Breaking News:
Beranda » NETIZEN » Bapa Aing

Bapa Aing

  • account_circle Moeflich Hasbullah, Dosen UIN Bandung
  • calendar_month Sabtu, 22 Agt 2026
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

BANDUNG, kanal31.com — Dedi Mulyadi itu manusia unik, dia totalitas, lahir dari bawah, dari rakyat jelata, ketika jadi pejabat dia menghancurkan mitos pejabat yg harus dihormati, melebur dan menyatu dgn rakyat.

Bahasa, ucapan, tak disaring, berbahasa rakyat bledag-bledug apa adanya, “aing, sia, maneh, goblog” biasa keluar dari mulutnya tanpa rasa kagok, sungkan, tak etis, tak ada keraguan tak ada kecanggungan.

Jabatan gubernur dibikinnya tak berwibawa. Tapi itulah uniknya. Gubernur-gubernur lain, Aher, Emil, tak mungkin dan tak akan bisa begitu. Tapi itu tak jadi merendahkan dirinya karena dibarengi dengan banyak prestasi, keakraban total dengan rakyat bawah dan tak dibuat-buat.

Orang tipe Dedi umumnya cerdas, refleksi kehidupannya kuat dan mendalam. Makanya, dia jarang bicara dan pidato pake teks., dia gak akan suka. Teks itu membatasi pikiran. Dia gak mau.

Sepanjang sejarah Indonesia baru kali ini ada pejabat negara, gubernur, seperti ini. Tentu ini sangat menyenangkan rakyat, maka rakyat yang suka nyebutnya “Bapa Aing.” Dia merebut hati dan simpati rakyat kecil, grassroot.

Tapi karena sagala daek dan “sagala bisa,” kekurangan tipe pemimpin begini, selain merakyat juga cenderung “ototiter,” sagala ingin ngatur sendiri, cenderung mangabaikan aturan, tak peduli pada prosesi formal, semua dilabrak, hayang sagala ku sorangan, da ngarasa kabeh bisa.

Kurang percaya ka bawahan, delegation of authority cenderung lemah, dll. Intinya, kekurangannya ada, tapi kelebihannya juga lebih banyak. Jawa Barat dianugrahi gubernur yang benar-benar unik.

Ikutan panjat-pinang, taktak jeung sirah teu paduli ditincakan batur, bobolokot leutak bari nikmat weh deuseurian. Orang biasa juga, yang tak lepas jiwanya, tak kan mau begitu.

Disebut gubernur konten, memang selalu ngonten, wajar, Dedi pun mengakuinya, tapi ari kitu-kitu teuing mah asa kacida. Tapi Dedi mah manusa unik tea, dia gak peduli.

Orang menyebut pencitraan, tapi psikologi menjelaskan tipe manusia pencitraan bukan tipe begini. Pencitraan itu dibuat-buat, tidak totalitas. Tipe pencitraan biasanya manusia penuh formalitas. Dedi tipe manusia lepas apa adanya, blak-blakan, tak suka formalitas dan tak pernah kagok sebagai gubernur berbahasa kasar. Tapi itu tidak negatif, rakyat tetap suka.

Kontroversi pasti, banyak tindakannya yang kurang pas, tidak seharusnya, pejabat gubernur itu terhormat, tak pantas perilakunya begitu, saya juga berpikir begitu, tapi ya dia memang tipe begitu. Gak bisa menurut keinginan kita. Ini soal memahami karakter manusia.

Banyak yang tak suka karena melihat kekurangan-kekurangannya, lebih banyak yang suka karena melihat kelebihan-kelebihannya. Kehidupan ya begitu. Biasa. Soal suka dan tidak, itu ditentukan oleh selera kita. Tapi kalau tujuannya memahami, kita jadi menambah ilmu.

  • Penulis: Moeflich Hasbullah, Dosen UIN Bandung

Rekomendasi Untuk Anda

  • Epidemiolog UGM: Tak Ada Hubungan Hepatitis Akut dengan Vaksin Covid-19

    Epidemiolog UGM: Tak Ada Hubungan Hepatitis Akut dengan Vaksin Covid-19

    • calendar_month Senin, 16 Mei 2022
    • account_circle Admin Kanal31
    • 0Komentar

    SPI-YOGYAKARTA Masyarakat dunia digemparkan dengan kemunculan hepatitis varian baru. Hepatitis atau penyakit yang menyerang organ hati selama ini telah ada, seperti hepatitis A/B/C/D/E, namun hepatitis yang menyerang baru-baru ini tidak disebabkan oleh virus yang mengakibatkan hepatitis A/B/C/D/E. Penyebab hepatitis varian baru ini pun belum diketahui sampai sekarang. Oleh karena itu, hepatitis baru ini masih disebut […]

  • Matrikulasi, Gerbang Penguatan Linibasis Akademik

    Matrikulasi, Gerbang Penguatan Linibasis Akademik

    • calendar_month Kamis, 21 Agt 2025
    • account_circle Tim Redaksi
    • 0Komentar

    BANDUNG, kanal31.com — Sebanyak 903 mahasiswa baru Pascasarjana UIN Sunan Gunung Djati Bandung, termasuk 20 mahasiswa dari Malaysia, Singapura, dan Thailand, resmi memulai perjalanan akademiknya melalui Matrikulasi dan Orientasi Pascasarjana 2025, di Gedung KH Anwar Musaddad, Rabu (20/8/2025). Pembukaan Matrikulasi dan Orientasi Pascasarjana 2025 dihadiri oleh unsur pimpinan: Wakil Rektor IV Prof. Dr. H. Ah. […]

  • Cadoola Rabattcode — Spare jetzt richtig

    Cadoola Rabattcode — Spare jetzt richtig

    • calendar_month Kamis, 8 Okt 2026
    • account_circle Sungkawa Abdisunda
    • 0Komentar

    Auto-generated post_excerpt

  • MBG dan Koperasi Merah Putih

    MBG dan Koperasi Merah Putih

    • calendar_month Selasa, 28 Okt 2025
    • account_circle Tim Redaksi
    • 0Komentar

    BANDUNG kanal31.com — Salah satu ciri kabinet sekarang, itu jalan masing-masing. Badan Gizi Nasional sibuk dengan program Makan Bergizi Gratis (MBG), Kementerian Koperasi giat membangun Koperasi Merah Putih, Kementerian Sosial asyik dengan Sekolah Rakyatnya, dsb. Tidak terintegrasi.   Untuk 2026, anggaran MBG diketok pada angka Rp 336 triliun, . Untuk menjangkau 82 juta siswa, BGN perlu […]

  • Lulusan Prodi Akuntasi Syariah UIN Bandung Siap Berdaya Saing

    Lulusan Prodi Akuntasi Syariah UIN Bandung Siap Berdaya Saing

    • calendar_month Rabu, 3 Apr 2024
    • account_circle Tim Redaksi
    • 0Komentar

    KANAL31.COM — Upaya pengembangan lulusan berdaya saing, Program Studi (Prodi) Akuntasi Syariah Fakultas Ekonomi Bisnis dan Islam (FEBI) UIN Sunan Gunung Djati Bandung menggelar Focus Group Discussion (FGD) bersama Dr. Asep Ghofir Ali, SE., M.Ag, CParb., dosen Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Ekuitas di Aula FEBI, Selasa (2/4/2024) Foccus Group Discussion (FGD) yang dibuka oleh Wakil […]

  • Saatnya Jurnalis Perkuat Literasi Digital Masyarakat

    Saatnya Jurnalis Perkuat Literasi Digital Masyarakat

    • calendar_month Senin, 10 Nov 2025
    • account_circle Tim Redaksi
    • 0Komentar

    LOMBOK kanal31.com — Staf Khusus Menteri Agama Ismail Cawidu mengungkapkan rendahnya tingkat literasi digital masyarakat Indonesia berpotensi memicu penyebaran hoaks, ujaran kebencian, dan manipulasi informasi di ruang digital. Hal ini ia sampaikan dalam Media Gathering Publikasi Media “Transformasi Layanan Menuju SDM Hindu yang Unggul” di Lombok. “Kalau ditanya bagaimana kebijakan komunikasi di Indonesia, saya menyebutnya open […]

expand_less