Breaking News:
Beranda » NETIZEN » Purbaya dan Wajah Kekuasaan

Purbaya dan Wajah Kekuasaan

  • account_circle Moeflich Hasbullah, Dosen UIN Bandung
  • calendar_month Sabtu, 19 Sep 2026
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

BANDUNG, kanal31.com — Memberhentikan seorang menteri tentu merupakan kewenangan Presiden. Tidak ada yang mempersoalkan itu. Yang patut dipersoalkan adalah cara presiden memperlakukan orang yang diberhentikannya. Purbaya diberhentikan ketika sedang menjalankan tugas negara, dan pemberitahuan itu datang melalui telepon. Bahkan seorang yang melakukan kesalahan atau berstatus tersangka korupsi pun, dalam negara hukum, tetap memiliki hak untuk diperlakukan secara manusiawi dan bermartabat. Apalagi seorang Menteri Keuangan yang sedang menjalankan tugas resmi negara. Kekuasaan boleh mencopot jabatan seseorang, tetapi tidak semestinya mencopot kehormatannya.

 

Cara seperti ini memperlihatkan sesuatu yang lebih serius daripada sekadar persoalan etika komunikasi. Ia memperlihatkan bagaimana kekuasaan memandang manusia di dalam lingkarannya sendiri: ketika masih berguna, diperlakukan sebagai pejabat; ketika tidak lagi diperlukan, dapat diberhentikan seperti barang yang sudah tidak berguna. Padahal pemerintahan modern bukan hanya soal siapa yang memiliki kewenangan, tetapi juga bagaimana kewenangan itu digunakan. Ketegasan tidak identik dengan kekasaran. Kecepatan tidak mengharuskan penghinaan. Presiden boleh mengganti menteri dalam satu menit, tetapi semestinya tetap mempunyai waktu lima menit untuk menghormati manusia yang sedang ia berhentikan.

 

Di sinilah pemerintah perlu bercermin. Negara bukan milik penguasa, dan jabatan publik bukan milik pribadi yang sedang berkuasa. Kekuasaan yang sehat justru terlihat ketika ia mampu menghormati orang yang sudah tidak lagi dibutuhkannya. Memberhentikan seseorang dengan hormat adalah tanda kebesaran kekuasaan; memberhentikan dengan cara yang merendahkan justru memperlihatkan kegelisahan kekuasaan itu sendiri. Purbaya mungkin kehilangan jabatan hari itu, tetapi cara ia diberhentikan meninggalkan pertanyaan yang jauh lebih besar: apakah pemerintahan ini sedang membangun budaya kekuasaan yang beradab, atau sekadar budaya kekuasaan yang merasa berhak melakukan apa saja karena memiliki kewenangan?

 

Kalau kepada orang yang berada di dalam kekuasaan saja negara bisa berlaku demikian, bagaimana nasib rakyat biasa yang tidak mempunyai jabatan, akses, dan kekuasaan untuk membela dirinya? Kekuasaan yang tidak mengenal etika akhirnya bukan lagi menunjukkan ketegasan. Ia hanya sedang mempertontonkan bahwa yang kuat merasa tidak perlu menghormati yang lemah.***

  • Penulis: Moeflich Hasbullah, Dosen UIN Bandung

Rekomendasi Untuk Anda

  • Amanah Kepemimpinan: Pesan Kunci INTERAKSI bagi Calon Akuntan Syariah

    Amanah Kepemimpinan: Pesan Kunci INTERAKSI bagi Calon Akuntan Syariah

    • calendar_month Senin, 28 Sep 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • 0Komentar

    BANDUNG kanal31.com — Menjadi pemimpin bukan sekadar mampu mengatur dan menggerakkan orang lain. Lebih dari itu, kepemimpinan merupakan amanah yang setiap keputusan dan tanggung jawabnya kelak akan dimintai pertanggungjawaban. Pesan itu menjadi salah satu nilai yang ditekankan dalam Latihan Kepemimpinan Program Studi Akuntansi Syariah, INTERAKSI 2026/2027, di Aula Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) UIN […]

  • Inilah Momentum Tumbuhkan Optimisme dalam Khazanah Pembukuan Islam

    Inilah Momentum Tumbuhkan Optimisme dalam Khazanah Pembukuan Islam

    • calendar_month Senin, 15 Agt 2022
    • account_circle Admin Kanal31
    • 0Komentar

    KANAl31.COM Pameran buku Islamic Book Fair (IBF) kembali diselenggarakan tahun ini setelah sempat tertunda tahun lalu karena Covid-19. Acara tersebut digelar di Jakarta Convention Center (JCC) pada 3-7 Agustus 2022. Ketua Panitia IBF Mahmud Anis mengatakan IBF kali ini menyediakan 128 stan. Para peserta penerbit yang berpartisipasi menyajikan buku kurang lebih 10 ribu judul dengan […]

  • Peran Agama dalam Krisis Kemanusiaan Global Jadi Bahasan  Call for Papers AICIS 2024

    Peran Agama dalam Krisis Kemanusiaan Global Jadi Bahasan Call for Papers AICIS 2024

    • calendar_month Senin, 11 Des 2023
    • account_circle Tim Redaksi
    • 0Komentar

    KANAL31.COM (SEMARANG) Direktorat Pendidikan Islam Kementerian Agama mengundang para akademisi dan peneliti untuk ikut dalam Call for Paper pada The 23rd Annual International Conference on Islamic Studies (AICIS). Kesempatan mengikuti program ini dibuka mulai 11 Desember 2023 sampai 14 Januari 2024. “Mulai hari ini, kami undang para peneliti dan akademisi untuk ikut berpartisipasi dalam call […]

  • Suerte247 Es Gana con Juego Estratégico

    Suerte247 Es Gana con Juego Estratégico

    • calendar_month Kamis, 8 Okt 2026
    • account_circle Sungkawa Abdisunda
    • 0Komentar

    Auto-generated post_excerpt

  • Jangan Sederhanakan Kepemimpinan Menjadi Soal Identitas Sempit

    Jangan Sederhanakan Kepemimpinan Menjadi Soal Identitas Sempit

    • calendar_month Selasa, 7 Jul 2026
    • account_circle Prof. Dr. H. Dudang Gojali, M.Ag., Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam UIN SGD Bandung, Ketua KBNU UIN SGD Bandung
    • 0Komentar

    BANDUNG, kanal31.com — Setiap kali kursi kepemimpinan menjadi perbincangan. Perdebatan terlalu cepat berbelok pada pertanyaan “siapa”, sementara pertanyaan “mengapa ia layak” justru hampir selalu tercecer. Ada semacam “godaan” menjadikan identitas sebagai jawaban atas persoalan yang jauh lebih rumit. Laki-laki atau perempuan, muda atau senior, dari kelompok ini atau kelompok itu, seakan cukup menjadi alasan untuk menilai […]

  • Keren! Kontingen Jawa Timur Sabet Gelar Juara Umum KSM Nasional 2024 di Ternate

    Keren! Kontingen Jawa Timur Sabet Gelar Juara Umum KSM Nasional 2024 di Ternate

    • calendar_month Minggu, 8 Sep 2024
    • account_circle Tim Redaksi
    • 0Komentar

    KANAl31.COM (Ternate) — Kontingen Provinsi Jawa Timur mencatat sejarah gemilang dengan meraih gelar Juara Umum Kompetisi Sains Madrasah (KSM) Nasional 2024 di Kota Ternate. Prestasi ini diraih setelah para siswa madrasah asal Jawa Timur mendominasi perolehan medali di berbagai bidang lomba, baik dalam kategori individu maupun beregu, utamanya dalam penguasaan sains yang terintegrasi dengan nilai-nilai keislaman. […]

expand_less