Sabtu, 18 Jul 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » NETIZEN » Antara Hasrat, Cinta dan Rasa yang Tertindas 

Antara Hasrat, Cinta dan Rasa yang Tertindas 

  • account_circle Tim Redaksi
  • calendar_month Rab, 16 Apr 2025
  • comment 0 komentar

BANDUNG kanal31.com — Tak sedikit orang berpura-pura kaget ketika mendengar kabar perselingkuhan bos dengan sekretarisnya, atasan dengan bawahannya, dokter dengan perawatnya, dosen dengan mahasiswanya, ustadz dengan santrinya dll, seolah itu tragedi besar yang tak pernah mereka bayangkan sebelumnya. Padahal, fenomena itu bukan perkara hitam-putih, bukan pula semata-mata soal moral atau aib agama, melainkan tentang dinamika manusia yang sedang mencari tempat bagi hasratnya yang dibungkam oleh norma, tapi terus bergejolak dalam tubuh dan batin.

Mari kita bicara jujur. Perempuan berusia muda, gadis berstatus sekretaris, ibu muda sebagai karyawati atau guru, mahasiswi yang sedang mekar, itu semua berada di usia biologis yang sedang hangat, usia gejolak syahwat tak bisa dibungkam hanya dengan dalil. Di sisi lain, banyaknya pria berusia matang, memiliki posisi kuasa sekaligus daya tarik tertentu: stabil secara finansial, matang secara verbal, dan punya otoritas intelektual yang menarik. Kombinasi antara hasrat dan kekaguman adalah bahan bakar paling mudah untuk menyalakan api relasi yang lebih intim dari sekadar hubungan kerja atau urusan akademik.

Tapi ini bukan hanya soal usia dan hasrat, ini juga tentang struktur sosial dan budaya yang memenjarakan gejolak hasrat. Laki-laki diberi naluri berpoligami oleh fitrahnya, oleh biologisnya, tapi di saat yang sama dihantam oleh sistem monogami yang menjadikan keinginan lebih dari satu dianggap buruk. Ketika keinginan itu muncul, masyarakat langsung mencap: tidak setia, tak bermoral, atau doyan perempuan. Padahal, yang sering tak disadari: justru karena tak ada saluran yang sah dan sehat bagi hasrat itu, ia mencari jalannya sendiri secara diam-diam.

Banyak istri yang mencintai suaminya tapi tak sanggup memahami kompleksitas biologis dan psikologis lelaki. Ketika suaminya gelisah dan mulai terdistraksi oleh pesona lain, mereka menganggap itu bentuk pengkhianatan, bukan kegelisahan eksistensial. Sementara di luar sana, perempuan muda hadir dengan semangat mengagumi, menyimak, memberi perhatian—hal-hal yang jarang lagi diterima lelaki di rumahnya yang sunyi dan penuh tuntutan.

Lalu muncullah peristiwa: tempat kerja jadi pertemuan rutin, kantor jadi ruang curhat, konsultasi akademik berubah jadi pelarian emosional, dan sebelum sadar, keduanya sudah larut dalam relasi yang tak lagi netral. Kita bisa marah, bisa mencaci, tapi kita juga bisa menyelami lebih dalam—bahwa ini bukan sekadar dosa, tapi juga jeritan jiwa yang tak punya ruang untuk menyalurkan fitrahnya secara manusiawi dan dewasa.

Banyak yang pura-pura alim mengharamkan poligami atas nama kesetiaan, padahal di belakang layar mereka menyimpan dua-tiga relasi diam-diam. Poligami yang seharusnya menjadi pintu syar’i untuk menyelamatkan syahwat justru dipenjara oleh stigma dan hukum sosial yang munafik. Maka ketika pintu halal ditutup, jalan haram pun dibuka oleh represi dan ketakutan terhadap omongan orang.

Fenomena ini bukan hanya soal moral individu, tapi juga tentang sistem sosial yang gagal memberi ruang aman bagi manusia untuk menjadi dirinya sendiri, mencintai tanpa merasa berdosa, dan jujur pada kerumitannya sendiri. Pria matang dan perempuan muda sering jadi korban dari represi sosial terhadap hasrat, bukan semata-mata pelaku kebejatan.

Tak perlu cepat menghakimi. Sebab dalam tubuh tiap manusia, ada kegelisahan yang tak selalu bisa diceritakan. Dalam batin tiap lelaki, ada pergulatan antara cinta yang ingin suci dan hasrat yang ingin hidup. Mungkin yang perlu kita lakukan bukan menghukum, tapi menciptakan ruang perbincangan yang jujur dan berani—tentang seksualitas, cinta, poligami, dan kemanusiaan.

Dan jangan lupa, Tuhan Maha Tahu keruwetan hati kita. Kadang, yang kita sebut sebagai dosa adalah teriakan sunyi dari jiwa yang lama tak dimengerti. Huh!!

Moeflich H. Hart, Dosen Fakultas Adab dan Humaniora UIN Sunan Gunung Djati Bandung. 

  • Penulis: Tim Redaksi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Cara Deteksi Typo dalam Karya Ilmiah

    Cara Deteksi Typo dalam Karya Ilmiah

    • calendar_month Ming, 17 Apr 2022
    • account_circle Admin Kanal31
    • 0Komentar

    Karya ilmiah tidak boleh ada typo atau kesalahan teknis penulisan. Di dalam penulisan skripsi atau tugas akhir, kesalahan teknis penulisan bukan bagian dosen pembimbing, melainkan tugas penulis untuk menghindari, mencermati, dan memperbaikinya. Saat ini, era konten sehingga dosen pembimbing lebih fokus melihat konten meliputi kedalaman isi. Apabila naskah karya ilmiah ditemukan banyak kesalahan teknis dalam […]

  • Luar Biasa! Masjid Besar Al-Hidayah Bedugul Kembangkan Sentra UMKM dan Agrowisata Berbasis Ekonomi Umat

    Luar Biasa! Masjid Besar Al-Hidayah Bedugul Kembangkan Sentra UMKM dan Agrowisata Berbasis Ekonomi Umat

    • calendar_month Kam, 24 Okt 2024
    • account_circle Tim Redaksi
    • 0Komentar

    KANAL31.COM (Bedugul) — Masjid Besar Al-Hidayah di Bedugul, Bali, kini menjadi pusat pengembangan ekonomi umat berbasis masjid. Beberapa usaha yang dikembangkan di antaranya adalah Sentra Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) binaan Bank Syariah Indonesia (BSI), homestay, gedung serbaguna, rest area, kafe kopi, serta agrowisata. Sentra UMKM ini bertujuan untuk memfasilitasi pemasaran produk-produk pelaku UMKM binaan […]

  • Ingat! Mahasiswa Magang di DPR RI Wajib Pahami Konstitusi Negara

    Ingat! Mahasiswa Magang di DPR RI Wajib Pahami Konstitusi Negara

    • calendar_month Jum, 20 Des 2024
    • account_circle Tim Redaksi
    • 0Komentar

    JAKARTA, KANAL31.COM –Program Magang Di Rumah Rakyat (MDRR) DPR RI merupakan bagian dari program Merdeka Belajar dari Pemerintah dalam hal ini Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud). Oleh karena itu, kedepannya setiap para mahasiswa magang MDRR DPR RI wajib dibekali pemahaman konstitusi negara atau 4 Pilar MPR RI yaitu Undang-Undang Dasar, Pancasila, Bhineka Tunggal Ika, dan […]

  • Prof. Rosihon : Semua Sivitas Akademika Harus Sehat!

    Prof. Rosihon : Semua Sivitas Akademika Harus Sehat!

    • calendar_month Jum, 17 Nov 2023
    • account_circle Tim Redaksi
    • 0Komentar

    100 HARI KERJA REKTOR UIN BANDUNG KANAL31.COM Jumat, 17 September 2023 adalah 100 hari masa Prof. Dr. Rosihon Anwar, MA menjabat Rektor Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Gunung Djati Bandung. Rosihon dipercaya dan dilantik Menteri Agama RI Yaqut Cholil Qoumas sebagai Rektor untuk menyelesaikan sengkarut  masalah di UIN Bandung peninggalan rektor sebelumnya. Menandai masa 100 […]

  • Jelang Malam Tahun Baru 2025, Polsek Pameungpeuk dan Koramil 2405 Arjasari Berhasil Amankan Ratusan Botol Miras

    Jelang Malam Tahun Baru 2025, Polsek Pameungpeuk dan Koramil 2405 Arjasari Berhasil Amankan Ratusan Botol Miras

    • calendar_month Sel, 31 Des 2024
    • account_circle Tim Redaksi
    • 0Komentar

    BANDUNG, KANAL31.COM – Polsek Pemeungpeuk Polresta Bandung Polda Jabar bersama Koramil 2405 Arjasari dalam patroli KRYD berhasil mengamankan ratusan botol minuman keras (miras) yang rencananya akan dipakai ajang pesta di malam pergantian tahun. Polisi mengamankan miras tersebut saat dilaksanakan operasi KRYD yang berfokus pada penyakit masyarakat seperti pesta miras. Dalam giat Ops KRYD tersebut anggota […]

  • Jejak Skeptisisme dalam Epistemologi Modern

    Jejak Skeptisisme dalam Epistemologi Modern

    • calendar_month Rab, 15 Okt 2025
    • account_circle Tim Redaksi
    • 0Komentar

    BANDUNG Kanal31.com — Ada masa ketika pengetahuan diyakini sebagai cermin yang jernih, yang memantulkan dunia sebagaimana adanya. Manusia merasa berada di posisi istimewa dalam semesta sebagai makhluk rasional yang mampu menyingkap hakikat realitas melalui kekuatan akalnya. Di bawah terang pencerahan, keyakinan ini menjadi hampir seperti iman baru, bahwa segala sesuatu yang dapat dipahami dengan jelas […]

expand_less