Sabtu, 18 Apr 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » NETIZEN » Antara Hasrat, Cinta dan Rasa yang Tertindas 

Antara Hasrat, Cinta dan Rasa yang Tertindas 

  • account_circle Tim Redaksi
  • calendar_month Rab, 16 Apr 2025
  • comment 0 komentar

BANDUNG kanal31.com — Tak sedikit orang berpura-pura kaget ketika mendengar kabar perselingkuhan bos dengan sekretarisnya, atasan dengan bawahannya, dokter dengan perawatnya, dosen dengan mahasiswanya, ustadz dengan santrinya dll, seolah itu tragedi besar yang tak pernah mereka bayangkan sebelumnya. Padahal, fenomena itu bukan perkara hitam-putih, bukan pula semata-mata soal moral atau aib agama, melainkan tentang dinamika manusia yang sedang mencari tempat bagi hasratnya yang dibungkam oleh norma, tapi terus bergejolak dalam tubuh dan batin.

Mari kita bicara jujur. Perempuan berusia muda, gadis berstatus sekretaris, ibu muda sebagai karyawati atau guru, mahasiswi yang sedang mekar, itu semua berada di usia biologis yang sedang hangat, usia gejolak syahwat tak bisa dibungkam hanya dengan dalil. Di sisi lain, banyaknya pria berusia matang, memiliki posisi kuasa sekaligus daya tarik tertentu: stabil secara finansial, matang secara verbal, dan punya otoritas intelektual yang menarik. Kombinasi antara hasrat dan kekaguman adalah bahan bakar paling mudah untuk menyalakan api relasi yang lebih intim dari sekadar hubungan kerja atau urusan akademik.

Tapi ini bukan hanya soal usia dan hasrat, ini juga tentang struktur sosial dan budaya yang memenjarakan gejolak hasrat. Laki-laki diberi naluri berpoligami oleh fitrahnya, oleh biologisnya, tapi di saat yang sama dihantam oleh sistem monogami yang menjadikan keinginan lebih dari satu dianggap buruk. Ketika keinginan itu muncul, masyarakat langsung mencap: tidak setia, tak bermoral, atau doyan perempuan. Padahal, yang sering tak disadari: justru karena tak ada saluran yang sah dan sehat bagi hasrat itu, ia mencari jalannya sendiri secara diam-diam.

Banyak istri yang mencintai suaminya tapi tak sanggup memahami kompleksitas biologis dan psikologis lelaki. Ketika suaminya gelisah dan mulai terdistraksi oleh pesona lain, mereka menganggap itu bentuk pengkhianatan, bukan kegelisahan eksistensial. Sementara di luar sana, perempuan muda hadir dengan semangat mengagumi, menyimak, memberi perhatian—hal-hal yang jarang lagi diterima lelaki di rumahnya yang sunyi dan penuh tuntutan.

Lalu muncullah peristiwa: tempat kerja jadi pertemuan rutin, kantor jadi ruang curhat, konsultasi akademik berubah jadi pelarian emosional, dan sebelum sadar, keduanya sudah larut dalam relasi yang tak lagi netral. Kita bisa marah, bisa mencaci, tapi kita juga bisa menyelami lebih dalam—bahwa ini bukan sekadar dosa, tapi juga jeritan jiwa yang tak punya ruang untuk menyalurkan fitrahnya secara manusiawi dan dewasa.

Banyak yang pura-pura alim mengharamkan poligami atas nama kesetiaan, padahal di belakang layar mereka menyimpan dua-tiga relasi diam-diam. Poligami yang seharusnya menjadi pintu syar’i untuk menyelamatkan syahwat justru dipenjara oleh stigma dan hukum sosial yang munafik. Maka ketika pintu halal ditutup, jalan haram pun dibuka oleh represi dan ketakutan terhadap omongan orang.

Fenomena ini bukan hanya soal moral individu, tapi juga tentang sistem sosial yang gagal memberi ruang aman bagi manusia untuk menjadi dirinya sendiri, mencintai tanpa merasa berdosa, dan jujur pada kerumitannya sendiri. Pria matang dan perempuan muda sering jadi korban dari represi sosial terhadap hasrat, bukan semata-mata pelaku kebejatan.

Tak perlu cepat menghakimi. Sebab dalam tubuh tiap manusia, ada kegelisahan yang tak selalu bisa diceritakan. Dalam batin tiap lelaki, ada pergulatan antara cinta yang ingin suci dan hasrat yang ingin hidup. Mungkin yang perlu kita lakukan bukan menghukum, tapi menciptakan ruang perbincangan yang jujur dan berani—tentang seksualitas, cinta, poligami, dan kemanusiaan.

Dan jangan lupa, Tuhan Maha Tahu keruwetan hati kita. Kadang, yang kita sebut sebagai dosa adalah teriakan sunyi dari jiwa yang lama tak dimengerti. Huh!!

Moeflich H. Hart, Dosen Fakultas Adab dan Humaniora UIN Sunan Gunung Djati Bandung. 

  • Penulis: Tim Redaksi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • G.E. Moore dan Jebakan ‘Pepesan Kosong’ dalam Resolusi Bernegara Kita

    G.E. Moore dan Jebakan ‘Pepesan Kosong’ dalam Resolusi Bernegara Kita

    • calendar_month Sel, 6 Jan 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • 0Komentar

    BANDUNG Kanal31.com — “APA resolusimu di tahun 2026?” Seorang dosen bertanya dalam sebuah forum diskusi kecil beberapa saat sebelum pergantian tahun 2025 ke 2026. Orang-orang serentak menjawab dengan beragam rencana, agenda, atau program yang sangat personal. Saya tidak lantas ikut menjawab. Saya memilih berhati-hati dan menimbang: apakah pertanyaan itu memang membutuhkan jawaban segera, atau jangan-jangan, pertanyaan […]

  • 1.000 Masjid Jadi Posko Mudik Jabar, Dirjen: Layanan Ini Berdampak Positif

    1.000 Masjid Jadi Posko Mudik Jabar, Dirjen: Layanan Ini Berdampak Positif

    • calendar_month Sen, 24 Mar 2025
    • account_circle Tim Redaksi
    • 0Komentar

    BANDUNG kanal31.com — Dirjen Bimas Islam Abu Rokhmad merilis 1.000 Masjid Posko Mudik Jawa Barat pada Minggu (23/3/2025). Peluncuran ini digelar secara hybrid dan diikuti ratusan peserta, mulai para Kepala Kemenag Kab/Kota dan jajaran, Kepala KUA dan jajaran, serta para Takmir masjid di 27 Kab/Kota di wilayah Jawa Barat. “Saya sangat mengapresiasi inisiasi ini. Ini yang […]

  • Prof. Dudang: Kuliah di FEBI untuk Kebahagiaan Dunia Akhirat

    Prof. Dudang: Kuliah di FEBI untuk Kebahagiaan Dunia Akhirat

    • calendar_month Rab, 25 Sep 2024
    • account_circle Sungkawa Abdisunda
    • 0Komentar

    BANDUNG, kanal31.com– Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) UIN Sunan Gunung Djati Bandung Prof. Dr. H. Dudang Gojali, M.Ag kembali menekankan bahwa jebolan FEBI UIN Bandung harus menjadi pemenang dalam kompetisi ekonomi di era Indonesia Emas 2045. Baik identitasnya sebagai Pemikir Ekonomi, Penggerak Ekonomi, maupun Pelaku Ekonomi. Penekanan ini disampaikan Prof. Dudang pada saat […]

  • 5 Pesantren Modern Terbaik di Indonesia

    5 Pesantren Modern Terbaik di Indonesia

    • calendar_month Sel, 27 Sep 2022
    • account_circle Tim Redaksi
    • 0Komentar

    KANAL31.COM Pendidikan di Indonesia bisa terbilang unik dari negara lain. Hal ini bisa dilihat dari adanya pondok pesantren (Ponpes) yang berisikan Pendidikan modern, umum dan agama Islam. Seiring berjalannya waktu, Pesantren menjadi lebih dari sekadar tempat menimba ilmu agama. Pada masa itu, banyak pesantren modern yang menjelma menjadi lembaga pembelajaran ilmiah, seperti lembaga pendidikan umum. […]

  • Saatnya Pengembangan Madrasah Swasta

    Saatnya Pengembangan Madrasah Swasta

    • calendar_month Sel, 10 Mar 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • 0Komentar

    JAKARTA kanal31.com — Menteri Agama Nasaruddin Umar menegaskan bahwa madrasah swasta memiliki peran sangat besar dalam sistem pendidikan nasional. Hal ini disampaikannya saat menerima audiensi dari Majelis Dikdasmen PNF PP Muhammadiyah di Kantor Kementerian Agama, Jakarta. Majelis Dikdasmen Muhammadiyah menyampaikan komitmen untuk turut mengembangkan madrasah serta meningkatkan kualitas pendidikan agar tidak terjadi kesenjangan antara madrasah dan […]

  • Jelang Wisuda 94-95, UIN Bandung Berikan 10 Anugerah Tahfidz Al-Quran 30 Juz. Ini Daftarnya!

    Jelang Wisuda 94-95, UIN Bandung Berikan 10 Anugerah Tahfidz Al-Quran 30 Juz. Ini Daftarnya!

    • calendar_month Kam, 7 Des 2023
    • account_circle Tim Redaksi
    • 0Komentar

    KANAL31.COM (Bandung) Fakultas Ushuluddin UIN Sunan Gunung Djati Bandung memberikan anugerah Tahfidz Al-Qur’an 30 Juz. Ini disampaikan di acara pelepasan wisudawan dan wisudawati Fakultas Ushuluddin untuk pelaksanaan Wisuda ke-94 dan 95 UIN Bandung. Acara berlangsung di Aula Anwar Musaddad Kampus I UIN Sunan Gunung Djati Bandung, Rabu, (6/12/2023). Seluruh penerima anugerah Tahfidz Al-Qur’an 30 Juz merupakan […]

expand_less