Sabtu, 18 Apr 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » NETIZEN » Menziarahi Sunan Gunung Jati

Menziarahi Sunan Gunung Jati

  • account_circle Tim Redaksi
  • calendar_month Jum, 22 Agu 2025
  • comment 0 komentar

CIREBON kanal31.com — Alhamdulillah terlaksana ziarah Walisongo. Tanggal 25-28 Januari 2025 bersama Pengurus Wilayah Ikatan Jamaah Ahlulbait Indonesia (PW IJABI) Jawa Barat. Mulai dari Sunan Gunung Jati di Cirebon hingga berakhir di Syaikh Kholil di Bangkalan, Madura.

Perjalanan dari Bandung dini hari berhenti di Masjid Cipta Rasa. Di sini kami shalat shubuh jamaah. Masjid ini dibangun oleh Sunan Gunung Jati (1448-1568 M.) sebagai sarana ibadah dan pertemuan dengan rakyat.

 

Bagian dalam masjid ada ruangan tertutup untuk keluarga kraton dan keturunan Sunan Gunung Jati. Pada hari jumat mereka masuk dan keluar saat selesai shalat jumat.

 

Di dalamnya ada tiang dari pohon jati, mimbar, cempor, dan ruang imam memimpin shalat dengan bahan marmer. Dalam ruangan ini kami shalat sunah dan memanjatkan doa.

 

Sunan Gunung Jati adalah waliyullah yang pertama dikunjungi. Makamnya berlokasi di Gunung Jati, Cirebon Jawa Barat.

 

Wali yang juga Raja Kesultanan Cirebon ini keturunan Prabu Siliwangi Kerajaan Pajajaran. Dari garis ibunya yaitu Rara Santang yang menikah dengan Syarif Abdullah Maulana Huda, seorang bangsawan dari Palestina. Menikah saat menunaikan ibadah haji.

 

Rara Santang adalah putri Prabu Siliwangi dari permaisuri Subanglarang yang beragama Islam. Ibunya merupakan santri Syaikh Quro di Karawang. Sunan Gunung Jati memiliki nama Syarif Hidayatullah.

 

Dalam sejarah perkembangan Islam di Jawa Barat, terjadi perang antara Pajajaran dan Kesultanan Cirebon. Dikisahkan terjadi adu kesaktian cucu melawan kakeknya. Sang kakek mengalami kekalahan dan mengubah wujud menjadi harimau kemudian pergi ke Garut selatan. Singkatnya kekuasaan di Jawa Barat abad 15-16 Masehi dipegang Kesultanan Cirebon.

 

Area makam berada di puncak Gunung Jati. Ornamen kubah makam (dzarih) dengan kayu jati. Dari bawah menuju makam menaiki anak tangga melewati makam sekitarnya dan gapura dari keramik khas Cina dan arsitektur Hindu. Peziarah yang tidak dapat restu pihak keraton (Kesultanan Cirebon/Keluarga) hanya sampai pintu. Sedangkan yang dapat restu bisa masuk ke dalam, termasuk rombongan kami dari Bandung.

 

Area menuju makam Sunan Gunung Jati dipenuhi pedagang souvenir dan makanan khas Cirebon. Ada yang jual baju, kaos, serban, cincin, senjata tajam, buah buahan, dan pengemis berjejer sepanjang jalan menuju Astana Gunung Jati. Bahkan hingga pintu makam Waliyullah pun ada yang meminta sedekah.

 

Di Gunung Jati ini juga ada tempat ziarah kaum Tionghoa. Istri dari Sunan Gunung Jati adalah putri dari Cina yang konon masih menganut agama leluhurnya.

 

Masih satu kompleks, tokoh Islam di Cirebon sebelum Sunan Gunung Jati adalah Syaikh Nur Jati. Beliau yang membuka hutan jati menjadi lahan pesantren dan memulai produksi terasi dari rebon (udang kecil). Syaikh Nur Jati ini disebut dengan nama Ki Samadullah dan dihubungkan dengan sosok Syaikh Dzatul Kahfi. Ada yang menyebut nama terakhir sosok yang beda dengan Syaikh Nur Jati. Disebut pula sebagai guru dari para wali seperti Syaikh Siti Jenar alias Abdul Jalil, Sunan Bonang dan Sunan Kalijaga.

 

Dari tempat aktivitas Syaikh Nur Jati ini konon muncul nama Cirebon. Syaikh Nur Jati dihubungkan dengan sosok Pangeran Cakrabuana atau Walangsungsang dari Kerajaan Pajajaran. Masuk Islam karena interaksi dengan pedagang Muslim yang singgah kemudian menjadi gurunya. Selanjutnya menyebarkan Islam di Cirebon dan mendirikan pesantren di Amparan Jati. Semakin eksis ketika Sunan Gunung Jati datang ke Cirebon melanjutkan dakwah sampai membentuk kesultanan.

 

Masih di Cirebon,terdapat makam Syaikh Abdul Jalil alias Syaikh Siti Jenar alias Syaikh Lemah Abang. Sosok waliyullah ini secara paham agama berbeda dengan Walisongo. Lokasi makamnya di Kemlaten, Kelurahan Harjamukti Kota Cirebon. Kami tidak ke lokasi tersebut karena tidak ada dalam rencana. Selanjutnya kami bergerak menuju wali yang berada di Demak.

AHMAD SAHIDIN, penulis buku Tanda-Tanda Kiamat Mendekat.

  • Penulis: Tim Redaksi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Ini 7 Perbedaan Kebijakan Beasiswa LPDP 2021 dengan 2022

    Ini 7 Perbedaan Kebijakan Beasiswa LPDP 2021 dengan 2022

    • calendar_month Rab, 20 Apr 2022
    • account_circle Admin Kanal31
    • 0Komentar

    SPI-JAKARTA Bagi kamu yang sedang mencari peluang beasiswa, pendaftaran beasiswa tahap 2 LPDP akan dibuka mulai 4 Juli 2022. Beasiswa ini meliputi program beasiswa umum, afirmasi, dan targeted. Hanya saja, terdapat penyesuaian ketentuan dalam Beasiswa LPDP 2022 yang berbeda dengan tahun 2021 lalu, apa saja itu? Simak penjelasannya yang dikutip dari akun Instagram LPDP. 1. […]

  • Hebat! Peneliti dan Jurnalis Asal Kediri Pamerkan 7 Anggrek Jenis Baru

    Hebat! Peneliti dan Jurnalis Asal Kediri Pamerkan 7 Anggrek Jenis Baru

    • calendar_month Rab, 13 Jul 2022
    • account_circle Admin Kanal31
    • 0Komentar

    SPI-KEDIRI Seorang peneliti dan jurnalis menggelar pameran foto bunga anggrek berdasar penelitiannya selama 12 hari di Papua. Tidak hanya foto, sejumlah spesimen anggrek yang belum memiliki nama juga dipamerkan. Sedikitnya ada 25 foto anggrek yang dipamerkan, 7 di antaranya merupakan jenis anggrek asal papua yang baru ditemukan dan belum mempunyai nama. 25 karya foto anggrek […]

  • Bakal Guncang UGM, Dua Tim Debat Hukum UIN Bandung Tembus Final Arena Argumentasi RDK 1447 H

    Bakal Guncang UGM, Dua Tim Debat Hukum UIN Bandung Tembus Final Arena Argumentasi RDK 1447 H

    • calendar_month Kam, 26 Feb 2026
    • account_circle Sungkawa Abdisunda
    • 0Komentar

    BANDUNG, kanal31.com – Panggung debat hukum nasional kembali dikejutkan oleh taring tajam delegasi dari Kota Kembang. Lembaga Kajian dan Debat Mahasiswa (LKDM) Ilmu Hukum, Fakultas Syari’ah dan Hukum (FSH) UIN Sunan Gunung Djati Bandung, sukses meloloskan dua tim sekaligus ke babak final ajang bergengsi Arena Argumentasi Ramadhan di Kampus (RDK) 1447 H di Universitas Gadjah […]

  • Trik Cepat Menyusun Kalimat

    Trik Cepat Menyusun Kalimat

    • calendar_month Rab, 21 Sep 2022
    • account_circle Tim Redaksi
    • 0Komentar

    KANAL31.COM KALI ini “Kelas Menulis” akan berbagi trik paling mudah dan cepet dalam menyusun kalimat sampai paragraf. Kelas Menulis sendiri adalah ruang berbagi untuk latihan teman-teman mahasiswa menulis karya ilmiah atau artikel ilmiah. Sebelum memulai latihan perlu dikemukakan satu hal. Ambil kalimat dari artikel yang terhimpun di repositori bereputasi, sebab di situ merupakan himpunan kalimat-kalimat […]

  • Inilah Pesan Menag kepada Jajarannya soal Bersih-bersih Kementerian Agama

    Inilah Pesan Menag kepada Jajarannya soal Bersih-bersih Kementerian Agama

    • calendar_month Sel, 12 Nov 2024
    • account_circle Jun
    • 0Komentar

    KANAL31.COM — Jakarta — Menteri Agama Nasaruddin Umar memberikan pesan khusus dan tegas kepada jajarannya terkait upaya membersihkan Kementerian Agama dari praktik koruptif. Menag minta jajarannya untuk tidak melakukan tindakan koruptif. Pesan ini disampaikan Menag saat memberikan sambutan pada Kick Off Meeting Strategi dan Arah Kebijakan Kementerian Agama 2025-2029 di auditorium HM Rasjidi, gedung Kementerian […]

  • UIN Bandung Sabet Dua Penghargaan IHYA Kemenperin

    UIN Bandung Sabet Dua Penghargaan IHYA Kemenperin

    • calendar_month Jum, 1 Nov 2024
    • account_circle Sungkawa Abdisunda
    • 0Komentar

    BANDUNG, kanal31.com– UIN Sunan Gunung Djati Bandung meraih dua penghargaan sekaligus dalam acara Indonesia Halal Industry Awards (IHYA) 2024 yang diadakan oleh Kementerian Perindustrian Republik Indonesia. Kedua penghargaan itu adalah “Top 3 Best Academic Institution Social Impact Initiatives” dan “Top 3 Best Academic Achievement on Halal Innovation”. IHYA merupakan bentuk apresiasi Pemerintah Indonesia kepada lembaga/institusi […]

expand_less