Selasa, 2 Jun 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » NETIZEN » Cirebon Permata Tersembunyi!

Cirebon Permata Tersembunyi!

  • account_circle Tim Redaksi
  • calendar_month Jum, 29 Agu 2025
  • comment 0 komentar

BANDUNG kanal31.com — Sebastian adalah perencana kota asal Belgia. Dia ditugaskan Uni Eropa untuk membantu Kawasan Rebana dalam hal nature based solution (NBS). Orangnya santai, dan kata anak muda sekarang mah dia itu kalcer (culture) banget. Diajak makan empal gentong, sangat menikmati. Diajak makan sate di Stasiun Hall Bandung, juga begitu.

 

Kami ajak dia keliling Cirebon dan Majalengka.

Kesimpulan dia: Cirebon is amazing. It is a hidden gem.” Alias permata tersembunyi.

Istilah “hidden gem” biasanya sering digunakan oleh dunia pariwisata, kuliner, seni, dan bahkan bisnis. Dan, Cirebon itu tepat disebut sebagai a hidden game.

Kita melihatnya biasa, tapi kata orang asing: luar biasa.

 

Mari kita melamun.

Suatu hari kapal pesiar megah seperti Royal Caribbean, Costa Cruises, atau bahkan Dream Cruises asal Asia Timur, merapat di Pelabuhan Cirebon. Ribuan turis asing turun, berjalan kaki ke alun-alun, menyusuri keraton-keraton megah, mencicipi empal gentong dan nasi jamblang, membeli batik trusmi, lalu sore harinya menonton tari topeng klasik Cirebon. Ekonomi lokal langsung bergerak: hotel penuh, restoran ramai, UMKM kebanjiran order, dan transportasi lokal hidup.

 

Potensi itu nyata. Industri cruise global tumbuh rata-rata 7% per tahun, dan kawasan Asia Pasifik kini menjadi salah satu pasar terbesar. Data dari Cruise Lines International Association (CLIA) menunjukkan, lebih dari 4,5 juta turis Asia naik cruise setiap tahunnya. Turis Tiongkok, khususnya, mendominasi pasar—dan ini selaras dengan jejak sejarah Cirebon yang sejak abad ke-15 sudah dipengaruhi budaya Tiongkok. Dari keramik, arsitektur keraton, sampai motif batik mega mendung, semuanya menyimpan DNA interaksi maritim kuno antara Cirebon dan negeri seberang.

 

Sayangnya, Pelabuhan Cirebon hari ini belum siap menyambut cruise besar. Kedalamannya hanya sekitar 4 meter. Padahal, untuk kapal pesiar standar internasional, minimal dibutuhkan kedalaman 9–11 meter agar aman bersandar. Pernah ada beberapa kali kapal pesiar singgah di Cirebon, tapi mereka sandar di tengah laut. Penumpang merapat dengan menggunakan perahu-perahu kecil.

 

Di sinilah pekerjaan rumah kita: redesign pelabuhan dengan pengerukan (dredging), penataan ulang jalur masuk kapal, serta pengendalian sedimentasi dari aliran Sungai Cisanggarung dan Sungai Kuning yang bermuara ke teluk Cirebon. Teknologi modern memungkinkan sedimentasi dikendalikan melalui kombinasi breakwater (pemecah gelombang), sistem alur baru, serta pengerukan berkala berbasis mapping sonar.

 

Kalau pelabuhan dibenahi, potensi cuannya luar biasa. Satu kapal pesiar ukuran menengah membawa 2.000–3.000 penumpang. Rata-rata setiap turis cruise membelanjakan USD 100–150 per kunjungan singkat. Artinya, sekali sandar bisa menghasilkan Rp 30–70 miliar untuk ekonomi lokal. Bayangkan jika dalam setahun ada 30–40 kapal yang merapat—Cirebon bisa membuka sumber ekonomi baru setara PAD tambahan daerah.

 

Dan inilah daya tarik yang tak dimiliki kota lain: keunikan sejarah Cirebon sebagai melting pot Sunda, Jawa, Tiongkok, hingga Eropa. Dari Keraton Kasepuhan yang punya ornamen megah, Masjid Agung Sang Cipta Rasa dengan jejak arsitektur Demak, hingga pengaruh Portugis yang masih bisa dirunut di naskah-naskah lama. Cirebon bukan hanya kota pelabuhan, tapi museum hidup interaksi budaya maritim. Inilah cerita yang bisa dijual ke pasar cruise global—sebuah pengalaman otentik yang tak ditemui di Bali atau Batam.

 

Sebetulnya, dengan merapat di Cirebon, turis juga bisa melakukan perjalanan darat ke Jakarta, Bandung, dan Semarang. Sehingga Pelabuhan CIrebon bisa jadi pintu masuknya. Kita bisa meraih potensi turis China yang kian hari kian tebal dompetnya.

 

Karena itu, kalau kita serius ingin mengunci pertumbuhan pariwisata Jabar bagian utara, maka kuncinya ada pada unlocking Pelabuhan Cirebon untuk cruise. Dengan kombinasi investasi infrastruktur, promosi internasional, dan penguatan ekosistem wisata (kuliner, budaya, UMKM), Cirebon bisa naik kelas menjadi hub pariwisata maritim dunia.

 

Let’s think differently!!

Budhiana Kartawijaya, Founder dan Ketua Dewan Pembina Yayasan Odesa Indonesia

  • Penulis: Tim Redaksi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kampus PTKIN Terus Kembangkan Ekoteologi

    Kampus PTKIN Terus Kembangkan Ekoteologi

    • calendar_month Ming, 13 Jul 2025
    • account_circle Tim Redaksi
    • 0Komentar

    BANTEN kanal31.com — Menteri Agama Nasaruddin Umar meminta kampus Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) untuk mengembangkan ekoteologi. Pesan ini disampaikan Menag saat memberikan sambutan pada Wisuda ke-49 UIN Sultan Maulana Hasanuddin di Convention Hall Kampus 2 Kota Serang. Total ada 964 sarjana yang diwisuda, terdiri atas 8 program S3, 48 program S2, dan 908 […]

  • Top! Depok Luncurkan Program Wirausaha Baru untuk 2.100 Warga

    Top! Depok Luncurkan Program Wirausaha Baru untuk 2.100 Warga

    • calendar_month Kam, 18 Agu 2022
    • account_circle Admin Kanal31
    • 0Komentar

    KANAL31.COM Pemerintah Kota Depok memfasilitasi 2.100 warganya untuk membangun bisnis melalui program Wirausaha Baru dan Perempuan Pengusaha. Program ini diluncurkan pada Senin 15 Agustus 2022. Wakil Wali Kota Depok, Imam Budi Hartono mengatakan, ribuan warga yang mengikuti program tersebut difasilitasi menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) tahun 2022 untuk dapat mengembangkan keterampilannya dalam berbisnis. […]

  • Begini Cara Mandi Junub Lengkap dengan Niat dan Sunahnya

    Begini Cara Mandi Junub Lengkap dengan Niat dan Sunahnya

    • calendar_month Sel, 21 Nov 2023
    • account_circle Tim Redaksi
    • 0Komentar

    KANAL31.COM – Suci dari hadats kecil dan hadats besar merupakan salah satu syarat sah melaksanakan ibadah, seperti shalat, itikaf di masjid, thawaf, menyentuh mushaf, dan sebagainya. Untuk menghilangkan hadats kecil adalah dengan wudhu dan untuk menghilangkan hadats besar dengan mandi wajib atau mandi janabah yang biasa disebut mandi junub. Dikutip dari Kemenag, junub adalah ketika seseorang […]

  • Logo dan Tema Resmi HUT ke-80 RI Diluncurkan, Inilah Maknanya

    Logo dan Tema Resmi HUT ke-80 RI Diluncurkan, Inilah Maknanya

    • calendar_month Rab, 23 Jul 2025
    • account_circle Tim Redaksi
    • 0Komentar

    JAKARTA kanal31.com — Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto secara resmi meluncurkan logo dan tema peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia di Istana Negara, Jakarta, Rabu (23/7/2025). Peluncuran ini menandai dimulainya rangkaian kegiatan peringatan HUT ke-80 RI yang akan digunakan secara nasional oleh masyarakat, instansi pemerintah, hingga sektor swasta. Tema besar HUT RI […]

  • Ketua PW ISNU Jabar Dukung Komitmen Kemenag RI Tingkatkan Tata Kelola dan Kesejahteraan Guru

    Ketua PW ISNU Jabar Dukung Komitmen Kemenag RI Tingkatkan Tata Kelola dan Kesejahteraan Guru

    • calendar_month Sen, 2 Feb 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • 0Komentar

    BANDUNG Kanal31.com — Ketua Pimpinan Wilayah Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama (PW ISNU) Jawa Barat, Prof. Dr. Hj. Ulfiah, M.Si, menyatakan dukungan penuh terhadap komitmen Kementerian Agama Republik Indonesia dalam meningkatkan tata kelola kelembagaan serta kesejahteraan guru dan tenaga kependidikan di lingkungan Kemenag RI. Selain menjabat sebagai Ketua PW ISNU Jawa Barat, Prof. Ulfiah juga merupakan […]

  • P2B–Mahasiswa, Gelar Dialog Pengembangan Bisnis Kampus

    P2B–Mahasiswa, Gelar Dialog Pengembangan Bisnis Kampus

    • calendar_month Jum, 14 Mar 2025
    • account_circle Sungkawa Abdisunda
    • 0Komentar

    Bandung, kanal31.com–  Pusat Pengembangan Bisnis (P2B) UIN Sunan Gunung Djati Bandung menggelar dialog bisnis/wirausaha bersama pengurus Dewan Eksekutif Mahasiswa (DEMA) dan Senat Mahasiswa (SEMA) tingkat universitas dan fakultas, menjelang berbuka puasa di Sekretariat P2B Kampus I UIN Bandung, Kamis (13/03/2025). Dialog bisnis ini dipimpin langsung oleh Ketua P2B UIN Bandung Budi Tresnayadi; didampingi Sekretaris Ayi […]

expand_less