Breaking News:
Beranda » NETIZEN » Hanya PDIP Berani secara Vulgar Menyerang Gibran

Hanya PDIP Berani secara Vulgar Menyerang Gibran

  • account_circle Rosadi Jamani, Ketua Satupena Kalbar
  • calendar_month Kamis, 8 Okt 2026
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

KALBAR kanal31.com — Di antara sekitar partai besar, hanya PDIP berani secara vulgar menyerang Gibran. Yang lain masih kicep. Wajar sih, karena banteng di luar pemerintahan. Gerakan turunkan foto Gibran justru dimotori oleh PDIP. Simak narasinya sambil seruput Koptagul, wak!

Pasca putusan MK, Wakil Ketua DPRD Kota Sukabumi dari Fraksi PDIP, Rojab Asy’ari, dengan tenang menurunkan foto Wakil Presiden Gibran dari dinding ruang kerjanya. Alasannya sederhana, “Saya malu.” Malu punya Wapres belum bisa menunjukkan bukti ijazah setara SMA. Foto Presiden Prabowo tetap terpasang manis. Foto Gibran dititipkan ke sekretariat, “sementara” saja. Nanti kalau ada fakta hukum lebih meyakinkan, bisa dipasang lagi. Mirip sewa kos-kosan.

Aksi ini viral. Rojab tegaskan ini sikap pribadi, bukan instruksi partai. DPP PDIP langsung bilang “kami tidak pernah menyuruh”, tapi juga tidak sebut mau kasih sanksi. Silakan saja, asalkan jangan bilang atas nama partai.

Belum selesai. Ketua DPP PDIP Andreas Hugo Pareira sempat menyarankan Gibran lebih baik mundur. “Lebih terhormat,” katanya. Ada juga bilang Gibran bisa sambil jadi Wapres sambil ambil Paket C. Nuan bayangkan: pagi sidang kabinet, sore les Paket C. Multitasking level dewa.

Lalu muncul Deddy Sitorus, Ketua DPP PDIP sekaligus anggota Komisi II DPR. Dia lebih “maju”. Menurutnya, fakta paling penting dari putusan MK adalah Gibran sejak awal tidak memenuhi syarat jadi calon wakil presiden. Dokumen administrasi diajukan ke KPU patut diduga cacat hukum. Karena sudah terpilih tapi melanggar syarat UU, maka “patut diduga telah terjadi pelanggaran hukum dan/atau perbuatan tercela” sebagaimana Pasal 7A dan 7B UUD 1945. Puncaknya? Deddy bilang DPR sangat mungkin menindaklanjuti lewat Pansus atau Hak Angket. Dari turunin foto di ruang kerja, sekarang naik kelas jadi “bisa dibahas di Senayan”.

Yang paling absurd? Gibran itu dulu anak emas PDIP. Tahun 2019 dia daftar jadi kader. Tahun 2020 PDIP resmi mengusungnya jadi calon Walikota Solo. Dia menang telak dan dilantik. Semua di bawah bendera banteng. Sekarang, setelah “pindah kamar” jadi Wapres bareng Prabowo, fotonya diturunkan, disuruh mundur, dan dibuka opsi pansus serta hak angket.

Seperti mantan dulu bilang “kamu yang terbaik”, sekarang bilang “mending kamu pulang aja, biar kami proses lebih lanjut”.

MK sendiri menyatakan gugatan tidak dapat diterima karena pemohon tak punya legal standing. Tapi di pertimbangan, hakim tegas bilang tidak menemukan bukti meyakinkan, Gibran punya ijazah/sertifikat/diploma setara SMA. Yang ada cuma certificate of attendance dan academic records. Ini dokumen lebih mirip bukti kehadiran, bukan kelulusan. Istana bilang “bukan tidak ada, tapi belum ditemukan”. Bahasa yang sangat kreatif.

Secara hukum Gibran tetap Wapres. Secara moral dan politik, beberapa kader PDIP sudah mulai menurunkan foto, menyarankan mundur, dan membuka opsi pansus.

Politik penuh ironi. Yang dulu mengusung, sekarang menurunkan foto. Yang dulu mendukung, sekarang menyarankan mundur. Yang dulu bilang “ini kader kami”, sekarang bilang “ini sikap pribadi” sekaligus “kami bisa buka pansus”.

Selamat datang di politik Indonesia, di mana foto di dinding bisa jadi barometer moral, saran mundur datang dari partai dulu jadi batu loncatan, dan hak angket jadi senjata pamungkas. Seru, atau justru makin absurd? Terserah. Yang jelas, foto di dinding cuma kertas. Yang lebih penting adalah foto di kepala rakyat, dan itu belum bisa diturunkan dengan mudah.

Foto Ai hanya ilustrasi

Rosadi Jamani

  • Penulis: Rosadi Jamani, Ketua Satupena Kalbar

Rekomendasi Untuk Anda

  • Membedah Kata “Gay” yang Lagi Ramai Dibicarakan

    Membedah Kata “Gay” yang Lagi Ramai Dibicarakan

    • calendar_month Rabu, 6 Mei 2026
    • account_circle Rosadi Jamani, Ketua Satupena Kalbar
    • 0Komentar

    KALBAR kanal31.com — Halo guys! Bukan gaes yang itu, tapi ini gay. Gay yang lagi ramai dibicarakan di negeri ini. Sampai take down-take down-an video segala. Tapi saya mau bahas kata gay saja, tak merembet ke mana-mana. Simak narasinya sambil seruput Koptagul, wak!   Guys..! Gay itu sebenarnya cuma istilah keren untuk pria yang tertarik […]

  • Asyik Program Makan Bergizi Gratis Diluncurkan: Semua Diundang Berpartisipasi

    Asyik Program Makan Bergizi Gratis Diluncurkan: Semua Diundang Berpartisipasi

    • calendar_month Senin, 6 Jan 2025
    • account_circle Tim Redaksi
    • 0Komentar

    JAKARTA, KANAL31.COM — Badan Gizi Nasional dijadwalkan akan meluncurkan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) hari ini, Senin, 6 Januari 2025. Ini tentu adalah hari bersejarah. Sebab, dalam perjalanan panjang bangsa Indonesia baru kali ini program makan bergizi gratis diresmikan.   Berkenaan dengan program ini, Ketua Komisi VII DPR RI Saleh Partaonan Daulay mengajak semua pihak untuk […]

  • Tingkatkan Pelayanan dan Profesional, 5 Lembaga Gelar Sertifikasi Pembimbing Haji dan Umrah

    Tingkatkan Pelayanan dan Profesional, 5 Lembaga Gelar Sertifikasi Pembimbing Haji dan Umrah

    • calendar_month Minggu, 8 Des 2024
    • account_circle Tim Redaksi
    • 0Komentar

    KANAL31.COM, BANDUNG — Ada 5 lembaga bekerjasama menyelenggarakan sertifikasi pembimbing manasik haji dan umrah. Sertifikasi ini merupakan sertifikasi profesional angkatan XII reguler. Di antara lembaga-lembaga yang bekerjasama itu antara lain: Pemerintah Daerah Kabupaten Bandung, Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jawa Barat, Kantor Kementerian Agama Kabupaten Bandung, Forum Komunikasi KBIHU Kabupaten Bandung, dan Universitas Islam Negeri […]

  • Alumni UIN Bandung Tantan Sulthon Bukhawan Terpilih sebagai Ketua PWI Jawa Barat 2026–2031

    Alumni UIN Bandung Tantan Sulthon Bukhawan Terpilih sebagai Ketua PWI Jawa Barat 2026–2031

    • calendar_month Sabtu, 15 Agt 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • 0Komentar

    BANDUNG, kanal31.com — Alumni Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI) UIN Sunan Gunung Djati Bandung, Tantan Sulthon Bukhawan, terpilih sebagai Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Jawa Barat periode 2026–2031. Terpilihnya Tantan menjadi capaian yang membanggakan sekaligus menunjukkan kiprah alumni UIN Bandung dalam dunia jurnalistik dan kehidupan publik. Tantan Sulthon Bukhawan merupakan alumni KPI UIN […]

  • DKM Al Jabbar Gelar Raker, Bahas Program Strategis Masjid Raya Istimewa

    DKM Al Jabbar Gelar Raker, Bahas Program Strategis Masjid Raya Istimewa

    • calendar_month Rabu, 17 Des 2025
    • account_circle Tim Redaksi
    • 0Komentar

    BANDUNG kanal31.com — Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) Masjid Raya Al Jabbar periode 2025-2030 menggelar rapat kerja di Ruang Edukasi, Selasa (16/12/2025).   Dipimpin langsung Ketua DKM Dr. KH. Tata Sukayat, M.Ag, raker diikuti jajaran pengurus yang dilantik Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi pada 9 Desember lalu.   Menurut Tata Sukayat, program Masjid Raya Al Jabbar mengacu […]

  • FEBI UIN Bandung Luncurkan Berbagai Inovasi Program

    FEBI UIN Bandung Luncurkan Berbagai Inovasi Program

    • calendar_month Kamis, 13 Feb 2025
    • account_circle Sungkawa Abdisunda
    • 0Komentar

    BANDUNG, kanal31.com— Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) UIN SGD Bandung akan mendesain model laporan akhir mahasiswa yang lebih efisien dan inovatif. Selain model skripsi dan jurnal, mahasiswa bisa membuat Bisnis Plan; sebuah karya tulis ilmiah yang memuat teknik-teknik dalam mencapai tujuan bisnis. Inovasi ini dalam rangka meningkatkan kapasitas mahasiswa/lulusan yang akan menjadi pemikir, penggiat, […]

expand_less