Sabtu, 18 Jul 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » NETIZEN » Cirebon Permata Tersembunyi!

Cirebon Permata Tersembunyi!

  • account_circle Tim Redaksi
  • calendar_month Jum, 29 Agu 2025
  • comment 0 komentar

BANDUNG kanal31.com — Sebastian adalah perencana kota asal Belgia. Dia ditugaskan Uni Eropa untuk membantu Kawasan Rebana dalam hal nature based solution (NBS). Orangnya santai, dan kata anak muda sekarang mah dia itu kalcer (culture) banget. Diajak makan empal gentong, sangat menikmati. Diajak makan sate di Stasiun Hall Bandung, juga begitu.

 

Kami ajak dia keliling Cirebon dan Majalengka.

Kesimpulan dia: Cirebon is amazing. It is a hidden gem.” Alias permata tersembunyi.

Istilah “hidden gem” biasanya sering digunakan oleh dunia pariwisata, kuliner, seni, dan bahkan bisnis. Dan, Cirebon itu tepat disebut sebagai a hidden game.

Kita melihatnya biasa, tapi kata orang asing: luar biasa.

 

Mari kita melamun.

Suatu hari kapal pesiar megah seperti Royal Caribbean, Costa Cruises, atau bahkan Dream Cruises asal Asia Timur, merapat di Pelabuhan Cirebon. Ribuan turis asing turun, berjalan kaki ke alun-alun, menyusuri keraton-keraton megah, mencicipi empal gentong dan nasi jamblang, membeli batik trusmi, lalu sore harinya menonton tari topeng klasik Cirebon. Ekonomi lokal langsung bergerak: hotel penuh, restoran ramai, UMKM kebanjiran order, dan transportasi lokal hidup.

 

Potensi itu nyata. Industri cruise global tumbuh rata-rata 7% per tahun, dan kawasan Asia Pasifik kini menjadi salah satu pasar terbesar. Data dari Cruise Lines International Association (CLIA) menunjukkan, lebih dari 4,5 juta turis Asia naik cruise setiap tahunnya. Turis Tiongkok, khususnya, mendominasi pasar—dan ini selaras dengan jejak sejarah Cirebon yang sejak abad ke-15 sudah dipengaruhi budaya Tiongkok. Dari keramik, arsitektur keraton, sampai motif batik mega mendung, semuanya menyimpan DNA interaksi maritim kuno antara Cirebon dan negeri seberang.

 

Sayangnya, Pelabuhan Cirebon hari ini belum siap menyambut cruise besar. Kedalamannya hanya sekitar 4 meter. Padahal, untuk kapal pesiar standar internasional, minimal dibutuhkan kedalaman 9–11 meter agar aman bersandar. Pernah ada beberapa kali kapal pesiar singgah di Cirebon, tapi mereka sandar di tengah laut. Penumpang merapat dengan menggunakan perahu-perahu kecil.

 

Di sinilah pekerjaan rumah kita: redesign pelabuhan dengan pengerukan (dredging), penataan ulang jalur masuk kapal, serta pengendalian sedimentasi dari aliran Sungai Cisanggarung dan Sungai Kuning yang bermuara ke teluk Cirebon. Teknologi modern memungkinkan sedimentasi dikendalikan melalui kombinasi breakwater (pemecah gelombang), sistem alur baru, serta pengerukan berkala berbasis mapping sonar.

 

Kalau pelabuhan dibenahi, potensi cuannya luar biasa. Satu kapal pesiar ukuran menengah membawa 2.000–3.000 penumpang. Rata-rata setiap turis cruise membelanjakan USD 100–150 per kunjungan singkat. Artinya, sekali sandar bisa menghasilkan Rp 30–70 miliar untuk ekonomi lokal. Bayangkan jika dalam setahun ada 30–40 kapal yang merapat—Cirebon bisa membuka sumber ekonomi baru setara PAD tambahan daerah.

 

Dan inilah daya tarik yang tak dimiliki kota lain: keunikan sejarah Cirebon sebagai melting pot Sunda, Jawa, Tiongkok, hingga Eropa. Dari Keraton Kasepuhan yang punya ornamen megah, Masjid Agung Sang Cipta Rasa dengan jejak arsitektur Demak, hingga pengaruh Portugis yang masih bisa dirunut di naskah-naskah lama. Cirebon bukan hanya kota pelabuhan, tapi museum hidup interaksi budaya maritim. Inilah cerita yang bisa dijual ke pasar cruise global—sebuah pengalaman otentik yang tak ditemui di Bali atau Batam.

 

Sebetulnya, dengan merapat di Cirebon, turis juga bisa melakukan perjalanan darat ke Jakarta, Bandung, dan Semarang. Sehingga Pelabuhan CIrebon bisa jadi pintu masuknya. Kita bisa meraih potensi turis China yang kian hari kian tebal dompetnya.

 

Karena itu, kalau kita serius ingin mengunci pertumbuhan pariwisata Jabar bagian utara, maka kuncinya ada pada unlocking Pelabuhan Cirebon untuk cruise. Dengan kombinasi investasi infrastruktur, promosi internasional, dan penguatan ekosistem wisata (kuliner, budaya, UMKM), Cirebon bisa naik kelas menjadi hub pariwisata maritim dunia.

 

Let’s think differently!!

Budhiana Kartawijaya, Founder dan Ketua Dewan Pembina Yayasan Odesa Indonesia

  • Penulis: Tim Redaksi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Najwa Shihab dan Andi F. Noya Hadir di Tengah Ribuan Maba 2022 UI

    Najwa Shihab dan Andi F. Noya Hadir di Tengah Ribuan Maba 2022 UI

    • calendar_month Sen, 15 Agu 2022
    • account_circle Admin Kanal31
    • 0Komentar

    KANAL31.COM Najwa Shihab, alumni Fakultas Hukum Universitas Indonesia, dengan mengenakan jaket kuning Universitas Indonesia (UI) mengatakan, “Selain belajar, haus dan terus dahaga terhadap ilmu, mahasiswa juga harus menjadi penjaga moral bangsa ini. Mahasiswa harus bisa bergerak dan gerakannya harus berdampak. Mahasiswa harus mau turun mendengarkan apa yang menjadi keseharian dan kegelisahan orang banyak.” Sebagai kakak […]

  • Begini Apresiasi Program Kemandirian Pesantren, Komunitas Santri: Terima Kasih Gus Men!

    Begini Apresiasi Program Kemandirian Pesantren, Komunitas Santri: Terima Kasih Gus Men!

    • calendar_month Sen, 7 Okt 2024
    • account_circle Tim Redaksi
    • 0Komentar

    KANAL31.COM (Jakarta) — Komunitas Arus Informasi Santri Nusantara (AISNU) mengapresiasi program Kemandirian Pesantren yang merupakan salah satu program prioritas Menteri Agama (Menag) Yaqut Cholil Qoumas. “Terima kasih, Gus Men (sapaan akrab Menag Yaqut) karena telah memberikan perhatian kepada pesantren. Ini amat berarti bagi kami para santri,” tutur Koordinator Nasional AISNU, Ulinnuhaa Lazulfa Wakhusna Ma’ab saat beraudiensi […]

  • Dari Semangat Kelas Menulis Melahirkan 4 Jurnal

    Dari Semangat Kelas Menulis Melahirkan 4 Jurnal

    • calendar_month Sen, 15 Agu 2022
    • account_circle Admin Kanal31
    • 0Komentar

    Wahyudin Darmalaksana, Kelas Menulis Fakultas Ushuluddin UIN Sunan Gunung Djati Bandung SPI-BANDUNG Kelas Menulis adalah sebuah unit di Fakultas Ushuluddin UIN Sunan Gunung Djati Bandung. Kelas Menulis berdiri secara resmi tanggal 26 Mei 2020 berdasarkan Surat Keputusan Dekan. Pendirian Kelas Menulis mendapat inspirasi dari keberadaan Writing Center yang menjamur di berbagai pendidikan tinggi dunia. Ia […]

  • RA Kartini dan Persilangan Mentalitas

    RA Kartini dan Persilangan Mentalitas

    • calendar_month Sel, 21 Apr 2026
    • account_circle Dadan Rusmana, Wakil Rektor I UIN Bandung
    • 0Komentar

    Sebuah Spiritualitas di Titik Balik BANDUNG kanal31.com   Sosok Raden Ajeng Kartini (selanjutnya ditulis RA Kartini) merupakan sebuah entitas korpus utuh yang memiliki dimensi yang kompleks. Oleh karen itu, untuk menyusun narasinya dengan kacamata sejarah sosial berarti kita tidak boleh melihatnya sekadar sebagai pahlawan emansipasi yang terisolasi (the isolated women). Pengkajiannya harus memandangnya sebagai sebuah […]

  • Kurikulum Hijau, Ekoteologi, dan Fiqh Al-Bi’ah Jadi Kerangka Baru Pendidikan Pesantren

    Kurikulum Hijau, Ekoteologi, dan Fiqh Al-Bi’ah Jadi Kerangka Baru Pendidikan Pesantren

    • calendar_month Ming, 15 Jun 2025
    • account_circle Jun
    • 0Komentar

    Pemalang kanal31.com — Pesantren Salafiyah Kauman Pemalang bersama Himpunan Keluarga Alumni (HIKMAH) menyelenggarakan Halaqoh Alumni bertajuk “Ekoteologi dan Fiqh Al-Bi’ah: Merintis Kurikulum Hijau di Pesantren”. Acara berlangsung di komplek Pesantren Salafiyah Kauman, Pemalang, Jawa Tengah.   Hadir sejumlah narasumber, antara lain: Kasubdit Pendidikan Ma’had Aly Kemenag RI dan Ketua Umum HIKMAH Mahrus El Mawa, Guru […]

  • Praktikum Ibadah, Tak Sekadar Rangkaian Akademik, Tapi Juga tentang Keakhiratan

    Praktikum Ibadah, Tak Sekadar Rangkaian Akademik, Tapi Juga tentang Keakhiratan

    • calendar_month Kam, 15 Mei 2025
    • account_circle Sungkawa Abdisunda
    • 0Komentar

    BANDUNG, kanal31.com– Walaupun non-SKS, kegiatan praktikum ibadah wajib diikuti oleh semua mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) UIN Sunan Gunung Djati Bandung. Kelulusan praktikum ibadah ini menjadi prasyarat bagi mereka untuk mengikuti sidang Usulan Penelitian (UP), komprehensif, dan munaqosah. ”Jika tidak ikut atau tidak lulus praktik ibadah, mereka tidak akan bisa jadi sarjana,” tegas […]

expand_less