Breaking News:
Beranda » NETIZEN » Menghidupkan Ecopedagogy: Strategi Pesantren dalam Pelestarian Lingkungan

Menghidupkan Ecopedagogy: Strategi Pesantren dalam Pelestarian Lingkungan

  • account_circle Maslani, Dosen S2 PAI UIN Bandung
  • calendar_month Sabtu, 3 Okt 2026
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

BANDUNG kanal31.com — Kerusakan lingkungan akibat penambangan emas yang eksploitatif, pencemaran, dan pemanasan global bukan hanya persoalan ekologis, tetapi juga cerminan lemahnya kesadaran sosial masyarakat.

Ketika alam dieksploitasi tanpa batas, yang terancam bukan hanya lingkungan, melainkan juga kehidupan sosial dan kesejahteraan bersama. Di tengah situasi ini, lembaga pendidikan seperti pesantren dituntut untuk mengambil peran nyata: membangun kesadaran ekologis yang tidak berhenti pada wacana, tetapi hadir dalam praktik kehidupan sehari-hari.

Pertanyaannya, bagaimana pesantren menerjemahkan ajaran agama menjadi aksi nyata untuk menjaga lingkungan?

Penelitian etnografi kualitatif terhadap tiga pesantren. Pesantren Biharul Ulum Agroekologi Bogor, Pesantren Daarul Falah Bogor, dan Pesantren Ath-Thoriq Garut berusaha menjawabnya. Melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, penelitian ini menggambarkan tradisi yang tumbuh di masyarakat pesantren dalam pelestarian lingkungan.

Penelitian mengenai praktik lingkungan di tiga pesantren, yaitu PBUA di Bogor, PDF di Bogor, dan PAT di Garut, telah mengungkap temuan-temuan yang menarik. Ketiga institusi tersebut secara aktif menumbuhkan kesadaran lingkungan melalui pendekatan pedagogis yang dikenal sebagai ekopedagogi.

Strategi pendidikan ini mencakup berbagai kegiatan, mulai dari pemilihan cermat bibit unggul, prosedur penanaman, praktik pemupukan, hingga tahap panen hasil pertanian.

Selain inisiatif pertanian tersebut, pesantren-pesantren ini juga melakukan upaya pelestarian lingkungan melalui kegiatan peternakan, yang meliputi pemeliharaan ayam, kambing, sapi, dan ikan.

Esensi ekopedagogi, yang berakar kuat pada ajaran Al-Qur’an dan Hadis, disampaikan secara efektif melalui pembelajaran tatap muka, diskusi mendalam, dan bimbingan praktik langsung di lapangan.

Pendekatan ekopedagogis yang selaras erat dengan ajaran Islam ini tidak hanya menegaskan komitmen institusi-institusi tersebut dalam menanamkan nilai-nilai pelestarian lingkungan, tetapi juga menyoroti pendekatan holistik dan komprehensif dalam menumbuhkan kesadaran ekologis di kalangan para santri.

Temuan-temuan tersebut dipaparkan secara lebih rinci pada bagian ini. Hasilnya menunjukkan bahwa pesantren tidak hanya mengajarkan teologi, tetapi juga menanamkan etika ekologis melalui pendekatan praktis. Inilah wajah pesantren sebagai agen perubahan: merawat iman sekaligus merawat bumi.

Ecopedagogi di ketiga pesantren tersebut berakar pada Al-Qur’an dan Hadis. Ajaran itu tidak berhenti di ruang kelas, tetapi dihidupkan melalui tatap muka, didalami dalam ruang-ruang diskusi, dan dipraktikkan langsung di lapangan secara terjadwal.

Dengan begitu, pembelajaran agama tidak sekadar menjadi pengetahuan, melainkan tumbuh menjadi kesadaran dan kebiasaan santri dalam menjaga lingkungan. Pendekatan ekopedagogi di tiga pesantren di Indonesia ini menunjukkan bahwa pembelajaran Al-Qur’an dan Hadis telah menginspirasi santri untuk terlibat dalam upaya pelestarian lingkungan hidup dengan segala dimensinya.

Inilah bukti bahwa pesantren mampu merawat tradisi keilmuan sekaligus menjawab tantangan ekologis zaman ini.

Dr. H. Maslani., M.Ag, Dosen Program Studi Magister (S2) Pendidikan Agama Islam (PAI) UIN Sunan Gunung Djati Bandung

  • Penulis: Maslani, Dosen S2 PAI UIN Bandung

Rekomendasi Untuk Anda

  • UU Pesantren Wujud Rekognisi Negara terhadap Tradisi, Kemandirian, dan Keilmuan Ponpes

    UU Pesantren Wujud Rekognisi Negara terhadap Tradisi, Kemandirian, dan Keilmuan Ponpes

    • calendar_month Selasa, 7 Jul 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • 0Komentar

    MALANG, kanal31.com — Kehadiran Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2019 tentang Pesantren menjadi tonggak penting dalam sejarah pendidikan Islam di Indonesia. Regulasi ini dinilai tidak hanya memberikan kepastian hukum bagi penyelenggaraan pesantren, tetapi juga menjadi bentuk rekognisi negara terhadap tradisi keilmuan, kemandirian, dan kontribusi pesantren dalam membangun karakter bangsa. “Undang-Undang Pesantren mengakhiri panjangnya fase ketika pesantren […]

  • Bangga! Tim Robotik MAN 2 Kota Bandung Raih Tiga Juara di Kompetisi Internasional Malaysia

    Bangga! Tim Robotik MAN 2 Kota Bandung Raih Tiga Juara di Kompetisi Internasional Malaysia

    • calendar_month Kamis, 16 Jan 2025
    • account_circle Admin Kanal31
    • 0Komentar

    BANDUNG KANAL31.COM — Di awal tahun 2025, Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 2 Kota Bandung kembali meraih prestasi gemilang. Tim robotik MANDABA berhasil menjuarai tiga kategori dalam ajang World Robotic Center Competition 2025 yang berlangsung di Multimedia University (MMU) Cyberjaya, Malaysia, pada 10-15 Januari 2025. Kategori yang dimenangkan adalah: Juara 1 untuk kategori Creative Team, Juara […]

  • Diawasi Kemenag, AGPAI Kembalikan Uang Lebih PPG

    Diawasi Kemenag, AGPAI Kembalikan Uang Lebih PPG

    • calendar_month Minggu, 10 Nov 2024
    • account_circle Jun
    • 0Komentar

    kanal31.com-Kabar baik untuk peserta Pendidikan Profesi Guru (PPG) asal Kabupaten Ciamis. Asosiasi Guru Pendidikan Agama Islam (AGPAI) yang sebelumnya telah menarik biaya Rp6 juta padahal biaya sebenarnya cuma Rp5 juta memutuskan mengembalikan Rp1 juta kepada para guru. Kepastian itu diperoleh kanal31.com melalui Kepala Kantor Kemenag Ciamis H.Asep Lukman Hakim M.Si, Jumat (09/11/2024). “Tos ngawitan kang […]

  • Gembira Wujudkan Impian Berhaji Bersama, Inilah Cerita Trio Nenek Bersaudara

    Gembira Wujudkan Impian Berhaji Bersama, Inilah Cerita Trio Nenek Bersaudara

    • calendar_month Selasa, 21 Mei 2024
    • account_circle Tim Redaksi
    • 0Komentar

    KANAL31.COM — Siti Komariah (76) mengembangkan senyumnya ketika menginjakkan kaki kali pertama di Bandara Amir Mohammad Bin Abdul Aziz (AMAA) Madinah. Digandeng dua saudara perempuannya yang juga turut serta menjadi jemaah haji, Komariah mengungkapkan rasa syukurnya. “Alhamdulillah mbak, kami sudah sampai di sini,” ungkapnya kepada petugas haji yang menyambutnya di Bandara Madinah (19/5/2024). Siti Komariah, Siti […]

  • Layanan Publik Lebih Mudah, Pemkot Bandung Kenalkan Smile Connected

    Layanan Publik Lebih Mudah, Pemkot Bandung Kenalkan Smile Connected

    • calendar_month Selasa, 3 Jun 2025
    • account_circle Tim Redaksi
    • 0Komentar

    BANDUNG kanal31.com –Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung terus memperkuat komitmen dalam mewujudkan pelayanan publik yang mudah, cepat, dan transparan melalui peluncuran inovasi Smile Connected. nisiatif layanan digital ini diresmikan Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan di Mal Pelayanan Publik (MPP) Kota Bandung, Jalan Cianjur,  Selasa, (3/6/2025). Farhan mengatakan, kehadiran Smile Connected merupakan bagian dari strategi besar Kota […]

  • 3 Cara Memantapkan Keimanan di Bulan Sya’ban, Bekal Menyongsong Ramadan

    3 Cara Memantapkan Keimanan di Bulan Sya’ban, Bekal Menyongsong Ramadan

    • calendar_month Sabtu, 31 Jan 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • 0Komentar

    BANDUNG Kanal31.com — Tiada kata yang paling pantas kita ucapkan pada siang kali ini selain Alhamdulillah was-syukru ‘ala ni’amillah. Puji dan syukur marilah kita sanjungkan ke Hadirat Allah yang maha luhur. Shalawat dan salam semoga tetap tercurah kepada Baginda Alam Nabi Besar Muhammad saw. juga kepada keluarga, para sahabat, tabi’in dan tabiatnya, hingga kepada kita selaku […]

expand_less