (PTKI) yang memiliki kompetensi agamawan yang ilmuwan atau ilmuwan yang agamawan. Dua kompetensi sekaligus, ahli agama dan ahli ilmu pengetahuan, terekonstruksi dalam kebijakan transformasi lembaga ini. Inilah sesungguhnya di antara alasan lahirnya PP 46 tahun 2019 tentang […]

  • Dorong Produktivitas Akademik, IAEB Lantik Pengurus Jabar 2025–2028

    Dorong Produktivitas Akademik, IAEB Lantik Pengurus Jabar 2025–2028

    • calendar_month Kamis, 3 Jul 2025
    • account_circle Tim Redaksi
    • 0Komentar

    BANDUNG kanal31.com — Sebanyak 109 dosen dari 27 perguruan tinggi di Jawa Barat resmi dilantik sebagai pengurus International Association of Economics and Business (IAEB) Wilayah Jawa Barat untuk periode 2025–2028. Pelantikan dilakukan langsung oleh Presiden IAEB Internasional, Prof. Dr. Ts. Shafinar bin Ismail dari UiTM Malaysia, di Auditorium Lantai 6 Fakultas Pendidikan Ekonomi dan Bisnis (FPEB) […]

  • Dari Edukasi ke Aksi Nyata: Penguatan Satgas P2KS UIN Bandung Berbasis Empati

    Dari Edukasi ke Aksi Nyata: Penguatan Satgas P2KS UIN Bandung Berbasis Empati

    • calendar_month Jumat, 17 Apr 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • 0Komentar

    BANDUNG kanal31.com — UIN Sunan Gunung Djati Bandung terus memperkuat komitmennya dalam menciptakan kampus yang aman, inklusif, dan bebas dari kekerasan melalui kegiatan Pembentukan Tim Khusus Tanggap Cepat Kasus: Satgas sebagai First Responder—Batas Peran, Empati, dan Respons Tepat yang berlangsung di Aula Lecture Hall, Kamis (16/4/2026). Kegiatan ini menjadi langkah strategis dalam memperkuat sistem respons cepat […]

  • Tingkatkan Kualitas Pengelolaan Jurnal, UIN Bandung Adakan Workshop Tools

    Tingkatkan Kualitas Pengelolaan Jurnal, UIN Bandung Adakan Workshop Tools

    • calendar_month Kamis, 30 Jun 2022
    • account_circle Admin Kanal31
    • 0Komentar

    SPI-BANDUNG Upaya menciptakan atmosfir akademik di bidang publikasi ilmiah, Rumah Jurnal UIN Sunan Gunung Djati Bandung menggelar Workshop Series-1: Tools Penunjang Pengelolaan Jurnal Online secara virtual melalui aplikasi zoom meeting, Kamis (30/06/2022). Busro, M.Ag., dosen Fakultas Ushuluddin, Ketua Sentra Pengelolaan Jurnal dan Rifqi Syamsul Fuadi, S.T., Tutor Relawan Jurnal Indonesia, pengelola Jurnal JOIN, Jurusan Informatika […]

  • Mengungkap Penyebab Mundurnya Gubernur BI, Benarkah Alasan Pribadi

    Mengungkap Penyebab Mundurnya Gubernur BI, Benarkah Alasan Pribadi

    • calendar_month Senin, 27 Jul 2026
    • account_circle Rosadi Jamani, Ketua Satupena Kalbar
    • 0Komentar

    KALBAR, kanal31.com — Kita lanjutkan kisah mundurnya Gubernur BI, Pak Perry. Mundurnya karena alasan pribadi. Benarkah demikian? Mari kita ungkap sambil seruput Koptagul, wak! Perry Warjiyo mengundurkan diri sebagai Gubernur Bank Indonesia. Suratnya dikirim 25 Juli 2026. Presiden Prabowo menerimanya sehari kemudian. Senin, 27 Juli 2026, diumumkan resmi. Padahal masa jabatan beliau masih sampai 2028. Alasannya? […]

  • Luar Biasa! Peserta PPG Kemenag Tahun 2025 Naik 700%

    Luar Biasa! Peserta PPG Kemenag Tahun 2025 Naik 700%

    • calendar_month Rabu, 3 Sep 2025
    • account_circle Tim Redaksi
    • 0Komentar

    Tangerang Selatan kanal31.com – Afirmasi Kementerian Agama terhadap guru madrasah dan pendidikan agama berbuah manis. Tahun ini, keikutsertaan mereka dalam Pendidikan Profesi Guru (PPG) dalam Jabatan meningkat tajam, angkanya mencapai 700%. Data Kemenag mencatat, ada 29.933 guru yang ikut PPG dalam Jabatan pada 2024. Tahun ini, total peserta PPG dalam Jabatan mencapai 206.411 guru madrasah […]

expand_less